Mengenal Nelson Mandela, Tokoh Dunia yang Menjunjung Tinggi Perdamaian & Keadilan

Nelson Mandela merupakan Presiden Afrika Selatan pada tahun 1994-1999. Ia merupakan presiden kulit hitam pertama bagi Afrika Selatan. Perjuangannya masuk ke dunia politik tidak mudah, ia harus masuk penjara terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa menjadi presiden. Yuk, simak kisah lengkapnya di bawah ini.

Quipperian, era tahun 1800-an bisa dibilang menjadi masa-masa gelap, bagi mereka yang berkulit hitam. Seolah berbeda dengan orang-orang kebanyakan, mereka diperlakukan tidak seharusnya oleh yang berkulit putih. Hal ini bermula di abad ke-17 tepatnya di Amerika Serikat, ketika Amerika Serikat mulai menerapkan sistem perbudakan di negara mereka. Sedihnya, mereka yang berkulit hitamlah yang dijadikan sasaran bagi rakyat Amerika Serikat yang saat itu didominasi oleh para kulit putih. 

Status perbudakan ini terjadi karena umumnya mereka yang berkulit hitam adalah imigran atau keturunan Afrika yang berada di Amerika Serikat. Afrika sendiri pada saat itu menjadi negara yang dianggap miskin dan terbelakang jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.

Ternyata, rasisme yang terjadi di awal abad 17 tersebut tidak berhenti sampai di situ saja. Hal tersebut terus bergulir bahkan bisa dibilang sampai sekarang tidak hilang sepenuhnya. Tahun 50-60an juga kental dengan nuansa rasisme. Namun, bagi mereka yang tinggal di Amerika Serikat, hal tersebut merupakan hal yang biasa. Kalau kalian menonton film berjudul 42, di film tersebut jelas menggambarkan cerita seorang atlet Baseball yang diremehkan dan dikucilkan karena dirinya adalah seorang yang berkulit hitam.

Meski kental dengan latar belakang rasisme, tidak menutup kemungkinan bagi orang berkulit hitam untuk bisa jadi orang hebat atau legendaris. Sebut saja Nelson Mandela. Kamu tentu tahu kan, Nelson Mandela terkenal sebagai salah satu tokoh legendaris yang dikagumi banyak orang. Lantas, siapa sosok Mandela yang sebenarnya? Yuk, simak ulasannya dalam artikel ini! 

Mengenal Nelson Mandela Remaja

Quipperian, dunia memang harus berevolusi, ketidakadilan dan keseteraan memang harus dijunjung tinggi di muka bumi, setidaknya itulah semangat yang dulu dimiliki seorang bernama pemuda Afrika bernama Nelson Mandela. Memiliki nama lengkap Nelson Rolihlahla Mandela, ia lahir di sebuah desa bernama Mvezo, wilayah tenggara Afrika Selatan yang dikenal sebagai Transkei.

Mandela remaja menempuh pendidikan di Qunu. Lalu selang beberapa tahun kemudian, Mandela berupaya mendapatkan gelar Bachelor of Arts di University College Fort Hare. Sayangnya, hal tersebut gagal ia wujudkan karena dirinya bergabung dengan aksi protes mahasiswa.

Dirinya sempat berseteru dengan raja di Great Place, Mqhekezweni. Hal tersebut membuat dirinya mau tidak mau harus angkat kaki dan ia memilih Johannesburg untuk tinggal sementara dan bekerja sebagai petugas keamanan tambang.

Masuk Dunia Politik

Mandela bisa dibilang memiliki pribadi yang pemberontak. Dirinya merasa banyak ketidakadilan yang menerpa kaumnya. Atas dasar itulah akhirnya ia aktif terlibat dalam gerakan anti-apartheid dan bergabung dengan Kongres Nasional Afrika (ANC) pada tahun 1942. Ini merupakan awal mula karirnya di dunia politik.

Di ANC sendiri ada sekelompok pemuda yang menyebut diri mereka sebagai Liga Pemuda Kongres Nasional Afrika (ANCYL). Gerakan tersebut merupakan gerakan akar rumput masal untuk menggelar boikot, pemogokan, pembangkangan, dan tidak bekerja sama.

