Ini Testimoni dari Para Pelajar SMA tentang Tempat Bimbel Idaman!

Dari tahun ke tahun, obrolan tentang tempat bimbingan belajar (Bimbel) selalu muncul, apalagi di kalangan Quipperian yang kelas XII. Maklum, di masa akhir SMA ini, kamu bakal menghadapi banyak banget ujian. Bimbel jadi opsi untuk menyempurnakan dan memperdalam materi yang diterima di sekolah.

Tiap lagi membahas tempat bimbel sama teman, hal apa sih yang jadi topiknya? Guru pengajarnya, lokasinya, atau teman-teman yang daftar di bimbel tersebut juga?

Quipperian pasti punya kriteria tentang tempat bimbel yang baik, dong. Nah, bagaimana dengan tempat bimbel idaman? Seperti apa sih kriterianya? Kita tanya langsung yuk sama para pelajar di bawah ini! Mudah-mudahan kamu jadi tercerahkan mau mencari tempat bimbel seperti apa ke depannya nanti. Cuss, kepoin!

1. Timmy – SMAN 12 Tangerang Selatan

“Waktu SMP, gue sempat ikut bimbel saat kelas 8. Gue ikut bimbel dari free-trial, terus lanjut sekitar 4 bulan. Waktu itu yang gue rasa kurang dari tempat bimbel itu adalah cara penyampaian materi dari gurunya. Gue pribadi kurang enjoy sama penyampaian dan metode belajar dia. Meskipun pada akhirnya nilai gue di sekolah memang ada peningkatan, sih.

Menurut gue, tempat bimbel idaman itu yang gurunya bisa menyesuaikan gaya mengajar dengan semua murid dia. Dari segi tempat juga yang pasti mereka punya fasilitas lengkap seperti AC, kursi dan meja yang nyaman, tempat yang bersih dan punya kantin sendiri.

Dari segi harga, kalau bisa lebih murah ya untuk pelajar. Terus, masalah jaminan PTN. Yang pasti punya koneksi ke universitas universitas yang menjadi idaman di Indonesia dan bisa menawarkan beasiswa untuk murid yang berprestasi.”

2. Mario Hartanto – Lulusan SMA Tarakanita Gading Serpong

“Tahun lalu, gue ikut bimbel dari Januari sampai April saja. Belajarnya IPA buat UN. Terus, April sampai Mei intensif SBMPTN Soshum, karena gue pilih lintas jurusan. Menurut gue, tempat bimbel yang kemarin kurang kompeten, terus monoton gitu belajarnya.

Menurut gue tempat bimbel idaman itu yang asyik dan jelas dalam menyampaikan materi. Harapannya, gue les bisa ngerti konsep materinya dengan jelas. Terus lokasinya enggak jauh dari rumah dan harganya enggak lebih dari 5 juta.”

3. Maria Michelle – SMA Santa Ursula

“Tadinya gue tuh enggak pingin masuk PTN. Tapi karena dikompor-komporin alumni, gue baru kepikiran untuk nyoba juga. Jadi di semester dua ini gue mulai bimbel. Kekurangan tempat bimbel gue adalah kondisi gedungnya yang bobrok.

Menurut gue, tempat bimbel idaman itu yang guru dan suasana kelasnya asyik. Kebetulan gue dapet kelas yang memang semua serius mau SBMPTN. Gue enggak suka kalau anak-anak di kelasnya enggak terlalu memperhatikan materi atau mereka males gerak, karena itu memengaruhi gue.

Kadang juga, ada guru yang enggak begitu efektif ngajarnya. Saat itu gue bolos, mending belajar di rumah. Oh ya, menurut gue jangan terlalu bergantung sama janji “jaminan PTN”, karena kualitas pengajaran dan kelasnya sama, kok. Harus kita yang punya semangat belajar!”

Nah, gimana Quipperian setelah baca aspirasi (baca: curhatan) teman-teman di atas tentang tempat bimbel impiannya? Kalau kamu sendiri punya kriteria apa untuk sebuah tempat bimbel? Apapun itu, Quipper Blog yakin semua terakomodasi oleh Study Lounge.

Untuk yang belum tahu, Study Lounge adalah tempat belajar dari Quipper yang menyediakan solusi pembelajaran dengan metode hybrid (online dan offline). Kamu akan mendapat bimbingan belajar dari tutor yang kompeten serta dapat materi online yang oke banget. Tempatnya enggak usah diragukan lagi deh. Nyaman banget! Yuk, cobain! Tetap pantengin situs web Quipper Video untuk infonya, ya.

Penulis: Kiram