{"id":1722,"date":"2015-12-12T23:33:13","date_gmt":"2015-12-12T16:33:13","guid":{"rendered":"http:\/\/quipper-wp.herokuapp.com\/?p=1722"},"modified":"2021-11-03T23:04:31","modified_gmt":"2021-11-03T16:04:31","slug":"jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/","title":{"rendered":"Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial!"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg\" data-rel=\"penci-gallery-image-content\" ><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4602 aligncenter\" src=\"http:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg\" alt=\"shutterstock_129401501_800x540\" width=\"800\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540-768x518.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Quipperian! Tahu nggak sih, kalo membuat geng atau ada di dalam perkumpulan orang-orang tertentu\u00a0itu masuk ke dalam kategori\u00a0penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang?\u00a0Sadar atau tidak, kegiatan ini pasti\u00a0pernah kalian\u00a0alami atau lakukan. Nge-geng, menyontek, buang sampah sembarangan, berbohong, atau berkelahi hanyalah contoh sederhana dari perilaku yang menyimpang! Penyimpangan sosial bisa\u00a0terjadi di mana pun dan dilakukan oleh siapa pun. Jadi, tulisan ini akan mengajak\u00a0kalian untuk\u00a0menyadari\u00a0lebih jauh, betapa pentingnya menghindari dan tidak\u00a0melakukan penyimpangan sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya,\u00a0suatu perilaku dianggap menyimpang jika\u00a0tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Nah, dengan kata lain, penyimpangan (<em>deviation<\/em>) adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri (<em>conformity<\/em>) terhadap kehendak masyarakat. Pasti ujung-ujungnya dan kalo udah parah, bakal ada sanksi sosial. Kebanyakan, sanksi sosial ini lebih berat ketimbang sanksi pidana, lho! Gokil!<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Menurut <strong>James W. Van Der Zanden<\/strong>, ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan sosial, antara lain, longgar atau tidaknya nilai dan norma, sosialisasi yang tidak sempurna, hingga\u00a0sosialisasi sub kebudayaan menyimpang. Sementara psikolog kriminal, <strong>Hervey Cleckey<\/strong>, menambahkan, betapa para penyimpang sering mengalami kekacauan mental (<em>mental disorder<\/em>) sehingga tidak menghargai kebenaran, tak tulus, serta tidak merasa malu, hina, atau bersalah atas apa pun yang dilakukannya.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyimpangan dapat bersifat individual, yakni dilakukan seseorang dan berupa pelanggaran terhadap norma-norma \u00a0yang telah mapan. Namun, bisa juga bersifat kolektif, yang dilakukan secara bersama-sama atau secara berkelompok.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: left;\">Penyimpangan bersifat kolektif inilah yang akan kita kulik sampai habis!\u00a0Tapi, kenapa sih, harus kita kulik? Tak lain karena fenomena penyimpangan kolektif yang terjadi dalam masyarakat pada saat ini semakin lama semakin meresahkan. Tidak ada esensi atau motivasi hidup yang bersifat positif dari sebuah penyimpangan kolektif.\u00a0Nah, Quipperian tentu tidak mau masuk ke dalam golongan masyarakat itu, kan?<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Penyimpangan\u00a0ini\u00a0dilakukan oleh sekelompok orang yang beraksi secara bersama-sama (kolektif). Mereka patuh pada norma kelompoknya yang kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku.\u00a0Salah satu penyimpangan yang kini marak adalah kenakalan remaja yang umumnya sering dilakukan dalam bentuk suatu kelompok yang disebut geng. Nah, siapa tuh yang di sekolah bikin geng-gengan?<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Keberadaan geng mulai marak di Indonesia sejak tahun 1990-an. Mengutip pendapat <strong>Le Bon<\/strong> (2008) geng berperilaku seperti kerumunan (<em>crowd<\/em>), yakni sekumpulan orang yang mempunyai ciri baru dan\u00a0sangat berbeda dengan ciri individu yang membentuknya. Menurut Le Bon, perasaan dan pikiran seluruh individu dalam kumpulan orang tersebut memiliki visi dan tujuan yang sama, bahkan dapat membuat kesadaran perorangan menjadi lenyap ketika berada dalam kerumunan sebuah kelompok geng. Jadi, tidak heran jika pelaku geng sering berbuat onar dan suka mencari keributan. Kasus yang marak akhir-akhir ini adalah keberadaan geng motor di kota-kota besar Indonesia yang dianggap sangat meresahkan masyarakat.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para anggota kelompok geng biasanya diisi oleh pemuda-pemudi atau remaja yang masih labil dan menuju proses pendewasaan. Mereka ini sangat bergantung terhadap rasa kebersamaan dengan banyak orang lain yang menjadi bagian dari komunitasnya. Individu yang bergabung dalam kelompok geng biasanya memeroleh perasaan kekuatan luar biasa yang mendorongnya untuk tunduk pada dorongan naluri.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: left;\">Ketika berada dalam suatu kelompok geng, maka anggota dari geng tersebut seakan-akan telah terlebur dalam suatu kerumunan, sehingga menyebabkan rasa tanggung jawab yang semula mengendalikan individu pun menjadi lenyap. Ketika menjadi bagian dari kerumunan, maka individu yang menjadi anggota dari kelompok geng tersebut dapat serta merta berubah menjadi individu yang mampu melakukan hal yang dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah dilakukannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Gejala kenakalan remaja menunjukkan bahwa semakin melemahnya pengendalian sosial (<em>social control<\/em>) masyarakat terhadap para anggotanya. Masyarakat tampaknya telah berkembang menjadi individualistis sehingga mengabaikan kewajibannya untuk mencegah penyimpangan perilaku sedini mungkin. Padahal, pengendalian sosial sangat dibutuhkan demi terciptanya suatu keadaan yang serasi antara stabilitas dan perubahan di dalam masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Jadi, harus ada upaya nih untuk\u00a0menanggulangi kenakalan remaja.\u00a0Keluarga dan masyarakat harus memberdayakan diri untuk melakukan pengendalian sosial agar segala bentuk tindak kenakalan dapat dicegah sedini mungkin. Pihak sekolah perlu juga dilibatkan dengan menyibukkan remaja dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mereka minati. Seluruh guru, dibantu pengurus OSIS yang terpercaya, perlu untuk\u00a0melibatkan diri secara aktif memantau kegiatan peserta didik selama jam istirahat atau waktu pulang sekolah, karena fakta menunjukkan tindak kenakalan terjadi pada saat-saat tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sebagai satu-satunya organisasi kesiswaan di lingkungan sekolah, OSIS harus\u00a0mampu memberdayakan diri sebagai pendidik sebaya (<em>peer educator<\/em>) demi membantu menanggulangi kenakalan remaja. Tapi, kenapa pendidik sebaya diperlukan? Setidaknya ada tiga alasan paling mendasar.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pertama<\/strong>, karena pendidik sebaya menggunakan bahasa yang kurang lebih sama sehingga informasi tentang pentingnya menghindari tindak kenakalan akan mudah dipahami oleh sebayanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kedua<\/strong>, remaja lebih terbuka untuk mengemukakan pikiran dan perasaannya di hadapan pendidik sebayanya, termasuk bila memiliki pengalaman pahit atau alasan tertentu yang mendorongnya melakukan kenakalan. Hal ini lantas bisa didiskusikan bersama atau disampaikan kepada pihak lain yang berkompeten (guru BP\/BK atau orangtua) untuk dicarikan solusinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Ketiga<\/strong>, dorongan agar remaja menghayati segenap keberadaannya sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa. Remaja harus\u00a0memberikan kebaikan bagi diri maupun sesamanya. Dorongan ini harus disampaikan\u00a0serta didiskusikan secara lebih terbuka dan santai tanpa kesan menggurui.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: left;\">Nah, ketimbang\u00a0bergabung dengan geng yang bercorak kekerasan, akan lebih baik kalo\u00a0Quipperian buat atau\u00a0tergabung dalam kelompok persahabatan yang dapat menjadi pendukung bagi anggotanya. Masing-masing anggota kelompok harus saling memberikan dukungan yang positif, bukan justru\u00a0saling memojokkan. Geng rusuh udah nggak zaman!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: <strong>Fritz H.S Damanik<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Quipperian! Tahu nggak sih, kalo membuat geng atau ada di dalam perkumpulan orang-orang tertentu\u00a0itu masuk ke dalam kategori\u00a0penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang?\u00a0Sadar atau tidak,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":156446345,"featured_media":4602,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_crdt_document":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[677999207],"tags":[83015],"ppma_author":[679386822],"class_list":["post-1722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosiologi-un-sma","tag-sosiologi"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial! - Quipper Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial! - Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Quipperian! Tahu nggak sih, kalo membuat geng atau ada di dalam perkumpulan orang-orang tertentu\u00a0itu masuk ke dalam kategori\u00a0penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang?\u00a0Sadar atau tidak,&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-12-12T16:33:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-11-03T16:04:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"540\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Quipper Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Quipper Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/amp\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/290ccdd4e30400188d21d2ee1dafc37d\"},\"headline\":\"Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial!\",\"datePublished\":\"2015-12-12T16:33:13+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-03T16:04:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/amp\\\/\"},\"wordCount\":868,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg\",\"keywords\":[\"Sosiologi\"],\"articleSection\":[\"Sosiologi UN\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/amp\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/\",\"name\":\"Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial! - Quipper Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg\",\"datePublished\":\"2015-12-12T16:33:13+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-03T16:04:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg\",\"width\":800,\"height\":540},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/sosiologi-un-sma\\\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sosiologi UN\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/\\\/sosiologi-un-sma\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"name\":\"Quipper Blog\",\"description\":\"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"width\":146,\"height\":40,\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/QuipperVideoID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/quipper_id\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/quipper_id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/290ccdd4e30400188d21d2ee1dafc37d\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d2d2dd6c8208e793639403ab6aa6277d3386717a603e807214f06fe7846b636?s=96&d=identicon&r=gf4b0cafd97e69f2f23f6a98cb5b377db\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d2d2dd6c8208e793639403ab6aa6277d3386717a603e807214f06fe7846b636?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8d2d2dd6c8208e793639403ab6aa6277d3386717a603e807214f06fe7846b636?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/quipperhome.wordpress.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/author\\\/marketingquipper\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial! - Quipper Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial! - Quipper Blog","og_description":"Quipperian! Tahu nggak sih, kalo membuat geng atau ada di dalam perkumpulan orang-orang tertentu\u00a0itu masuk ke dalam kategori\u00a0penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang?\u00a0Sadar atau tidak,&hellip;","og_url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/","og_site_name":"Quipper Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","article_published_time":"2015-12-12T16:33:13+00:00","article_modified_time":"2021-11-03T16:04:31+00:00","og_image":[{"width":800,"height":540,"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Quipper Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@quipper_id","twitter_site":"@quipper_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Quipper Indonesia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/amp\/"},"author":{"name":"Quipper Indonesia","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/290ccdd4e30400188d21d2ee1dafc37d"},"headline":"Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial!","datePublished":"2015-12-12T16:33:13+00:00","dateModified":"2021-11-03T16:04:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/amp\/"},"wordCount":868,"publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg","keywords":["Sosiologi"],"articleSection":["Sosiologi UN"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/amp\/","url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/","name":"Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial! - Quipper Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg","datePublished":"2015-12-12T16:33:13+00:00","dateModified":"2021-11-03T16:04:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/#primaryimage","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg","width":800,"height":540},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/sosiologi-un-sma\/jangan-nge-geng-kalau-nggak-mau-disebut-pelaku-penyimpangan-sosial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sosiologi UN","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/\/sosiologi-un-sma\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Jangan Nge-Geng, Kalau Nggak Mau Disebut Pelaku Penyimpangan Sosial!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","name":"Quipper Blog","description":"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru","publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization","name":"Quipper Indonesia","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","width":146,"height":40,"caption":"Quipper Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","https:\/\/x.com\/quipper_id","https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/290ccdd4e30400188d21d2ee1dafc37d","name":"Quipper Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d2d2dd6c8208e793639403ab6aa6277d3386717a603e807214f06fe7846b636?s=96&d=identicon&r=gf4b0cafd97e69f2f23f6a98cb5b377db","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d2d2dd6c8208e793639403ab6aa6277d3386717a603e807214f06fe7846b636?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d2d2dd6c8208e793639403ab6aa6277d3386717a603e807214f06fe7846b636?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Quipper Indonesia"},"sameAs":["http:\/\/quipperhome.wordpress.com"],"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/marketingquipper\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fb3a2-shutterstock_129401501_800x540.jpg","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paV35H-rM","jetpack_sharing_enabled":true,"authors":[{"term_id":679386822,"user_id":156446345,"is_guest":0,"slug":"marketingquipper","display_name":"Quipper Indonesia","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8d2d2dd6c8208e793639403ab6aa6277d3386717a603e807214f06fe7846b636?s=96&d=identicon&r=g","0":null,"1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/156446345"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1722"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":294971,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1722\/revisions\/294971"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1722"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=1722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}