Anak Kelas 12 Merapat, Yuk Kita Kupas Tuntas UTBK di Sini!


UTBK atau Ujian Berbasis Komputer adalah ujian dari LTMPT dengan 2 jenis ujian: TPS dan TKA.
Hai, Quipperian!
Apakah nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer alias UTBK-mu sudah keluar? Kalau kamu ikutan gelombang pertama, tentu saja sudah. Tapi, kalau kamu ikut gelombang kedua, mungkin saja nilaimu belum bisa kamu akses.
Sambil menunggu nilai sesi tes terakhir keluar, ada baiknya kamu mengenal lebih dalam tentang ujian yang satu ini, mulai dari cari tahu cara menganalisis nilainya, serta mulai memikirkan langkahmu selanjutnya lewat artikel satu ini. Kuy!

Apa Sih UTBK Itu?

Ujian Tulis Berbasis Komputer adalah sebuah ujian yang diadakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dengan dua jenis tes di dalamnya: Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Sistem peniliannya, nilai 1 diberikan untuk jawaban benar dan nilai 0 untuk jawaban salah. Ada 8 klasifikasi nilai yang dibuat oleh LTMPT. 

Ujian ini dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2017 hingga 2019 lulusan pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat serta lulusan Paket C tahun 2017 hingga 2019. Dalam ujian ini, yang diujikan adalah soal yang telah dirangkum khusus dengan tujuan untuk memprediksi keberhasilan si calon mahasiswa di seluruh program studi.
Dengan tujuan tersebut, ujian ini tidak lain juga adalah syarat wajib bagi kamu yang akan mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 di bulan Juni 2019. UTBK dilaksanakan tidak hanya satu kali, melainkan sepuluh kali tes yang terbagi menjadi dua gelombang.
Hasilnya bisa kamu lihat 10 hari setelah mengikuti tes di laman https://pengumuman-utbk.ltmpt.ac.id/ dengan menggunakan username serta password yang kamu daftarkan.

Bagaimana Sistem Penilaiannya?


Dilansir dari wawancara terhadap Ketua LTMPT, Ravik Karsidi, oleh salah satu portal berita daring, statistik dan penyebaran nilai ujian ini akan selalu berubah setiap kali ada tes yang selesai dilaksanakan. Jadi, statistik dan penyebaran nilai yang tetap baru akan didapatkan peserta saat sesi tes terakhir pada 26 Mei 2019 selesai dinilai.
Dalam UTBK 2019, tidak diberikan penalti bagi jawaban salah. Sehingga, nilai 1 diberikan bagi soal yang dijawab dengan benar dan nilai 0 bagi yang dijawab dengan salah. Terkait pembobotan tiap soal, soal yang banyak dijawab dengan benar akan dianggap memiliki tingkat kesulitan rendah sehingga bobotnya pun rendah. Sebaliknya, soal yang banyak dijawab dengan salah akan dianggap memiliki tingkat kesulitan tinggi sehingga bobotnya pun tinggi.
Setiap peserta akan mendapatkan beberapa nilai sub tes. Hanya saja, pembobotan masing-masing sub tes yang ada dalam UTBK untuk setiap program studi tidak diumumkan. Nantinya, nilai total yang kamu dapatkan akan berhubungan dengan program studi yang telah kamu pilih.

Apakah Nilai Saya Tinggi atau Rendah?


Terdapat 8 kelompok capaian nilai yang diklasifikasikan oleh LTMPT sendiri, yaitu:

  1. Nilai 300 atau kurang
  2. Nilai 301-400
  3. Nilai 401-500
  4. Nilai 501-600
  5. Nilai 601-700
  6. Nilai 701-800
  7. Nilai 801-900
  8. Nilai 901 atau lebih

Dari sini, kamu dapat mengira-ngira, ada di kelompok manakah kamu. Tidak hanya itu, kamu juga dapat melihat berapa banyak jumlah sainganmu dalam SBMPTN nanti.

Bagaimana Langkah Saya Selanjutnya?


Setelah mendapatkan hasil UTBK-mu dan mencoba melakukan analisis terhadapnya, kamu dapat pula mulai merencanakan langkahmu dalam jalur SBMPTN yang akan segera dibuka tanggal 10 Juni 2019 nanti. Untuk saat ini, perguruan tinggi negeri belum menentukan standar nilainya, sebab pihak mereka masih menunggu hasil UTBK sesi terakhir keluar. Hal ini tentunya dilakukan agar tidak ada penetapan standar yang terlalu tinggi maupun kelewat rendah, Quipperian.
Meskipun mirip dengan saat kamu mendaftarkan diri dari SMP Negeri ke SMA Negeri dulu, tapi ada sedikit perbedaan, nih. Saat mendaftar ke SMA, siswa mengetahui secara pasti passing grade dari sekolah incarannya, sementara di SBMPTN tidak. Saat mendaftar ke SMA pula, siswa dapat mengakses informasi peringkat yang ada dan mengetahui bila dirinya ‘terlempar’ ke sekolah lainnya lewat website secara terbuka, sementara di SBMPTN informasi yang ada bersifat tertutup.
Jadi, agar sukses di jalur SBMPTN ini dengan hasil UTBK yang sudah kamu kantongi, jangan lupa, rajin-rajinlah mencari informasi tentang jurusan, fakultas, serta universitas incaranmu. Analisis pula peringkatmu sendiri dalam UTBK. Jika kamu tidak yakin kamu akan tembus dengan nilai UTBK-mu, kamu masih punya waktu untuk mencari jurusan lainnya yang lebih kamu yakini.
Bagaimana, Quipperian? Semoga informasi ini dapat membantumu, ya. Good luck!
Sumber:

Penulis: Evita