Ibu Kota Pindah ke Kalimantan? Ini Informasi Lengkapnya!

ibu kota

Halo, Quipperian! Gimana, sudah dengar kabar terbaru belum? Beberapa waktu lalu, Bapak Presiden RI, Joko Widodo, menetapkan kalau ibu kota akan pindah ke Kalimantan, lho, tepatnya ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara.

Wah, bagaimana nih perasaan kamu mengenai pemindahan ibu kota ini, Quipperian? Buat yang tinggal di Jakarta, mungkin akan berharap kalau pemindahan ini bisa mengurangi kemacetan, ya. Sementara untuk yang tinggal di Kalimantan, mungkin kamu berharap kalau pemindahan ini tidak akan mengganggu ekosistem alam yang masih sangat asri di sana. Sementara Pemerintah sendiri berharap dengan dilakukan pemindahan, pertumbuhan ekonomi Indonesia jadi lebih merata.

Nah, lalu bagaimana sih proses pemindahan ibu kota? Apa kelebihan dan kekurangan kalau ibu kota pindah? Apa saja syarat-syaratnya? Daripada penasaran, langsung saja simak pembahasan Quipper Blog tentang hal ini, ya.

Proses Pemindahan Ibu Kota

Nah, Quipperian, memindahkan ibu kota ke kawasan lain itu tidak semudah pindah rumah, lho. Ada banyak banget hal-hal yang harus dipersiapkan. Tidak hanya pembangunannya saja, tapi mentalitas warganya pun juga sudah harus siap.

Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan pemerintah menargetkan pemindahan ini bisa dimulai pada tahun 2020. Untuk itu, saat ini pemerintah sudah mulai menyiapkan landasan hukum seperti RUU mengenai status daerah khusus yang akan jadi ibu kota baru negara RI. 

Setelah tahun 2020 semua persiapan sudah selesai, tahun 2021 akan dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi. “Pada tahun 2024 kita akan mulai proses pemindahan,” kata Pak Bambang.

Untuk zonasi kawasan inti pusat pemerintahan, ada 2000 hektare lahan yang disediakan. Lahan ini akan berisi Istana Negara, kantor lembaga negara (eksekutif, legislatif, yudikatif), taman budaya, dan kebun raya.

Lalu, memasuki tahun 2025-2029, pemerintah akan masuk ke tahapan berikutnya yakni membangun properti. Lahan yang disediakan 40.000 hektare dan akan dibangun perumahan TNI/ASN/Polri, fasilitas pendidikan dan kesehatan, juga pangkalan militer. 

Berlanjut ke tahun 2030-2045, tahapan selanjutnya adalah pembangunan beberapa instrumen berupa taman nasional, konservasi orang utan, perumahan non-ASN (Aparatur Sipil Negara), dan wilayah pengembangan terkait dengan wilayah sekitar. 

Kalau dihitung-hitung, setidaknya kita butuh 25 tahun untuk menjalani proses pemindahan ini, Quipperian. Wah, waktu yang sangat lama, ya? Biaya yang dibutuhkan pun tidak sedikit. Sekiranya 323-466 triliun rupiah yang harus dikeluarkan untuk melakukan pemidahan ini. 

 

Kelebihan dan Kekurangan 

Pemindahan ibu kota ini tentu saja punya kelebihan dan kekurangan. Apa saja?

Kelebihan:

  • Mendorong penyebaran penduduk sehingga pembangunan lebih merata.
  • Masih banyak lahan kosong di Kalimantan sehingga perencanaan masih bisa dibuat lebih ideal dan optimal karena tidak berkaitan dengan warisan beban dan masalah perkotaan seperti di Jabodetabek.
  • Kontrol pemerintah jadi lebih kuat karena lahannya belum banyak dimiliki swasta.
  • Pulau selain Pulau Jawa bisa dapat kesempatan untuk jadi prioritas dibanding sebelumnya. 

Kekurangan:

  • Pemerintah akan mengalami kesulitan logistik untuk pengadaan bahan dan SDM pembangunan karena lintas pulau.
  • Biaya transportasi logistik jadi lebih mahal karena harus via kapal atau pesawat.
  • Anggaran yang dibutuhkan cukup besar.

 

Syarat-syarat Pemindahan

Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ada beberapa syarat terkait pemindahan ibu kota, di antaranya:

  1. Lokasi yang strategis berada di tengah Indonesia.
  2. Penduduknya harus punya tingkat toleransi yang baik.
  3. Daerah punya risiko kecil terhadap bencana alam.
  4. Daerah harus memiliki lahan kosong minimal 60.000 hektare.

 

Negara yang Sudah Pernah Melakukan Pemindahan

Quipperian, sebenarnya sudah banyak negara yang melakukan pemindahan dan sukses. Bahkan, negara Indonesia sendiri pun sejak dulu sudah beberapa kali berganti ibu kota. Berikut ini beberapa negara yang sudah pernah melakukan pemindahan:

  • Indonesia : Jakarta (1945) – Yogyakarta (1946) – Bukittinggi (1948) – Yogyakarta (1949) – Jakarta (1949-sekarang).
  • Australia : Melbourne ke Canberra (1927).
  • Pakistan : Karachi ke Islamabad (1959).
  • Brazil : Rio de Janeiro ke Brasilia (1960).
  • Nigeria : Lagos ke Abuja (1980).
  • Kazakhstan : Almaty ke Astana (1992).
  • Myanmar : Yangoon ke Naypytaw (2005).

 

Dampak Positif dan Negatif

Tentu saja akan ada dampak positif dan negatif dari pemindahan ini, Quipperian. Kira-kira apa saja ya dampak positif dan negatifnya?

Dampak Positif:

  • Mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.
  • Terjadi pemerataan pembangunan di antardaerah.
  • Pusat pertumbuhan ekonomi yang baru.
  • Sisi pertahanan tidak hanya ada di Pulau Jawa saja.
  • Meringankan beban Jakarta dari sisi sosial dan ekonomi.

Dampak Negatif:

  • Akan membebani APBN.
  • Risiko terjadi gangguan operasional kegiatan pemerintahan apabila pemindahan tidak berjalan lancar.
  • Risiko kerusakan lingkungan di wilayah baru.
  • Gejolak sosial budaya di daerah baru.

 

Jadi gimana kesimpulan kamu Quipperian? Sebenarnya harus tidak sih dilakukan pemindahan? Berdasarkan peninjauan di atas, memang ada baiknya agar pertumbuhan ekonomi tidak terpusat di Pulau Jawa saja, ya. Tapi mudah-mudahan dengan adanya pemindahan ini, pemerintah masih memperhatikan kelestarian lingkungan yang masih sangat asri di Kalimantan.

 

Buat kamu yang masih mau baca artikel menarik lainnya, langsung saja kunjungi Quipper Blog, ya!

 

 

Penulis: Serenata