Sudah Siap Ujian Nasional Online? Ini 5 Hal Tentang Ujian Nasional Online yang Harus Kamu Ketahui

shutterstock_222431545_800x533

Selalu ada yang pertama untuk segala hal, termasuk juga Ujian Nasional (UN). Tahun lalu, murid kelas XII SMA dibuat waswas dengan penyelenggaraan UN online, atau yang disebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tahun lalu, beberapa sekolah di Indonesia terpilih untuk melaksanakan sistem baru ini. Cukup puas dengan hasil yang diterima, Kemendikbud pun kembali menyelenggarakan UNBK pada UN 2016 nanti.

Sebenarnya, pelaksanaan UNBK tidak sepenuhnya online. Melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), soal dikirim dari server pusat secara online. Setelah itu, peserta UNBK akan dilayani oleh server lokal secara offline. Nantinya, hasil ujian akan dikirim kembali ke server pusat secara online. Pihak sekolah mungkin telah mengadakan sosialisasi mengenai UNBK, tapi tidak ada salahnya untuk mencari tahu info-info tambahan berikut ini.

1. Sudah Diterapkan Sejak Tahun 2014

UNBK merupakan sistem pelaksanaan UN dengan komputer sebagai media ujiannya. Teknisnya tentu berbeda dengan sistem UN berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini diterapkan. Meskipun sepertinya UNBK baru dilaksanakan pada tahun 2015 lalu, sebenarnya ia pertama kali diterapkan pada tahun 2014. Namun, saat itu memang pelaksanaannya dilakukan secara terbatas di SMP Indonesia Singapuran dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Hasil pelaksanaan UNBK pada kedua sekolah tersebut dapat dikatakan cukup menggembirakan. Selain itu, UNBK juga dinilai mampu meningkatkan pengetahuan murid terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal tersebut pun mendorong Kemendikbud untuk kembali melaksanakan UNBK secara bertahap. Pada tahun 2015, ada 556 sekolah yang turut serta dalam UNBK, yakni 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 provinsi dan luar negeri.

Yuk, Belajar Kisi-Kisi Ujian Nasional Tahun 2015!

2. Masih Bersifat Percontohan

Terlepas dari pro dan kontra yang menyertai pelaksanaan UNBK, Kemendikbud sepertinya cukup puas dengan hasil yang mereka dapat. Buktinya, mereka memutuskan untuk kembali menyelenggarakan UNBK meskipun masih ada sekolah-sekolah yang mengadakan ujian tertulis. Pelaksanaan UNBK pada tahun 2015 lalu pun sebenarnya juga masih bersifat piloting (percontohan). Itulah mengapa belum semua murid SMA dan SMK bisa mengikuti UN dengan sistem online.

SMA/SMK yang ditunjuk untuk menyelenggarakan UNBK 2015 merupakan sekolah-sekolah unggulan dengan standar khusus yang ditetapkan Kemendikbud. Meski begitu, tahun ini jumlah sekolah yang akan mengikuti UNBK diperkirakan akan meningkat. Apabila tahun lalu ada 556 sekolah yang terdaftar, kemungkinan jumlah tersebut akan naik hingga kurang-lebih 2000. Pelaksanaan UNBK ini masih diterapkan pada jenjang SMA/SMK. Belum ada pembahasan untuk jenjang pendidikan SMP dan di bawahnya.

3. Harus Memperhatikan Waktu

Proses pelaksanaan UNBK diawali dengan memasukkan username dan password berupa kode angka pada layar komputer. Kamu tinggal menyalin kedua data tersebut dari kartu ujian yang sebelumnya telah diberikan oleh pihak sekolah dan wajib dibawa saat ujian. Setelah melakukan log in, petugas operator akan memberikan kode token berupa angka untuk membuka soal. Begitu soal dapat diakses, waktu pada komputer akan langsung berjalan secara otomatis.

Selain fokus mengerjakan soal, kamu juga harus memperhatikan waktu yang berjalan. Apabila waktu pelaksanaan telah habis, sistem UNBK akan langsung log out secara otomatis dari akunmu. Jadi, kamu tidak akan bisa kembali melihat soal tersebut. Maka dari itu, pastikan bahwa semua soal telah terisi dengan benar. Jangan sampai ada jawaban yang masih kosong karena hal tersebut akan membuatmu kehilangan poin. Kamu tidak mau, kan, hal tersebut terjadi?

4. Tidak Perlu Takut Listrik Mati

Salah satu hal yang dikhawatirkan murid kelas XII tentang UNBK adalah adanya kemungkinan mati listrk, mengingat bahwa komputer yang digunakan membutuhkan daya listrik agar dapat menyala. Mereka takut apabila jawaban yang telah diisi akan terhapus. Tenang saja, sistem UNBK dari Kemendikbud telah diatur untuk menyimpan hasil pekerjaan sementara peserta. Jadi, berapa pun nomer yang dikerjakan tidak akan hilang jika mendadak komputer mati dan kamu belum selesai mengerjakan semua soal.

Sebagai usaha untuk berjaga-jaga, pihak sekolah telah menyiapkan alat pemasok daya tanpa gangguan (UPS) pada tiap komputer. Perangkat tersebut mampu memberikan suplai listrik selama delapan jam apabila aliran listrik dari PLN mendadak terputus. Selain itu, akan ada generator set atau genset yang dapat beroperasi dengan baik. Pihak sekolah bahkan melakukan komunikasi kepada PLN agar pasokan listrik selama pelaksanaan UNBK terpantau aman.

Seberapa Pentingnya Sih Belajar Kisi-Kisi Ujian Nasional?

5. Menghemat Anggaran Kertas

Banyak pro dan kontra yang menyertai pelaksanaan UNBK. Tapi, Kemendikbud menilai ada cukup banyak keunggulan yang bisa didapatkan. Selain menekan potensi kebocoran soal ujian, UNBK mampu menekan anggaran pengadaan dan penggandaan kertas ujian. Tidak hanya itu, pihak sekolah juga tidak perlu memperbanyak latihan soal-soal ujian di tempat fotokopi. Selama sekolah memiliki komputer, internet, dan daya listrik yang memadai, ujian secara online pun dapat dilaksanakan.


 

Pada suatu wawancara, Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa UNBK mampu menghemat anggaran negara hingga 30%. Sementara, ujian secara tertulis membutuhkan biaya pencetakan 35 juta eksemplar naskah soal yang mencapai 560 miliar rupiah dan biaya pendistribusian soal yang mencapai 80 juta rupiah per wilayah. Tidak hanya itu, peserta UNBK juga tidak perlu khawatir akan melakukan kesalahan dalam melingkari pilihan jawaban.

Kemendikbud akan kembali melaksanakan UNBK pada tahun 2016 mendatang. Rencananya, UN utama 2016 akan dilaksanakan pada bulan April. Dua bulan sebelumnya, UN perbaikan 2015 diadakan bagi peserta UN 2015 yang nilainya belum memenuhi Standar Kompetensi Kelulusan. Sedangkan, UN perbaikan 2016 dijadwalkan pada bulan Juni atau September.



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang