Karena Ilmu Pengetahuan Begitu Luas, Kamu Hanya Butuh 5 Hal Ini untuk Menguasainya!

Karena Ilmu Pengetahuan Begitu Luas, Kamu Hanya Butuh 5 Hal Ini untuk Menguasainya!
Quipperian! Menurut Ali Bin Abi Thalib ada syarat mencari ilmu yakni cerdas, giat/rajin ( semangat ), sabar, bekal ( biaya ), petunjuk dari guru, dan waktu yang lama. Nah, sayarat tersebut disampaikan oleh Ali Bin Abi Thalib via syairnya yang terjemahannya ” Tidak akan berhasil seseorang dalam mencari ilmu kecuali dengan enam syarat, maka akan saya sampaikan kepadamu keseluruhan syarat-syarat tersebut dengan jelas. Cerdas, giat, sabar, mempunyai biaya, adanya petunjuk dari seorang guru, dan dalam waktu yang lama.

Syarat-syarat tersebut berlaku untuk syarat mencari ilmu agama maupun ilmu umum. Nah, untuk lebih jelasnya simak sedikit penjelasan di bawah ini :

1. Cerdas

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdikbud, cerdas dapat diartikan sebagai sempurna dalam perkembangan akal dan budi (untuk berpikir, mengerti ). Anak/Orang yang cerdas juga dapat diartikan sebagai manusia yang tajam pikirannya, sehingga dapat mengingat, menghafal, dan memahami apa yang dipelajarinya dengan cepat.

Selain definisi di atas, kecerdasan (intellegensi) adalah kemampuan untuk memahami keterkaitan antara berbagai hal, kemampuan untuk mencipta, memperbaharui, mengajar, berpikir, memahami, mengingat, merasakan, berimajinasi, memecahkan permasalahan, dan kemampuan untuk mengerjakan berbagai pekerjaan dalam berbagai tingkat kesulitan.

Dari definisi tersebut sangatlah tepat apa yang dikemukakan oleh Ali Bin Abi Thalib, bahwa cerdas ditempatkan pada syarat yang pertama dalam menuntut ilmu. Jika anak/orang memiliki kecerdasan yang tinggi maka akan cepat menyerap ilmu yang sengaja dipelajari maupun yang tidak sengaja dipelajari, sebaliknya jika seseorang memiliki kecerdasan yang rendah maka akan lebih membutuhkan waktu lama dalam menyerap suatu ilmu.

2. Sabar

Quipperian, ada beberapa definisi/pengertian sabar yang dimaksud oleh Ali Bin Abi Thalib. Pertama, sabar atau tahan dalam menghadapi cobaan, tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, dan tidak patah hati. Kemudian Sabar dengan tetap dan teguhnya dorongan keagamaan dalam menghadapi dorongan hawa nafsu.

Definisi sabar menurut bahasa adalah bahwa sabar berasal dari bahasa Arab yakni “Shobaro” yang sudah menjadi bentuk infinitif (masdar) Shobron. Dari segi bahasa sabar berarti menahan atau mencegah. Kata sabar sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia.

Menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.

Kenapa Harus Belajar Ilmu Komunikasi di Kampus Nanti?

3. Biaya

Biaya pada poin ini diartikan sebagai ongkos yang mencukupi untuk biaya hidup. Sekiranya orang yang akan mencari/menuntut ilmu  tidak lagi membutuhkan pertolongan dari orang lain dalam masalah rejeki. Jika pencari ilmu, dalam hal ini kalian atau para siswa yang masih duduk di bangku SD, SLTP, dan SLTA mungkin masalah biaya sudah ditanggung oleh orang tuanya atau walinya. Dengan demikian, maka seorang pelajar dapat fokus dalam setiap harinya untuk belajar. Apalagi saat sekarang banyak siswa yang menerima BSM.

Seseorang yang sedang mencari ilmu disyaratkan untuk mempunyai biaya (ongkos). Dimaksudkan supaya orang tersebut bisa berkonsentrasi secara penuh dalam mencari ilmu (belajar) sehingga tidak terganggu dengan pemikiran-pemikiran yang lain yang bisa mengganggu dalam proses belajarnya.

Seseorang tidak mungkin bisa menuntut ilmu dengan baik apabila dia tidak mempunyai biaya untuk membeli alat-alat kebutuhan belajar, seperti buku pelajaran misalnya, atau seseorang tidak akan bisa belajar dengan tenang apabila dia kekurangan uang untuk kebutuhan sehari-hari, seperti halnya kebutuhan untuk makan.

Jadi, kalau secara logika  tidak mungkin seseorang bisa belajar dengan baik apabila konsentrasinya masih terpecah dalam masalah biaya kehidupannya, kalaupun orang tersebut bisa menutupi kekurangannya dalam hal biaya (ongkos) ini dengan bekerja sambilan, tetap saja akan mempengaruhi konsentrasinya dalam belajar, sebab orang tersebut konsentrasinya terpecah antara bagaimana cara mencari biaya hidup dengan bagaimana agar pelajaran yang dia dapat bisa dikuasai dengan baik.

Pepatah Jawa mengatakan “jer basuki mowo beo,” kesuksesan atau kejayaan tidak akan pernah bisa tercapai kecuali dengan adanya biaya. Kiranya, hal ini tepat adanya bila dicocokkan dengan persyaratan bulghoh/bekal,sebagaimana ongkos (biaya) mempunyai andil yang sangat besar dalam mencapai kesuksesan atau kejayaan.

10 Jurusan SBMPTN Favorit Sepanjang Masa

4. Guru

Guru adalah orang yang bertanggung jawab terhadap upaya perkembangan jasmani dan rohani siswanya agar mencapai tingkat kedewasaan, sehingga ia mampu menunaikan tugas-tugas kemanusiaannya.  Guru bertanggung jawab tidak sebatas dinding sekolah, tetapi juga di luar sekolah.

Hal ini mau tidak mau menuntut guru agar selalu memperhatikan sikap, tingkah laku, dan perbuatan anak didiknya tidak hanya di lingkungan sekolah, tapi juga di luar sekolah. Dengan kata lain, tugas guru adalah melahirkan atau membentuk manusia yang pandai dan berbudi mulia serta taat kepada Tuhan.

Sehingga mereka (siswa) menjadi manusia yang berguna, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain, serta yang tidak kalah pentingnya ialah manfaat untuk agamanya sehingga mereka mampu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Guru mempunyai peranan sangat penting dalam proses belajarnya para siswa/pelajar, memang benar ada sesorang yang dapat belajar tanpa guru (otodidak ). Tapi, model belajar tanpa guru sangatlah rentan dengan kekeliruan.

Jika kalian ingin belajar otodidak tentang kajian ilmu positif apapun dengan sumber buku, internet, dan lain-lain sebaiknya apa yang telah kalian pelajari dan pahami, tanyakanlah tentang kebenarannya  kepada seseorang/guru yang ahli di bidangnya.

5. Waktu

Hal yang dimaksud dengan waktu lama adalah bahwasanya di dalam mencari ilmu apabila seseorang menginginkan agar benar-benar menguasai suatu ilmu maka haruslah mempelajari ilmu tersebut dalam waktu yang relatif lama, sebab hal-hal yang berhubungan dengan ilmu tersebut sangat banyak sehingga tidak bisa ditempuh dalam waktu yang singkat.

Coba kalian hitung berapa banyak disiplin ilmu yang ada dari jenjang pendidikan yang terendah sampai tertinggi baik di jenjang pendidikan formal maupun non formal. Mungkin semakin banyak kita belajar maka kita akan semakin merasa bodoh karena begitu banyaknya ilmu yang sebelumnya kita belum pernah mengetahuinya.

Penulis: Sritopia



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang