Menelaah Lebih Jauh Terkait Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD

Halo guru-guru sahabat Quipperian, apa kabar? Selalu tetap sukses, semangat mengajar, berbagi pengetahuan, dan memompa antusiasme para murid di dalam mencapai puncak batas kemampuan, keterampilan, dan pemahaman mereka, ya. Apa ya yang Quipper Blog akan bagi kali ini untuk memperluas cakrawala pengetahuan dan memperdalam palung pemahaman kita sebagai pendidik?

Pembahasan Quipper Blog edisi kali ini akan mengupas materi yang mendasar, karena terkait dengan anak usia dini. Ya! Sesuai namanya tulisan kali ini akan mengajak guru-guru Quipperian untuk memahami apa itu pendidikan anak usia dini atau yang di Barat disebut Early Childhood Education. Mari kita mulai!

Definisi dan Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Melansir UNESCO, masa kanak-kanak usia dini terentang sejak anak lahir hingga delapan tahun. Ragam penelitian menunjukkan bahwa periode ini adalah fase puncak perkembangan otak. Selama tahap ini, anak-anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan orang-orang yang mengelilinginya.

Pengasuhan dan pendidikan anak usia dini (Early Childhood Care and Education) tidak hanya terkait sekolah dasar dan pra-sekolah dasar. Pada fase ini pengasuhan dan pendidikan idealnya diarahkan untuk pengembangan holistik dari kebutuhan sosial, emosional, kognitif, dan fisik anak dalam rangka membangun fondasi yang kuat dan luas untuk pembelajaran dan kesejahteraan sepanjang hayat. PAUD merupakan lahan untuk memelihara cikal bakal warga negara yang peduli, berketerampilan, dan bertanggung jawab di masa depan.

Dengan bingkai pengembangan untuk generasi muda masa mendatang, PAUD adalah salah satu investasi terbaik yang dapat dilakukan oleh suatu negara untuk mempromosikan pengembangan sumber daya manusia, kesetaraan gender, dan kohesi sosial. Lebih jauh lagi, program PAUD yang berkualitas berpotensi mengurangi biaya untuk program-program remedial di kemudian hari. Untuk anak-anak yang kurang beruntung, PAUD memainkan peran penting untuk mengompensasi kerugian dalam keluarga dan memerangi ketidaksetaraan pendidikan.

Ciri Kelas dan KBM PAUD

Tangan mungil, mata yang cerah, pikiran yang tumbuh, dan kemungkinan tanpa batas. Mengajar di lingkungan PAUD tidak seperti yang lain. Satu menit pendidik mungkin bernyanyi bersama seluruh kelas dan menit selanjutnya pendidik mungkin sedang mengikat tali sepatu.

Satu menit lagi pendidik mungkin menjelajahi cara-cara untuk menerapkan keterampilan matematika dan berhitung dasar ke dalam rencana pelajaran, selanjutnya Anda mungkin akan menenangkan amarah atau tantrum dari anak yang sedih. Ini adalah lingkungan belajar yang benar-benar unik di mana pembelajar termuda pertama kali diperkenalkan ke lingkungan belajar, perilaku sosial yang tepat, dan pembelajaran kelompok.

Pekerjaan Anda akan mencakup mendorong kreativitas, mendorong pertumbuhan akademis, dan membina siswa kecil Anda. Ini adalah profesi yang bermanfaat dan memuaskan yang diperuntukkan bagi mereka yang mencintai anak-anak dan proses pembelajaran, yang memiliki antusiasme dan kesabaran, dan yang merasa seperti di rumah dengan cat di jari-jari mereka dan buku cerita di tangan mereka.

PAUD dapat menjadi tempat untuk bermain bersama saat waktu membentuk lingkaran, atau wahana belajar antri, dan justru karena corak pendidikan karakter tersebut PAUD merupakan wahana pendidikan dasar yang krusial bagi penumbuhkembangan generasi masa depan bangsa.

Karakter Para Pendidik PAUD

Anak kecil tidak seperti siswa lain. Kebutuhan mereka unik dan pendidiknya harus menyadari hal ini. Karena bisa jadi pendidik atau pengajar PAUD menjadi orang asing pertama yang diakrabi seorang anak kecil di luar keluarganya sendiri.

Tahap pemisahan dari orang tua mereka di awal bisa sulit, dan seorang guru harus membantu mereka melalui transisi ini. Seorang anak dapat menjadi sangat terikat dengan gurunya sebagai “pengganti” bagi orangtua mereka, atau justru sangat terguncang dan trauma. Pendidik dan pengajar AUD yang mumpuni selalu mampu beradaptasi dengan reaksi emosional siswa mereka.

Secara sosial bergabung di dalam kelas PAUD bisa jadi juga pertama kalinya seorang anak kecil berinteraksi dengan anak-anak seusia mereka. Peran seorang guru sering menjadi peran mediator ketika anak-anak memiliki masalah dalam berbagi atau belajar bagaimana bergaul.

Selanjutnya, guru di PAUD harus kreatif dan adaptif. Mereka harus berpikir di luar perspektif mereka sendiri sebagai orangtua atau orang dewasa dan dapat menempatkan diri mereka di sepatu siswa mereka. Apa yang memotivasi seorang anak kecil? Bagaimana memegang minat balita? Bagaimana membuat belajar menjadi menyenangkan? Ini semua pertanyaan yang selalu ditanyakan oleh seorang pendidik AUD tanyakan pada diri sendiri.

Pelajaran di kelas pendidikan awal sangat praktis. Mereka melibatkan seni dan kerajinan, mendongeng, olahraga, permainan pendidikan, dan banyak lagi. Anda harus cepat di atas kaki Anda dan sangat mudah beradaptasi untuk terus menerus menemukan cara-cara baru untuk membimbing anak-anak melalui tahap pembelajaran awal mereka.

Demikian Quipper Blog kali ini membahas mengenai pengertian pendidikan anak usia dini alias PAUD yang mungkin belum populer di kalangan pendidikan kita. Semoga berguna bagi persepsi kita dan praktik mengajar kita, ya sahabat-sahabat guru Quipperian. Tabik!

Sumber:

Penulis: Jan Wiguna

Lainya Untuk Anda

Apa Itu Generasi Milenial dan Perbedaannya dengan Generasi X dan Z?

6 Tips Tenang dan Fokus saat Ujian supaya Lancar Mengerjakan Soal!

Ragam Pidato Bertemakan Pendidikan untuk Memperingati Hardiknas