Mengulik Tentang Vlogging, Tren Profesi Terbaru Kids Zaman Now

Vlogging, Tren Profesi Terbaru Kids Zaman Now

Vlogging atau video blogging merupakan aktivitas merekam apapun kegiatan yang dijalani setiap hari. Prinsipnya sama seperti blogging atau menulis, hanya saja karena kemajuan teknologi, kini para influencer atau seleb-seleb sosial media lebih memilih video karena dianggap lebih simple dan menarik.

Vlogging biasanya diunggah melalui Youtube. Orang yang mengunggah tersebut disebut sebagai vlogger atau Youtuber. Youtuber bisa dibilang lumayan sukses jika jumlah subscriber atau orang yang mengikutinya di Youtube sudah lebih dari ratusan ribu jumlahnya. Untuk itu, kalau mau punya banyak subscriber, Youtuber harus menyediakan konten yang unik, beda dari yang lain, dan juga menghibur.

Seiring bertambahnya subscriber di Youtube, sudah dipastikan orang tersebut juga akan jadi influencer yang lumayan berpengaruh di kalangannya. Tidak perlu seleb ternama yang sering muncul di televisi, lho. Sebab, seiring berkembangnya zaman, istilah seleb jadi lebih meluas karena adanya seleb sosial media seperti seleb Instagram, seleb Twitter, termasuk seleb Youtube alias Youtuber.

Nama-nama Youtuber yang lumayan terkenal di Indonesia di antaranya adalah Raditya Dika, Edho Zell, Reza Oktovian, Tim2One, skinnyindonesian24, serta LASTDAY Production (sumber: Kompas.com). Konten-konten mereka bisa ditemukan dengan mudah di Youtube. Isinya kebanyakan hiburan seperti parodi, komedi, dan vlog yang mengikuti keseharian mereka. Lalu, sebenarnya berasal dari mana tren vlogging ini?

Asal Mula Tren Vlogging

Jika anak muda zaman dulu lebih aktif menyuarakan pendapatnya lewat cuit-cuitan Twitter, semakin berkembangnya zaman, tren pun ikut berubah. Sebut saja Arief Muhammad atau yang lebih dikenal dengan nama Poconggg yang dulu sangat aktif di Twitter sekarang pun mulai bergeser ke dunia vlogging.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Arief memaparkan bahwa, “Awal mulai aktif ke YouTube karena tren bergeser. Dulu yang serba instan, orang suka baca tulisan di Twitter, sekarang jadi pindah ke zaman audio visual. Instagram awal mulanya, yang tadinya hanya untuk share foto, sekarang dibanjiri konten video. Karena video di Instagram cuma 15 detik, makin lama makin banyak orang ingin membuat video yang lebih lama dan akhirnya pindah ke YouTube.”

Bila kita mau merunut lebih jauh dari mana tren vlogging sesungguhnya dimulai, kita harus kilas balik ke era tahun 1998. Pada tahun ini, seorang bernama Adrian Miles  menerbitkan sebuah dokumen mengenai Cinematic Paradigms for Hypertext. Dokumen ini berisi teks bergambar yang kemudian ia sebut sebagai video blogging atau vlog.

Dapat Miliaran per Tahun Hanya dari Vlogging

Karena dimulai di luar negeri, tentu saja anak muda di sana jadi lebih tahu duluan ketimbang anak-anak muda di Indonesia. Beberapa Youtuber luar negeri terkenal yang sudah punya banyak sekali subscriber di antaranya adalah Rosanna Pansino, Lily Singh, Roman Atwood, dan Pewdiepie.

Sebut saja Rosanna Pansino. Gadis cantik berusia 32 tahun ini rajin mengunggah video masak-masakannya di Youtube. Setiap minggu ia menghadirkan berbagai resep baru, umumnya terdiri dari kue-kue yang idenya diambil dari komik, game, atau film seperti Batman Pizza, Harry Potter Love Poison, Mario Cake, dan lain-lain.

Penghasilannya tidak main-main, lho. Pansino disebut-sebut bisa menghasilkan sekitar 6 juta USD atau setara 80 miliar rupiah per tahun! Itu semua merupakan penghasilannya menjadi seorang Youtuber. Sementara subscriber-nya sampai saat ini mencapai angka 9 juta.

Berbeda lagi dengan Youtuber terkaya dengan subscriber terbanyak, yakni Pewdiepie. Lelaki asal Swedia berusia 29 tahun dengan nama asli Felix ini awalnya hanya membuat konten-konten video yang menampilkan dirinya sedang mencoba game-game terbaru. Tak disangka, ternyata orang-orang gemar sekali menonton tingkahnya yang lucu dan ekspresif itu.

Sampai saat ini, Pewdiepie masih menduduki posisi teratas Youtuber berpenghasilan tertinggi, yakni 15 juta USD atau setara 200 miliar rupiah per tahunnya. Subscriber-nya sendiri sudah mencapai angka 53 juta. Wow, bukan?

Bagaimana Caranya Bisa Dapat Penghasilan Hanya dari Vlogging?

Zaman sekarang tentu sudah sangat berbeda dengan zaman dulu. Ada banyak sekali cara dan celah untuk mendapatkan uang. Tentu salah satunya dengan membuat konten video di Youtube.

Secara sederhana, Youtuber mendapatkan uang dari iklan yang ditayangkan di setiap videonya. Sekarang, coba buka Youtube dan perhatikan di setiap awal tayangan video pasti Anda dihadapkan dengan tayangan iklan, bukan?

Nah, dari situlah penghasilan Youtuber didapat. Ada 3 hal yang dapat mempengaruhi penghasilan ini, yakni berapa jumlah subscriber, jenis iklan yang muncul, dan jumlah klik iklan pada video.

Selanjutnya, Youtube juga punya sistem pembayaran sendiri yang dikenal sebagai BPS atau Biaya per Seribu atau RPM (Revenue per Thousand Impressions). Artinya, Youtuber akan dibayar jika iklan dalam video berhasil ditayangkan sebanyak 1000 kali. RPM ini merupakan penghasilan tertaksir yang nantinya akan digunakan dalam rumus untuk menghitung penghasilan yang sebenarnya. Berikut rumusannya:

RPM (dihitung dalam $) = (penghasilan tertaksir / jumlah tampilan laman) * 1000.

Misalnya, jika penghasilan tertaksir Youtuber sebesar $0,15 dari 25 tampilan laman, maka RPM-nya = ($0,15 / 25) * 1000 atau $6,00 setara Rp81.516. Bayangkan kalau tampilan laman bisa diakses sampai jutaan kali. Tentu saja angka puluhan ribu di atas bisa jadi berlipat ganda hanya untuk 1 video.

Bagaimana dengan Penghasilan Vlogger/Youtuber Indonesia?

Lalu, apakah penghasilan Youtuber Indonesia sama dengan penghasilan Youtuber luar negeri? Ternyata, meskipun tidak bisa disebut sebanding, tetapi beberapa Youtuber Indonesia ini bisa dibilang sukses juga karena mendapatkan penghasilan yang lumayan tinggi per bulannya.

Dilansir dari laman blogooblok.com, inilah beberapa daftar penghasilan rata-rata Youtuber Indonesia:

  1. Edho Zell (Rp44.317.000/bulan)
  2. Raditya Dika (Rp37.700.000/bulan)
  3. Reza Oktovian (Rp37.700.000/bulan)
  4. Young Lex (Rp32.500.000/bulan)
  5. LASTDAY Production (Rp31.200.000/bulan)
  6. Chandra Liow (Rp26.000.000/bulan)
  7. Tara Arts Game Indonesia (Rp15.000.000/bulan)
  8. Arief Muhammad (Rp14.300.000/bulan)

Apakah Anda terpukau dengan angka-angka di atas? Wah, nggak salah banget ya berarti kalau anak-anak zaman sekarang sudah mulai melirik vlogging sebagai sumber mata pencahariannya.

Menyikapi Anak-Anak yang Bercita-Cita jadi Vlogger

Di era teknologi yang serba perkembangannya serba pesat seperti sekarang ini, tidak seharusnya kita membatasi cita-cita anak-anak. Profesi seperti dokter, pilot, guru, atau pengacara bukan lagi cita-cita yang lumrah terdengar di telinga.

Zaman sekarang, ada banyak sekali profesi baru bermunculan. Tidak hanya sebagai seorang vlogger atau Youtuber saja, ada pula profesi baru seperti social media analyst, social media officer, blog writer, programmer, bahkan social media influencer.

Tak menutup kemungkinan profesi-profesi baru ini malah menghasilkan lebih banyak uang dengan waktu kerja yang lebih luang dan fleksibel. Menjadi vlogger, anak-anak pun bisa jadi lebih mudah mengeluarkan kreativitasnya karena tidak dibatasi peraturan dari perusahaan manapun.

Apapun cita-citanya, sebagai guru dan orangtua kita tetap harus mendukung keputusan anak. Bimbing dan didik mereka agar bisa jadi pribadi yang bertanggung jawab dan berkonsekuensi terhadap pilihannya. Jika memang mereka ingin jadi vlogger/Youtuber, berikan kesempatan agar mereka bisa mengeksplorasi sisi lain dirinya.

Beri penjelasan bahwa apapun profesinya, bahkan jadi seorang vlogger, akan selalu ada sisi positif dan negatif. Tidak ada profesi yang selalu memberikan kenyamanan karena apapun pekerjaannya, kita pasti bersinggungan dengan norma sosial, orang lain, dan budaya.

Persiapkan mental anak jadi lebih kuat menghadapi kendala. Bukan berarti sekarang serba instan, maka keinginannya pun harus terwujud secara instan pula. Pendidikan dari rumah dan sekolah lah yang akan paling berpengaruh bagi anak-anak, apapun profesinya di masa depan nanti.