Apa Itu To Do List dan Gimana Cara Membuatnya?

To do list

Quipperian, sebagai seorang siswa zaman now, pastinya sibuk itu bukan lagi kata asing, ya. Gimana enggak asing, wong tiap hari pasti kamu mengalami “kesibukan”, kan? Mulai dari berangkat sekolah sejak pagi hari, pulang sekolah, lanjut lagi ke tempat les, lanjut lagi mengerjakan PR atau sekadar mengulang pelajaran, lanjut lagi refreshing dengan sosial media. Belum lagi waktu makan, minum, ngemil. Wah, kalau dihitung-hitung, kamu bisa beraktivitas seharian penuh, tanpa bisa santai-santai, lho!

Nah, di balik kesibukan dan jadwal yang super padat itu, tentunya kamu butuh semacam guideline atau acuan, supaya jadwal enggak berantakan semua. Yup! Kamu butuh yang namanya to do list, Quipperian. Apa sih itu to do list dan manfaatnya? Gimana juga cara membuatnya?

Biar enggak semakin galau, langsung saja deh simak pembahasan Quipper Blog di bawah ini, ya!

Apa Itu To Do List?

To do list merupakan daftar tugas-tugas atau kegiatan yang harus kamu lakukan pada suatu rentang waktu. Sesuai artinya, to do list ini merupakan daftar to do atau untuk melakukan sesuatu. Biasanya daftar ini dibuat dengan rentang waktu harian, mingguan, atau bulanan. 

To do list adalah bagian dari sebuah perencanaan supaya jadwal kamu enggak bertabrakan satu sama lain. Daftar ini bisa dibuat untuk pribadi atau kelompok.

Sebenarnya to do list ini bisa saja kamu hafalkan sendiri di dalam memori otak, tapi ya itu tadi, kalau kamu terlalu banyak jadwal, bisa-bisa kamu lupa dan jadwalnya jadi saling bertabrakan, Quipperian. Enggak mau kan, pada sore hari di mana seharusnya kamu punya jadwal les, eh malah bertabrakan dengan jadwal kerja kelompok?

Nah, to do list ini bisa kamu buat di dalam binder, buku catatan, atau bahkan aplikasi handphone. Semuanya tergantung kenyamanan masing-masing. Ada orang yang masih nyaman menggunakan buku, ada pula yang memilih lebih simple dengan menggunakan aplikasi.

Cara Membuat To Do List

Tenang, Quipperian, jangan galau! Sekarang Quipper Blog mau membantu kamu untuk membuat to do list. Yuk, ikuti langkah-langkahnya.

  1. Gunakan buku catatan atau binder, supaya kamu bisa mengevaluasi kegiatan kamu setiap harinya.
  2. Tulis semua kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu.
  3. Gunakan stabilo warna-warni untuk membedakan mana yang prioritas atau bukan. Misalnya, kuning untuk urgent dan harus selesai hari ini, pink untuk urgent tapi tidak perlu selesai hari ini, dan yang tidak diberi stabilo bukan prioritas atau bisa mundur tenggat waktunya.
  4. Berikan checklist setiap kali kamu sudah mengerjakan sebuah poin.

Contoh To Do List

Nah, berangkat dari cara membuat to do list  di atas, berikut Quipper Blog akan memberikan contoh to do list harian yang bisa jadi acuan kamu.

  • Kerjakan makalah bahasa Indonesia.
  • Ulangi membaca catatan Sejarah kemarin.
  • Kerjakan PR Matematika halaman 101-103.
  • Pergi ke warung untuk membeli telur.
  • Bereskan meja belajar.
  • Menyicil kliping Geografi.

Jika melihat notes dari poin sebelumnya,kuning untuk urgent dan harus selesai hari ini, pink untuk urgent tapi tidak perlu selesai hari ini, dan yang tidak diberi stabilo bukan prioritas, maka kamu jadi bisa membedakan, kan, mana yang harus dikerjakan duluan dan bagaimana urutannya?

Setelah selesai, berikan checlist di kotaknya, Quipperian.

Aplikasi To Do List

To do list bisa dibuat di sebuah buku atau menggunakan aplikasi. Semuanya tergantung kenyamanan kamu, Quipperian. Apabila kamu lebih memilih untuk membuat to do list lewat aplikasi, berikut ini beberapa pilihan aplikasinya.

1. Wunderlist

2. Google Keep

3. Todoist

4. Any.do

5. Remember the Milk

So, gimana Quipperian dengan pembahasan to do list di atas? Dengan mengetahui manfaat to do list, cara membuat, dan juga aplikasinya, tentu sekarang kamu enggak khawatir lagi dong akan ketinggalan melakukan hal-hal urgent?

Jangan lupa, kunjungi Quipper Blog untuk baca artikel menarik lainnya, ya! Sampai jumpa di lain kesempatan, Quipperian!

Penulis: Serenata