Sebenarnya Kesurupan atau Mengalami Dissociative Trance Disorder?

Hai, Quipperian!

Apakah kamu penggemar film bergenre horor? Kalau ya, mungkin kamu tidak ketinggalan menyaksikan film “The Nun” di bioskop kemarin-kemarin, ya. Buat kamu yang belum nonton, tenang, artikel ini tidak akan memberikanmu spoiler dari film itu, kok!

Sedikit sinopsis, dalam film tersebut, diceritakan suster bernama Irene yang dikirim untuk melakukan investigasi terhadap kematian Suster Victoria yang membunuh dirinya sendiri untuk melindungi diri dari serangan iblis bernama Valak di Romania.

Kalau kamu menyaksikan film ini, kamu harus siap-siap kaget, nih! Ada banyak sekali adegan mengagetkan yang bisa membuatmu merinding. Tidak hanya disuguhi dengan penampakan-penampakan menyeramkan, kamu juga akan melihat adegan-adegan kesurupan.

Tentu kamu pernah mendengar istilah kesurupan, dong? Istilah ini seringkali dikaitkan dengan kehadiran makhluk halus di dalam diri seseorang. Orang tersebut biasanya akan tiba-tiba mengalami kehilangan kontrol terhadap dirinya sendiri hingga perubahan suara. Meski begitu, tahukah kamu, menurut dunia medis, ternyata kesurupan adalah sebuah penyakit, lho!

Kali ini, Quipper Blog akan mengulas perspektif lain dari kesurupan. Jadi, tinggalkan dulu hantu-hantu menyeramkan di film “The Nun” dan kenalan dengan Dissociative Trance Disorder!

Apa itu Dissociative Trance Disorder?

Dissociative Trance Disorder (DTD) merupakan sebuah gangguan tunggal ataupun berkepanjangan yang berhubungan dengan kesadaran, identitas, serta ingatan yang berkaitan dengan lokasi serta budaya tertentu.

DTD dianggap berhubungan dengan penyakit lain seperti Dissociative Identity Disorder, schizophrenia, mania, hysteria, epilepsi, sindrom Tourette, dan beberapa gangguan terhadap kejiwaan lainnya. Meski berhubungan, kamu perlu paham bahwa DTD punya spesifikasi berbeda dari yang lainnya, yaitu kaitannya dengan kehadiran makhluk lain yang tidak terlihat.

Apa yang Menyebabkan Seseorang dapat Menderita DTD?

Selayaknya gangguan kejiwaan pada umumnya, beberapa penelitian yang dilakukan oleh ahli menunjukkan bahwa penyebab utama DTD ialah masalah psikis.

Nah, masalah psikis ini dapat dibagi kembali secara spesifik, misalnya karena adanya trauma. Pssst, ternyata masalah sesederhana kelelahan dan tekanan pikiran juga dapat menyebabkan seseorang dapat menderita DTD, lho!

Meskipun telah dilakukan penelitian terhadap penderita DTD, sayangnya, penelitian tersebut masih kekurangan data klinis yang kredibel. Dari sekumpulan orang yang dijadikan objek penelitian, mereka banyak mengklaim bahwa dirinya ada di bawah pengaruh roh jahat. Meski begitu, kebanyakan dari mereka tetap dapat mengendalikan diri secara sosial.

Apa yang Akan Terjadi pada Penderita DTD?

“Trance” sendiri memiliki arti keadaan tidak sadarkan diri. Keadaan ini dapat berupa kehilangan kesadaran seperti halnya pingsan maupun ‘berganti’ kesadaran yang terlihat seakan ada orang lain yang berdiam di dalam tubuh seseorang.

Penderita DTD perlahan kehilangan kesadaran akan hal-hal yang berada di sekitarnya. Kemudian, penderita tersebut akan mulai mengubah identitasnya dengan identitas lain yang biasanya berhubungan dengan pengaruh dari luar. Pengaruh inilah yang seringkali dianggap datang dari makhluk halus, nih, Quipperian!

Apakah DTD Banyak Ditemukan?

Semakin religius seseorang, semakin besar pula kemungkinan baginya untuk mengaitkan DTD dengan kehadiran makhluk tidak kasat mata. DTD dianggap sebagai kelainan yang telah menyebar luas di seluruh dunia. Bahkan, di negara-negara barat yang dianggap kurang religius dibandingkan dengan negara-negara timur, DTD juga telah banyak terjadi meskipun mungkin kurang terdiagnosis. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kasus DTD banyak ditemukan sejak tahun 1988 di negara-negara Asia, Eropa, Amerika, dan juga Afrika.

Bagaimana Cara Memulihkan Penderita DTD?

Mungkin kamu sering melihat di film-film atau bahkan pernah mengalami sendiri bahwa orang yang dianggap kesurupan akan didoakan, diciprati dengan air suci, bahkan dipelintir ibu jari kakinya!

Meskipun belum ada penjelasan ilmiah terkait pemulihannya, namun, DTD dapat ditangani seperti layaknya kasus kejiwaan. Orang yang berusaha untuk memulihkan DTD dapat memulainya dengan menanyakan serangkaian hal kepada penderita serta orang-orang terdekatnya, bahkan kepada komunitas di mana penderita berada untuk mengetahui kebudayaan serta nilai keagamaan yang berada di dalamnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa upaya pemulihan ini menggabungkan perspektif psikis serta sosiokultural.

Penyebab terjadinya kesurupan memang masih menjadi perdebatan, bahkan hingga saat ini! Ada orang yang mengganggap kesurupan disebabkan oleh makhluk halus, ada yang lebih percaya kesurupan diawali dari gangguan psikis, ada yang percaya keduanya, dan ada yang belum percaya apapun dan masih mencari alasan yang lebih berterima. Bagaimana menurutmu, Quipperian? Apa yang lebih kamu percayai?

Buat kamu yang masih mau baca artikel menarik lainnya, langsung saja ya kunjungi Quipper Blog!

Sumber:

Apa Penyebab Sleep Paralysis? Benarkah Karena Ditindih Hantu?

Penulis: Evita



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang