Tinggal di Negara dengan Ragam Budaya, Yuk Ikut Rayakan Hari Toleransi Internasional!

Hai Quipperian! Apa kabar semua? Apa kamu tahu di bulan November ini ada sebuah hari raya yang cocok untuk dirayakan karena bersemangatkan salah satu karakter bangsa Indonesia? Hari raya tersebut adalah Hari Toleransi Internasional. Hari raya yang jatuh setiap tanggal 16 November ini tentu memiliki keselarasan semangat dengan ciri bangsa Indonesia yang bhinneka atau beragam.

Nah, di edisi kali ini Quipper Blog akan mengajak Quipperian untuk berkenalan lebih dalam dengan Hari Toleransi Internasional. Lebih jauh lagi, melalui tulisan ini kita akan melihat bersama ragam tips aplikatif bagaimana kita dapat merayakan hari toleransi ini di sekolah. Bagaimana, sudah siap? Jadi, tunggu apalagi? Mari kita simak bersama, Hari Toleransi Internasional!

Kapan dan Mengapa Hari Toleransi Internasional?

Hari Internasional untuk Toleransi ditandai setiap tahun pada 16 November untuk menciptakan kesadaran tentang prinsip-prinsip toleransi. Ini adalah hari untuk menghormati budaya, keyakinan, dan tradisi orang lain dan memahami risiko yang ditimbulkan oleh intoleransi.

Peresmian hari ini dilakukan pada 16 November 1995, ketika negara-negara anggota Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mengadopsi Deklarasi Prinsip-prinsip Toleransi. Deklarasi itu menyerukan untuk merayakan hari internasional tentang masalah ini untuk mendidik masyarakat tentang nilai-nilai toleransi.

Toleransi berarti menghormati orang lain dan pendapat serta keyakinan mereka, yang mungkin berbeda dari miliknya sendiri. Ini adalah apresiasi dari berbagai latar belakang orang lain tanpa permusuhan atau prasangka apa pun.

Intoleransi adalah keengganan untuk menerima pandangan, keyakinan atau perilaku yang berbeda dari yang dimiliki seseorang. Ini menyiratkan ketidakpedulian terhadap keragaman dan pluralisme yang ada di masyarakat. Dapat diasumsikan berbagai bentuk, seperti diskriminasi dan marginalisasi kelompok minoritas, dan stereotip masyarakat berdasarkan preferensi etnis, seksual, dan budaya.

Intoleransi paling berbahaya ketika digunakan untuk tujuan politik. Intoleransi dapat timbul dari keinginan untuk menegaskan superioritas atas komunitas yang berbeda dari komunitasnya sendiri. Itu juga bisa berasal dari perkelahian antar komunitas atas sumber daya yang langka

Jadi, merayakan Hari Toleransi Internasional adalah merayakan kemampuan kita untuk menghormati salah satu kodrat hidup, perbedaan, dan keragaman makhluk beserta keadaan hidup.

Tips-tips Praktik Perayaan

  • Mainkan anak-anak dua potongan musik yang berbeda (pilihan guru): Saya suka yang satu ini karena … Bagikan tanggapan. Tanyakan: Mengapa pendapat kami tentang musik itu berbeda? Apa yang membentuk pendapat kami – keluarga, teman, minat, latar belakang, budaya, di mana kita tumbuh, dll?
  • Tampilkan kosakata toleransi (di atas kertas dalam tujuh warna pelangi dan dalam pilihan gaya): Minta anak untuk memilih satu kata dan diskusikan dengan pasangan apa artinya bagi mereka. Bagikan gagasan dan ide. Menggunakan kamus meminta anak-anak berpasangan atau kelompok untuk menyelidiki arti kata-kata. Bagikan definisi dan konfirmasi pemahaman.
  • Kotak Kata Toleransi (Sebelum pelajaran, cetak kata (lihat sumber tambahan), potong dan taruh di kotak):
  1. Mintalah siswa untuk duduk dalam lingkaran. Tempatkan halaman poster kosong yang besar di tengah lingkaran di lantai. Perkenalkan kotak kata ‘Toleransi’ dan jelaskan bahwa kotak tersebut akan diedarkan ke lingkaran. Jelaskan bahwa siswa sukarelawan harus memilih satu kata dari kotak dan membacanya untuk semua orang. Renungkan setiap kata bersama-sama dan masukkan kata-kata ke poster besar.
  2. Selanjutnya mintalah siswa untuk, dengan orang di sebelah kanan mereka, pilih satu kata dari poster dan bekerja sama untuk menghasilkan pertanyaan berdasarkan kata. Soroti kepada siswa untuk mencoba dan berpikir dari perspektif mereka sendiri. Misalnya, empati: Bagaimana saya bisa menunjukkan empati kepada seseorang? Adakah waktu ketika lebih mudah atau lebih sulit untuk menunjukkan empati? Minta siswa sukarelawan untuk berbagi pemikiran mereka. Tanyakan: Apakah ada pertanyaan baru yang muncul dari refleksi kita?

Nah, bagaimana Quipperian? Ternyata selain penting dan memupuk identitas kebangsaan kita, Hari Toleransi juga dapat dirayakan dengan praktik-praktik yang cukup sederhana. Tidak hanya di sekolah, kamu juga bisa mempraktikkannya di komunitas sekitar. Ayo, kita rayakan toleransi dalam kehidupan bersama yang bhineka, beragam, namun tetap satu Indonesia! Salam!

Sumber:

Penulis: Jan Wiguna

Lainya Untuk Anda

Apa Itu Generasi Milenial dan Perbedaannya dengan Generasi X dan Z?

6 Tips Tenang dan Fokus saat Ujian supaya Lancar Mengerjakan Soal!

Ragam Pidato Bertemakan Pendidikan untuk Memperingati Hardiknas