Apa Sih Zat Adiktif itu? Yuk, Cari Tahu di Sini!

Apa Sih Zat Adiktif itu? Yuk, Cari Tahu di Sini!

Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat, ya!

Mungkin kamu sering melihat poster yang berisi tulisan “Say No to Drugs”. Kira-kira, apa ya makna dari tulisan pada poster itu? Tujuan pembuatan poster tersebut adalah mengajak seluruh masyarakat untuk menjauhi obat-obatan terlarang atau biasa disebut narkotika dan psikotropika. Tahukah kamu jika narkoba dan psikotropika merupakan jenis zat adiktif? Apa itu zat adiktif? Simak ulasan selengkapnya di Quipper Blog kali ini.

Pengertian Zat Adiktif

Zat adiktif adalah zat yang mampu memengaruhi kinerja fungsi biologis dan menyebabkan ketergantungan. Tingkat ketergantungan bisa bervariasi, mulai rendah sampai sangat kuat yang sulit untuk dihentikan. Bahkan saat dihentikan, pengguna zat adiktif akan merasakan sesuatu yang tidak nyaman bahkan sangat kesakitan. Itulah mengapa, Indonesia gencar sekali menggalakkan program Say No to Drugs.

Macam-macam Zat Adiktif

Ternyata, zat adiktif itu banyak sekali jenisnya. Jika selama ini kamu mengira zat adiktif hanya narkoba tentu itu tidak benar. Zat adiktif dibagi menjadi tiga golongan, yaitu zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika, zat adiktif jenis narkotika, serta zat adiktif jenis psikotropika.

1. Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika

Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika justru datang dari keseharian masyarakat Indonesia. Apa saja itu?

a. Kafein

Apakah kamu penggemar kopi? Siapa sangka jika kopi yang sering kamu minum juga mengandung zat adiktif, lho. Zat adiktif yang dimaksud adalah kafein. Kandungan kafein juga bisa ditemukan di dalam teh. Namun, kandungan kafein dalam teh masih lebih kecil daripada kopi. 

Keberadaan kafein di dalam kopi yang cukup besar disinyalir mampu meningkatkan respons kewaspadaan pada otak. Itulah mengapa setelah minum kopi, tubuh terasa segar dan tidak mudah mengantuk. Jika Quipperian hobi minum kopi, cobalah untuk tetap bijaksana. Kopi masih dikatakan aman untuk tubuh jika diminum maksimal hanya 2 cangkir tiap hari. Adapun efek samping yang bisa ditimbulkan akibat mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan:

  • Jantung berdebar kencang
  • Pikiran sulit untuk fokus
  • Gemetaran
  • Insomnia akut
  • Panik secara berlebihan
  • Perasaan sangat sensitif

Jadi, harus bagaimana? Tak perlu khawatir, cukup mengonsumsi satu cangkir setiap hari, kopi tidak akan berbahaya, kok.

b. Nikotin

Pernahkah kamu mendengar istilah nikotin? Nikotin merupakan zat adiktif yang ditemukan di dalam tembakau. Quipperian tentu paham bahwa tembakau merupakan komponen penting yang ada di dalam rokok. Artinya, rokok mengandung zat adiktif yang cukup berbahaya bagi kesehatan, yaitu nikotin. 

Penggunaan nikotin bisa menyebabkan seseorang menjadi lebih rileks, tajam inderanya, tenang, dan waspada. Di balik itu semua, penggunaan rokok secara berlebih tentu berakibat negatif bagi tubuh. Adapun efek yang ditimbulkan jika seseorang sudah mengalami ketergantungan parah pada rokok adalah sebagai berikut:

  • Mudah tersinggung
  • Mudah marah
  • Depresi
  • Sulit untuk fokus dan konsentrasi
  • Insomnia
  • Sulit untuk beristirahat
  • Pemakaian jangka lama bisa menyebabkan impotensi, penyakit paru-paru, gangguan tenggorokan, dan masih banyak lainnya.

2. Zat adiktif narkotika

Menurut UU RI No. 22 tahun 1997, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semisintesis yang bisa mengakibatkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan dapat menimbulkan efek ketergantungan. 

Contoh narkotika adalah morfin, kokain, heroin, opium, dan amfetamine. Pada awalnya, keberadaan narkotika ditujukan untuk kepentingan medis. Seiring berkembangnya jaman, justru narkotika disalahgunakan oleh oknum tertentu di luar kepentingan medis. 

Penggunaan narkotika skala medis tentu sudah mengikuti standar yang telah ditetapkan, misalnya untuk obat bius, penenang, dan sebagainya. Apa jadinya jika narkotika dikonsumsi secara asal-asalan dalam jangka waktu yang lama?

a. Gangguan fisik

  • Gangguan sistem saraf
  • Gangguan jantung
  • Gangguan pembuluh darah dan kulit
  • Pengecilan hati
  • Insomnia
  • Sering mual dan sakit kepala
  • Menurunnya fungsi organ reproduksi
  • Bagi pengguna jarum suntik, semakin besar peluang tertular HIV/AIDS

b. Gangguan psikis

  • Sulit untuk konsentrasi
  • Hilangnya rasa percaya diri dan apatis
  • Cenderung menyakiti diri sendiri dan merasa tidak aman
  • Lebih ganas dan brutal

c. Gangguan sosial

  • Gangguan mental
  • Anti-sosial
  • Dikucilkan oleh lingkungan
  • Terkadang tidak nyambung dalam berkomunikasi

3. Zat adiktif jenis psikotropika

Menurut UU RI No. 5 tahun 1997, zat psikotropika adalah zat atau obat selain narkotika baik secara alami maupun sintesis yang berpengaruh secara psikoaktif melalui susunan saraf pusat yang mengakibatkan perubahan mental dan perilaku. 

