Ini 7 Fobia yang Bisa Terjadi Pada Remaja, Kamu Mengidapnya Enggak?

Fobia merupakan rasa takut berlebihan terhadap sesuatu atau situasi. Ada 7 jenis yang sering dialami remaja: agorapobhia (takut tempat ramai), claustrophobia (takut tempat sempit), nomophobia (takut berjauhan dengan ponsel), social phobia (takut berinteraksi sosial), medical teen phobia (takut berhubungan dengan medis), cynophobia (takut pada anjing) dan takut terhadap binatang lainnya, serta aerophobia (takut naik pesawat).

Quipperian pasti pernah dengar fenomena ini, kan? Fobia adalah sebuah rasa ketakutan berlebihan terhadap suatu objek atau situasi. Perbedaan mendasar antara ketakutan biasa dengan fobia adalah, reaksi dari orang tersebut. Apakah mereka bisa mengatasi rasa takutnya, atau malah histeris.
Fenomena ini bisa terjadi pada siapa aja, lho. Takut adalah salah satu emosi manusia yang paling mendasar. Beberapa rasa takut bisa berkembang menjadi fobia. Hal ini bisa terjadi ketika ada satu atau beberapa kejadian buruk yang berkaitan dengan hal yang kita takuti. Ketakutan kita itu bisa aja berkembang jadi fobia.
Dan remaja kayak kita juga enggak luput dari hal ini. Beberapa dari Quipperian pasti ada yang punya fobia terhadap hal tertentu dan yang terjadi pada anak-anak dan remaja ternyata bisa berdampak sangat buruk di masa depan kalau tidak diobati. Berikut ini 7 fobia yang paling umum dialami remaja.

1. Agoraphobia


Agoraphobia mungkin masih asing di telinga kita. Lebih akrab dikenal sebagai panic disorder, adalah fobia untuk berada di tempat umum di mana kita bisa merasa diri kita sendirian dan tidak bisa kemana-mana.
Tempat umum yang ramai biasanya jadi tempat yang dihindari para penderita agoraphobia. Seorang remaja dengan fobia kayak gini bisa aja benar-benar menghindari satu tempat khusus kalau dirinya merasa nggak aman di sana. Dan lama kelamaan malah bisa aja mereka menolak untuk meninggalkan rumah sama sekali karena dengan berada di luar aja udah membuat mereka ketakutan.

2. Claustrophobia


Claustrophobia adalah ketakutan berlebihan ketika berada di tempat dengan ruangan terbatas. Misalnya, pesawat, bis, ruangan tanpa jendela, dan lift. Biasanya penderita claustrophobia akan merasa nggak dapat cukup udara dan bisa panik serta histeris.

3. Nomophobia


Nah, kalau fobia jenis ini mungkin yang paling relate ya sama Quipperian, walaupun mungkin tarafnya belum setinggi ini. Nomophobia adalah ketakutan terhadap keadaan tanpa ponsel. Asal katanya sendiri, nomophobia, berdasarkan pada kata “no mobile” nomophobia.
Biasanya, remaja kayak Quipperian mungkin akan ngerasa gelisah dan nggak nyaman ketika nggak megang ponsel. Bedanya, untuk orang penderita nomophobia, rasa kesal dan nggak nyaman ini jadi sangat parah dan bisa membuat mereka jadi panik.

4. Social Phobia


Banyak banget remaja yang menderita social anxiety. Ketika rasa tidak nyaman dari social anxiety ini dibiarkan begitu saja, bisa berkembang menjadi social phobia. Kondisi ini cukup mirip dengan agoraphobia. Bedanya, social phobia membuat penderitanya merasakan perasaan negatif ketika berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, diawali dengan rasa berdebar-debar, tangan berkeringat, dan akhirnya muncul panic attack ketika mereka merasa sudah nggak bisa mentolerir keadaannya lagi.

5. Medical Teen Phobias


Di zaman digital seperti ini, Quipperian pasti pernah kan mencari informasi soal sakit yang diderita Quipperian di search engine macam Google? Biasanya sih kalau gejalanya ringan, kayak sakit kepala, mata yang berat, dan perut yang nggak enak. Nah, fobia terhadap hal medis ternyata bisa muncul dari kebiasaan ini. Ketika Quipperian mencari hal-hal yang berkaitan dengan gejala sakit di internet, biasanya hasil yang muncul adalah worst case scenarios, atau hal yang paling buruk yang bisa kalian derita.
Misalnya, penyebab mimisan yang Quipperian alami adalah karena leukimia, padahal mungkin hanya disebabkan rasa lelah yang berlebihan ditambah udara yang kering. Dan karena terlalu mudah percaya bahwa hal yang buruk itu benar dan kalian derita, itulah yang membuat para remaja bisa mengalami ketakutan terhadap hal-hal berbau medis.

6. Cynophobia dan Fobia terhadap Binatang Lainnya


Fobia macam ini memang cukup sering ditemukan. Cynophobia sendiri adalah rasa takut berlebihan terhadap anjing. Rasa takut semacam ini bisa muncul ketika Quipperian pernah mengalami pengalaman yang sangat buruk berkaitan dengan hewan tertentu. Misalnya, saat kecil dulu kamu pernah digigit anjing saat sedang jalan-jalan di taman.
Selain cynophobia, bentuk fobia terhadap binatang lainnya juga banyak diderita sama remaja. Yang paling umum adalah arachnophobia atau takut terhadap laba-laba, dan ophidiophobia atau takut terhadap ular.

7. Aerophobia


Fobia jenis ini juga banyak terjadi pada semua orang, terutama remaja. Aerophobia sendiri adalah rasa takut terhadap terbang. Atau kata lainnya, fobia naik pesawat. Hal ini kalau dipikir-pikir memang tidak begitu mengkhawatirkan karena masih banyaknya moda transportasi lain selain pesawat. Tapi, susah juga ya bagi remaja dengan aerophobia untuk bisa pergi jauh dari rumah kalau begini ceritanya!
Nah, itu tadi 7 jenis fobia yang paling sering diderita sama remaja. Kalau Quipperian gimana? Apakah ada dari kalian yang mengidapnya atau punya ketakutan akan hal lain? Hati-hati Quipperian, karena kalau tidak cepat-cepat ditangani, bisa saja fobia yang kamu derita malah bisa mengganggu kehidupan sehari-harimu.
Sumber:

Penulis: Kiram