Bukti Perekonomian Indonesia Tidak Kalah dengan Negara Lain

image credit: 500px.com – Public Domain

Quipperian! Kalian pasti sering mendengar atau membaca berita tentang orang miskin di mana-mana, hidup semakin susah, harga barang terus menanjak sementara penghasilan tidak ada. Pakar-pakar mengutuk kemiskinan, tokoh-tokoh mengatakan pemerintah gagal mengatasi kemiskinan. Dulu bensin harganya lebih murah dari aqua. Sekarang? Bensin semakin mahal dan sering langka. Ya, walapun secara tidak langsung atau dengar dari orang-orang di sekitarmu, tapi kalau dengar berita buruk ini secara terus-menerus pasti bikin resah, kan? Maka, timbul pertanyaan deh di benak kalian: Apa iya sih, negara perekonomian kita ini sebegitu buruknya?

Terlepas dari banyaknya berit-berita meresahkan itu, kalian harus tahu, kalo Indonesia nggak segitu buruknya kok soal perekonomian. Well,  kita tetap tidak dapat memungkiri bahwa perekonomian Indonesia semakin lama semakin membaik dan menunjukkan perkembangan.

 

Nah, kalian tahu nggak, jika dilihat sejak tahun 1970, pertumbuhan Indonesia adalah yang ke-4 tercepat di dunia?

 

Menjadi negara maju pasti jadi impian setiap bangsa di dunia. Iya, kan? Kayaknya, nggak ada warga negara yang bangga jika tempat tinggalnya disebut sebagai negara terbelakang atau negara miskin. Nah, sama dengan Indonesia. Kita sebagai rakyat Indonesia pasti bangga jika tanah air yang tercinta ini disebut sebagai negara yang maju. Namun, Quipperian tahu nggak, sampai pada saat ini, Indonesia masih termasuk negara yang masih pada tahap negara berkembang?

Yup, Sebagai negara yang sedang berkembang, ada beberapa tokoh di negara kita ini mencoba untuk memecahkan masalah-masalah perekonomian, baik untuk meningkatkan pertumbuhan negara maupun memperbaiki perekonomian Indonesia. Sebagian dari kita mungkin juga sudah tahu, untuk membangun suatu negara diperlukan empat unsur utama, yaitu sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), modal, dan kewirausahaan.

Nah, seperti yang kita ketahui dan kita banggakan, Indonesia negara yang sangat kaya akan sumber daya alam seperti tambang, perkebunan, perikanan, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang banyak dan berpotensi, contohnya seperti Bapak B. J. Habibie yang mampu membuat pesawat terbang. Negara Indonesia memang memiliki potensi ekonomi yang baik karena memiliki cadangan sumber daya alam yang memadai dan industri yang dapat menarik minat untuk berinvestasi.

Indonesia juga tidak kalah dalam persaingan di Pasar Modal, buktinya Pasar Modal Indonesia mampu menembus kisaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5.000 dan ini pertanda kalo perekonomian Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Hebat!

Oh iya, ada Sustainable Growth and Development Program, ini adalah rancangan pemerintah yang berhasil menjadikan Indonesia lebih maju dan kuat abad 21 ini. Perekonomian Indonesia di tahun 2030 diprediksi akan menjadi semakin kuat, berkeadilan dan ramah lingkungan. Kita akan semakin bangga menjadi warga negara Indonesia karena berdasarkan hasil penelitian McKinsey Global Institute (MGI), saat ini Indonesia berada pada urutan ke-16 ekonomi terbesar di dunia dan pada tahun 2030 Indonesia dapat meraih peringkat ke-7 terbesar di dunia. Sementara di Asia, masuk sebagai negara ke-5 setelah Cina, Jepang, India dan Korea. Mantap!

Fakta Ekonomi Indonesia Sekarang

Seperti yang Quiperrian tahu, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang tinggi. Luasnya negara Indonesia dan melimpahnya sumber daya alam memberikan keuntungan perekonomian negara yang kita cintai ini. Bukan cuma itu, lho! Di bawah ini terdapat beberapa fakta  yang menunjukkan bahwa perekonomian negara Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Baca, deh, dan dijamin kamu akan semakin bangga sama Negara Indonesia!

