Mau Sehat Selalu? Simak Dulu Fakta tentang Usus Buntu Ini!

Hai, Quipperian!

Bulan puasa sudah mau habis, nih! Apakah kamu sukses menjaga pola makanmu? Atau, kamu masih saja kalap dan memasukkan makanan ini dan itu ke dalam perutmu saat waktu berbuka? Ngomong-ngomong tentang puasa, kegiatan satu ini ternyata baik lho untuk sistem pencernaan manusia!

Saluran pencernaan di dalam tubuh manusia punya pekerjaan yang sangat berat karena harus bekerja non stop selama 24 jam dalam sehari. Pada saat tidak berpuasa, makanan secara bertahap masuk mulai dari sarapan, makan siang, makan malam, hingga tambahan cemilan yang kadang cukup banyak.

Karena itulah, sulit bagi lambung untuk memiliki waktu istirahat. Nah, sebaliknya, pada saat berpuasa, saluran pencernaanmu akan mendapatkan waktu istirahat yang didamba-dambakannya.

Apakah kamu sudah memahami betul saluran pencernaanmu? Mungkin kamu telah mendapatkan pelajaran ini ketika kamu masih berseragam putih-biru atau bahkan putih-merah, nih.

Di sekolah juga biasanya tersedia alat peraga khusus bagi kelas yang akan mempelajari saluran pencernaan. Lewat alat peraga tersebut, kamu dapat mengetahui letak-letak organ dalam saluran pencernaanmu sendiri, mulai dari tenggorokan, lambung, usus, hingga anus.

Jika kamu memperhatikan lebih lanjut pada bagian usus manusia yang terbagi atas usus kecil dan usus besar, mungkin kamu dapat menemukan sebuah bagian kecil yang namanya sering kamu dengar di rumah sakit—siapa lagi kalau bukan usus buntu! Ada beberapa fakta tentang usus buntu yang bisa jadi belum pernah kamu dengar sebelumnya, lho, Quipperian. Mau tahu apa saja fakta tentang usus buntu tersebut? Kuy, simak di bawah ini.

1. Usus Buntu Ternyata Punya Fungsi Penting

Melihat kasus-kasus yang mengharuskan operasi pengangkatan usus buntu, mungkin kamu berpikir, “Kenapa kita harus punya usus buntu?”, “Kalau kita bisa hidup tanpa usus buntu setelah operasi pengangkatan, berarti usus buntu enggak penting dong?”

Eits, ternyata eh ternyata, usus buntu sebetulnya punya peranan penting bagi manusia, lho! Pertama-tama, lihatlah letak usus buntu yang terdapat di antara usus besar dan usus kecil seolah menjadi pemisah.

Usus buntu rupanya berperan menjaga usus kecil tetap bersih dari bakteri-bakteri yang terdapat di usus besar. Usus buntu akan memerangi bakteri-bakteri jahat yang ingin masuk ke dalam usus kecil ataupun aliran darah manusia. Dengan begitu, kita tahu bahwa usus buntu ternyata merupakan bagian dari sistem imun tubuh kita juga.

Sebagai penjaga yang baik, usus buntu juga punya peranan sebagai ‘gudangnya’ bakteri baik. Misalnya, ketika kamu baru saja terserang diare, usus buntu akan kembali memenuhi kebutuhan bakteri baik ususmu.

2. Usus Buntu Sudah Dipelajari Berabad-abad

Tahukah kamu, pada tahun 1492, Leonardo da Vinci menggambarkan usus buntu pada salah satu gambarnya? Lalu, pada tahun 1735, ahli bedah Claudius Amyand melakukan operasi pengangkatan usus buntu pada anak laki-laki berusia 11 tahun yang merupakan operasi pengangkatan usus buntu pertama yang tercatat di dunia.

Berkat penelitian yang dilakukan terhadap usus buntu pula, sebuah penelitian di Turki membuktikan bahwa usus buntu bisa mencegah adanya kanker usus besar! Pasalnya, penelitian mereka menunjukkan bahwa penderita kanker usus besar rupanya memiliki usus buntu yang lebih pendek daripada orang yang sehat.

Umumnya, panjang usus buntu ialah 5-10 cm. Sementara itu, usus buntu paling panjang yang tercatat sejarah ditemukan di Kroasia pada tahun 2006 dengan panjang 26 cm. Wih!

3. Kita Bisa Mengenali Gejala Radang Usus Buntu

Quipperian, apakah kamu pernah menjalani operasi pengangkatan usus buntu? Radang usus buntu memang bisa menyerang siapa saja dari semua usia.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Jurnal Internasional Obat-obatan Umum, penyakit ini juga merupakan penyakit yang paling sering membutuhkan penanganan darurat untuk segera dioperasi. Duh!

Faktanya, operasi pengangkatan usus buntu termasuk operasi yang minim resiko, kecuali radang usus buntu yang dialami penderita sudah sangat parah hingga akhirnya usus buntu tersebut pecah. Hii..

Jika usus buntu yang meradang pecah, ia akan mengeluarkan cairan penuh bakteri di dalam tubuh dan menjadikannya masalah kesehatan yang lebih berbahaya.

Tapi, jangan khawatir, ada cara untuk mendeteksi dini radang usus buntu, kok! Perhatikan tanda berikut ini: sakit di sekitar pusar yang kemudian berpindah ke bagian kanan. Kalau sudah begitu, ada baiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter sebelum radangnya semakin parah dan pecah, ya!

4. Ada Cara untuk Menghindari Radang Usus Buntu

Fakta tentang usus buntu yang terakhir adalah nyatanya usus buntu bisa dicegah, kok. Caranya mudah, lho, Quipperian! Kamu jangan malas banyak-banyak mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan makanan yang mengandung serat tinggi.


Bagaimana, Quipperian? Semoga fakta-fakta tentang usus buntu ini bisa menjawab rasa penasaranmu, ya! Buat artikel menarik lainnya, segera kunjungi Quipper Video Blog!

Sumber:

Penulis: Evita



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang