Waspadai Fenomena Anemia Pada Usia Remaja, Khususnya Perempuan

Waspadai Fenomena Anemia Pada Usia Remaja, Khususnya Perempuan

Halo, Quipperian! Apa kabarnya? Semoga dalam kondisi sehat walafiat dan tetap semangat, ya. Berhubungan dengan kesehatan, kali ini Quipper Blog mau membahas masalah fenomena anemia pada usia remaja, khususnya buat kamu yang berjenis kelamin cewek, nih. Kenapa khususnya cuma buat cewek? Soalnya, remaja perempuan lebih rentan terserang anemia karena harus mengeluarkan darah setiap bulan alias menstruasi.

Secara sederhana, anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih sedikit dibanding yang seharusnya. Memang, dalam batas apa sih kadar hemoglobin bisa dikatakan sebagai anemia? Jika remaja putri <12 g/dL dan remaja putra <13g/dL.

Biasanya orang menganggap enteng penyakit yang satu ini, padahal kalau dibiarkan malah akan jadi sangat berbahaya dan mengganggu masa depan. Waduh, kok bisa? Yuk, simak lengkapnya di bawah ini, ya.

Penyebab Anemia pada Usia Remaja Perempuan

Saat remaja, pertumbuhan terjadi sangat cepat, sehingga kebutuhan gizi pun meningkat. Nah, salah satu zat gizi yang kebutuhannya meningkat adalah zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hemoglobin (sel darah merah) dan fungsi enzim.

Remaja perempuan membutuhkan lebih banyak zat besi dibanding remaja laki-laki karena saat menstruasi, zat besi turut keluar bersama darah. Karena remaja perempuan lebih banyak butuh zat besi, hal inilah yang membuat remaja perempuan berisiko kekurangan zat besi, yang ujung-ujungnya jadi anemia.

Selain menstruasi, penyebab anemia pun bisa datang dari berbagai faktor. Misalnya rendahnya asupan makanan yang mengandung zat besi dan vitamin C, terkena cacing tambang yang menyerap darah dalam usus, malaria, melakukan diet yang tidak tepat, suka melewatkan waktu makan, atau suka melakukan olahraga berat.

Dampak Anemia pada Usia Remaja Perempuan

Memang saat remaja ini dampaknya belum kelihatan, Quipperian. Paling mentok kamu akan mengalami 5L alias lemah, letih, lesu, lunglai, dan lalai. Biasanya kamu pasti menganggap ini sebagai rasa kecapekan saja karena kebanyakan beraktivitas. Tapi, jangan sepelekan anemia. Sebab, anemia pada usia remaja akan berdampak buat masa depan kamu, yakni saat kamu menikah dan hamil nanti.

Pasalnya, asupan zat besi yang kamu makan sekarang akan menentukan apakah kamu akan melahirkan anak yang sehat atau tidak. Dengan kebutuhan zat besi yang cukup, kamu akan mengalami pertumbuhan optimal dan tubuh nantinya bisa mengandung bayi yang sehat.

Kekurangan zat besi saat remaja hingga dewasa akan meningkatkan beberapa risiko terhadap sang bayi, seperti risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (<2500 gr), bayi terkena penyakit jantung atau diabetes.

Selain akan menghantui masa depanmu, anemia pun akan berdampak pada terganggunya pertumbuhan dan perkembangan, kurang konsentrasi di sekolah hingga prestasi menurun, sistem kekebalan tubuh yang kurang, tubuh kurang zat besi sehingga kamu kelihatan pucat, gangguan koordinasi gerak tubuh, serta lebih parah kamu bisa mengalami masalah jantung karena pada saat anemia jantung akan memompa darah lebih banyak.

Dampak anemia ini pun akan lebih rentan terhadap remaja yang mengalami kehamilan. Selain meningkatkan risiko kehamilan komplikasi, kekurangan gizi pun bisa berdampak pada organ tubuh lain seperti pankreas dan hati.

Cara Mencegah Anemia pada Usia Remaja

Terus, gimana dong cara mencegahnya? Tenang, Quipperian, enggak susah, kok! Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya.

  • Konsumsi makanan dengan zat gizi seimbang, terutama yang kaya protein dan zat besi. Kamu bisa mendapatkan makanan yang kaya akan zat besi dari bahan makanan hewani seperti ikan, daging, ayam, hati, telur lalu sayur-sayuran berwarna hijau tua seperti bayam, kangkung, brokoli, daun katuk, serta kacang-kacangan.
  • Konsumsi makanan yang kaya vitamin C, seperti buah jeruk, jambu biji, pepaya, kiwi, stroberi, dan lain-lain. Makanan yang kaya vitamin C akan mengoptimalkan tubuh menyerap zat besi.
  • Jaga kebersihan, misalnya dengan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, rutin menggunting kuku, dan mengenakan alas kaki saat keluar rumah.
  • Konsumsi suplemen zat besi, vitamin C, atau tablet tambah darah 1xseminggu sebagai tambahan.
  • Hindari minum teh dan kafein setelah makan karena kandungan di dalamnya akan mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh. Boleh saja kok konsumsi minuman manis ini, tapi diberikan jeda 2-3 jam setelah makan, ya.

 

Nah, Quipperian semoga kamu jadi lebih aware terhadap penyakit yang satu ini, ya. Jika kamu merasa kurang fit belakangan ini, mungkin itu tandanya kamu sedang mengalami anemia. Jangan sungkan bilang ke orang tua atau guru biar kamu diperiksakan lebih lanjut supaya ada tindakan yang bisa diambil. Jaga asupan makanmu biar konsentrasi tetap terjaga dan belajar pun tetap fokus. Oke, Quipperian? Semangat! Jangan lupa kunjungi Quipper Blog untuk baca artikel menarik lainnya!

Sumber:

Penulis: Serenata

Be the first to comment

Leave a Reply