Jangan Takut! kalian Harus Lebih Bijak Menghadapi Senioritas!

Jangan Takut! kalian Harus Lebih Bijak Menghadapi Senioritas!

Quipperian, bagi kalian semua yang mungkin sekarang baru masuk SMA, baru masuk dunia kuliah, atau baru masuk organisasi kampus/sekolah, atau baru masuk bimbel, pasti pernah mengalami rasanya masuk ke lingkungan baru yang betul-betul asing.

Pasti kalian merasakan rasa enggan, was-was, sungkan, canggung yang mungkin menghantui kalian. Tapi, dari semua perasaan nggak enak waktu masuk ke lingkungan baru, sepertinya nggak ada yang bisa mengalahkan rasa takut dengan tekanan dari pihak senior.

Kita paham banget kok, betapa para junior kadang merasa jengkel banget dengan sikap-sikap jahil senior yang suka menggoda iseng, ngerjain nggak lucu, hazing, bullying, malak, berantem, atau yang intinya menjadikan para junior ini jadi target dan ajang pamer kekuasaan.

Iya, Quipper Video Blog ngerti kok emang ada fenomena yang kadang mungkin nyebelin bagi kalian yang sekarang ini masih berstatus sebagai “junior.” Fenomena seperti ini memang sudah turun-temurun terjadi dari zaman dinosaurus sampai sekarang, lho! Dari mulai kecenderungan para senior yang ingin menyalahgunakan posisinya jadi cenderung menindas yang junior. Parahnya, yang junior juga pasrah sambil berharap untuk cepat-cepat cepetan ada junior baru biar bisa bales dendam ke mereka. Nah ini, budaya senioritas ini berputar terus antar generasi dan ngnggak ada habis-habisnya.

Kamu Anak Sekolah yang Mau Jadi Anak Kuliahan? Jangan Takutkan Mitos Ini!

Kenapa ada fenomena senioritas?

Sebelum dibahas lebih jauh tentang pertanyaan ini, Quipper Video Blog mau menekankan terlebih dahulu jika definisi “senioritas” yang Quipper Video Blog maksud di sini bukan cuma sebatas stigma negatif yang secara umum dipikirkan seputar penyalahgunaan kekuasaan, hazing, bullying, dsb.

Tapi, justru lebih ke arah hubungan interaksi antar kelompok yang memiliki jenjang umur serta pengalaman yang berbeda dalam lingkungan yang sama. Nah, dalam pengertian tersebut budaya senioritas ini bisa ditelusuri dari perspektif anthropology maupun biologis.

Budaya ini diperkirakan sudah ada sejak jaman hunter-gatherer (berburu-mengumpul) sekitar 80.000–12.000 tahun yang lalu. Tahu kan sejarahnya? Zaman itu terjadi ketika manusia masih hidup dalam kelompok kecil-kecil, dan menggantungkan hidupnya dengan berburu dan mengumpulkan makanan dari alam.

Nah, pada periode tersebut, manusia mengalami peningkatan kemampuan adaptasi yang luar biasa, dimulai dari terciptanya sistem agrikultur, taktik berburu, dan yang paling penting adalah transisi budaya yang terjadi secara turun-temurun!

Nah, sekarang coba pikirin deh, kenapa kebudayaan manusia bisa berkembang seiring berjalannya waktu? Ya, pasti karena adanya transfer ilmu pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman dari generasi sebelumnya ke generasi selanjutnya. Bayangkan, kalau tidak ada transfer ilmu pengetahuan. Ilmu seseorang hanya berhenti di satu orang atau generasi itu aja. Ketika orang itu mati, manusia-manusia lain harus eksplor dan mulai dari awal lagi untuk discover ilmu yang sama.

Gimana cara beradaptasi di lingkungan yang baru?

Bagi  kalian yang sekarang mungkin masih berstatus sebagai junior, entah itu karena kalian baru saja masuk ke lingkungan kampus, baru masuk SMA, atau masuk organisasi tertentu. Idealnya, memang ada tantangan tersendiri buat beradaptasi. Apalagi kalau kalian tahu bahwa budaya interaksi antara senioritas dalam lingkungan tersebut kurang bersahabat bagi junior.

Nah, terus sikap seperti apa nih yang sebaiknya kalian lakukan ketika berada dalam kondisi seperti itu? Pertama, sebelum  kalian  coba berinteraksi dengan senior, ada satu hal yang perlu  kalian  pahami. Bahwa, dari pihak junior maupun senior itu memiliki kebutuhan dan kepentingannya masing-masing.

shutterstock_292067969_800x533

Sebagai junior itu Quipper Video Blog bisa mengerti kok kalau kalian butuh diterima, butuh pengakuan, butuh ditemenin, dan sebagainya. Sedangkan yang junior juga paham bahwa senior itu punya pengalaman bisa dibagikan, butuh dihargai, butuh dihormati (dalam taraf yang wajar dan nggak berlebihan, ya), dan emang pengen juga sharing tentang pengalaman dan ilmu yang mereka punya.

Dengan  kalian  paham bahwa ada 2 kepentingan dan kebutuhan di setiap lingkungan yang  kalian  hadapi,  kalian  akan lebih bisa melihat situasi secara komprehensif. Nah, sebenarnya ada saran dari Quipper Video Blog tentang bagaimana cara taktis buat bisa beradaptasi dalam lingkungan yang baru terutama dalam berinteraksi dengan mereka yang lebih senior.

Bersikap Ramah

Yes, caranya cuma satu!  kadang sebetulnya hal yang paling simpel seperti  ini justru sering dilewatkan. Being nice di sini maksudnya bukan berarti harus jadi penjilat, nunduk, atau cari perhatian, dsb. Berdasarkan perspektif Efek Ramah, menurut Quipper Video Blog sih kalian coba untuk memberikan tanda bahwa “Eh ternyata senior itu orang yang nyenengin lho!

Tanda itu bisa kalian bisa hadirkan dengan berbagai cara seperti cara kalian senyum, bahasa tubuh, cara  kalian berbicara, nada bicara, kosakata yang kalian gunakan, mimik muka, cara kalian berpakaian, dsb. Percaya saja, walaupun kalian pikir itu adalah hal-hal sepele yang nggak ngaruh, tapi sebetulnya itu justru sangat berperan waktu orang pertama kali menilai kalian.

Sekarang  kalian bisa bayangin nih, anggap saja kalian sebagai senior yang dihadapkan dengan dua tipe junior. Tipe yang pertama junior yang sejak awal sudah kasih kesan yang menyenangkan, orangnya asyik, kocak. Pokoknya kalau ada orang ini suasana pasti jadi seru, deh. Dengan adanya orang baru yang asik, tentunya  kalian  juga akan menyambut dengan baik kehadiran mereka di tengah lingkungan.

Nah, sebaliknya kalau ada junior yang dari awal masuk ke lingkungan baru sudah masang muka jutek, cemberut, menaruh peralatan sembarangan, sampah tidak dibuang di tempatnya. Intinya, sejak awal sudah memberikan kesan yang nggak enak buat lingkungan.

Jadi, jika kalian berada di posisi senior pasti kalian sudah males duluan kan berinteraksi dengan junior yang seperti itu?

jadi, pertanyaannya, kalian mau jadi junior yang tipe seperti apa? Jawabannya sih terserah kalian. Tapi, kalau memang tujuan kalian itu untuk bisa masuk dan diterima secara positif di lingkungan yang baru, saran Quipper Video Blog sih, kalian manfaatkan Efek Ramah tersebut untuk membuat  kalian  jauh lebih mudah beradaptasi di lingkungan yang baru.

Penulis: Sritopia



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang