Cerdaslah Menggunakan Media Sosialmu!

Cerdaslah Menggunakan Media Sosialmu!

Pastinya Quipperian memiliki akun media sosial. Mulai dari Facebook, Twitter, Path, hingga Instagram. Kamu pasti telah mengisi berbagai akun media sosial mu itu dengan berbagai foto atau video yang menurutmu sangat mencerminkan dirimu.

Akan tetapi, apakah kamu sadar betul bahwa segala konten yang ada di media sosialmu itu pastinya akan menjadi konsumsi khalayak ramai. Meski ada fitur lock, hal itu tidak menjamin konten-konten di dalam media sosialmu akan aman dan tak tercuri atau bahkan disalahgunakan.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus Quipperian pahami ketika ingin memposting konten-konten tertentu dalam akun media sosialmu. Kali ini, Quipper Video Blog akan memberikan informasi terkait cara cerdas menggunakan akun media sosialmu.

Jangan Curhat ‘Lebay’ di Media Sosialmu

Setiap manusia pasti menghadapi berbagai masalah. Bila tak dihadapi, masalah itu tidak akan selesai, atau bahkan menjadi lebih buruk. Apalagi, kalau mengumbarnya di media sosial, itu tentu saja membuka aib diri sendiri.

Ketika kamu memposting isi curhatanmu di media sosialmu itu sama saja kamu telah menunjukkan kelemahanmu kepada semua orang. Hal itu tentunya tidak akan menyelesaikan masalah yang tengah kamu hadapi. Malahan, masalah itu akan bertambah parah bila masalah yang kamu hadapi berhubungan dengan orang lain.

Misalnya, kamu sedang bertengkar dengan temanmu dan kamu mengumbarnya di media sosialmu. Ternyata, teman kamu membacanya dan semakin marah denganmu. Bukannya terselesaikan, malah masalah itu menjadi lebih parah.

Atau, ternyata postinganmu malah salah sasaran. Bukan orang yang bermasalah denganmu yang tersinggung melainkan orang lain. Hal itu tentunya akan menambah masalah.

Oleh sebab itu, ketika kamu ada masalah, jangan curhat atau mengumbarnya di media sosial. Justru, kamu harus menyelesaikannya sendiri. Bilapun butuh curhat, kamu harus mencari tempat curhat yang memberikan solusi bukan sekedar mendengarkan saja. Masalah yang dihadapi akan membuatmu lebih dewasa.

Mau Jadi Selebriti Sosial Media? Kamu Perlu Tahu 6 Hal Ini!

Hindari Postingan Vulgar

Hal utama yang harus kamu ingat ialah kamu tinggal di Indonesia. Sebagai negara Asia, Indonesia dikenal sebagai negara yang memegang teguh nilai-nilai budayanya. Oleh sebab itu, berbagai postingan vulgar tidak akan berketerima di Indonesia.

Ketika kamu memposting konten vulgar, baik dalam skala kecil ataupun ekstrim, hal itu tentunya akan mendapat pertentangan di masyarakat Indonesia. Hal itu akan membuatmu dicap sebagai pribadi yang buruk dan menjadi bulan-bulanan di media sosial.

Definisi vulgar di sini ialah berisikan unsur-unsur yang bertentangan dengan nilai-nilai tradisi dan budaya Indonesia. Contoh yang tak pantas ditiru ialah akun Instagram Awkarin. Dalam akunnya, Karin Novilda, terdapat konten-konten yang berisikan adegan ciuman dengan kekasihnya dan ada pula yang ditulis dengan bahasa kasar dan tak sopan.

Konten-konten itu sangat tidak berketerima dalam nilai-nilai etika dalam budaya Indonesia. Sehingga, banyak yang marah dan geram atas tindakan Karin dalam akunnya itu.

Untuk itu, usahakan setiap ingin memposting suatu konten, jangan berisikan konten vulgar yang tidak jelas. Baik itu dalam kalimat yang kamu tulis ataupun gambar serta video yang ingin kamu upload. Maka dari itu, berhati-hatilah ketika memposting sesuatu.

Tidak Membuat Postingan Sekadar Mencari Perhatian

Pernah tidak Quipperian melihat postingan foto mata nangis, gambar dengan permintaan untuk diberi like, atau jidat tanpa ada penjelasan caption atau apapun? Kalau pernah, pasti kamu bingung maksudnya apa dan kenapa postingan itu ada kan. Itu adalah postingan sekedar mencari perhatian Quipperian. Ya, postingan yang ditujukan untuk mendulang berbagai simpatik pengguna media sosial lainnya.

Postingan itu kiranya harus kamu hindari. Sebab, meski sebenarnya ada maksudnya, postingan semacam itu hanya membuat kamu terjebak pada situasi ingin menjadi pusat perhatian. Secara psikologis, ketika seseorang ingin selalu diperhatikan itu tandanya ada masalah pada dirinya.

Entah karena tidak percaya diri atau memang ada hal lain yang minus di dalam diri orang tersebut. Oleh sebab itu, ketika kamu memposting sesuatu haruslah jelas. Bila memposting foto bermaksud seni, kamu bisa tambahkan caption puitis di foto tersebut. Atau, kamu bisa memberikan judul kece sehingga postinganmu itu menjadi postingan seni.

Dengan sendirinya, bila postingan kamu kece, maka orang akan mengapresiasinya tanpa perlu kamu mengemis perhatian. Kalau ingin postinganmu dibaca dan diperhatikan banyak orang maka kamu harus mengemas postingan itu secara kreatif penuh makna.

Hati-Hati Menyebar Informasi

Menyebarkan informasi itu penting dan akan sangat membantu orang banyak. Akan tetapi, menjadi masalah ketika informasi itu tidak valid atau isinya hanya hoax. Maka dari itu, kamu harus berhati-hati ketika ingin menyebarkan informasi.

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika ingin menyebarkan informasi. Pertama, sumber informasinya jelas. Bila informasi itu berasal dari web, kamu bisa melihat dan mencari tahu siapa pembuat web itu dan di mana alamatnya. Akan lebih baik, bila di dalam postingan informasi itu ada nama dan nomor kontak penulisnya.

Bila informasi itu ada di dalam caption gambar atau fitur catatan di Facebook, maka kamu perlu mengeceknya di google. Biasanya, ada website-website tertentu yang didedikasikan untuk mengupas berita-berita atau informasi-informasi bohong. Kamu harus jeli ketika mencari tahu sumber informasi itu.

Kedua, cari pembahasan informasi itu di media massa, baik cetak ataupun online. Bila memang hal itu merupakan sesuatu yang penting maka pastinya media massa akan membahasnya. Saat melakukan pengecekan, kamu jangan mengeceknya pada satu sumber media massa. Beberapa situs media massa itu seperti antaranews.com, kompas.com, tempo.co, republika.com, vivanews.com, dan media massa nasional lainnya.

Dan, ketiga, ketika sumbernya hanya dari blog maka kamu harus mencari tahu sumbernya. Bila tidak tercantum sumbernya, maka kamu harus mengontak pemilik blog itu. Ketika tidak ada penjelasan dari pemilik blog, kamu bisa mengasumsikan informasi itu tak sepenuhnya valid dan tak perlu kamu share di akun media sosialmu.

Jangan Salah Pergaulan! Bergaulah dan Berteman dengan Baik!

Jadikan Media Sosialmu Sebagai Tempat Karya Kreatifmu

Daripada kamu memposting hal yang tak jelas, kenapa tidak kamu posting karya-karya kreatifmu di akun media sosialmu. Kamu bisa memposting foto, puisi, cerpen, ilustrasi, dan lain sebagainya. Tentunya, semuanya itu harus karya originalmu.

Ketika ingin memposting karyamu di media sosial, ada baiknya kamu membuat penanda tertentu sehingga kontenmu itu tidak dicuri orang lain. Pada gambar dan video, kamu bisa memasang watermark pada kontenmu. Sedangkan, untuk konten tulisan, ada baiknya kamu ubah dulu ke bentuk pdf dengan penanda watermark.

Setidaknya, dengan hal itu, kontenmu tidak dapat dicuri dengan bebas. Lalu, ketika mempostingnya, kamu harus menyiapkan diri dari komentar pengguna akun media sosial lainnya. Bisa berupa kritik, bisa pujian, dan bisa juga ejekan. Ketika mendapatkan semua hal itu, jangan patah semangat, teruslah berkarya.

Beberapa hal itu kiranya hal yang perlu kamu pertimbangan saat menggunakan akun media sosialmu. Bila kamu cerdas menggunakan media sosialmu, maka tidak akan terlalu terikat atau terganggu saat berselancar di media sosialmu. Semoga informasi ini berguna buat Quipperian sekalian.

Penulis: Muhammad Khairil



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang