Sejarah Sepak Bola Indonesia

Foto: Freepik.com

Membicarakan si kulit bundar emang enggak pernah ada habisnya ya, Quipperian. Apalagi kalau 1 kubu suporter ketemu sama suporter lainnya, pasti langsung seru membicarakan sejarah pencapaian klub masing-masing. Enggak ada salahnya lho, kalau kamu jadi fans klub sepak bola yang loyal, asalkan tetap suportif dan menghargai suporter klub sepak bola lainnya. 

Sepak bola mempunyai sejarah panjang dalam peradaban hidup manusia. Termasuk dalam hal budaya dan gaya hidup masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara yang masyarakatnya sangat menggemari olahraga sepak bola. Apalagi kalau lagi ada perhelatan internasional yang melibatkan Timnas Indonesia, pasti para suporter Timnas, enggak segan-segan untuk mendukung sepenuh jiwa raga. 

Sebelum masuk ke sejarah sepak bola di Indonesia, buat kamu yang masih asing dengan olahraga si kulit bundar, kita bakalan sedikit membahas gambaran sepak bola secara umum terlebih dahulu.

Posisi dan Jumlah Pemain dalam Sepak Bola

Foto: Unsplash.com

Quipperian, kamu pasti tahu, kan kalau pemain sepak bola terdiri dari 11 orang dan bentuk formasinya ditentukan tim masing-masing. Namun, biasanya formasi sebuah tim sepak bola terdiri dari: seorang penjaga gawang, 2-4 orang pemain bertahan, 2-4 orang pemain tengah dan 1-3 orang pemain penyerang. 

Penjaga gawang adalah satu-satunya pemain yang boleh memegang bola untuk melindungi gawang dari serangan tim lawannya. Biasanya penjaga gawang memakai seragam yang berbeda dari pemain lainnya. 

Pemain bertahan bertugas menjaga pertahanan dari tim lawan. Pemain tengah dibagi lagi dengan yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang dekat dengan pemain bertahan, sedangkan sesuai dengan namanya penyerang memiliki tugas untuk mencetak gol ke gawang tim lawan.

Sejarah Sepak Bola di Indonesia

Foto: Unsplash.com

Quipperian, sepak bola Indonesia dimulai sejak tahun 1914, kala itu negara kita, Indonesia masih dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda. Kompetisi antar kota di jawa tersebut hanya dijuarai oleh dua tim atau didominasi dua tim saja, yaitu Batavia City, Soerabaja City.

Nah, sejarah sepak bola modern Indonesia sendiri dimulai pada 19 April 1930, yakni ketika PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) terbentuk. Persatuan ini terbentuk di Yogyakarta dan diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo. Bisa dibilang, PSSI lahir, karena adanya kepentingan para politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih – benih nasionalisme di hati para pemuda Indonesia melalui olahraga sepak bola.

Singkat cerita, pasca Soeratin Sosrosoegondo wafat, tim nasional sepak bola Indonesia tidak banyak mencetak prestasi, sebab pembinaannya tidak dibarengi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi.

Di era sebelum tahun 1970-an, pemain-pemain sepak bola Indonesia bahkan sempat bersaing dalam kompetisi internasional. Sebut saja Ronny Pattinasarani, Tan Liong Houw, Ramang, dan Sucipto Suntoro.

Lalu, seiring berjalannya waktu, PSSI memperluas kompetisi dalam negeri, misalnya dengan menyelenggarakan Liga Super Indonesia, aktif mengadakan kompetisi sepak bola wanita, dan kompetisi dalam kelompok usia tertentu (U-15, U-17, U-19, dst).

Sayangnya, sejarah panjang sepakbola Indonesia belum mampu mengubah prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional. Butuh manajemen bola yang bertekad untuk merubah institusi sepak bola Indonesia menjadi lebih baik lagi. Namun, tidak ada kata terlambat bagi kita sebagai generasi penerus untuk menyelamatkan dan meraih tempat di kancah internasional. 

Sebagai penerus bangsa, kita harus melanjutkan perjuangan para pendahulu kita, untuk menempatkan sepak bola Indonesia di persaingan liga sepak bola dunia, Quipperian. Semangat, ya!

Buat kamu yang mau baca artikel menarik lainnya, langsung saja kunjungi situs web Quipper Blog.

Penulis: Habsi