Alat Musik Di Sekitar Kita: Alat Musik Tuts

Alat Musik Di Sekitar Kita Alat Musik Tuts

Wahai Quipperian! Apa kabar?! Sudah siap? Kali ini Quipper Video Blog akan mengajak sobat-sobat Quipperian berkenalan dengan keyboard atau alat-alat musik yang menggunakan tuts

Instrumen keyboard, mencakup semua alat yang menghasilkan bunyi notasi berbeda dengan cara menekan serangkaian tombol atau tuas paralel. Berkaca dari teori musik Barat, tuts notasi tersebut dirakit berurutan dalam skala kromatik, mulai dari suara rendah (bass) di sisi kiri hingga ke suara tinggi (treble) di sisi kanan.

Dalam arti luas, istilah instrumen keyboard dapat merujuk pada akordion, instrumen perkusi seperti celesta dan carillon, dan banyak instrumen elektronik – misalnya, synthesizer Moog. Dalam pengertian yang lebih sempit, seperti yang digunakan di atas, istilah ini dibatasi pada instrumen di mana suara dihasilkan dari getaran pada senar atau pipa atau rongga, entah dengan memetik, memukul, atau menggosok.

Clavichord

Yang pertama dan yang paling sederhana dari instrumen papan kunci bersenar adalah clavichord. Itu digunakan sebagian besar dari awal 1400-an sampai 1800-an, meskipun saat ini masih dipertunjukkan dalam beberapa pagelaran seni. Klavichord memiliki senar yang membentang dari kiri ke kanan. Ketika seorang pemain menekan salah satu tombol, sepotong kecil logam bergerak naik untuk menghentak salah satu senar. Selama potongan logam menyentuh senar, senar akan menghasilkan suara. Timbre clavichord adalah terang dan lembut.

Kelemahan terbesar dari clavichord adalah volume suara yang sangat lembut. Karena timbul langsung dari cara suara instrumen diproduksi, kelemahan ini tidak mudah diatasi dan berujung pada pengembangan harpsichord

Harpsichord

Harpsichord muncul sekitar pertengahan 1400-an. Baik clavichord dan harpsichord sering dibangun dengan tutup atas yang dihias mewah dengan cat mengkilat. Jika tidak, harpsichord terlihat seperti grand piano modern dengan ukuran sedikit lebih kecil. Mereka memiliki senar yang jauh dari pemain. Fitur utama dari harpsichord adalah bahwa senar dipetik dan bukan dipukul. Beberapa harpsichord juga memiliki dua papan; atas dan bawah, untuk mengendalikan set senar yang berbeda. Harpsichord banyak digunakan dari pertengahan tahun 1500 sampai pertengahan 1700-an. Periode itu dikenal dengan nama Baroque. Banyak komposisi yang ditulis selama waktu itu masih dimainkan di harpsichord.

Banyak harpsichord juga dilengkapi dengan peredam, sebuah alat yang menekan potongan kulit lembut untuk menghalangi sebaris senar bernada sama, menghasilkan nada pendek tumpul (pizzicato) seperti teredam. Harpsichord dengan tiga papan kunci banyak diproduksi sepanjang abad ke-17 dan ke-18, meski hanya ada satu harpsichord otentik papan tiga yang diketahui keberadaannya saat ini. Perlu ditekankan, bahwa harpsichord abad ke-16-18 biasanya hanya memiliki satu atau dua papan kunci dengan dua atau tiga set senar per nada.

Piano

Pada tahun 1700-an piano menjadi lebih populer dari pada harpsichord. Itu adalah instrumen yang lebih kompleks dan bisa menghasilkan suara yang lebih bervariasi. Senar piano dipukul oleh palu berselimut. Saat pemain menekan tombol, palu menghentak  senar bernada dan kemudian memantul jauh dari senar.

Seperti piano harpsichord abad ke-18, piano-piano abad ke-18 dan awal abad 19 seluruhnya terbuat dari kayu, dengan kasus ini (didukung oleh struktur kawat gigi internal) yang menopang seluruh tekanan yang diberikan oleh senar.

Pada awal abad ke-19, pembuat piano pada prinsipnya memperhatikan dua masalah yang solusinya mengarah ke piano modern. Ini adalah volume suara yang relatif kecil yang bisa dihasilkan dari senar tipis yang kemudian digunakan dan sulitnya menghasilkan struktur yang dapat menahan ketegangan senar, bahkan yang paling ringan sekalipun

Sejak tidak lakunya piano persegi, hanya piano tegak dan grand yang diproduksi secara rutin. Rentang panjang piano grand minimal sekitar 150 cm untuk tipe “bayi” sampai maksimum sekitar 270cm untuk digunakan dalam konser gala. Di antara piano tegak, model setinggi 120 cm- yang sering memiliki nada yang sangat bagus karena senar bassnya yang relatif panjang – sebagian besar digantikan oleh model yang lebih rendah dengan tinggi 90 – 100cm

Organ

Organ adalah instrumen papan tuts dimana suara dihasilkan oleh pipa atau rongga yang disuplai oleh angin melalui mekanisme di bawah kendali organis. Organ pipa sejenis yang biasa ditemui di gereja Kristen sejak akhir Abad Pertengahan adalah salah satu alat musik terbesar, paling rumit, dan paling mahal; Mereka adalah produk dari keahlian yang canggih dicampur dengan rasa estetik.

Organ pipa konvensional terdiri dari empat bagian utama: (1) papan tuts dan papan kontrol atau konsol, (2) pipa yang menghasilkan nada, (3) mekanisme, atau tindakan, dan (4) generator angin

Penempatan organ yang tepat berperan penting, dan untuk sebagian besar musik organ, ruang resonansi dengan tiga detik atau lebih dari gaung suara adalah tatanan ideal. Organ yang memiliki pipa yang dipasang di ruang dalam yang berdampingan dengan ruang yang diduduki oleh pendengar, atau ditempatkan di lingkungan “mati” secara akustik, menghasilkan suara yang terlalu gelap. Pipa terbuka penuh tanpa katup, terlihat di banyak organ abad pertengahan abad ke-20, dapat menghasilkan suara mentah yang tidak fokus atau cempreng.

Nah itu contoh alat musik papan tuts, teman-teman Quipperian. Kalau masih penasaran mengenai organ bisa coba tengok di gereja-gereja tua macam Katedral. Sementara untuk clavichord dan harpsichord dapat kita temui di beberapa perguruan tinggi musik. Tertarik? Ayo kunjungi!

 

Sumber:

  1. http://school.ebonline.com/levels/middle/article/keyboard
  2. instrument/105991https://dictionary.onmusic.org/

Penulis: Jan Wiguna