Pelajari Jenis-Jenis Paragraf, Niscaya UN Bahasa Indonesia Kamu Jadi Lancar!

Pelajari Jenis-Jenis Paragraf, Niscaya UN Bahasa Indonesia Kamu Jadi Lancar

Quipperian, UN Bahasa Indonesia tak jarang menjadi mata pelajaran yang ditakuti oleh siswa-siswi. Bukan tanpa alasan, mata pelajaran Bahasa Indonesia memang bisa jadi membingungkan dan punya soal menjebak, lantaran kalimat yang panjang-panjang, terutama untuk materi paragraf.

Nah, dalam Bahasa Indonesia, paragraf dikelompokkan jadi dua, yakni berdasarkan bentuk (letak kalimat utama) dan fungsi (isi). Kelompok paragraf ini pun punya jenis-jenis yang harus kamu pahami supaya bisa lancar mengerjakan soalnya. Yuk, belajar bareng Quipper Video Blog.

Yuk, Pelajari 5 Contoh Soal UN 2017 tentang Paragraf

Paragraf Berdasarkan Bentuk

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang punya letak kalimat utama di awal. Paragraf ini diawali dengan kalimat umum dan diikuti dengan kalimat khusus atau penjelasan.

Contoh paragraf deduktif:

Ada banyak penyebab banjir di Jakarta. Pertama, masalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kedua, sudah banyak pembangunan di Jakarta sehingga daerah resapan berkurang. Ketiga, daerah Jakarta memang disebut-sebut sebagai daerah resapan air.

2. Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang punya letak kalimat utama di akhir. Paragraf ini diawali dengan kalimat khusus atau penjelasan dan diakhiri dengan kalimat umum. Paragraf induktif sendiri dibagi menjadi 3, yakni generalisasi (kalimat yang berupa kesimpulan), analogi (perbandingan dari dua hal yang punya sifat yang sama), kausal (hubungan sebab-akibat).

Contoh paragraf induktif:

Jangan makan makanan berminyak, terutama gorengan yang menggunakan minyak jelantah. Jangan terlalu banyak makan daging merah, khususnya sapi. Perhatikan juga konsumsi seafood, kalau bisa dikurangi terutama untuk cumi dan udang. Itulah beberapa makanan yang bisa dihindari jika tidak ingin punya kolesterol.

3. Paragraf Campuran

Paragraf campuran adalah paragraf yang menggabungkan deduktif-induktif dalam prosesnya. Paragraf ini mengandung kalimat umum di awal dan di akhir paragraf.

Contoh paragraf campuran:

Ada banyak tips yang bisa dilakukan untuk lulus SBMPTN. Pertama, cari tahu materi-materi yang sering keluar di SBMPTN. Kedua, sering-seringlah latihan soal SBMPTN dari tahun sebelumnya. Ketiga, jangan malas untuk ikut les atau penambahan materi. Tips-tups lulus SBMPTN tersebut harus dilakukan dengan niat dan kemauan yang kuat supaya bisa lulus.

4. Paragraf Ineratif

Paragraf ineratif adalah paragraf yang punya kalimat utama di tengah. Jadi, awal dan akhir paragraf merupakan penjelasan-penjelasan atau kalimat khusus.

Contoh paragraf ineratif:

Pulang sekolah, Yani mendapati ban sepedanya bocor. Setelah itu, ia harus mendorong sepedanya sejauh 2 KM untuk sampai ke tempat tambal ban terdekat. Belum selesai perjuangan, langit turun hujan, membuat Yani basah kuyup karena tidak ada tempat meneduh. Perjalanan Yani kali ini terasa amat berat. Sesudah basah kuyup, Yani pun harus menahan kesal karena ternyata tempat tambal bannya tutup.

Percaya Bocoran Soal? Mending Belajar Contoh Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Ini!

Paragraf Berdasarkan Fungsinya

1. Paragraf Narasi

Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa secara urut. Paragraf ini memiliki tokoh, tempat, waktu, dan suasana. Dalam karya fiksi, paragraf ini digunakan untuk cerpen dan novel, sedangkan dalam karya nonfiksi digunakan untuk biografi, kisah nyata, dan sejarah.

Contoh paragraf narasi:

Rania berjalan perlahan menuju panggung. Ia merasa amat gugup karena ini adalah pertama kalinya Rania harus tampil di depan publik. Setiap langkah yang diambil Rania untuk naik tangga panggung terasa mencekam. Jantung Rania berdegup kencang, tangannya pun berkeringat dingin. Namun, saat sudah bernyanyi, Rania lupa akan kegugupannya. Ia bernyanyi sangat merdu dan cantik.

2. Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek secara detail sehingga pembaca serasa melihat, mendengar, dan menyentuhnya sendiri. Objek yang dimaksud bisa berupa benda, orang, atau tempat.

Contoh paragraf deskripsi:

Dari kejauhan, meja kayu itu nampak biasa saja. Tetapi, jika sudah mendekat, keindahan kayu tersebut nampak sangat jelas. Meja kayu berwarna cokelat tua tersebut berukuran 1 x 1 m. Tidak seperti meja kayu yang dibuat asal-asalan, meja kayu yang satu itu dibentuk dengan amat mulus dan licin. Ukiran di pinggirnya dibuat dengan tangan, menunjukkan betapa ekslusifnya meja tersebut.

3. Paragraf Argumentasi

Paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi pendapat atau opini pribadi si penulis. Paragraf ini tentunya didukung dengan alasan logis dan fakta-fakta yang bisa menguatkan argumentasi si penulis. Paragraf ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan pandangan mengenai suatu peristiwa kepada pembaca.

Contoh paragraf argumentasi:

Masalah kebanjiran di Jakarta bukan perkara sepele yang bisa diselesaikan begitu saja. Pasalnya, walaupun bantaran sungai sudah dibersihkan, tetapi masih banyak warga yang belum punya kesadaran untuk tidak buang sampah sembarangan. Selain itu, tingginya tingkat pembangunan gedung-gedung di Jakarta juga menyebabkan kurangnya daerah resapan air. Sementara, volume air saat musim hujan lebih banyak ketimbang daerah resapan airnya.

4. Paragraf Persuasi

Paragraf persuasi adalah paragraf yang bertujuan untuk mengajak atau membujuk pembaca melakukan sesuatu. Tentu saja tulisan ini juga harus didukung alasan logis dan fakta-fakta, serta tulisan yang menarik supaya bisa mendapat perhatian pembaca. Biasanya kalimat ini diikuti kata-kata seperti ‘Ayo, Yuk, Mari’.

Contoh paragraf persuasi:

Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Itulah ungkapan yang harus ditanamkan dalam diri supaya terus bersemangat memelihara pola hidup yang sehat. Selain makanan bergizi, olahraga pun penting dijadikan aktivitas rutin sehari-hari. Tidak hanya untuk hidup sehat, rajin berolahraga pun bisa mengurangi stres, memperkuat imunitas tubuh, membuat tidur lebih nyenyak, dan mencegah penyakit-penyakit berbahaya seperti kolesterol, hipertensi, dan jantung, loh. Ayo, rajin olahraga mulai sekarang!

5. Paragraf Eksposisi

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang berisi informasi, fakta, atau pengetahuan. Paragraf ini dibuat dengan tujuan menambah wawasan si pembaca. Biasanya paragraf ini disertai data-data berupa penelitian ilmiah, tabel, grafik, dan lain-lain.

Contoh paragraf eksposisi:

Hingga saat ini, pendidikan di Indonesia masih belum merata. Masih banyak sekolah terutama di daerah pedalaman Indonesia yang belum memiliki fasilitas memadai dan sumber tenaga pengajar berkualitas. Hal ini didasarkan pada data yang diungkap oleh Lead Adviser on Skills Development Higher Education Governance Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) Indonesia.

Penulis: Rosalia