Gerakan ini pada dasarnya memiliki tujuan untuk sebuah keadilan yang bertujuan penuh mencapai kebijakan kewarganegaraan, redistribusi tanah, hak-hak serikat pekerjaan, dan pendidikan gratis serta wajib bagi semua anak. 

Terang saja, berbeda dengan negara lain, Afrika bisa dibilang negara yang memiliki kesenjangan pendidikan dan ekonomi yang amat terbelakang kala itu. Selama kurang lebih 20 tahun, Mandela memperjuangkan aspirasinya, mengarahkan tindakan damai, tanpa kekerasan, menentang pemerintah Afrika Selatan dan kebijakan rasialnya.

Namun, berjuang untuk mencapai sebuah negara yang demokratis, adil, dan makmur tentu saja memiliki risiko yang tinggi. Setelah Mandela mendirikan firma hukum Mandela and Tambo, dengan bermitra bersama Oliver Tambo, rekan mahasiswanya di Fort Hare, pada tahun 1956, Mandela dan 150 orang lainnya ditangkap atas tuduhan berkhianat.

Menjadi Presiden Kulit Hitam Pertama di Afrika Selatan

Sumber: https://commons.wikimedia.org

Singkat cerita, setelah dirinya digulirkan sana sini karena isu perpolitikan hingga keluar masuk penjara karena suara dan pergerakannya yang lantang, akhirnya Mandela sampai pada titik di mana semua perjalanannya terbayarkan. Tahun 1994, Afrika Selatan menggelar pemilu secara demokratis untuk pertama kalinya.

Pada saat itulah Nelson Mandela terpilih menjadi presiden kulit hitam yang pertama pada 10 Mei 1994, ketika usianya yang sudah tidak muda lagi, yaitu 77 tahun. Di masa pemerintahannya dari 1994 hingga akhir pemerintahannya yaitu Juni 1999, Presiden Mandela bekerja keras untuk mewujudkan transisi dari aturan minoritas dan apartheid menjadi aturan mayoritas kulit hitam.

Pada tahun 1996, Mandela menandatangani undang-undang konstitusi baru untuk negara, mendirikan pemerintahan pusat yang kuat, dan menjamin hak-hak minoritas serta kebebasan berekspresi. Lalu, akhirnya sesuai dengan janjinya, Mandela mengundurkan diri pada 1999 setelah satu masa jabatan sebagai presiden.

Nelson Mandela wafat Pada 5 Desember 2013 di usia 95 tahun. Ia wafat setelah menderita infeksi paru-paru pada Januari 2011. Nelson Mandela akan selalu dikenang sebagai revolusioner perdamaian bagi bangsa Afrika maupun bagi dunia.

Kutipan Populer Nelson Mandela

  1. “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia.”
  2. “Kemuliaan terbesar dalam hidup tidak terletak pada keberhasilan kita untuk tidak jatuh, tetapi bangkit setiap kali jatuh.”
  3. “Setelah mendaki bukit tinggi, seseorang akan menemukan bahwa masih ada banyak bukit yang harus didaki.”
  4. “Jika kamu ingin berdamai dengan musuhmu, kamu harus bekerja dengannya. Dia pun akan menjadi rekanmu.”
  5. “Jangan nilai saya menurut keberhasilan saya, nilailah saya berdasarkan berapa kali saya jatuh dan bangkit lagi.”

Quipperian, itulah sepenggal kisah dari seorang nasionalis yang menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan dunia yang telah melalui sekelumit kisah dalam perjuangannya semasa hidup. Tentu saja, banyak kisah yang bisa kita ambil dari seorang Nelson Mandela, Quipperian.

Kamu juga bisa memulai perjuanganmu untuk bangsa Indonesia dimulai dengan belajar dengan tekun dan sebagai pemuda penerus bangsa yang harus selalu haus akan ilmu pengetahuan. Subscribe Quipper Video agar proses belajarmu semakin menyenangkan ditemani oleh tutor-tutor menyenangkan pula, yuk. Semangat!

Sumber:

Penulis: Habsi


KODE PROMOSI AKUMAU TOP BANNER