Apa Itu Sekolah Adiwiyata dan Bagaimana Caranya?

Apa Itu Sekolah Adiwiyata dan Bagaimana Caranya?

Hai, Quipperian!

Pernahkah kamu mendengar tentang Sekolah Adiwiyata? Akhir tahun lalu, ada sejumlah sekolah yang meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat nasional, di antaranya SD 5 Kedungsari, SD 6 Magelang, SMP 10 Magelang, SMP 13 Magelang, dan SMK 2 Magelang.

Bagaimana dengan sekolahmu? Apakah Program Adiwiyata pernah direncanakan di sana? Eits, atau, kamu belum tahu apa itu Program Adiwiyata?

Kalau begitu, Quipper Blog punya informasi tentang Program Adiwiyata di bawah ini untuk menginspirasi kamu agar bisa mengantarkan sekolahmu jadi Sekolah Adiwiyata di tahun ini.

Apa yang Dimaksud dengan Sekolah Adiwiyata?

Ketentuan tentang Sekolah Adiwiyata tertera dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan Program Adiwiyata.

Gelar ‘Sekolah Adiwiyata’ diberikan pada sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program Adiwiyata sendiri merupakan sebuah program dengan tujuan untuk mewujudkan sekolah yang demikian. Program ini dilaksanakan dengan berdasarkan pada tiga prinsip utama, yaitu edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Sekolah Adiwiyata juga merupakan gelar bagi sekolah yang dianggap sudah baik dan ideal sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta norma dan etika bagi siswa-siswinya sehingga dapat menjadi dasar bagi terciptanya kesejahteraan.

Seperti Apa Pelaksanaan Program Adiwiyata?

Program Adiwiyata melakukan penilaian sebanyak satu kali dalam setahun. Penilaian ini bertahap, mulai dari nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Penilaian yang dilakukan tersebut meliputi berbagai hal.

Pertama-tama, calon Sekolah Adiwiyata harus menyampaikan permohonan penilaian secara tertulis kepada tim penilai kabupaten/kota. Setelah tim penilai kabupaten/kota selesai melakukan penilaian, hasilnya akan diberikan kepada tim penilai provinsi. Tidak hanya berdasarkan hasil penilaian tersebut, tim penilai provinsi juga akan menilai pencapaian sekolah.

Hasil penilaian dari tim penilai provinsi akan disampaikan kepada tim penilai nasional. Sama dengan tim penilai provinsi, tim penilai nasional juga akan melakukan penilaian terhadap pencapaian sekolah tersebut.

Hasil penilaian dari tim penilai nasional selanjutnya disampaikan kepada menteri melalui dewan pertimbangan adiwiyata.

Nantinya, sekolah yang memenuhi nilai capaian akan mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata. Penghargaan tingkat kabupaten/kota akan diberikan oleh bupati/walikota, penghargaan tingkat provinsi akan diberikan oleh gubernur, dan penghargaan tingkat nasional serta mandiri akan diberikan oleh menteri terkait.

Sekolah yang sudah mengikuti program ini akan mendapatkan bantuan berupa dana pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dan yang telah disetujui oleh kementerian.

Kenapa Diadakan Program Adiwiyata?

Kamu telah mengetahui bahwa Program Adiwiyata dilaksanakan dengan prinsip edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Prinsip edukatif tentu saja terjadi karena program ini memberikan informasi baru yang bermanfaat bagi seluruh warga sekolah. Seluruh warga sekolah terlibat, lho, dalam keseluruhan proses (perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi) pada program ini. Inilah yang dimaksud dengan prinsip partisipatif.

Sementara itu, prinsip berkelanjutan ditunjukkan dengan kegiatan-kegiatan dalam program yang harus dilakukan dengan perencanaan baik sehingga dapat terus dilakukan secara terus-menerus.

Program Adiwiyata punya banyak manfaat, di antaranya dapat menggalakkan pelestarian lingkungan yang begitu penting untuk dilakukan di sekolah. Karenanya, risiko dampak lingkungan pun dapat dikurangi. Secara jangka panjang, program ini akan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.

Tidak hanya itu, kebiasaan baik yang dibiasakan bagi seluruh warga sekolah juga tentu saja akan sangat berguna bila diterapkan warga sekolah saat mereka tidak ada di dalam lingkungan sekolah sekalipun.

Cara Agar Bisa Menjadi Sekolah Adiwiyata

Bukan melulu masalah teknis berupa permintaan kepada kementrian, sekolah juga harus melakukan upaya nyata di lapangan. Sebagai siswa, kamu pun dapat turut menggagas program-program keren dengan landasan cinta lingkungan untuk dilakukan bersama dengan teman-temanmu bahkan gurumu di sekolah, lho, Quipperian!

Contohnya, teman-teman kita di SMPN 8 Solo yang mengadakan ‘Gerebek Sampah’ di kawasan Ngarsopuro, Solo. Mereka membawa plastik sampah lalu bekerja sama memungut sampah di kawasan tersebut dengan ikhlas. Wih! Enggak heran, SMPN 8 Solo meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jateng, ya!

Lalu, ada pula teman-teman kita di SMPN 17 Bekasi yang mengadakan program ‘Nol Sampah’ dan budidaya tanaman hidroponik di sekolahnya. Mereka bahkan mengajak para penjual di kantin untuk tidak menggunakan kemasan plastik, lho. Keren!

Bagaimana, Quipperian? Sudah terinspirasi? Kamu beserta seluruh warga sekolahmu juga pasti bisa lho, menjadi Sekolah Adiwiyata bila kalian bekerja sama dengan sepenuh hati. 

Bukan hanya tentang penghargaan, kegiatan ini juga pasti sangat bermanfaat bagi Bumi, kan? Ingat, kita enggak punya planet cadangan untuk hidup! Jadi, jagalah selalu kelestarian lingkungan demi Bumi kita. Setuju?

Eits, jangan lupa mampir ke Quipper Blog untuk membaca artikel menarik lainnya, ya!

Penulis: Evita