Menguji Mitos Segitiga Bermuda, Dianggap Perairan Paling Mematikan!

Bila mendengar nama Segitiga Bermuda, fantasi Quipperian mendadak muncul beragam teori konspirasi, mulai hal-hal berbau takhayul hingga keterlibatan makhluk luar angkasa. Ngeri banget, lah!

Fantasi kalian memang sangat mewakili asumsi orang banyak tentang lokasi misterius tersebut. Agak lebay, tapi memang begitu pandangan orang-orang tentang Segitiga Bermuda.

Mitos-mitos tersebut muncul secara masif, salah satunya disponsori para pembuat film. Beberapa film Hollywood, seperti The Triangle, Bermuda: Caves of The Sharks, Lost Voyage, The Bermuda Triangle, dan banyak lainnya turut meramaikan kebesaran mitos Segitiga Bermuda.

Enggak heran kalau kawasan perairan seluas sekitar 800.000 km yang terletak di antara Miami, Puerto Riko, dan Bermuda ini menjadi perbincangan warga dunia. Dan lebih seringnya lagi diperbincangkan sebagai hal-hal berbau mitos ketimbang uji ilmiah.

Meski berbagai penelitian ilmiah telah berlangsung dan dipublikasikan, menurut Becky Ferreira, jurnalis Motherboard dan Vice, pada tulisannya berjudul “Atlantis, Aliens, and Time Warps: The Enduring Mystery of the Bermuda Triangle” mitos terhadap Segitiga Bermuda tak akan pernah luntur.

Nah, biar Quipperian enggak makin penasaran, Quipper Blog akan membuat ulasan mulai dari kasus-kasus misterius sampai penjelasan ilmiah tentang Segitiga Bermuda. Simak, gaes!

Letak Geografis

Segitiga Bermuda merupakan daerah imajiner Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2, tepatnya menghubungkan wilayah antara Miami, Bermuda, dan Puerto Rico.

Di sebelah utara merupakan wilayah Britania Raya, sementara sebelah selatan menjadi bagian Puerto Riko, dan sebelah barat masuk ke dalam wilayah Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat.

Karakter cuaca di kawasan Segitiga Bermuda memang terkenal sering berubah bergejolak dengan cepat, biasa disebut karakter Gulf Stream. Pola cuaca Karibia-Atlantik juga dipengaruhi badai petir lokal. Sementara topografi dasar lautnya di beberapa lokasi memiliki parit laut terdalam. Hal itu belum lagi ditambah interaksi arus kuat bawah air.

Meski begitu, kawasan Segitiga Bermuda sejatinya bukan kawasan perairan mematikan di dunia. Laut Cina Selatan dan Hindia Timur, Mediterania timur, Laut Hitam, Laut Utara, dan Kepulauan Inggris, menurut laporan WWF, merupakan laut paling berbahaya di dunia dengan jumlah kecelakaan kapal kargo terbesar dalam 15 tahun terakhir.

Para ilmuwan asal Southampton Solent University, penginisiasi penelitian tersebut, menemukan fakta jumlah kapal kargo lebih banyak menghilang di kawasan tersebut ketimbang kapal-kapal nelayan.

Namun, mengapa Segitiga Bermuda menjadi begitu terkenal sebagai satu-satunya perairan mematikan?

Mitos Segitiga Bermuda

Kasus hilangnya kapal dan pesawat di kawasan Segitiga Bermuda menjadi peristiwa paling menyorot perhatian dunia.

Penyebabnya menurut berbagai spekulasi merupakan ulah makhluk luar angkasa bernama Alien, atau tersedotnya para kapal ke kawasan “The Lost World” Atlantis, kemudian serangan monster laut, dan tuduhan terhadap penelitian Atlantic Undersea Test dan Pusat Evaluasi (AUTEC), pangkalan angkatan laut Amerika di pulau Bahama, Andros.

Beberapa cerita menyebut terdapat piramida tergeletak di dasar laut Segitiga Bermuda. Mengherankan bagaimana piramida dapat masuk ke dalam diskusi ketika berhadapan dengan Segitiga Bermuda. Keberadaan piramida itu disebut-sebut sebagai Atlantis, sebuah benua tersubur yang menghilang. Mitos kemudian berkembang tentang hilangnya kapal dan pesawat lantaran tersedot ke dalam Atlantis.

Selain piramida, terdapat cerita lisan tentang ulah sebuah makhluk laut kuno bernama Megalodon. Ukurannya sangat besar. Mereka berkeyakinan makhluk dengan gigi seukuran tangan manusia dengan berat sekira 50-70 ton tersebut masih hidup di perairan terdalam bumi, Segitiga Bermuda, dan memangsa kapal-kapal nan berlayar di kawasan tersebut.

Penggemar teori konspirasi sering sekali mengaitkan kejadian di kawasan tersebut lantaran aksi Alien. Mereka mengklaim teknologi alien mampu menggapai hingga perairan terdalam. Kapal dan pesawat nan hilang itu ditarik ke dasar laut dan masuk ke dunia Alien.

Penjelasan Ilmiah

Munculnya beragam kisah misterius hilangnya beberapa armada, seperti kapal laut dan pesawat, mulai mencuat setelah Edward va Winkle Jones, seorang wartawan Miami, pada 16 September 1950 mempublikasi beberapa kejadian di kawasan tersebut dalam artikel dimuat Associated Press. Dua tahun kemudian, sebuah artikel pendek berjudul “Sea Mystery at Our Back Door” karya George X kembali mengungkap berbagai insiden, termasuk hilangnya Penerbangan 19, sekelompok lima pembom Angkatan Laut AS TBM Avenger di sebuah misi pelatihan.

Pada edisi Februari 1964, artikel Vincent Gaddis “Segitiga Bermuda yang Mematikan” menyatakan bahwa Penerbangan 19 dan penghilangan lainnya adalah bagian dari pola kejadian aneh di wilayah tersebut. Tahun berikutnya, Gaddis memperluas artikel ini menjadi sebuah buku, Invisible Horizons.

Laporan para jurnalis tersebut kemudian memancing antusias masyarakat dan juga para peneliti untuk memecahkan misteri. Segitiga Bermuda, menurut Dr Simon Boxal, seorang ahli kelautan asal Universitas Southampton, Inggris, tidak pantas disebut memiliki reputasi “misterius”. Fenomena Bermuda sangat mudah dijelaskan. Boxal menyebut “Gelombang Rogue” sebagai penyebab hilangnya kapal di kawasan tersebut.

Gelombang Rogue, lanjut Boxal, datang dan pergi dengan sangat acak dan cepat tetapi selalu menjadi bagian dari badai. Boxall juga menilai lalu lintas maritim yang sibuk di Segitiga Bermuda sebagai faktor kunci mengapa kecelakaan sering terjadi.

Laporan tahunan Coastguard 2016 menunjukkan di area ini, 82 persen dari semua insiden melibatkan lalu lintas laut dalam bentuk apapun, disebabkan oleh orang tidak memiliki pengalaman atau pelatihan. Boxal menyimpulkan segala misteri di Segitiga Bermuda bisa dijelaskan secara ilmiah.

So, kalian percaya yang mana nih, Quipperian? Percaya dengan mitos Segitiga Bermuda yang misterius atau penjelasan ilmiahnya? Namun, tanpa adanya misteri-misteri yang beredar, teori konspirasi justru jadi enggak seru untuk dikulik, ya. Simak cerita konspirasi lainnya hanya di Quipper Blog, yuk!

Penulis: Rahmat Ali



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang