4 Kisah Ini Adalah Bukti Bahwa Mitos Ospek Kampus Itu Tidak Mengerikan!

4 Kisah Ini yang Akan Mematahkan Mitos Ospek Kampus Itu Mengerikan!
Sesenang apapun kamu menyambut masa kuliah, setidaknya pasti ada sedikit rasa waswas untuk menghadapi ospek nanti. Terlebih, mayoritas kampus selalu mengadakan ospek sebanyak tiga tahap, yakni universitas, fakultas, dan program studi. Tidak perlu takut, Quipperian, image seram yang melekat pada ospek sebenarnya hanya ada di media, kok. Kenyataannya, ada cukup banyak kisah ospek yang membuktikan bahwa kegiatan tersebut benar-benar seru dan membekas dalam memori.

1. Bingung Mencari “Punten”

Kamu tentu sudah paham bahwa mahasiswa yang kuliah di suatu universitas berasal dari seluruh Indonesia. Nah, ada seorang mahasiswa baru (maba) di sebuah PTN Bandung yang sama sekali tidak bisa Bahasa Sunda. Sedangkan, saat ospek, seluruh maba diwajibkan mengucapkan kata “punten,” yang memiliki arti “permisi,” setiap kali melewati panitia. Ketika maba tersebut melewati seorang panitia dan tidak mengucapkan kata tersebut, ia pun ditegur dengan kalimat, “Mana puntennya?” Namun, karena sama sekali tidak bisa Bahasa Sunda, ia justru bingung dan mencari “punten” di dalam tasnya. Alhasil, ia pun ditertawakan teman-teman seangkatannya.

2. Dekat dengan Kakak Angkatan

Bukan ospek namanya jika kamu tidak diberi berbagai tugas dengan berbagai tingkat kesulitan, mulai dari membuat essay hingga yang bersifat konyol. Seorang maba di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi diminta untuk menulis surat cinta kepada salah satu panitia ospek. Karena ia sebenarnya tertarik dengan seorang panitia, ia pun mengirimkan surat kepada orang tersebut. Malamnya, ia mendapat SMS dari nomor tidak dikenal, yang ternyata adalah panitia tersebut. Esoknya, ia dan panitia pujaannya itu pun mengobrol dengan santai. Wah, Quipperian, ini, sih, namanya cinta lokasi!

3. Mengikuti Aktivitas Demonstrasi

Suka geleng-geleng kepala setiap kali mellihat atau mendengar berita tentang demonstrasi? Jika kamu penasaran, kamu bisa merasakan “sensasi” mengikuti demonstrasi melalui ospek yang diadakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di salah satu universitas negeri di Indonesia. Nantinya, kamu akan diberikan suatu isu, dan dari situ kamu terbagi menjadi dua kubu, yakni pro dan kontra. Setelah melakukan berbagai persiapan, kamu akan berjalan mengelilingi kampus dan “dipertemukan” di halaman gedung fakultas. Tidak hanya menyuarakan pendapat, terkadang kamu juga akan dilempari dengan balon air oleh para panitia. Benar-benar seperti demonstrasi beneran!

4. Jadi Artis Beneran Setelah Ospek

Quipperian, kamu tahu penyanyi Afgan, kan? Quipper Video Blog yakin kamu pasti pernah mendengar cerita tentang ospek yang dijalani Afgan ini. Pada tahun 2007 dulu, ketika harus menjalani ospek sebagai maba di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Afgan dihukum karena datang telat. Tasnya pun digeledah oleh salah satu panitia. Di dalamnya, panitia tersebut menemukan body lotion dan parfum, membuat Afgan diejek habis-habisan dan disuruh menjadi artis saja. Siapa sangka ejekan tersebut berubah menjadi kenyataan? Kini, Afgan berhasil menjadi salah satu artis papan atas Indonesia.


Tuh, Quipperian, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan dari ospek kuliah. Dibentak-bentak saat ospek merupakan hal yang biasa, kok, yang penting kamu jangan terlalu memasukkannya ke hati. Lagi pula, segala pengalaman dalam ospek akan menjadi salah satu hal yang paling kamu rindukan dari masa kuliah. Jadi, jangan gentar menghadapi rangkaian ospek saat kuliah nanti, ya!



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang