Yuk, Simak 6 Fakta Menarik Seputar Hari Pangan Internasional Ini!

Quipperian, apa kabar? Semoga selalu dalam kondisi sehat dan semangat ya. Eits, kamu harus tahu nih, kalau tanggal 16 Oktober merupakan Hari Pangan Internasional! Hari penting ini ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO), bertujuan mengingatkan warga dunia akan pentingnya asupan pangan secara merata kepada seluruh masyarakat dunia.

Alasan utama tujuan itu dikarenakan masih banyak masyarakat dunia yang masih menderita kelaparan dan sulit mendapatkan akses pangan yang mereka butuhkan. Berhubungan dengan hal itu, pada artikel kali ini, Quipper Blog akan membahas beberapa fakta mengenai Hari Pangan Internasional. Kamu mau tahu seperti apa pembahasannya? Yuk, simak artikel ini dengan saksama!

Penetapannya Diinisiasi oleh Hongaria

Inisiasi untuk menetapkan hari penting ini terjadi pada November 1979, yakni pada konferensi ke-20 negara-negara FAO. Kala itu, Delegasi Menteri Pertanian dan Pangan Hongaria, Dr. Pal Romany mengusulkan untuk ditetapkannya Hari Pangan Internasional. Usulan itu sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran penduduk dunia akan pentingnya penanganan masalah makanan pada tingkat regional, nasional, hingga global.

Usulan tersebut diterima oleh 147 anggota FAO, termasuk Indonesia. Akhirnya, konferensi FAO ke-20 menghasilkan revolusi Nomor 179 tentang World Food Day atau Hari Pangan Internasional pada tanggal 16 Oktober dan mulai berlaku sejak tahun 1981.

Tanggalnya Sama dengan Tanggal Berdirinya FAO

Dipilihnya tanggal 16 Oktober bukan secara asal. Dipilihnya tanggal tersebut dikarenakan pada tanggal 16 Oktober merupakan tanggal lahir dari FAO.

Organisasi pangan internasional itu berdiri pada tanggal 16 Oktober 1945 di Quebec, Kanada. Pada saat pendiriannya, negara yang menjadi anggotanya hanya berjumlah 42 negara. Didirikannya FAO bertujuan untuk membebaskan manusia dari kelaparan dan kekurangan gizi serta secara efektif mengelola sistem pangan global.

Tema per Tahun Disesuaikan dengan Keadaan dan Kondisi Ketersediaan Pangan Dunia

Pada pelaksanaannya, Hari Pangan Internasional mengangkat satu tema tertentu yang berkaitan dengan kondisi pangan dunia. Pada tahun 2016, tema yang diangkat merupakan Climate change: “Climate is changing. Food and agriculture must too” yang berkaitan dengan perubahan iklim yang terjadi di bumi.

Lalu, pada tahun 2017, FAO menetapkan tema Change the future of migration, Invest in food security and rural development. Penetapan tema itu ialah untuk mendorong negara-negara anggota FAO untuk melakukan upaya pengamanan pangan melalui beberapa cara, seperti migrasi, investasi pangan, dan pembangunan daerah rural.

Di tahun 2018, tema yang akan diangkat oleh FAO ialah Zero Hunger World by 2030 is possible. Tema tersebut diangkat untuk berjuang bersama mewujudkan dunia yang sejahtera dan tidak ada kasus kelaparan lagi pada tahun 2030.

Ada 821 Juta Jiwa yang Masih Menderita Kelaparan

Perihal ketersediaan pangan tentu menjadi isu yang sangat penting bagi seluruh penduduk dunia. Sebab, sebagai mahkluk hidup, setiap harinya manusia harus memenuhi kebutuhan makan dan minumnya.

Saat ini, menurut data FAO, terdapat sekitar 821 juta manusia yang masih menderita kelaparan di seluruh penjuru dunia. Dari 821 juta jiwa tersebut, sekitar 60 persennya adalah perempuan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan dunia masih harus ditingkatkan agar dapat mewujudkan impian “zero hunger” yang menjadi tujuan utama program-program FAO. Oleh sebab itulah, pada tahun 2018, diangkat tema tentang visi “zero hunger” yang diupayakan terjadi pada tahun 2030 nanti.

1,9 Miliar Jiwa Menderita Obesitas

Urusan pangan tidak hanya membahas perihal kelaparan semata, melainkan juga gizi. Salah satu fokus FAO dalam lini gizi ialah mengurangi jumlah orang yang menderita obesitas. Kondisi obesitas tersebut tentunya sangat merugikan bagi seseorang, khususnya pada sisi kesehatan.

Berdasarkan data FAO, di dunia ini tercatat ada sekitar 1,9 miliar orang menderita obesitas. Dari jumlah itu, terdapat sekitar 3,4 juta jiwa meninggal tiap tahunnya karena kelebihan berat badan. Persentase itu menunjukkan bahwa kasus meninggal karena obesitas mulai meningkat dan lebih mengkhawatirkan dari kasus bunuh diri.

Lalu, sekitar 151 juta jiwa anak-anak kisaran usia di bawah lima tahun menderita obesitas di seluruh dunia. Angka tersebut memiliki tren meningkat di seluruh negara, khususnya negara berkembang dan maju. Semakin banyaknya anak-anak yang menderita obesitas menunjukkan kurangnya kesadaran akan gizi ideal bagi anak di berbagai penjuru dunia.

4 Tindakan Utama untuk Mewujudkan “Zero Hunger

Untuk mewujudkan visi “Zero Hunger” di berbagai negara, FAO memiliki empat tindakan utama yang disarankan untuk dilakukan oleh masyarakat dunia. Pertama, mengampanyekan dan menginisiasi gerakan tidak menyia-nyiakan makanan.

Agar tidak ada makanan yang sia-sia, FAO menyarankan untuk membekukan sisa makanan yang tak habis dimakan untuk kemudian diolah kembali menjadi makanan baru. Lalu, FAO juga menyarankan, bila kamu makan di restoran dan tidak habis, hendaknya membawa pulang makanan itu untuk dimasukkan ke dalam lemari es, nantinya bisa kamu makan kembali atau diolah menjadi makanan baru.

Lalu, tindakan kedua ialah memperbanyak produksi pangan. FAO mendorong negara-negara anggotanya untuk memperbanyak produksi pangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan, baik untuk warganya sendiri maupun untuk warga dunia yang membutuhkan. Salah satu langkah yang dilakukan FAO ialah mendorong riset pertanian agar menemukan metode-metode bertani baru yang dapat meningkatkan hasil produksi hasil pangan.

Ketiga yang didorong oleh FAO ialah menerapkan pola makan dan diet sehat. FAO mendorong hal ini agar masyarakat dunia memiliki kesadaran untuk memperhatikan nilai gizi yang masuk ke dalam tubuh mereka melalui makanan.

Dengan menerapkan pola makan dan diet sehat, diharapkan angka obesitas dapat menurun dan otomatis kematian karena kondisi itu pun ikut menurun. Untuk mendukung program ini, kamu dapat melakukannya dengan membiasakan hidup sehat dengan mengurangi makanan-makanan cepat saji, memperbanyak makan sayur dan buah-buahan, hingga berbagi tips dan resep membuat makanan kaya akan gizi.

Dan, keempat, FAO mendorong masyarakat dunia untuk ikut mengadvokasi program “Zero Hunger.” Cara untuk membantu FAO mendengungkan kesadaran akan visi “Zero Hunger” dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Hal paling sederhana yang bisa kamu lakukan ialah dengan menginsiasi program pangan di lingkungan sekitar. Program itu bisa berupa inisiasi pembuatan lahan pertanian urban atau menyosialisasikan program makan dan diet sehat kepada masyarakat sekitar lingkunganmu. Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mengkampanyekan visi tersebut. Itu semua dikembalikan kepada seberapa besar pikiran kreatifmu.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai hari penting yang satu ini. Kalau mau menambah wawasanmu terkait berbagai hal, maka kamu wajib ikuti Quipper Blog. Di Quipper Blog, kamu akan menemukan berbagai informasi menarik dan pastinya dapat bermanfaat untuk menambah wawasanmu. Jadi, jangan sampai ketinggalan artikel di Quipper Blog ya, Quipperian!

Sumber:

Penulis: Muhammad Khairil