Yuk Pahami Cara Kerja Otak Kiri dan Otak Kanan Agar Belajar Makin Maksimal!

Yuk Pahami Cara Kerja Otak Kiri dan Otak Kanan Agar Belajar Makin Maksimal!
Quipperian! Tahu nggak sih, ternyata bila kita memahami cara kerja otak kiri dan otak kanan kita, maka kita bisa melatih dan menggunakan otak kita untuk berpikir menjadi lebih maksimal lagi!

Karena, Tuhan Sang Pencipta memberikan kita otak yang utuh dengan kedua belahan yang memang berbeda fungsinya dan saling bersinergi satu sama lain. Sehingga, menghasilkan daya pikir baik itu intelegensi, emosi dan spiritual serta perilaku manusia.

Nah, hal yang perlu kita lakukan adalah bersyukur dan memahami bagaimana menggunakan kedua belahan otak kita secara bijak dan benar.

Penemuan Roger W Sperry

Berbicara tentang otak kiri dan kanan, ini bermula dari penemuan hebat Roger W Sperry di tahun 1960. Awal mulanya, Roger W Sperry melakukan penelitian terhadap orang yang mengalami sakit epilepsi, ketika sambungan antara otak kiri dan kanan (corpus collosum) yang diduga oleh Roger Sperry bahwa dengan pemotongan corpus calosum ini mampu meredakan penyakit epilepsi tersebut.

Tetapi pemotongan sambungan tersebut mempunyai efek kepada otak kiri dan kanannya yang tidak dapat bekerja sama. Misalkan, seseorang dapat melihat seekor simpanse tetapi tidak dapat menyebutkan namanya. Berkat penelitian tersebut Roger W Sperry mendapat anugerah hadiah Nobel di tahun 1981.

Roger W Sperry mengemukakan bahwa otak manusia terdiri dari belahan kiri dan kanan, yakni masing-masing belahan otak tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. Tugas belahan kiri paling utama adalah untuk bahasa (verbal) termasuk kata-kata, logika, matematika, urutan, analisis, dll sedangkan tugas belahan kanan berfungsi selain dari bahasa (nonverbal) yang meliputi kreativitas, irama, kesadaran ruang, imajinasi, melamun, warna, dll

Seseorang yang dominan belahan kiri, biasanya akan:

  • Memilih sesuatu yang berurutan
  • Belajar lebih baik dari bagian-bagian kemudian keseluruhan
  • Lebih memilih system membaca fonetik
  • Menyukai kata-kata symbol dan huruf
  • Lebih memilih membaca subyeknya lebih dulu
  • Mau berbagi informasi fakta yang berhubungan
  • Lebih memilih instruksi yang berurutan secara detail
  • Mengalami focus internal lebih besar
  • Menginginkan struktur dan prediksi

Seseorang yang dominan belahan kanan, biasanya akan:

  • Merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang acak
  • Paling baik belajar dari keseluruhan kemudian bagian-bagian
  • Lebih memilih system membaca seluruh bahasa
  • Menyukai gambar, grafik dan diagram
  • Lebih memilih melihat atau mengalami subyeknya lebih dulu
  • Mau berbagi informasi tentang hubungan antara segala sesuatu
  • Lebih memilih yang spontan, lingkungan belajar yang mengalir
  • Mengalami fokus eksternal yang lebih besar
  • Menginginkan pendekatan yang tak terbatas, baru & mengejutkan.

Pada dasarnya, kita hanya punya satu otak, yang terbagi menjadi dua belahan yaitu Left hemisphere (belahan kiri) yang merupakan PUSAT BAHASA (VERBAL) yang menjadi fungsi rasional dan Logika, dan Right hemisphere (belahan kanan) yang fungsinya selain dari fungsi verbal yang ada pada otak kiri, seperti : kreatif, irama dll.

Kedua belahan otak ini dihubungkan oleh serabut saraf yang disebut corpus collosum yang menyebabkan terhubungnya ‘pesan’ antara kedua belahan otak ini.

Di sini, Roger W Sperry menggunakan istilah hemisphere yang berarti ‘belahan.’ Kemudian hemisfer di sini juga tidak pada keseluruhan dari belahan (hemisfer) otak tersebut, tapi hanya pada bagian-bagian tertentu dari belahan (hemisfer) otak ini. Sederhanya, ini bagian sebagai folder dari sebuah hardisk otak yang sangat besar seperti folder-folder yang ada pada hardisk komputer.

Salah Persepsi Antara Kinerja Otak Kanan dan Otak Kiri

Sebagian orang terlalu menyederhanakan kesimpulan tersebut atau melihatnya sebagai sesuatu yang ekstrem, yang menciptakan pemisahan dalam berpikir yang tidak didukung riset dan literatur yang benar.

Bahkan ada yang muncul yang menggambarkan garis pemisah antara “cara lama otak kiri” dan “pendekatan terbaru otak kanan.” Pemahaman yang ada hanyalah pilihan di mana belahan yang satu lebih “DIAKTIFKAN” dan yang lainnya tidak.

Tidak ada pembelajaran yang efektif yang hanya di satu sisi saja. Yang lebih tepat adalah penggunaan KEDUA BELAHAN OTAK yang jauh lebih hebat, karena otak kita interaktif sifatnya.

Karya orisinal dari Roger William Sperry, Ph.D. yang menemukan perbedaan fungsi antara belahan otak kiri dan kanan, tetap valid sampai hari ini. Tetapi menjaga penemuan itu tetap berada dalam perspektif yang benar itu yang tidak mudah.

Memasuki era 1990-an, mulai ditemukan alat-alat yang canggih yang dapat meneliti organ dalam tubuh maupun otak manusia. Dan hal-hal luar biasa yang ditemukan dalam riset untuk mengungkap misteri otak manusia tidak lepas dari adanya alat-alat canggih seperti MRI, PET dan SPECT.

Jika sebelum tahun 1990, para ilmuwan menggunakan otak yang telah mati untuk melakukan riset, maka dengan alat ini mereka bisa melakukan tes pada otak orang yang hidup. Dan bisa melihat sampai ke tingkat sel-sel otak karena alat-alat tersebut bisa melihat ketipisan hingga 1/1000 tipisnya rambut manusia.

Dengan alat-alat ini juga berhasil diketahui, bahwa 80% dari pengetahuan mengenai otak yang diketahui sebelum tahun 1990 adalah salah. Jadi apa yang sudah diketahui selama bertahun-tahun oleh para ilmuwan mengenai otak manusia hanya 20% saja yang benar. Ini benar-benar merubah ilmu pengetahuan di abad ini mengenai otak manusia.

Otak kita yang tidak seimbang (asimetris)

Pengetahuan kita selama ini mengatakan bahwa otak kiri mengontrol bagian di sebelah kanan tubuh, dan otak kanan mengontrol bagian tubuh di sebelah kiri. Namun penemuan terakhir ini oleh Dr. Iaccino mengatakan bahwa otak kiri “bertanggung jawab” dalam sebagian besar aktivitas, termasuk sisi kanan dan sebagian sisi kiri.

Maka, tidak heran bila kita lebih banyak menggunakan tangan kanan, kaki kanan, mata tertentu dll. Menurut penelitian, 9 dari 10 manusia mempunyai otak kiri yang lebih besar.

Pusat intelegensi kita yang paling aktif (area wernicle) ada pada otak kiri (area wernicle otak kiri), sedangkan pusat intelegensi pada otak kanan (area wernicle otak kanan) lebih kecil karena sangat jarang digunakan akibat dari fungsi berbahasa yang ada pada otak kiri yang lebih sering digunakan, yang tidak dimiliki otak sebelah kanan.

Maka secara fisik pun ukuran belahan otak kiri dan kanan tidak benar-benar sama, tergantung otak belahan mana yang lebih aktif.

Tentang otak kiri

Pemikiran bahwa otak kiri adalah otak logika, dan otak kanan otak kreatif sudah ketinggalan zaman. Kita dapat menjadi sangat kreatif dengan menggunakan tahap-tahap, pola dan variasi yang logis.

Buku karya Edward de Bono tentang Berpikir Lateral, mengingatkan kita bahwa seseorang dapat menggunakan sisi otak kiri untuk menjadi kreatif. Selama bertahun-tahun, de Bono melakukan serangkaian proses untuk sampai kepada solusi kreatif melalui metode yang bertahap.

Apakah musik itu merupakan aktivitas pada otak kanan? Pikirkan lagi! Para peneliti neuroscience menemukan bahwa para musisi memproses musik sampai pada tingkat yang lebih besar dibagian belahan otak kiri, sementara mereka yang bukan musisi memprosesnya lebih pada belahan otak kanan.

Seorang seniman dalam merancang karya seni, mereka mengikuti logika dan aturan mereka sendiri tentang bentuk, warna dan suara. Karena agar karya mereka dapat diterima orang banyak, harus ada pertimbangan secara logika, detail dan proporsional. Agar menghasilkan karya seni yang bagus, harus melibatkan belahan kiri & kanan secara seimbang.

Tentang Otak kanan

Penemuan neuroscience tentang otak kanan, memang memegang peranan dalam hidup kita saat ini. Bicara tentang belahan otak kanan, sekolah adalah tempat yang paling banyak disalahkan.

Diperkirakan hampir 90% pembelajaran di sekolah dominan pada belahan otak kiri. Maklum saja cara ceramah adalah metode yang paling mudah dilakukan para guru dalam mengajar. Dan itu lebih banyak mengaktifkan otak kiri.

Kenapa banyak siswa yang ‘boring’ waktu guru menerangkan? Karena otak kiri siswa dipacu unjuk kerjanya, sementara otak kanannya nganggur tanpa aktivitas. Aktifitas berlebih dari organ tubuh dalam hal ini otak menghasilkan metabolik buangan yang lebih banyak yang menyebabkan otak kiri menjadi cepat lelah.

Juga otak kiri yang digunakan secara berlebihan ini, memerlukan nutrisi makanan yang lebih banyak yaitu oksigen dan glukosa. Hal ini berakibat otak kiri lebih banyak mengambil oksigen dan glukosa tubuh, sehingga otak kanan menjadi kekurangan.

Karena itulah beberapa siswa melakukan kegiatan saat guru mengajar tsb menjadi sepertinya kelelahan yang berakibat: melamun, cuek, corat-coret kertas, baca komik, jahil sama teman dll. Ini sebagai wujud kompesansi otomatis yang dilakukan oleh otak kanan, yang juga memerlukan nutrisi oksigen dan glukosa.

Solusinya, guru seharusnya mengajar dengan melibatkan kedua belahan otak. Belahan otak kanan perlu dilibatkan juga dalam pembelajaran seperti: tampilan gambar, cerita, gerakan, aktivitas kelas, diskusi, musik, film dll.

Penulis: Sritopia

 

 



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar