Home » UN » Bagaimana Contoh Soal AKM Literasi? Yuk, Bersiap Diri untuk AKM dengan Quipper Video! #SiapAKM

Bagaimana Contoh Soal AKM Literasi? Yuk, Bersiap Diri untuk AKM dengan Quipper Video! #SiapAKM

by Wilman Juniardi

contoh soal AKM literasi

Apakah kamu sedang mencari contoh soal AKM literasi dan pembahasannya?
Kalau iya, kamu berada di artikel yang tepat, Quipperian!

Penting banget lho bagi kita untuk memahami Asesmen Kompetensi Minimum literasi, terutama dalam membiasakan diri untuk mengerjakan soal-soalnya. Maklum, soalnya jenis asesmen ini adalah hal yang baru di Indonesia. Oleh karena itu, yuk coba kita pelajari, kira-kira seperti apa sih contoh soal AKM literasi? Dan bagaimana cara mengerjakannya?

Sebelum kita bahas soalnya, kalau Quipperian ingin mengeksplor dulu info seputar apa itu AKM dan apa itu AKM literasi, boleh di-klik di sini ya.

Atau, kalau kamu ingin mempelajari contoh soal AKM numerasi serta pembahasannya, boleh di-klik di sini.

Contoh Soal Teks Sastra pada AKM literasi

Di bawah ini adalah contoh soal AKM literasi menggunakan teks sastra, dengan konteks personal

Coba yuk, langsung kita baca teksnya. Jangan lupa coba kerjakan soalnya ya!

EMAK

Karangan Daoed Yoesoef

teks sastra daoed yoesoef

Sumber: http://www.goodreads.com

Kami pernah mengeluh mengapa bapak mau menolong orang hingga mencelakakan dirinya sendiri; juga menyusahkan hidup emak dan kami, anak-anaknya. “Anak-anak, dalam hidup ini kita harus tolong-menolong,” kata emak membela bapak. “Dan dalam menolong itu kita harus ikhlas.”

“Tapi ‘kan tidak perlu sampai merugikan diri sendiri?” sanggah kakak.

“Yang keliru dalam hal ini bukanlah usaha menolong itu, tetapi perhitungan keadaan ekonomi yang dibuat oleh kedua sahabat karib bapak. Emak tahu, Tuhan pun tahu, bahwa bapak benar-benar ikhlas dalam menolong, tidak mengharapkan apa pun sebagai imbalannya. Menolong tanpa pamrih.”

“Ah, tak usahlah bicara imbalan, kita semua merugi terlalu banyak,” kakak-kakakku tetap menggerutu.

“Yang terutama merugi itu adalah bapak sendiri,” sambung emak, “yang paling menderita itu adalah bapakmu, bukan kita. Tapi percayalah. Kalau keikhlasan bapak ini memang dibenarkan dan diterima Tuhan, Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang ini akan memberikan imbalan kepada kalian, anak-anak bapak. Kalian nanti yang akan menerima pahala dari keikhlasan perbuatan bapak dalam membantu sahabat-sahabatnya. Dalam perjalanan hidup kalian kelak, satu waktu akan ada uluran tangan yang datang begitu saja tanpa diduga sebelumnya. Bapak hari ini menanam budi, insyaAllah besok kalian akan memetik hasilnya.”

daoed-Joesoef

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Apa-apa yang dikatakan emak itu ternyata benar. Selama aku di rantau orang, jauh dari emak dan bapak, adakalanya aku menerima bantuan untuk keluar dari kesulitan, dari orang-orang yang tidak kukenal dan tidak mengenal aku sebelumnya. Aku adalah orang yang enggan sekali meminta tolong dan tidak gampang menerima bantuan. Aku selalu ingat nasihat emak yang mengatakan bahwa tangan orang yang menerima pasti berada di bawah tangan orang yang memberi. Namun, ada bantuan-bantuan yang datang secara spontan, begitu saja, tanpa kuminta, benar-benar tanpa pamrih dari pihak yang memberi.

Salah satu di antaranya, yang sangat mengesankan dan pasti tak akan kulupakan seumur hidup, adalah uluran tangan penuh kasih dari Bapak dan Ibu Darmasoegito. Mereka dengan serta merta menawarkan aku tinggal di rumah mereka ketika aku sedang bingung mencari tempat pondokan di Yogyakarta. Ketika itu aku harus keluar dari sanggar “Seniman Indonesia Muda” (SIM) karena menolak tuntutan pelukis S.S. Soedjodjono, Ketua Umum SIM, supaya aku meninggalkan SMA dan menjadi seniman 100% seperti pelukis-pelukis “muda” lainnya di organisasi SIM. Dalam perjalanan waktu, keluarga Darmosoegito bahkan menolak pembayaran berupa apa pun dan sama halnya dengan Tino Sidin, aku pun diperlakukan sebagai salah seorang anak-anaknya, anak yang termuda. Pak Darmosoegito adalah Pamong Perguruan Taman Siswa dan wartawan freelance. Tata krama kejawaan, kenasionalan, dan keintelektualannya mengingatkan aku pada Mas Singgih.

Aku beranjak dewasa melalui zaman meleset dari tahun 30-an. Dekat akhir zaman yang nahas ini, keadaan ekonomi berangsur-angsur pulih kembali. Namun surat-surat kabar mulai membayangkan tanda-tanda pecahnya Perang Dunia Kedua. Aku kini sudah dapat memanfaatkan kemampuanku dalam bidang melukis. Aku semakin terampil melukis wajah, baik wajah orang yang sudah mati maupun wajah orang yang masih hidup. Walaupun masih duduk di HIS, beberapa penerbit sudah bersedia mempercayakan pembuatan ilustrasi kulit bukunya kepadaku.

Bentuk Soal

Dari kumpulan pernyataan di bawah ini, mana sajakah yang paling tepat dan sesuai dengan isi bacaan?

  1. Bapak dan Ibu Darmasoegito menawarkan tinggal di pondokan Yogyakarta.
  2. Tokoh aku menolak tuntutan pelukis S.S. Soedjodjono karena masih ingin melanjutkan sekolah.
  3. Tokoh aku tinggal di rumah Bapak dan Ibu Darmasoegito bersama Tino Sidin.
  4. Penulis tidak mengenal Bapak dan Ibu Darmasoegito.
  5. Bapak dan Ibu Darmasoegito menolak pembayaran dari Tino Sidin.

Gimana, Bisa Nggak Mengerjakannya? Yuk, Kita Coba Bahas!

Pernyataan-pernyataan pada pilihan jawaban terdapat pada paragraf berikut ini:

Salah satu di antaranya, yang sangat mengesankan dan pasti tak akan kulupakan seumur hidup, adalah uluran tangan penuh kasih dari Bapak dan Ibu Darmasoegito. Mereka dengan serta merta menawarkan aku tinggal di rumah mereka ketika aku sedang bingung mencari tempat pondokan di Yogyakarta. Ketika itu aku harus keluar dari sanggar “Seniman Indonesia Muda” (SIM) karena menolak tuntutan pelukis S.S. Soedjodjono, Ketua Umum SIM, supaya aku meninggalkan SMA dan menjadi seniman 100% seperti pelukis-pelukis “muda” lainnya di organisasi SIM. Dalam perjalanan waktu, keluarga Darmosoegito bahkan menolak pembayaran berupa apa pun dan sama halnya dengan Tino Sidin, aku pun diperlakukan sebagai salah seorang anak-anaknya, anak yang termuda. Pak Darmosoegito adalah Pamong Perguruan Taman Siswa dan wartawan freelance. Tata krama kejawaan, kenasionalan, dan keintelektualannya mengingatkan aku pada Mas Singgih.

Untuk menentukan pernyataan yang tepat dan sesuai dengan bacaan, pembaca harus mencocokkan pernyataan dengan informasi dalam paragraf tersebut. 

Tiga pernyataan yang tepat dan sesuai dengan bacaan, yaitu:

  1. Bapak dan Ibu Darmasoegito menawarkan tinggal di pondokan Yogyakarta.

Pernyataan ini sesuai dengan informasi: “… uluran tangan penuh kasih dari Bapak dan Ibu Darmasoegito. Mereka dengan serta merta menawarkan aku tinggal di rumah mereka ….”

  1. Tokoh aku menolak tuntutan pelukis S.S. Soedjodjono karena masih ingin melanjutkan sekolah.

Pernyataan ini sesuai dengan informasi pada kalimat: “ketika itu aku harus keluar dari sanggar “Seniman Indonesia Muda” (SIM) karena menolak tuntutan pelukis S.S. Soedjodjono, Ketua Umum SIM, supaya aku meninggalkan SMA dan menjadi seniman 100% seperti pelukis-pelukis “muda” lainnya di organisasi SIM.” 

Jika dicermati, tokoh aku menolak tuntutan pelukis supaya ia meninggalkan sekolah sehingga ia memilih untuk keluar dari sanggar. Dengan demikian, ia lebih memilih melanjutkan sekolah meskipun dengan risiko harus keluar dari sanggar.

  1. Tokoh aku tinggal di rumah Bapak dan Ibu Darmasoegito bersama Tino Sidin.

Pernyataan ini sesuai dengan informasi dalam kalimat: “dalam perjalanan waktu, keluarga Darmosoegito bahkan menolak pembayaran berupa apa pun dan sama halnya dengan Tino Sidin, aku pun diperlakukan sebagai salah seorang anak-anaknya, anak yang termuda.”  

Gimana? Jawaban kamu benar nggak, Quipperian? Kita uji coba lagi pakai contoh soal yang lain, yuk!

Contoh Soal Teks Informasi pada AKM literasi

Di bawah ini adalah contoh soal AKM literasi menggunakan teks informasi, dengan konteks saintifik

Seperti yang kita alami sendiri, informasi itu nggak cuma kita dapatkan dari teks tertulis. Kadang kita pun mendapatkan dan mengolah informasi pada gambar atau dari media sosial, kan? Nah, contoh soal yang satu ini menarik banget, karena formatnya adalah infografis.

Coba kita baca dan kerjakan soalnya, yuk!

Bacalah infografis berikut.

Bentuk soal

Di bawah ini adalah beberapa pernyataan yang dibuat oleh temanmu setelah membaca infografis di atas.

Tentukan apakah pernyataannya berdasar pada data atau tidak.

Pernyataan Benar Salah
Konsumsi rumah tangga menjadi penghasil emisi gas rumah kaca tertinggi.
Pengolahan kotoran ternak menjadi penyumbang pemanasan global tertinggi kedua.
Pembuangan limbah pabrik menghasilkan emisi gas rumah kaca tertinggi ketiga.
Penggunaan sumber daya alam sebagai penggerak mesin pabrik menghasilkan emisi gas rumah kaca paling rendah.
Penggunaan BBM merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terendah kedua.

Gimana, Sudah Ketemu Jawabannya? Kita Coba Bahas Bareng-bareng, Yuk!

Infografis atau gambar 3 menjelaskan asal emisi gas berlebih akibat beragam aktivitas yang dilakukan. 

Berdasarkan grafik pada infografis 3 tersebut, terlihat bahwa aktivitas tertinggi yang menimbulkan emisi gas berlebih adalah sebagai berikut:

  • Listrik
    Listrik merupakan kebutuhan atau konsumsi rumah tangga yang menggunakan sumber daya alam.
  • Transportasi
    Grafik tertinggi kedua ditunjukkan oleh penggunaan transportasi. Penggunaan transportasi menyebabkan polusi udara. Penggunaan transportasi membutuhkan bahan bakar seperti bensin dan solar yang berasal dari sumber daya alam.
  • Konstruksi
    Aktivitas konstruksi atau pembangunan juga tidak bisa terlepas dari penggunaan sumber daya alam.
  • Agrikultur
    Agrikultur berkaitan dengan pertanian. Pertanian juga erat kaitannya dengan hewan ternak. Ternak berkaki empat seperti sapi, kambing, dan domba dapat menghasilkan gas metana yang keluar dari sendawa dan kotoran hewan ternak yang cukup besar karena jumlah ternak sangat banyak.
  • Industri
    Aktivitas industri berkaitan dengan pabrik memicu meningkatnya pemanasan global. Hal itu berasal dari penggunaan sumber daya alam sebagai penggerak mesin pabrik serta pembuangan limbah atau sampah pabrik.

Maka, pernyataan yang tepat adalah sebagai berikut:

Pernyataan Benar Salah
Konsumsi rumah tangga menjadi penghasil emisi gas rumah kaca tertinggi. v
Pengolahan kotoran ternak menjadi penyumbang pemanasan global tertinggi kedua. v
Pembuangan limbah pabrik menghasilkan emisi gas rumah kaca tertinggi ketiga. v
Penggunaan sumber daya alam sebagai penggerak mesin pabrik menghasilkan emisi gas rumah kaca paling rendah. v
Penggunaan BBM merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terendah kedua. v

Materi Persiapan AKM di Quipper Video

Di Quipper Video, sudah ada kumpulan materi kontekstual yang nggak cuma fokus ke hafalan rumus atau teori nih. Dengan materi kontekstual, kamu akan belajar tentang materi mata pelajaran yang sudah dibalut dengan kasus dan contoh nyata, mirip banget sama contoh soal di atas. Segala macam teori, konsep, dan penerapan ilmunya nggak akan terasa berat untuk kamu cerna. 

Cus, kita langsung langganan yuk! Jika kamu berlangganan sekarang, kamu bisa mendapatkan potongan harga hingga Rp250.000, dengan menggunakan kode promo CERMAT. Belajar cermat, jadi lebih siap juga deh untuk AKM nanti

Lainya untuk Anda