Intinya, seseorang yang hobi mengonsumsi psikotropika akan mengalami penurunan fungsi otak dan susunan saraf pusatnya. Akibatnya, akan muncul kelainan perilaku dan cara berpikir, halusinasi, serta mengalami ketergantungan. Berdasarkan tujuan dan tingkatan ketergantungannya, psikotropika dibagi menjadi empat golongan, yaitu sebagai berikut.

a. Psikotropika golongan I

Psikotropika golongan I adalah golongan psikotropika yang digunakan untuk ilmu pengetahuan tanpa adanya proses terapi. Psikotropika jenis ini memiliki ketergantungan sangat kuat pada pemakainya. Contohnya adalah ekstasi, mekatinona, dan brolamfetamina.

b. Psikotropika golongan II

Psikotropika golongan II adalah golongan psikotropika yang biasa digunakan sebagai obat, penelitian, dan terapi. Jika disalahgunakan, psikotropika jenis ini juga bisa menyebabkan ketergantungan berat, contoh amfetamin dan fleksiklidine (PCP).

c. Psikotropika golongan III

Psikotropika golongan III biasa digunakan untuk obat, ilmu pengetahuan, dan terapi. Jika disalahgunakan psikotropika golongan ini bisa menyebabkan ketergantungan skala sedang. Contohnya adalah rohipnol dan megadon.

d. Psikotropika golongan IV

Psikotropika golongan ini biasa digunakan untuk obat, penelitian, dan terapi. Efek ketergantungan yang diakibatkan psikotropika golongan IV bisa dikatakan ringan. Contohnya alprazoma, esilgan, dan bromazepam.

Efek Narkotika dan Psikotropika

Berdasarkan efek yang ditimbulkan, narkotika dan psikotropika dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1. Stimulan

Stimulan adalah obat yang mampu memberikan rangsangan pada otak dan sistem saraf. Efek yang ditimbulkan adalah tidak mudah lapar, kerja jantung meningkat, tidak mudah lelah, dan tekanan darah meningkat. Contoh stimulan adalah ekstasi dan kokain.

2. Depresan

Depresan adalah jenis obat yang mampu memengaruhi tingkat kesadaran. Contoh depresan adalah morfin dan barbit.

3. Halusinogen

Halusinogen adalah obat yang mampu menciptakan halusinasi. Contoh halusinogen adalah LSD dan ganja.

Pencegahan Penyalahgunaan Zat Adiktif

Pencegahan zat adiktif harus terus digalakkan, baik oleh diri sendiri maupun pemerintah. Zat adiktif yang dimaksud tentu zat adiktif yang sifatnya berbahaya dan meresahkan masyarakat, contohnya narkotika dan psikotropika. 

Dalam hal ini, para pecandu kopi atau teh tentu diharapkan bisa mengontrol diri mereka masing-masing tanpa harus melibatkan peran orang lain atau pihak yang berwenang. Adapun langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika adalah sebagai berikut.

  1. Hindari kebiasaan merokok.
  2. Lakukan aktivitas yang bermanfaat. Semakin sering melakukan aktivitas yang bermanfaat, semakin jauh keinginan untuk melakukan penyalahgunaan zat-zat terlarang.
  3. Jalin komunikasi yang baik dengan keluarga.
  4. Ingatlah bahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan obat-obat terlarang.
  5. Hadiri penyuluhan tentang bahaya narkotika dan psikotropika yang diadakan oleh instansi pemerintahan di sekitar rumahmu.
  6. Sebarkan informasi yang kamu dapatkan pada lingkungan sekitar.
  7. Perbarui informasi seputar peredaran obat-obatan terlarang melalui situs resmi BNN. Dengan begitu, kamu bisa mengantisipasi jika suatu saat berada di daerah yang rawan akan sebaran narkotika dan psikotropika.

Itulah pembahasan Quipper Blog tentang zat adiktif. Semoga Quipperian semakin paham akan bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian zat adiktif di luar kepentingan medis. Ingat, kamu berhak mendapatkan masa depan cemerlang. Masa depan cemerlang tentu harus kamu lalui dengan berbagai upaya. Salah satunya upaya menjauhi pemakaian narkotika dan psikotropika. 

Gunakan waktumu untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti belajar. Agar semakin semangat untuk belajar, yuk gabung bersama Quipper Video. Bersama Quipper Video, belajar jadi lebih mudah dan menyenangkan, lho! Buruan, subscribe!

Penulis: Eka Viandari