Menjawab Pertanyaan Benarkah Teori Bumi Datar?

Hai, Quipperian!

Apakah kamu menyukai hal-hal seputar astronomi? Menurut KBBI, astronomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lainnya. Kamu pasti tidak asing lagi dengan tempat-tempat seperti Planetarium atau Observatorium yang ada di Indonesia, contohnya di Jakarta.

Planetarium adalah tempat dengan atap yang biasanya berbentuk kubah setengah lingkaran yang menyediakan simulasi langit bagi para pengunjungnya. Di Planetarium, kamu akan disuguhkan sebuah pertunjukan dari sebuah proyektor lengkap dengan narasi dan musik—rasanya kayak ada di ruang angkasa, deh! Planetarium berbeda dengan Observatorium, karena kubahnya tidak dapat dibuka untuk meneropong bintang.

Kalau kamu belum sempat mengunjungi Planetarium atau Observatorium, enggak perlu sedih. Saat ini, kamu bisa mengakses banyak sekali informasi astronomi hanya dengan bermodalkan smartphone, kok. Atau, paling tidak, kamu bisa melihat susunan tata surya dan miniatur bola dunia di perpustakaan sekolah.

Sejak mengenal pengajaran tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada di dalamnya, kita tentu jadi mengetahui bentuk dari planet kita sendiri. Ya, dalam setiap pertunjukan di Planetarium dan susunan tata surya yang kita lihat, bumi selalu berbentuk seperti bola.

Tapi, tahukah kamu, masih ada banyak sekali orang yang meragukannya dan beranggapan bahwa sesungguhnya bumi itu datar seperti lempengan? Enggak percaya? Yuk, kita simak bersama penjabaran teori bumi datar berikut ini.

Apakah Teori Bumi Datar Punya Dasar?

Tentu saja para pendukung teori ini memiliki dasar bagi kepercayaan mereka terhadap bentuk bumi yang datar. Dasar bagi teori ini mungkin terdengar sedikit aneh bagi kamu yang tidak mempercayainya. Sebelumnya, bayangkan terlebih dahulu jika kamu adalah salah satu pendukung teori bumi datar. Beginilah ‘fakta’ yang mereka imani:

Bumi adalah sebuah lempengan dengan Lingkaran Kutub Utara terletak di tengahnya. Sementara itu, Antartika dengan dinding es setinggi 150 kaki mengelilingi lempeng bumi ini. Nah, para pekerja NASA sebetulnya bekerja di sekitar dinding es ini untuk berjaga-jaga agar tidak ada orang yang melewati dinding es kemudian jatuh dari lempengan bumi.

Meski begitu, matahari dan bulan tidak serta merta menjadi datar juga. Mereka percaya bahwa matahari dan bulan berbentuk bola yang berputar sejauh hampir 5.000 km di atas bumi.

Lebih lanjut lagi, mereka tidak mempercayai adanya gaya gravitasi di bumi. Benda-benda tidak tertarik ke bawah karena sebetulnya itu hanya ilusi dari lempengan yang bumi bergerak naik karena ada kekuatan tidak dikenal yang disebut ‘dark energy’.

Apa yang ada di bagian bawah dari lempengan bumi masih belum diketahui, namun mereka meyakini bahwa ada bebatuan saja di bawah sana. Hmm

Mengapa Ada Banyak Orang Memercayainya?

Tahukah kamu, bahwa telah diadakan Konferensi Internasional Bumi Datar di Raleigh, North Carolina, yang dihadiri ratusan pendukungnya? Wah! Meskipun telah ada banyak foto citra bumi yang diambil oleh satelit, orang-orang ini tidak mempercayainya. Menurut mereka, foto-foto itu hanya merupakan hasil dari editing gambar saja.

Bagaimana dengan kapal terbang yang mengitari bumi? Bagi mereka, para pilot sebetulnya ‘ditipu’ oleh GPS—mereka tidak terbang lurus mengitari bumi, melainkan terbang berputar-putar di atas lempengan bumi.

Pendukung teori ini juga biasanya lebih percaya kepada cerita dibandingkan fakta-fakta yang sesungguhnya. Begitu cerita yang mereka miliki dibuktikan salah oleh ilmuwan, mereka menolak untuk mempercayainya, karena bagi mereka hal-hal yang mereka ketahui membuat mereka lebih nyaman dan lebih bahagia ketimbang mengetahui hal yang sebenarnya.

Kenapa Pendukung Teori Ini Tidak Percaya pada Ilmuwan?

Ilmuwan melakukan penelitian yang tentu saja didukung oleh pemerintah. Tidak ada ilmuwan yang menyebutkan bahwa bumi memiliki bentuk mendatar. Tapi para pendukung teori ini tidak begitu saja percaya. Menurut mereka, ilmuwan tersebut menutupi ‘kenyataan’ yang sebenarnya.

Ayo, menurutmu, kenapa ‘kenyataan’ itu harus ditutupi NASA? Alasannya: demi uang! Menurut mereka, tentu saja akan jauh lebih murah untuk membuat program ruang angkasa palsu dibandingkan dengan betul-betul membuat yang asli. Jadi, NASA dan agensi-agensi ruang angkasa lainnya meraup keuntungan dari dana yang diberikan pemerintah untuk membiayai program-programnya. Wah, teori konspirasi banget, ya!

Setelah membaca ulasan fakta sains menarik di atas, apakah kamu malah jadi berpikir untuk mengikuti jejak para pengikut teori bumi datar? Bagaimana menurutmu, Quipperian? Simak terus artikel menarik lainnya hanya di Quipper Video Blog!

Yuk, Simak 4 Fakta Menarik tentang Bumi yang Menakjubkan Ini!

Sumber:

Penulis: Evita

Be the first to comment

Leave a Reply