Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert, Hmm yang Manakah Kamu?

Introvert, ekstrovert, dan ambivert merupakan tiga kepribadian yang sering dijadikan dasar tentang bagaimana seseorang bersikap dengan lingkungan sekitarnya. Secara singkat, introvert adalah pribadi yang lebih nyaman sendiri, ekstrovert adalah pribadi yang senang berinteraksi dengan orang lain, dan ambivert adalah orang yang punya kepribadian introvert dan ekstrovert seimbang dalam dirinya. Ikutan tes di bawah ini saja ya untuk tahu kepribadian kamu!

Hai, Quipperian! Pernahkah kamu mengikuti tes kepribadian? Tes-tes semacam ini memang seru karena kamu bisa mengenal dirimu lebih baik lagi bahkan mendapatkan kesan “ini gue banget!!” moment saat membaca deskripsinya!
Quipper Blog punya tes sederhana nih untuk sedikit lebih mengetahui kepribadianmu. Cobalah jawab beberapa pertanyaan di bawah ini untuk mencari tahu kemana kepribadianmu lebih mengarah:

  1. Apakah kamu kompetitif?
    1. Tentu saja
    2. Tidak terlalu
    3. Sama sekali tidak
  2. Saat ingin melakukan hal menarik, kamu akan…
    1. mengajak teman
    2. mungkin mengajak teman
    3. melakukannya sendirian
  3. Lebih enak lewat chat atau telepon?
    1. Telepon
    2. Dua-duanya oke
    3. Chat
  4. Pilih: main di luar atau di dalam rumah?
    1. Di luar
    2. Tergantung mood
    3. Di dalam
  5. Apakah kamu akan awkward saat jalan bareng si dia untuk pertama kali?
    1. Nope
    2. Yang pertama kali pasti awkward
    3. Banget

Nah, Quipperian kalau kamu sudah menjawab kelima pertanyaan di atas, sekarang saatnya kamu baca penjelasan di bawah ini yuk tentang introvert, ekstrovert, dan ambivert! Eits, tapi apapun hasilnya nanti, jangan sampai merasa ‘kalah’ atau tersaingi sama teman-teman yang lain yang jawabannya berbeda sama kamu, ya. Baik introvert, ekstrovert, dan ambivert semua punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. So, percaya diri aja! Yuk ah, cusss.

Kalau Jawabanmu Lebih Banyak C: Introvert


Secara garis besar, pribadi introvert dapat dikategorikan bagi orang yang lebih merasakan kenyamanan saat sendirian daripada saat bersama dengan orang lain. Bagi kepribadian introvert, ide dan konsep lebih menarik dibandingkan dengan orang lain maupun kegiatan sosial.
Bila dibagi lagi, sisi introvert ini dapat dikategorikan menjadi ekstrem, sedang, ataupun di antara keduanya karena sebetulnya ada pula orang berkepribadian introvert juga menyukai kegiatan yang dilakukan bersama orang lain dalam jumlah kecil, bukan besar. Ingat, introvert berbeda dengan anti-sosial. Kadang, kepribadian introvert dikaitkan dengan sifat pemalu. Ini adalah pandangan yang tidak tepat, sebab pemalu bukan saja berkepribadian introvert, namun juga dapat berkepribadian ekstrovert.
Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang bukan introvert sering kali merasa sulit saat harus memahami orang lain yang berkepribadian introvert. Maka dari itu, jangan heran, ada kalanya kepribadian introvert merasa tertekan, misalnya, saat ‘dipaksa’ untuk lebih terbuka, lebih sering bicara, dan lebih sering berinteraksi di sekolah. Hal ini disebabkan oleh lingkungan yang menganggap bahwa pada saat seseorang terlihat pendiam dan suka menyendiri, berarti orang tersebut sedang depresi. Pandangan ini salah lho ya, Quipperian.
Kelebihan dari kepribadian introvert pada umumnya adalah mampu menjadi pendengar yang baik, mampu memperhatikan detail, serta lebih terarah sebab betul-betul memikirkan dengan matang sebelum melakukan sesuatu.
Sementara itu, kekurangan yang mungkin dimiliki orang introvert ialah cenderung kikuk saat harus bersosialisasi—apalagi terus-menerus, serta rasa percaya diri yang dapat dikatakan lebih rendah daripada kepribadian ekstrovert.