  1. Indonesia pemegang perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan negara kepulauan terbesar di dunia.
  2. Indonesia punya lebih dari 17.000 pulau dan panjang wilayah negaranya melintasi 5.000 km dari garis khatulistiwa, memisahkan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan memegang hak kendali perekonomian yang melintasi wilayah laut Indonesia.
  3. Indonesia menggunakan Rupiah sebagai mata uang resmi dan tergabung dalam berbagai organisasi ekonomi dunia seperti APEC, WTO, G-20, IOR-ARC, RCEP, dan lain-lain.
  4. Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan bahasa Inggris sering digunakan saat dalam kegiatan bisnis dan ekonomi, khususnya di kota-kota besar.
  5. Indonesia masuk ke dalam G-20 yaitu kelompok negara dengan perekonomian terbesar bersama dengan negara Jepang, Korea, China, India, Australia, Arab Saudi, Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Jerman, Inggris, Afrika Selatan, Meksiko, dan negara lainnya. Jika diurutkan negara Indonesia berada pada peringkat ke-15 di dunia menurut GDP (Gross Domestic product).
  6. Indonesia salah satu negara yang sedang menerapkan pengembangan potensi ekonomi di sektor pertanian.
  7. Tol laut merupakan salah satu pendapatan negara karena banyak kapal laut yang melintasi laut Indonesia untuk mengekspor barang ke negara yang dituju. Contohnya seperti pelabuhan di Batam dan Sabang.
  8. Indonesia mengurangi pajak perusahaan sebesar 23% atau terbesar kedua di dunia.
  9. Indonesia membuat rencana percepatan pembangunan ekonomi nasional yang dibagi menjadi 6 wilayah, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua.
  10. Tingkat ekonomi Indonesia di nilai paling stabil di dunia. Bahkan, Bank Indonesia sudah menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia paling stabil dalam 4-5 tahun terakhir.

 

Selain dari fakta di atas, keuntungan besar dari bumi pertiwi kita ini yaitu punya dasar ekonomi yang kuat dan dapat tumbuh di atas 6%. Dalam presentasi ekonominya, Presiden Joko Widodo berpesan jika terjadi krisis, baiknya untuk tidak berhenti membeli barang/jasa dalam negeri, atau “Cintailah Produk Dalam Negeri,agar perekonomian terus-menerus berputar untuk menjaga pertumbuhan dan pemerataan. Nah, agar negara kita semakin maju dan berkembang, lebih baik kita lebih banyak-banyak deh menggunakan produk-produk dalam negeri seperti pakaian batik buatan Indonesia.

Sejauh ini sudah cukup bangga kan, dengan bangsa kita sendiri? Kalian juga harus tahu nih,  perbandingan perekonomian Indonesia sekarang dengan tahun 2030 nanti:

  1. Indonesia memiliki 45 juta penduduk kelas konsumsi dan pada tahun 2030 diprediksi menjadi 135 juta penduduk.
  2. 74% pendapatan domestik negara berasal dari 53% penduduk perkotaan dan pada tahun 2030 diprediksi bahwa penduduk perkotaan menjadi 71% yang menaikkan pendapatan negara menjadi 86%.
  3. Saat ini perekonomian didukung oleh 55 juta tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan pada tahun 2030 diprediksi menjadi 113 juta tenaga kerja.
  4. Terdapat peluang pasar sebesar US$ 0,5 triliun pada sektor jasa konsumsi, pertanian, perikanan, sumber-sumber alam (resources), pendidikan dan pada tahun 2030 diprediksi menjadi US$ 1,8 triliun.

Nah, pencapaian perekonomian Indonesia saat ini dapat menjadi pijakan pembangunan ke depan serta memiliki peluang untuk menjadi negara kuat sangat terbuka bagi Indonesia, lho! Tapi, langkah strategis dan berkelanjutan perlu dibangun bersama dalam menjalankan visi menuju Indonesia maju.  Langkah strategis itu di antaranya keseimbangan ekonomi global, defisit yang tidak terlalu besar, regulasi keuangan global dan intitusi keuangan global yang baik menjadi langkah awal penting bagi pemerintah kita. Selain itu, perlu adanya kebijakan yang melibatkan peran negara dan masyarakat, agar dapat terbangun negara yang adil, makmur dan sentosa sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Karakter kepemimpinan yang baik dan jujur dalam mengelola konsumsi, pertanian dan perikanan, sumber daya alam dan sumber daya manusia, juga akan membuat negara Indonesia dapat menjadi negara maju pada tahun 2030 dan perekonomian Indonesia tidak kalah dengan negara maju di dunia.

 

“Cintai Produk Dalam Negeri dan Bangga Menjadi Warga Negara Indonesia!”

Jadi, kalau dengar berita tentang perekonomian Indonesia yang buruk dan seakan-seakan tidak membuat masyarakat sejahtera, itu adalah bagian dari proses panjang bangsa ini untuk menuju perekonomian yang lebih baik. Percaya deh, semua fakta di atas bukan sekedar impian atau angan-angan, tapi tujuan yang akan sama-sama diraih oleh masyarajat dan bangsa Indonesia.

 

Penulis: Hasrul Effendi

 



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang