{"id":251841,"date":"2019-05-09T12:50:27","date_gmt":"2019-05-09T05:50:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/?p=251841"},"modified":"2021-11-24T18:25:57","modified_gmt":"2021-11-24T11:25:57","slug":"penjelasan-apa-itu-jamur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/penjelasan-apa-itu-jamur\/","title":{"rendered":"Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-251931\" src=\"https:\/\/quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com\/images\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5-768x512.png 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5-585x390.png?crop=1 585w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5-263x175.png?crop=1 263w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5-135x90.png 135w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<blockquote><p>Jamur merupakan&nbsp;organisme eukariotik yang dibagi dalam kingdom tertentu yang disebut fungi. Jamur dibagi dalam 4 divisi, yakni&nbsp;Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Ciri-cirinya bersifat eukariotik, dinding sel dilindungi zat kitin, multiseluler atau uniseluler, berukuran mikroskopis sampai makroskopis, bentuk tubuh bervariasi, termasuk organisme heterotrof karena tidak punya klorofil, dan tubuh tersusun dari hifa yang berbentu seperti benang. Terbagi menjadi 3 jenis, yaitu saprofit, parasit, dan mutual.<\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hai Quipperian, jumpa lagi dengan Quipper Blog. Kali ini, Quipper Blog akan mengajak Quipperian untuk belajar tentang dunia perjamuran. Apakah kalian sering mengonsumsi jamur? Misalnya jamur tiram, jamur merang, shitake, atau jamur kuping? Membayangkan jamur-jamur tersebut nampaknya cukup menggugah selera makan, ya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, bagaimana jika kalian mendengar istilah jamur karat, kutu air, atau jamur panu? Tentu nafsu makan turun seketika, ya. Nah, ternyata jamur itu ada yang bermanfaat dan ada sebagian bersifat parasit, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika membahas masalah jamur, Quipperian harus mengetahui bagaimana ciri-ciri dan habitat jamur tersebut. Penasaran dengan apa itu jamur sebenarnya? Yuk, simak bahasan Quipper Blog kali ini!<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Jamur?<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-251921\" src=\"https:\/\/quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com\/images\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya6.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya6.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya6-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya6-768x512.png 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya6-135x90.png 135w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jamur merupakan organisme eukariotik yang dikelompokkan dalam kingdom tertentu yang disebut Fungi. Pengelompokan organisme ini didasarkan pada beberapa hal, seperti ciri-ciri, reproduksi, dan habitat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ciri-ciri Jamur<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-251901\" src=\"https:\/\/quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com\/images\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya8.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya8.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya8-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya8-768x512.png 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya8-135x90.png 135w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu organisme dikelompokkan dalam Kingdom Fungi, jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersifat eukariotik, artinya inti selnya telah dibungkus oleh membran inti.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, dinding selnya dilindungi oleh zat kitin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Multiseluler atau uniseluler.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berukuran mikroskopis sampai makroskopis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk tubuhnya bervariasi, mulai bulat, oval, pipih.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Termasuk organisme heterotrof karena tidak memiliki klorofil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuhnya tersusun dari hifa yang berbentuk seperti benang (miselium).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Jenis-Jenis Jamur<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-251911\" src=\"https:\/\/quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com\/images\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya7.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya7.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya7-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya7-768x512.png 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya7-135x90.png 135w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, jamur itu juga dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan cara perolehan nutrisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Quipperian. Ingin tahu apa saja?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">1. Jamur saprofit, yaitu jamur yang nutrisinya diperoleh dari hasil penguraian organisme lain yang telah mati atau bahan organik lain yang telah membusuk. Tak heran jika jamur jenis ini banyak ditemukan di antara tumpukan sampah atau bangkai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">2. Jamur parasit, yaitu jamur yang mendapatkan nutrisi dari inang yang ditumpanginya. Pada umumnya, jamur jenis ini bersifat merugikan, contohnya jamur penyebab penyakit kulit. Jamur parasit masih dibagi lagi menjadi dua, yaitu parasit obligat dan parasit fakultatif.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jamur parasit obligat hanya dapat hidup di dalam tubuh inang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jamur parasit fakultatif bisa hidup di dalam maupun di luar inang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">3. Jamur mutual, yaitu jamur yang bersimbiosis dengan organisme lain dan keduanya saling menguntungkan, contohnya liken dan mikoriza.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah tahu jenis-jenis jamur, Quipperian akan diajak untuk mengetahui klasifikasi jamur itu sendiri. Apa saja ya klasifikasinya? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Check this out.<\/span><\/i><\/p>\n<h2><b>Klasifikasi Jamur<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-251891\" src=\"https:\/\/quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com\/images\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya9.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya9.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya9-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya9-768x512.png 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya9-135x90.png 135w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jamur atau kingdom Fungi dibagi ke dalam empat divisi, yaitu Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina.<\/span><\/p>\n<h3><b>A. Zygomycotina<\/b><\/h3>\n<p><strong>1. Ciri-ciri Zygomycotina<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu jamur termasuk dalam divisi Zyzomycotina jika memiliki ciri-ciri berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat reproduksi seksual berupa zigospora.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuh memiliki banyak inti sel dan terususun atas hifa tanpa sekat. Tiga tipe hifa pada Zygomycotina, yaitu stolon, rizoid, dan sporangiofor.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak membentuk tubuh buah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup sebagai saprofit, sebagian ada yang parasit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Habitat di tempat sisa-sisa makhluk hidup.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Reproduksi Zygomycotina<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zygomycotina bereproduksi secara seksual dan aseksual.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi aseksual<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi aseksual Zygomycotina diawali dengan fragmentasi hifa di mana hifa dewasa terputus dari hifa induk lalu tumbuh menjadi hifa baru. Kemudian, dilanjutkan dengan pembentukan sporangium yang nantinya diakhiri dengan pembentukan miselium baru.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi seksual<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun reproduksi seksual Zygomycotina ditunjukkan oleh gambar berikut.<\/span><\/p>\n<div id=\"attachment_251871\" style=\"width: 423px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-251871\" class=\"size-full wp-image-251871\" src=\"https:\/\/quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com\/images\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya1.png\" alt=\"\" width=\"413\" height=\"284\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya1.png 413w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya1-300x206.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya1-131x90.png 131w\" sizes=\"(max-width: 413px) 100vw, 413px\" \/><p id=\"caption-attachment-251871\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: Quipper Video<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi seksualnya diawali dengan pertemuan antara hifa (+) dan hifa (-). Kedua hifa tersebut akan membentuk gametangium. Jika kondisi lingkungan sesuai, gametangium akan berkembang menjadi zigosporangium. Di dalam zigosporangium akan terbentuk zigospora yang nantinya akan berkecambah membentuk sporangium. Sporangium ini merupakan tempat pembentukan spora. Nah, spora tersebut nantinya akan tersebar di atas tanah lalu membentuk jamur baru.<\/span><\/p>\n<p><strong>3. Contoh Organisme Zygomycotina<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rhizopus sp berperan dalam pembuatan tempe.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mucor mucedo biasa ditemukan dalam kotoran ternak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilobolus sp.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beauveria bassiana.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>B. Ascomycotina<\/b><\/h3>\n<p><strong>1. Ciri-Ciri Ascomycotina<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi seksual menggunakan askospora.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuh memiliki inti banyak dan terususun atas hifa bersekat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Multiseluler dan uniseluler.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya hidup sebagai saprofit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Reproduksi Ascomycotina<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ascomycotina bereproduksi secara seksual dan aseksual.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi aseksual<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi aseksual Ascomycotina uniseluler dilakukan melalui tunas. Jika tunas terlepas dari sel induk, maka akan terbentuk organisme baru. Reproduksi aseksual Ascomycotina multiseluler dilakukan melalui fragmentasi hifa dan pembentukan konidia.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi seksual<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">a. Reproduksi seksual Ascomycotina uniseluler dibentuk melalui askospora, seperti gambar berikut.<\/span><\/p>\n<div id=\"attachment_251861\" style=\"width: 316px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-251861\" class=\"size-full wp-image-251861\" src=\"https:\/\/quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com\/images\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya2.png\" alt=\"\" width=\"306\" height=\"217\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya2.png 306w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya2-300x213.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya2-127x90.png 127w\" sizes=\"(max-width: 306px) 100vw, 306px\" \/><p id=\"caption-attachment-251861\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: Quipper Video<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Acomycotina uniseluler, reproduksi seksualnya diawali dengan terjadinya konjugasi antara dua sel haploid yang berbeda jenis. Konjugasi tersebut akan membentuk zigot (2n). Selanjutnya, zigot akan membentuk askus tanpa askokarp sampai terbentuk empat inti haploid. Empat inti haploid tersebut akan menjadi askospora. Nah, askospora itulah yang nantinya akan menjadi jamur baru yang haploid (n).&nbsp;<\/span>Lalu bagaimana untuk Ascomycotina multiseluler? Berikut ulasannya.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">b. Ascomycotina multiseluler melakukan reproduksi seksual melalui askospora. Pembentukan askospora ini pada organisme multiseluler ini berbeda dengan uniseluler.<\/span><\/p>\n<div id=\"attachment_251881\" style=\"width: 393px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-251881\" class=\"size-full wp-image-251881\" src=\"https:\/\/quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com\/images\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya3.png\" alt=\"\" width=\"383\" height=\"309\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya3.png 383w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya3-300x242.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya3-112x90.png 112w\" sizes=\"(max-width: 383px) 100vw, 383px\" \/><p id=\"caption-attachment-251881\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: Quipper Video<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi seksualnya diawali dengan terbentuknya alat reproduksi jantan dan betina melalui hifa (-) dan hifa (+). Hifa (-) akan membentuk askogonium, sedangkan hifa (+) akan membentuk anteredium. Selanjutnya, askogonium akan membentuk saluran ke arah anteredium. Saluran itu menjadi perantara bagi anteredium untuk membuahi askogonium. Lalu, askogonium akan tumbuh menjadi hifa dikarion. Nah, melalui serangkaian proses, hifa dikarion itu nantinya akan menjadi askus, yaitu tempat melekatnya askospora yang bersifat haploid.<\/span><\/p>\n<p><strong>3. Contoh Organisme Ascomycotina<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">a. Ascomycotina uniseluler<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Saccharomyches sp atau biasa disebut ragi merupakan jamur pembuat tapai.<\/span><\/li>\n<li>Candida sp, merupakan jamur parasit pada tubuh manusia.<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">b. Ascomycotina multiseluler<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penicillium notatum merupakan antibiotik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penicillium camemberti untuk pembuatan keju.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aspergillus sp merupakan salah satu jamur yang berfungsi dalam pembuatan kecap, contohnya Aspergillus wentii.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Neurospora crassa merupakan jamur yang berperan dalam proses pembuatan oncom.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Clavicep purpurea merupakan jamur parasit penyebab penyakit gangren jika dikonsumsi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>C.&nbsp;Basidiomycotina<\/strong><\/h3>\n<p><strong>1. Ciri-Ciri Basidiomycotina<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi seksual menggunakan basidiospora.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuhnya tersusun atas hifa bersekat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Multiseluler dan berukuran makroskopis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa jamur memiliki tubuh buah yang disebut basidiokarp.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya bersifat saprofit, tetapi ada juga yang parasit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Habitat jamur saprofit di serasah tanah, batang kayu yang sudah mati, dan merang padi. Sedangkan jamur parasit hidup di tubuh makhluk hidup.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Reproduksi Basidiomycotina<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi aseksual<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi aseksual pada Basidiomycotina terjadi melalui konidiospora yang ada di ujung konidiofor. Tidak hanya itu, beberapa juga ada yang membentuk kuncup dan fragmentasi miselium.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi seksual<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi seksualnya dilakukan dengan basidiospora. Adapun pembentukan basidiospora ditunjukkan oleh gambar berikut.<\/span><\/p>\n<div id=\"attachment_251851\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-251851\" class=\"size-full wp-image-251851\" src=\"https:\/\/quipper-video-wordpress.s3.amazonaws.com\/images\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya4.png\" alt=\"\" width=\"540\" height=\"271\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya4.png 540w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya4-300x151.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya4-179x90.png 179w\" sizes=\"(max-width: 540px) 100vw, 540px\" \/><p id=\"caption-attachment-251851\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: Quipper Video<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi seksualnya diawali dengan pertemuan antara hifa (+) dan hifa (-). Pertemuan keduanya akan membentuk miselium dengan hifa dikariotik. Miselium ini kemudian akan berkembang menjadi basidiokarp. Permukaan bawah basidiokarp dilapisi oleh sel dikariotik (basidium). Sel dikariotik inilah kemudian akan berkembangg menjadi basidiospora yang bersifat haploid.<\/span><\/p>\n<p><strong>3. Contoh Organisme Basidiomycotina<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan salah satu jenis jamur yang biasa dibudidayakan untuk dikonsumsi sehari-hari. Mungkin Quipperian salah satu penggemar jamur merang ya?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jamur kuping (Auricularia polytricha) merupakan jamur yang berwarna cokelat dengan tekstur permukaan agak kenyal. Jamur ini dinamakan jamur kuping karena bentuknya menyerupai kuping manusia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jamur tiram (Pleurotus sp) merupakan jamur yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Jamur ini berwarna putih dengan struktur daging cukup tebal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jamur shitake (Lentinula edodes) merupakan jamur yang dibudidayakan umumnya di Jepang untuk keperluan konsumsi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jamur karat (Puccinia graminis) merupakan jamur yang tidak memiliki tubuh buah. Umumnya hidup parasit berbentuk seperti karat di dedaunan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>D. Deuteromycotina<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Deuteromycotina tergolong sebagai divisi jamur yang unik karena jamur-jamur yang termasuk dalam divisi ini belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Tak heran jika Deuteromycotina biasa disebut jamur tak sempurna (Fungi imperfecti).<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Ciri-ciri Deuteromycotina<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tersusun atas hifa bersekat dan dinding selnya terbuat dari kitin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jarang memiliki tubuh buah dan umumnya berukuran mikroskopis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersifat saprofit atau parasit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Reproduksi Deuteromycotina<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi aseksual Deuteromycotina diawali dengan pembentukan konidia, lalu pembentukan tunas, dan muncul spora dengan benang hifa.<\/span><\/p>\n<p><strong>3. Contoh Organisme Deuteromycotina<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinea versicolor merupakan jamur penyebab panu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Epidermophyton floccosum merupakan jamur penyebab infeksi kulit dan kuku pada manusia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Trichophyton sp merupakan jamur penyebab kutu air pada manusia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, ternyata, banyak banget jenis-jenis jamur ya, Quipperian. Sebagian di antaranya pun berfungsi bagi kehidupan manusia. Tak heran jika banyak berkembang budidaya jamur di kalangan masyarakat. Mereka berhasil membudidayakan jamur karena memahami betul bagaimana cara reproduksi jamur dan seperti apa habitat tumbuhnya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Well<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sudah cukup jelas kan pengertian apa itu jamur yang Quipper Blog berikan di atas?<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">So, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jangan pernah berhenti untuk belajar karena semua ilmu yang Quipperian dapatkan sejatinya bisa bermanfaat dalam kehidupan. Jika Quipperian ingin mengasah kemampuan dengan mengerjakan soal-soal tentang jamur, silahkan gabung dengan <\/span><a href=\"https:\/\/learn.quipper.com\/signup\"><b>Quipper Video<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Dijamin, Quipperian akan semakin paham dan lebih semangat lagi dalam belajar karena didampingi oleh para tutor yang mumpuni dan asyik di bidangnya. Salam Quipper!<\/span><\/p>\n<p><b>Sumber:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/learn.quipper.com\/v1\/topic\/5adecdad95c6a34c120009c4\/documents\/5ad5bddaf14625138c005198?token=5FfNPqMYljr5BZlDyltwIxDVnXcuP3U9LxJjhY5DxvPATGbtbGS6%2B6t2PsgZ66JuuoLuHYkbuK5KD3RCZP37tg%3D%3D\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/learn.quipper.com\/v1\/topic\/5adecdad95c6a34c120009c4\/documents\/5ad5bddaf14625138c005198?token=5FfNPqMYljr5BZlDyltwIxDVnXcuP3U9LxJjhY5DxvPATGbtbGS6%2B6t2PsgZ66JuuoLuHYkbuK5KD3RCZP37tg%3D%3D<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/candidiasis\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.alodokter.com\/candidiasis<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/perhatikan-cara-mencegah-tinea-pedis\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.halodoc.com\/perhatikan-cara-mencegah-tinea-pedis<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Penulis: Eka Viandari<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jamur merupakan&nbsp;organisme eukariotik yang dibagi dalam kingdom tertentu yang disebut fungi. Jamur dibagi dalam 4 divisi, yakni&nbsp;Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Ciri-cirinya bersifat eukariotik,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":99400369,"featured_media":251931,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_crdt_document":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[679384870,679384888],"tags":[],"ppma_author":[679386827],"class_list":["post-251841","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-mapel"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Quipperian, kamu doyan makan jamur? Tapi pernah kepo enggak sih sebenarnya apa itu jamur dan dari mana asalnya? Simak penjelasan lengkapnya di sini, ya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Quipperian, kamu doyan makan jamur? Tapi pernah kepo enggak sih sebenarnya apa itu jamur dan dari mana asalnya? Simak penjelasan lengkapnya di sini, ya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-09T05:50:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-11-24T11:25:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sereliciouz\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sereliciouz\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/penjelasan-apa-itu-jamur\/amp\/\"},\"author\":{\"name\":\"sereliciouz\",\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b\"},\"headline\":\"Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!\",\"datePublished\":\"2019-05-09T05:50:27+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-24T11:25:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/penjelasan-apa-itu-jamur\/amp\/\"},\"wordCount\":1449,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png\",\"articleSection\":[\"Biologi\",\"Mapel\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/penjelasan-apa-itu-jamur\/amp\/\",\"url\":\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/\",\"name\":\"Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png\",\"datePublished\":\"2019-05-09T05:50:27+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-24T11:25:57+00:00\",\"description\":\"Quipperian, kamu doyan makan jamur? Tapi pernah kepo enggak sih sebenarnya apa itu jamur dan dari mana asalnya? Simak penjelasan lengkapnya di sini, ya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png\",\"width\":800,\"height\":533,\"caption\":\"Jamur\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mapel\",\"item\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/amp\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/\",\"name\":\"Quipper Blog\",\"description\":\"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png\",\"width\":146,\"height\":40,\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\",\"https:\/\/x.com\/quipper_id\",\"https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b\",\"name\":\"sereliciouz\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=gdc25c3abc1bedfa09a01ed68c15b905f\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"sereliciouz\"},\"description\":\"just another random person.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/sereliciouz.wordpress.com\"],\"url\":\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/sereliciouz\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!","description":"Quipperian, kamu doyan makan jamur? Tapi pernah kepo enggak sih sebenarnya apa itu jamur dan dari mana asalnya? Simak penjelasan lengkapnya di sini, ya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!","og_description":"Quipperian, kamu doyan makan jamur? Tapi pernah kepo enggak sih sebenarnya apa itu jamur dan dari mana asalnya? Simak penjelasan lengkapnya di sini, ya!","og_url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/","og_site_name":"Quipper Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","article_published_time":"2019-05-09T05:50:27+00:00","article_modified_time":"2021-11-24T11:25:57+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png","type":"image\/png"}],"author":"sereliciouz","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@quipper_id","twitter_site":"@quipper_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sereliciouz","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/penjelasan-apa-itu-jamur\/amp\/"},"author":{"name":"sereliciouz","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b"},"headline":"Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!","datePublished":"2019-05-09T05:50:27+00:00","dateModified":"2021-11-24T11:25:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/penjelasan-apa-itu-jamur\/amp\/"},"wordCount":1449,"publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png","articleSection":["Biologi","Mapel"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/penjelasan-apa-itu-jamur\/amp\/","url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/","name":"Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png","datePublished":"2019-05-09T05:50:27+00:00","dateModified":"2021-11-24T11:25:57+00:00","description":"Quipperian, kamu doyan makan jamur? Tapi pernah kepo enggak sih sebenarnya apa itu jamur dan dari mana asalnya? Simak penjelasan lengkapnya di sini, ya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#primaryimage","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png","width":800,"height":533,"caption":"Jamur"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/penjelasan-apa-itu-jamur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mapel","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Penasaran dengan Apa Itu Jamur? Ini Dia Penjelasannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","name":"Quipper Blog","description":"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru","publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization","name":"Quipper Indonesia","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","width":146,"height":40,"caption":"Quipper Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","https:\/\/x.com\/quipper_id","https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b","name":"sereliciouz","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=gdc25c3abc1bedfa09a01ed68c15b905f","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","caption":"sereliciouz"},"description":"just another random person.","sameAs":["http:\/\/sereliciouz.wordpress.com"],"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/sereliciouz\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Penasaran-dengan-Apa-Itu-Jamur-Ini-Dia-Penjelasannya5.png","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paV35H-13vX","jetpack_sharing_enabled":true,"authors":[{"term_id":679386827,"user_id":99400369,"is_guest":0,"slug":"sereliciouz","display_name":"sereliciouz","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","0":null,"1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251841","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/99400369"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=251841"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251841\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":295814,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251841\/revisions\/295814"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/251931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=251841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=251841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=251841"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=251841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}