Yuk, Ikut Meramaikan Perayaan Hari UFO Sedunia pada 2 Juli Ini!

“Two possibilities exist: either we are alone in the Universe or we are not.

Both are equally terrifying.”

– Arthur C. Clarke

Hai, Quipperian!

Apakah kamu setuju dengan quotes di atas? Alam semesta yang luas ini kadang memang menimbulkan tanya, apakah hanya kita makhluk hidup di dalamnya? Atau, adakah kehidupan lain? Dari sekian banyak planet, apakah hanya bumi yang memiliki penghuni? Atau, adakah planet serupa dengan bumi di luar sana? Semuanya masih menjadi misteri.

Adanya kehidupan selain di bumi yang belum diketahui secara pasti ini memang cukup seru untuk jadi bahan perbincangan. Pssst, saking menariknya, ada banyak sekali orang di dunia ini yang memercayai eksistensi makhluk luar angkasa alias alien dan punya hari perayaannya sendiri bernama Hari UFO Sedunia, lho!

Apa yang Dimaksud dengan UFO?

Bicara tentang alien, tidak lengkap rasanya jika tidak membicarakan tentang UFO juga. UFO merupakan singkatan dari Unidentified Flying Object, yang berarti objek tidak dikenal yang melintasi langit. Secara garis besar, UFO dapat kita definisikan sebagai pesawat yang dikendalikan oleh makhluk dari luar angkasa atau makhluk yang berasal dari dunia lain.

Pernahkah kamu mendengar istilah ‘piring terbang?’ Rupanya, istilah tersebut pertama kali dipakai oleh pilot Kenneth Arnold yang melihat sembilan objek terbang aneh dalam suatu formasi di atas gunung Rainier, Pegunungan Cascade, Washington, pada 24 Juni 1947. Setelahnya, UFO menjadi bahan perbincangan banyak orang.

Nyatanya, ada banyak sekali laporan penampakan UFO yang terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, para selebiriti seperti Kendall Jenner dan Elvis Presley pun mengklaim pernah melihat UFO. Namun, dari seluruh kasus laporan yang ada, 90% di antaranya biasanya dapat dijelaskan sebagai suatu fenomena alam atau hanya benda buatan manusia. Sementara itu, 10% sisanya tidak dapat dijelaskan dan membutuhkan penyelidikan yang lebih dalam.

Pssst, tahukah kamu? Ternyata, ada ilmu yang menyelidiki fenomena tentang UFO! Ilmu ini bernama Ufologi dengan orang yang melakukan penyelidikannya disebut ufolog.

Seperti Apakah Sejarah Hari UFO Sedunia?

Meskipun UFO mulai dibicarakan banyak orang sejak insiden “piring terbang,” namun bukan tanggal 24 Juni yang dipilih sebagai Hari UFO Sedunia, melainkan tanggal 2 Juli, bertepatan dengan insiden Roswell.

Pada 2 Juli 1947, beberapa saksi mata di Roswell, New Mexico, mendapati adanya objek berbentuk pipih bergerak di angkasa dan menemukan banyak bagian metalik tersebar setelah sebelumnya terdengar suara ledakan.

Pada 8 Juli 1947, Roswell Army Air Field (RAAF) menyatakan adanya sebuah piring terbang yang mengalami kecelakaan dan menabrak sebuah pertanian pada saat terjadinya badai. Namun, setelah ilmuwan dari pemerintah tiba di Roswell, terdapat sedikit perubahan pada kejadian tersebut. Bukan lagi piring terbang, sebuah konferensi pers digelar dan dinyatakan bahwa yang mengalami kecelakaan adalah balon cuaca.

Beberapa orang percaya bahwa pemerintah berusaha menyembunyikan kehadiran alien di bumi dengan melakukan fabrikasi atas peristiwa tersebut. Lebih lagi, munculnya pernyataan dari seorang pemilik perusahaan pemakaman bernama Glenn Dennis yang mengatakan bahwa seorang kerabatnya yang bekerja di RAAF pernah secara tidak sengaja masuk ke dalam ruangan pemeriksaan dan mendapati ada tiga tubuh makhluk hidup aneh yang secara umum terlihat seperti manusia, namun dengan tubuh yang lebih kecil, tangan yang lemah, dan kepala botak yang berukuran besar. Misterius banget, kan?

Hari UFO Sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 2001. Berarti, perayaannya di tahun 2018 ini merupakan perayaan ke-17 alias sweet seventeen-nya, nih! Lewat perayaan 2 Juli ini, para pemercaya UFO berharap akan adanya perhatian lebih terhadap eksistensi UFO dan makhluk cerdas dari luar angkasa. Mereka juga berharap dengan dirayakannya hari ini, para pemimpin dunia dapat mengungkap rahasia UFO yang selama ini disembunyikan oleh pemerintah.

Bagaimanakah Perayaan Hari UFO Sedunia?

Perayaannya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Biasanya, orang-orang yang percaya akan adanya UFO akan berkumpul di titik-titik pernah ditemukannya UFO, misalnya di Roswell. Sambil berkumpul, mereka akan saling berbagi cerita, memberikan dukungan bagi sesama pemercaya, dan memandangi langit malam—menantikan kedatangan UFO kembali.

Ada pula cara lebih sederhana untuk merayakannya, yakni dengan berkumpul untuk menonton film tentang UFO, misalnya.

Apakah Indonesia Merayakannya Juga?

Meskipun sepertinya tidak dirayakan di Indonesia, akan tetapi, ada istilah lain untuk UFO di Indonesia, yaitu BETA (Benda Terbang Aneh). Istilah ini dipergunakan oleh Marsekal Muda TNI (purn) J. Salatun, seorang ufolog senior Indonesia.

Jika Quipperian tertarik dengan UFO, Indonesia memiliki organisasi yang berdiri sejak 1997 bernama BETA-UFO, kelompok pengamat serius fenomena UFO di Indonesia dengan misi melakukan dokumentasi, investigasi, riset dan edukasi publik serta studi ilmiah tentang UFO untuk manfaat kemanusiaan.

Mereka menyatakan bahwa mereka hanya pengamat dan bukan pemuja UFO. Ada pula komunitas Ufonesia Indonesia yang berdiri sejak 2008 dengan agenda berkumpul, berdiskusi, dan turun ke lapangan untuk menyelidiki tentang UFO.


Nah, Quipperian, bagaimana pendapatmu? Apakah kamu termasuk pemercaya UFO dan akan merayakan perayaan satu ini?

Sumber:

Penulis: Evita



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang