Alat Musik Di Sekitar Kita: Alat Musik Udara

Alat Musik Di Sekitar Kita Alat Musik Udara

Ola Quipperian, bertemu lagi dengan Quipper Video Blog. Kali ini Quipper Video Blog akan mengajak sobat-sobat Quipperian berkenalan dengan erofon atau alat musik berbasis udara.Semua instrumen udara (yaitu, semua instrumen di mana udara adalah media getar utama untuk produksi suara) disebut erofon. Ada dua sistem yang bisa Quipperian pakai untuk menglasifikasi erofon.

Yang pertama sistem klasifikasi berdasarkan orkestra simfoni Barat. Sistem Ini membagi instrumen angin menjadi dua kelompok – tiup kayu dan tiup kuningan. Istilah tiup kayu mengacu pada instrumen seruling dan buluh dan istilah kuningan untuk aerofon bergetar. Instrumen yang bisa dibuat dari kayu termasuk seruling transversal dan klarinet, saksofon, basun, dan oboe. Instrumen kuningan orkestra adalah logam dengan corong berbentuk cangkir umumnya di salah satu ujungnya dan bel berbunyi di sisi lain termasuk terompet, trombon, tuba, dan horn Perancis.

Sistem klasifikasi kedua adalah berdasarkan cara produksi nada: erofon bebas, instrumen tepi, pipa rongga, dan sangkakala. Di edisi ini Quipper Video Blog akan mengajak teman-teman Quipperian menggunakan sistem klasifikasi kedua

Erofon Bebas

Erofon bebas termasuk beberapa alat musik udara tertua di dunia, seperti bull-roarer yang berusia sekitar 25.000 tahun. Ini terbuat dari sepotong kayu datar atau bahan lainnya dan dilekatkan pada akord yang panjang. Alat diayunkan di udara untuk menciptakan suara – nada instrumen ditentukan oleh kecepatan gerakannya melalui udara.

Lantas adapula jenis organ tiup dengan rongga yang bebas bergetar. Getaran rongga menciptakan suara dengan menggetarkan udara yang mengalir di dalamnya. Contoh alat ini antara lain harmonica, melodika (pasti sahabat Quipperian lebih kenal nama lainnya, pianika?), sheng (Cina), sho (Jepang).

Jenis terakhir dari erofon bebas adalah organ tekan.  Ada dua jenis organ tekan, yaitu harmonium dan melodeon.

Tepi / Seruling

Instrumen tepi, atau seruling, berkembang sejak peradaban kuno Mesir dan Yunani, dan hampir semua masyarakat di seluruh dunia. Dalam seruling, suara dihasilkan saat aliran udara yang ditiup  oleh pemusik diarahkan masuk rongga instrument melalui bagian tepi instrument yang lancip atau tajam. Contoh dari peradaban Mesir adalah seruling ney dan peradaban Swazhi adalah seruling umtshingo. Di Jepang juga ada sakuhachi.

Pipaberjajar (panpipes) adalah tabung berongga dengan panjang bervariasi yang terikat bersama dalam bentuk rakit. Suara dihasilkan dengan meniup di atas pipa dan masing-masing pipa menciptakan nada yang berbeda.

Seruling fusi (juga disebut seruling peluit, atau seruling saluran) adalah seruling yang memiliki sambungan antara bagian yang ditiup dan bagian produksi suara. Recorder, yang umum dibawa ke sekolah selain pianika, dan flageolet adalah contoh seruling fusi Eropa.

Tidak seperti seruling yang digambarkan di atas, seruling transversal modern yang terlihat pada orkestra simfoni dipegang menyamping di seluruh tubuh dan dimainkan dengan meniup aliran udara pada bagian yang agak melengkung di salah satu ujung.

Pipa Berongga

Dalam pipa berongga, suara dibuat saat kolom udara diaktifkan oleh getaran antara dua bagian rongga ganda atau antara rongga tunggal dengan hembusan udara. Instrumen yang memiliki rongga udara tunggal dikenal secara umum sebagai klarinet. Mereka termasuk klarinet orkestra, saksofon, dan horn baset

Pipa berongga ganda secara umum disebut sebagai shawms atau obo. Mereka ditemukan di seluruh dunia. Contohnya termasuk zurna Timur Tengah, sahnai India, dan Cina so-na. Zurna adalah instrumen rongga ganda yang pertama kali dikenal di daerah Islam.

Jenis instrumen rongga terakhir dan yang tertua, adalah papan berkantung (bagpipe). Instrumen ini diketahui telah ada sejak peradaban Yunani kuno, Roma, dan Persia.

Sangkakala

Pelopor sangkakala modern telah ada sejak zaman purba. Semua instrumen dalam kelompok tipe sangkakala tercipta akibat aliran udara melewati kontrol bibir pemain. Kerang, tulang, bambu, tebu, dan tungkai atau batang pohon adalah beberapa bahan dasar untuk membuat sangkakala di zaman purba.

Sangkakala dengan kunci dan katup, atau Cornet, dikembangkan pada awal abad ke-19. Bugle adalah instrumen abad pertengahan yang aslinya terbuat dari tanduk banteng muda dan digunakan terutama saat berburu dan untuk keperluan militer. Tuba adalah anggota keluarga kuningan yang bertimbre paling dalam dan gelap. Trombon berkembang pada awal abad ke-15. Tidak seperti sangkakala katup terompet dan tuba, trombon memiliki penyeluncur berbentuk U untuk pemain menghasilkan berbagai macam nada. Pada akhir abad ke-16 mulai dikembangkan apa yang kita kenal sebagai horn modern. Popularitasnya yang besar di Perancis membuat alat tersebut secara salah kaprah dinamai sebagai horn Perancis.

Astaga, ternyata banyak ya ragam alat tiup atau alat musik udara.  Supaya tidak bingung jelajahi bunyinya teman-teman Quipperian. Tapi tentu paling mudah adalah menggunakan pianika atau suling. Bagaimana sobat Quipperian? Tertarik?!

Sumber:

  1. http://school.ebonline.com/levels/middle/article/wind-instruments/277763
  2. https://dictionary.onmusic.org/

Penulis: Jan Wiguna