Lebaran Telah Tiba! Yuk Maknai Idul Fitri Lebih Dalam Lagi


Quipperian! Setelah selesai dengan melaksanakan iabadah puasa selama sebulan, tiba waktunya kita menjemput hari kemenangan atau Idul Fitri. Tapi, tahukah para Quipperian makna yang mendalam tentang Idul Fitri atau Lebaran? Yuk, kita pelajari sama-sama pada artikel ini.

Arti, makna, hakikat dan hikmah Hari Raya Idul Fitri Lebaran bisa berbeda-beda antara individu satu dengan individu lainnya. Masing-masing umat Muslim tentu punya perspektif dan cara pandang yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Tapi yang jelas, Nabi Muhammad Saw dalam sejarah idul fitri pertama kalinya punya tujuan dan maksud tersendiri dengan adanya hari raya bagi umat Islam. Dalam Al Quran, makna dan hikmah Idul Fitri tidak dijelaskan secara gamblang.

Hanya saja, dalam sebuah riwayat hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan An Nasa’i, Rasulullah Muhammad Saw pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya (baca: Nairuz dan Mahrajan, hari raya masyarakat Arab sebelum Islam datang) dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

Dengan literasi yang minim tentang makna dan hikmah hari raya idul fitri yang dijelaskan secara gamblang, masing-masing umat Islam tentu punya tafsir yang berbeda untuk memaknai idul fitri. Atau bahkan, masing-masing individu punya pengalaman spiritual tentang hakikat Lebaran.

Dalam bahasa Jawa, idul fitri identik dengan istilah Lebaran yang berarti “selesai”. Hal itu untuk menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan dengan puasa penuh selama 30 hari dengan pesta kemenangan.

Banyak umat Muslim yang berpandangan umum seperti ini. Manusia selama Ramadhan diminta untuk jihad, berjuang melawan hawa nafsu berupa makan dan minum, serta tidak berhubungan suami-istri.

Setelah berjuang melawan nafsu tersebut, umat Islam merayakan kemenangannya melalui hari raya Lebaran. Umat Muslim justru diharamkan untuk puasa pada hari raya Idul Fitri.

Ibarat manusia, lahir kembali menjadi bayi.

Selama Ramadan, manusia diminta untuk tidak makan, tidak minum, tidak mengumbar hawa nafsu (hubungan suami-istri) dan hal-hal yang melanggar dosa lainnya. Artinya, manusia diminta untuk mengikis diri yang serba material (kulit, tulang, dan segala sifat material tubuh).

Dengan mengikis diri, manusia diajak untuk melakukan dematerialisasi atau ruhanisasi yang pada akhirnya bisa kembali kepada Tuhan yang Maha Esa. Setelah proses menuju Allah tercapai, maka diri ini adalah fitri.

Maka, Cak Nun sebetulnya berpendapat, Idul Fitri mestinya tidak ada. Sebab, setelah proses puasa Ramadan berhasil mencapai Tuhan dari hasil pengikisan diri, maka secara otomatis manusia akan fitri, fitrah, kembali ke asal muasal, yaitu Tuhan itu sendiri.

Namun, manusia diakui punya dua sisi fitrah, yaitu wadag (material) dan ruh (imaterial). Dengan demikian, idul fitri yang artinya hari pesta atau yaumul haflah diperlukan untuk merayakan hari kemenangan pada sisi wadag.

Lagipula, Nabi Muhammad Saw sudah menetapkan Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal sebagai hari raya umat Islam sedunia. Semoga, kita bisa mencapai fitrah dalam merayakan Idul Fitri dan mau memaafkan dosa-dosa kerabat, serta semua manusia.

Makna Lebaran dari Tradisi

Kini, Idul Fitri akan menjumpai kita. Bersama-sama dengan umat Islam semuanya dari segala arah dan penjuru dunia dari Sabang sampai Merauke tak henti-hentinya mengumandangkan alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil.

Bahkan sebagaian masyarakat pada malam hari raya tiba melakukan takbir keliling yang sudah menjadi budaya. Ini sesungguhnya merupakan manifestasi kebahagiaan setelah berhasil memenangi ibadah puasa. Juga sebagai bentuk ungkapan rasa syukur pada Allah SWT atas kemenangan besar yang diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa ramadan selama satu bulan penuh.

Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT. Kalimat tasbih dan tahmid, kita tujukan untuk menyucikan Allah dan semua yang berhubungan dengan-Nya.

Tidak lupa puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambaNya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan bahwa Dia Dzat yang maha Esa dan maha kuasa.

Makna Idul Fitri dari Bahasa

Hari raya Idul Fitri merupakan puncak pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada – yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci.

Fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasulullah SAWyang artinya :”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” Dalam Riwayat lain: “Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil.” (HR Bukhari).

Dengan demikian, makna Idul Fitri adalah hari raya saat umat Islam kembali berbuka atau makan. Karena itu salah satu sunnah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum walaupun sedikit. Ini menunjukkan bahwa hari raya idul fitri 1 syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Sedangkan kata Fitri yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasulullah SAW yang artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alayh). Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh).

Kesimpulannya, Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah). Slamat Idul Fitri Quipperian!

Penulis: Sritopia

Lainya Untuk Anda

Apa Itu Generasi Milenial dan Perbedaannya dengan Generasi X dan Z?

Ragam Pidato Bertemakan Pendidikan untuk Memperingati Hardiknas

Apakah Usia Remaja Boleh Fitness atau Ikut Gym?