4 Jenis Kalimat Majemuk yang Harus Kamu Tahu!

4 Jenis Kalimat Majemuk yang Harus Kamu Tahu!

Hai, Quipperian!

Adakah di antara kamu yang senang menulis? Menulis memang menyenangkan dan bermanfaat. Kamu dapat menyusun kata menjadi kalimat yang punya pesan tersendiri.

Saat menulis, kamu tentu tidak mau menggunakan kalimat yang membosankan seperti buatan anak kelas 1 SD. Agar menarik, terkadang kamu butuh membumbui kalimatmu dengan sentuhan kompleksitas dan mengubahnya menjadi kalimat majemuk.

Kalimat majemuk adalah kalimat yang disusun dari dua atau lebih klausa yang terhubung dengan kata penghubung atau kata sambung. Di antara dua atau lebih klausa tersebut, ada satu yang berperan sebagai induk kalimat dengan inti informasi sementara yang lainnya menjadi anak kalimat dengan isi penunjang induk kalimat.

Namun, ada juga kondisi pada saat kalimat majemuk terdiri atas klausa-klausa dengan kedudukan yang dapat dikatakan sama atau sederajat. Bila begitu, kita tidak bisa menentukan induk kalimat ataupun anak kalimat pada kalimat tersebut.

Pada intinya, ada tiga ciri yang dimiliki oleh kalimat majemuk, yaitu:

  • Terdapat perluasan terhadap kalimat inti.
  • Perluasan ataupun penggabungan dalam kalimat turut menghasilkan pola kalimat baru.
  • Memiliki lebih dari satu subjek atau predikat.

Kali ini, Quipper Blog akan mengajakmu berkenalan dengan empat jenis kalimat majemuk di bawah ini:

1. Kalimat Majemuk Setara

Melihat dari namanya—‘setara’—apakah yang terlintas di benakmu, Quipperian? Setara berarti sejajar (sama tingginya dan sebagainya), sama tingkatnya (kedudukan dan sebagainya), sebanding, sepadan, dan seimbang.

Nah, kalimat majemuk setara adalah sebutan bagi kalimat majemuk dengan klausa-klausa penyusun yang berkedudukan setara alias sederajat. Hubungan di antara klausa-klausa tersebut bersifat koordinatif. Karena itu, setiap klausa dapat pula berdiri sendiri sebagai kalimat.

Kata sambung yang biasa digunakan ialah: dan, ketika, lalu, sebelum, sedangkan, setelah, dan lain-lain.

Kalimat majemuk setara juga dapat dibedakan menjadi tiga jenis, lho. Berikut penjelasan beserta dengan contohnya.

  • Kalimat majemuk setara sejalan

Adik sedang tidur. Kakak sedang mengerjakan tugas.

Adik sedang tidur ketika kakak sedang mengerjakan tugas.

  • Kalimat majemuk setara berlawanan

Si sulung selalu bangun pagi. Si bungsu selalu bangun terlambat.

Si sulung selalu bangun pagi, sedangkan si bungsu selalu bangun terlambat.

  • Kalimat majemuk setara sebab akibat

Dilan memasak air. Dilan menyeduh kopi kesukaannya.

Dilan menyeduh kopi kesukaannya setelah memasak air.

2. Kalimat Majemuk Rapatan

Hmm, apa sih yang dimaksud dengan kata ‘rapatan’ di sini, Quipperian? Jangan-jangan, kamu malah mengingat sopir angkot yang menyuruh penumpangnya duduk rapat-rapat, lagi?

Tapi tidak sepenuhnya salah, lho. Kalimat majemuk rapatan merupakan kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal yang digabungkan menjadi satu tanpa menyebutkan kata-kata yang sama.

Dalam kalimat majemuk rapatan, klausa yang digabung dipisahkan dengan tanda baca koma (,). Kata sambung yang biasa digunakan ialah: dan, juga, serta, dan lain-lain.

Contoh:

Cecep membeli komik. Cecep membeli alat tulis. Cecep membeli kamus.
Cecep membeli komik, alat tulis, dan kamus.

3. Kalimat Majemuk Bertingkat

Setelah mengetahui kalimat majemuk setara dengan klausa yang punya kedudukan sama, kini kamu akan mengenal lawannya—kalimat majemuk bertingkat.

Berbeda dengan kalimat majemuk setara, klausa-klausa dalam kalimat majemuk bertingkat memiliki kedudukan yang tidak sederajat. Jadi, kamu akan dapat menemukan induk kalimat dan anak kalimat di dalamnya.

Berbeda pula dengan kalimat majemuk setara dan rapatan dengan klausa-klausa yang dapat berdiri menjadi kalimat sendiri, klausa dalam kalimat majemuk bertingkat yang berperan sebagai anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri. Bila berdiri sendiri, anak kalimat tidak akan memiliki arti.

Ada beberapa jenis kalimat majemuk bertingkat berdasarkan kata sambungnya, yaitu:

  • Kalimat majemuk hubungan syarat

(kata sambung: apabila, asalkan, jika, dan lain-lain)

Saya akan dengan senang hati membantumu jika kamu bersungguh-sungguh.

  • Kalimat majemuk hubungan tujuan

(kata sambung: agar, supaya, dan lain-lain)

Beni melancarkan rayuannya agar hati Milea luluh.

  • Kalimat majemuk hubungan sebab akibat

(kata sambung: karena, sehingga, dan lain-lain)

Ucup belum punya pacar karena tidak percaya diri.

  • Kalimat majemuk konsensip

(kata sambung: meskipun, walaupun, dan lain-lain)

Meskipun belum lulus sekolah, Dimas sudah harus mencari uang.

  • Kalimat majemuk hubungan perbandingan

(kata sambung: daripada, ibarat, dan lain-lain)

Ijah lebih suka menonton film action daripada film romantis.

4. Kalimat Majemuk Campuran

Tipe terakhir ini adalah kalimat majemuk yang terdiri dari gabungan kalimat majemuk setara atau kalimat majemuk rapatan dengan kalimat majemuk bertingkat.

Di dalam kalimat majemuk campuran, kamu akan menemukan beberapa kalimat tunggal. Karena terdiri atas gabungan yang cukup rumit, maka jangan heran kalau kamu akan menjumpai lebih dari satu kata sambung.

Contoh:

Bapak sedang tidur ketika saya pulang. Bapak masih tidur padahal sudah pukul 3 sore.
Bapak masih tidur ketika saya pulang, padahal sudah pukul 3 sore.

Wah, bagaimana, Quipperian? Siapkah kamu menjadikan kalimat dalam tulisanmu lebih kompleks dengan kalimat majemuk? Kalau kamu mau baca artikel menarik lainnya yang bisa menambah wawasanmu, langsung saja kunjungi Quipper Blog, ya!

Penulis: Evita