Bosan Belajar Sejarah Lewat Buku? Yuk, Kunjungi Museum-Museum Keren Ini untuk Edukasi Sejarah Kamu!

Bosan Belajar Sejarah Lewat Buku? Yuk, Kunjungi Museum-Museum Keren Ini untuk Edukasi Sejarah Kamu!

Quipperian! Siapa bilang belajar harus melulu lewat buku? Walaupun materi pelajaran itu kebanyakan teori, tapi kalau memang ada contoh fisik yang bisa dilihat dan disentuh pasti akan membuat proses belajar Quipperian kian semangat.

Mata pelajaran yang paling asyik untuk dikulik langsung ke lapangan adalah sejarah. Why? Karena sejarah merupakan kilas balik masa lalu yang pastinya punya tempat-tempat tertentu yang menjadi saksi bisu. Tempat-tempat inilah yang bisa dijadikan salah satu sarana belajar Quipperian supaya nggak bosan.

Di Jakarta, Quipperian patut bernapas lega karena ternyata nggak sedikit kok museum atau tempat bersejarah yang bisa dikunjungi. Dengan begitu, selain belajar Sejarah, kalian pun bisa sekalian refreshing bersama kawan-kawan. Selain bisa belajar Sejarah, main-main ke museum tentu akan membuat  Quipperian bisa lebih menyadari perjuangan para pahlawan tempo dulu sehingga semangat nasionalisme pun meningkat. Perlu diingat Quipperian, pada zaman perjuangan dulu, para pahlawan kita saling bersatu demi perjuangan bangsa, tanpa memandang suku, agama, atau ras.

Berkat perjuangan mereka dari berbagai latar belakang itu, bangsa Indonesia bisa semaju sekarang. Kamu bisa mengakses internet dan membaca artikel ini, pastinya merupakan salah satu dampak positif yang dirasakan berkat perjuangan mereka. Terus, museum apa saja sih yang bisa dikunjungi dan asyik buat belajar Sejarah?

Tips Menyenangkan Belajar Sejarah!

Museum Fatahillah

Buat Quipperian yang doyan jalan-jalan ke sekitar Jakarta Kota, museum ini pastinya sudah nggak asing, ya. Museum Fatahillah terletak di tengah kota Jakarta, berdekatan dengan Museum Wayang dan Museum Keramik. Tepatnya, museum ini berada di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat. Di Museum ini, kamu bisa melihat perjalanan sejarah Kota Jakarta, kebudayaan Betawi, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, serta hasil-hasil penggalian arkeologi yang ada di Jakarta.

Belajar sejarah Kota Jakarta pastinya nggak akan bosan di sini. Selain ada foto-foto zaman dulu, kamu juga bisa melihat replika sejarahnya secara langsung. Sebagai warga Jakarta yang baik, pastinya kamu wajib untuk tahu seluk beluk kotanya dari dulu, dong. Buat kamu yang bukan warga Jakarta, museum ini juga wajib dikunjungi karena Jakarta merupakan Ibukota negara tercinta kita.

Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta merupakan gedung yang dulunya adalah Balai Kota Batavia VOC. Gedung ini dibangun pada 1707-1710. Lalu, akhirnya pada 30 Maret 1974, gedung ini baru diresmikan menjadi sebuah museum. Kalau diperhatikan, bangunan ini sebenarnya menyerupai Istana Raja Amsterdam yang ada di Belanda. Dulunya, bangunan ini digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan penjara ruang bawah tanah. Makanya, kalau ke sini siap-siap merinding ya karena kamu juga masih bisa menemukan bekas penjara bawah tanah yang dulu pernah digunakan pada zaman penjajahan Belanda, loh.

Pergi ke sini paling enak menggunakan Trans Jakarta atau KRL, Quipperian. Untuk Trans Jakarta, kamu bisa turun di Halte Kota (perhentian terakhir), lalu jalan kaki sedikit untuk mencapai museum ini. Sedangkan untuk KRL, kamu juga bisa turun di perhentian terakhir Stasiun Kota dan jalan kaki sedikit. Gampang banget, kan aksesnya?

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum ini biasa disebut juga dengan singkatan Munasprok. Museum ini terletak di Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat. Detik-detik menuju Proklamasi tentu merupakan momen-momen terpenting bagi bangsa Indonesia. Nah, di sini, kamu bisa melihat secara langsung tempat bersejarah di mana para pahlawan kita merumuskan naskah Proklamasi.

Ada empat ruang yang bisa dikunjungi di sini. Ruang pertama merupakan tempat persiapan perumusan naskah Proklamasi yang ternyata dulunya adalah kantor Laksamana Muda Tadashi Maeda. Selain bisa melihat suasana kantornya, kamu juga bisa melihat gambaran suasana menjelang proklamasi seperti pembentukan PPKI & BPUPKI, peristiwa bom Hiroshima-Nagasaki, dan peristiwa lainnya.

Lalu, di ruang kedua kamu bisa melihat ruangan tempat Soekarno-Hatta saat mengadakan rapat dulu pukul 03.00 bersama pengurus lainnya. Di ruangan ini, Soekarno menulis draft naskah Proklamasi pertama, yang ditulis dengan tangannya sendiri. Ruang ketiga merupakan tempat penandatanganan naskah Proklamasi, dan ruang keempat merupakan ruang pameran benda-benda yang dikenakan tokoh-tokoh yang hadir saat perumusan naskah Proklamasi.

Wah, rasanya semangat nasionalisme jadi tinggi mendadak setelah keliling-keliling museum ini, Quipperian. Perasaan haru dan bangga pastinya akan kamu dapatkan begitu melihat benda-benda bersejarah di sini. Belajar Sejarah perjuangan Indonesia jadi lebih menyenangkan!

Mau Liburan Murah Tapi Tetap Fancy? Yuk Kunjungi Museum Anti Mainstream Jakarta!

Museum Sumpah Pemuda

Pusing dengan pelajaran Sejarah yang punya banyak kronologis cerita dan nama-nama organisasi kepemudaannya? Kamu harus banget berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda ini, Quipperian. Museum ini terletak di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat.

Di sini, kamu bisa mengikuti langsung kronologis peristiwa Sumpah Pemuda mulai dari peta Indonesia yang menunjukkan tempat organisasi kepemudaan, peta Jakarta tempat diadakannya Kongres Pemuda Kedua, panitia Kongres Pemuda Kedua, organisasi peserta kongres pemuda, dan Maket Gedung Sumpah Pemuda.

Di museum ini juga terdapat koleksi-koleksi para pejuang muda Indonesia pada masa itu. Misalnya biola dan piagam penghargaan Wage Rudolf Soepratman, pewarta IPINDO, buku saku KBI, jaket angkatan 1966, atlas sekolah zaman Belanda, sabuk Hizbul Wathan, dan masih banyak lagi.

Pastinya, akan ada banyak peristiwa bersejarah yang bisa kamu pelajari di museum ini, Quipperian. Sebagai sesama pemuda, semoga semangat nasionalisme para pejuang muda Indonesia yang ada di museum ini bisa juga tertular ke kalian, ya.

Museum Nasional Indonesia

Museum ini dikenal juga dengan nama Museum Gajah karena patung Gajah yang ada di depannya. Letaknya di Jalan Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat. Kalau naik Trans Jakarta, kamu bisa mengambil bus arah Pulogadung dan turun di Halte Monumen Nasional. Busnya akan berhenti tepat di depan museum ini dan kamu cukup menyebrang saja.

Gedung museum ini juga merupakan salah satu wujud pengaruh Eropa, loh, terutama pengaruh Abad Pencerahan yang muncul sekitar abad 18. Gedung Museum Nasional dibangun pada 1862 oleh pemerintah Belanda sebagai gedung untuk meneliti riset-riset ilmiah di Hindia Belanda. Lalu pada 1996, museum ini berkembang lagi dengan dibangunya gedung baru yang disebut juga dengan Gedung Arca. Buat kalian yang kepanasan setelah menjelajah gedung lama, boleh langsung cuss ke Gedung Arca karena gedung ini ber-AC.

Pergi ke museum ini, kamu akan diajak melihat benda-benda koleksi dari zaman purba. Buat kamu yang mau mengambil jurusan Arkeologi saat kuliah nanti, museum ini merupakan destinasi wajib yang dikunjungi untuk edukasi sejarah kamu.

Di sini terdapat koleksi-koleksi arca, prasati, dan benda-benda kuno lainnya. Koleksi yang bisa dilihat mulai dari etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, dan lain-lain. Sumber koleksi yang ada di museum ini kebanyakan berasal dari penggalian arkeologis, hibah kolektor sejak masa Hindia Belanda, juga benda-benda yang merupakan hasil pembelian.

Museum Sasmitaloka Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution

Pernah mendengar kisah haru dan heroik dari rentetan peristiwa yang dialami A. H. Nasution? Sedikit pencerahan. A. H. Nasution merupakan salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang menjadi sasaran dalam peristiwa G30SPKI. Kala itu, Pasukan Tjakrabirawa hendak menangkap Beliau di kediamannya, tetapi Beliau berhasil kabur. Ironisnya, yang menjadi korban tembak adalah putri kecilnya Ade Irma Suryani Nasution, juga Lettu Pierre Tendean ajudannya yang mengaku menjadi A. H. Nasution saat hendak ditangkap Pasukan Tjakrabirawa.

Museum ini diresmikan oleh Presiden SBY pada 3 Desember 2008 silam, bertepatan dengan hari lahirnya Pak A. H. Nasution. Lokasinya berada di Jalan Teuku Umar No. 40, Jakarta Pusat.

Museum Sasmitaloka ini dulunya merupakan tempat tinggal A. H. Nasution dan keluarga. Berkunjung ke sini, kamu masih bisa melihat langsung bekas tembakan di pintu kamar. Rasa sedih dan haru dijamin menghampiri benakmu karena kamu jadi teringat putri kecilnya, Ade Irma. Melalui museum ini, kamu juga bisa mencari tahu sejarah G30SPKI pada 1965 silam.

Penulis: Rosalia

 



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang