Pahami Revolusi Industri 4.0 Agar Sukses di Masa Depan!

Halo! Bagaimana kabar kalian semua? Semoga dalam keadaan sehat dan terus semangat, ya. Quipper Blog edisi kali ini ingin mengajak pembaca, baik guru atau peserta didik, untuk berkenalan dan memahami lebih jauh fenomena industri terkini, yaitu Revolusi Industri 4.0.

Waduh, kok sudah ada versi 4.0, bagaimana dengan yang 3.0, 2.0, atau bahkan 1.0? Lantas, apa saja pengaruhnya kepada guru dan murid lebih luas secara mendalam? Nah, pertanyaan-pertanyaan di atas yang kali ini akan Quipper Blog bantu jawab.

Revolusi Industri menjadi penting bagi dunia pendidikan karena tujuan pendidikan adalah menyiapkan generasi muda bagi masa depannya. Bagi pendidik hal ini berarti mengidentifikasi, memetakan, dan memahami perubahan dan arah perubahan. Dengan melakukan tiga proses di atas berarti pendidik akan bisa membuat sebuah kurikulum yang tepat guna terkait persiapan generasi muda bagi masa depan.

Bagi peserta didik, dengan adanya kurikulum baru yang lebih tepat guna, orangtua dan anak-anak wajib lebih memahami praktik pendidikan abad 21 karena gotong royong antara keluarga, sekolah, dan komunitas menjadi semakin krusial dalam pengembangan kemampuan dan keterampilan generasi muda.

Nah, apa lagi ya ciri dari Revolusi Industri 4.0? Ayo, bersama kita kenali dan pahami supaya kita lebih siap dan lancar menjalaninya.

Sejarah dan Lini Masa Revolusi Industri

Revolusi industri pertama, pada akhir abad ke-18, memperkenalkan mekanisasi manufaktur: produksi manual menjadi lebih efisien dengan mengembangkan dan memanfaatkan alat-alat mekanis yang dipicu oleh air dan tenaga uap. Itu adalah awal dari model pabrik.

Revolusi industri kedua (atau revolusi teknologi), pada akhir abad kesembilan belas, membawa produksi massal ke dalam gambar, berkat penggunaan mesin secara ekstensif, pengenalan listrik dan komunikasi listrik dan pengurangan jarak karena peningkatan jangkauan kereta api. Itu adalah awal dari jalur perakitan. Revolusi industri ketiga (atau revolusi digital), pada paruh kedua abad kedua puluh, memperkenalkan penggunaan peralatan digital untuk mengendalikan dan mengotomatisasi proses manufaktur.

Dari telepon pintar hingga kulkas pintar, teknologi telah memainkan peran utama dalam memajukan sebagian besar bidang kehidupan kita sehari-hari – tetapi juga mengubah dunia industri. Industri 4.0 adalah label yang diberikan kepada kombinasi antara industri atau manufaktur 3.0 yang diintegrasikan dengan kendali berbasis internet.

Pabrik akan menjadi semakin otomatis dan berswa-pantau karena mesin-mesin di dalamnya diberi kemampuan untuk menganalisis dan berkomunikasi antara mesin dan dengan rekan kerja manusia. Hal ini berimbas dengan hadirnya proses produksi yang lebih luwes dan lentur mendistribusikan pekerja manusia untuk melakukan tugas-tugas lain.

Ciri Sekolah Siap Revolusi Industri 4.0

Sekolah yang menyiapkan generasi muda untuk Revolusi Industri 4.0 dan bahkan mungkin 5.0 harus memfokuskan diri mengembangkan tiga bidang utama, bidang di mana manusia mengalahkan mesin yang menjadi kunci penciptaan pekerjaan di masa depan:

1. Usaha Kreatif

Semuanya dari penemuan ilmiah hingga penulisan kreatif dan kewirausahaan.

2. Pengembangan Hubungan Afektif

Robot belum memiliki jenis kecerdasan emosional yang dilakukan manusia. Contoh kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk merasa empati dan intim kepada hal lain di luar diri.

3. Nilai Moral Berbasis Indera

Hanya manusia yang dari aktivitas fisik ribuan gunung mendaki gunung, danau berenang dan latihan menari mampu menghasilkan sebuah nilai hidup atau nilai moral.

Tidak diragukan lagi bahwa pendidikan adalah jantung mempersiapkan generasi sekarang dan mendatang untuk berkembang. Dengan demikian sangat penting bahwa kita memiliki pendidikan yang mengembangkan potensi manusia daripada mengadunya secara langsung dengan kemampuan yang akan diotomatisasi oleh mesin. Hal ini dapat dicapai dengan mengubah sistem belajar yang menitikberatkan penghafalan fakta dan prosedur menjadi suatu sistem yang berfokus mengintegrasikan ragam pengetahuan itu untuk mencapai suatu pemecahan masalah secara gotong royong.

Nah, bagaimana Quipperian? Apakah pendidikan kita, atau minimal ruang kelas beserta aktivitas pembelajaran yang kita buat dan alami sudah merengkuh semangat perubahan di atas? Semoga! Dan jika belum, mari kita mulai bersama!

Sumber:

Inilah Ragam Metode Belajar yang Wajib Diketahui Para Guru Masa Kini

Penulis: Jan Wiguna