Kalau Jawabanmu Lebih Banyak A: Ekstrovert


Kebalikan dari pribadi introvert yang lebih nyaman saat sendirian, kepribadian ekstrovert justru lebih nyaman saat bersama dengan orang lain karena mereka mendapat asupan energi pada saat berinteraksi dan berdekatan dengan orang lain. Menurut GoodTherapy, kepribadian ekstrovert lebih sering dijumpai daripada kepribadian introvert—dalam populasi secara general, dapat dikatakan bahwa perbandingan orang ekstrovert dan introvert adalah tiga banding satu.
Berarti, pada kenyataannya di dunia ini lebih banyak orang yang berkepribadian ekstrovert daripada introvert. Itulah sebabnya paradigma atau pola pikir pada umumnya cenderung menganggap bahwa ekstrovert adalah kepribadian yang ‘harus’ dimiliki semua orang. Padahal, tentu tidak. Sama halnya seperti introvert, kepribadian ekstrovert juga dapat dikategorikan ke dalam kategori ekstrem, sedang, ataupun di antara keduanya.
Ada tiga hal yang ‘gue banget’ bagi orang-orang ekstrovert. Pertama, mereka tentu senang berinteraksi dengan orang lain yang menjadikannya mudah bergaul. Kedua, mereka dikenal pandai mencairkan suasana. Ketiga, mereka senang bila menjadi pusat perhatian.
Kelebihan yang mungkin dimiliki orang ekstrovert pada umumnya ialah kemampuannya untuk berpikir cepat pada saat mengambil keputusan, keberanian dalam mengambil resiko, dan tentu saja lebih mudah bersosialisasi dan mendapatkan teman-teman baru.
Sementara itu, kekurangan yang mungkin menjadi masalah orang ekstrovert ialah agak sulit menjaga rahasia dan cukup ceroboh karena tidak berpikir panjang sebelum memutuskan sesuatu.

Kalau Jawabanmu Lebih Banyak B: Ambivert


Kamu tahu sebelumnya bahwa dalam kepribadian introvert dan ekstrovert, ada pengkategorian yang menjadikan setiap orang punya kadar introvert dan ekstrovert dalam dirinya. Jadi, orang dengan kadar introvert yang lebih tinggi akan dikatakan introvert dan sebaliknya.
Namun, dalam kepribadian ambivert, kadar introvert dan ekstrovert dalam seseorang adalah seimbang. Istilah ambivert sendiri diciptakan oleh psikolog bernama Hans Aysencek. Nah, karena kepribadian satu ini ada di tengah-tengah introvert dan ekstrovert, maka orang ambivert pun dapat dikatakan fleksibel, alias mampu menyesuaikan diri dengan mudah.
Orang ambivert biasanya mudah bersosialisasi, namun tetap memiliki ruang waktu sendiri. Mereka memiliki sisi intuitif yang lebih tinggi hingga tau kapan harus diam dan kapan harus berbicara.
Kelebihan pada kepribadian ambivert ialah mandiri, mudah beradaptasi, dan memiliki intuisi yang tajam. Sementara itu, kekurangannya ialah lebih moody dan sulit membuat perencanaan ataupun keputusan.
Well, sudah tahu perbedaan introvert, ekstrovert, dan ambivert kan, Quipperian? Perlu diingat, tes ini hanyalah tes sederhana untuk hiburan semata. Kalau kamu betul-betul tertarik untuk mengetahuinya lebih dalam, kamu perlu berkonsultasi dengan ahlinya, ya! Jangan lupa kunjungi Quipper Blog untuk artikel menarik lainnya!
Sumber:

Penulis: Evita



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang