{"id":259621,"date":"2020-01-31T15:06:39","date_gmt":"2020-01-31T08:06:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/?p=259621"},"modified":"2023-02-07T15:06:36","modified_gmt":"2023-02-07T08:06:36","slug":"hereditas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/biologi\/hereditas\/","title":{"rendered":"Hereditas &#8211; Biologi Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png\" data-rel=\"penci-gallery-image-content\" ><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-279518\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png\" alt=\"Hereditas - Biologi Kelas 12\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12-768x512.png 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12-585x390.png?crop=1 585w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12-263x175.png?crop=1 263w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12-300x200.png 300w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hai Quipperian, pada suka Biologi enggak, nih? Menurut sebagian besar siswa yang mengambil jurusan IPA, Biologi itu mengasyikkan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan belajar Biologi, setidaknya kamu bisa tahu tentang apa saja sih yang ada di dalam tubuh serta bagaimana organ-organ dalam tubuh bekerja. Nah, pada artikel kali ini, kamu akan diajak untuk mempelajari materi hereditas. Kira-kira sudah pernah dengar istilah itu belum? Jika belum, Quipper Blog akan memberikan contoh mudahnya hereditas berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa sih orang Tiongkok umumnya berkulit putih dan bermata sipit? Apa jadinya jika orang Tiongkok menikah dengan orang Afrika? Kira-kira bagaimana dengan keturunannya? Apakah berkulit putih atau berkulit hitam? Nah, pertanyaan itu semua bisa Quipperian jawab setelah membaca artikel ini ya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">So, don\u2019t miss it<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Pengertian Hereditas<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hereditas adalah istilah yang menunjukkan pewarisan sifat biologis dari induk ke keturunannya melalui DNA. Penelitian tentang hereditas sudah dimulai sejak zaman Yunani Kuno, misalnya saja Hipokrates menyatakan bahwa benih diwariskan saat terjadi pembuahan, Theophrastus menyatakan bahwa bunga jantan menyebabkan bunga betina matang, dan masih banyak lainnya. Pada prinsipnya, penelitian hereditas pada manusia berbeda dengan hewan atau tumbuhan. Kira-kira mengapa ya, Quipperian?<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jarang ada manusia yang bersedia dijadikan objek penelitian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umur manusia cukup panjang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keturunan yang dihasilkan manusia tidak banyak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lingkungan manusia memiliki banyak variabel yang sulit dikontrol.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan karakter pada manusia sulit diamati.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><strong>Materi Genetik atau Faktor Hereditas<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Materi genetik atau faktor hereditas adalah informasi yang dimiliki setiap sel makhluk hidup yang dapat diwariskan kepada keturunannya. Materi genetik terdiri atas kromosom, gen, DNA, dan RNA. Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guys.<\/span><\/i><\/p>\n<h3>1. Kromosom<\/h3>\n<p>Kromosom ialah benda-benda halus seperti benang yang mudah menyerap warna dan berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan. Di dalam sel yang diploid, kromosom tampak berpasang-pasangan. Sepasang kromosom disebut kromosom homolog, yaitu kromosom yang memiliki bentuk, ukuran, dan urutan gen yang sama. Sementara kromosom yang bukan pasangannya disebut kromosom nonhomolog.<\/p>\n<p>Setiap kromosom memiliki bagian-bagian seperti sentromer, lengan kromosom, matriks, kromonema, kromomer, telomer, dan satelit. Berdasarkan letak sentromernya, ada empat tipe kromosom, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">tipe metasentrik\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">tipe submetasentrik\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">tipe akrosentrik <\/span><\/li>\n<li>tipe telosentrik<\/li>\n<li style=\"list-style-type: none;\"><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah gambar kromosom dan bagian-bagiannya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Kromosom-Capture1.png\" data-rel=\"penci-gallery-image-content\" ><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-279526\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Kromosom-Capture1.png\" alt=\"Hereditas Kromosom - Capture1\" width=\"393\" height=\"296\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Kromosom-Capture1.png 247w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Kromosom-Capture1-200x150.png 200w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Kromosom-Capture1-80x60.png 80w\" sizes=\"(max-width: 393px) 100vw, 393px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, Quipperian, pada manusia, jumlah kromosom pada sel diploid adalah 46 buah atau 23 pasang. Kromosom tersebut terdiri atas 44 buah atau 22 pasang kromosom tubuh (autosom) dan sepasang kromosom kelamin (gonosom), yaitu XX pada wanita dan XY pada pria.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sel haploid seperti sel telur atau sel sperma, kromosom berjumlah 23 buah yang terdiri atas 22 buah autosom dan sebuah gonosom. Sel telur memiliki 22 buah autosom dan 1 X, sedangkan sperma memiliki 22 buah autosom dan\u00a0 1 X atau 1 Y.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Gen dan Alel<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gen adalah unit terkecil penyusun materi genetik yang berfungsi mengendalikan sifat hereditas makhluk hidup. Gen dapat diwariskan dari generasi ke generasi dan tersusun dari DNA yang terpintal oleh protein histon. Letak gen ada di dalam lokus-lokus pada kromosom yang tersusun teratur dalam satu deret secara linear dan lurus beraturan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gen terdiri atas tiga komponen, yaitu rekon, muton, dan siston. Apa saja itu?<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rekon adalah komponen yang lebih kecil dari gen dan terdiri atas satu atau dua pasang nukleotida saja.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mukon\u00a0 adalah komponen yang terdiri atas lebih dari dua pasang atau beberapa pasang nukleotida.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siston adalah komponen yang terdiri atas ratusan nukleotida. Berdasarkan sifatnya, gen dapat bersifat dominan, setengah dominan, atau resesif.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, gen ini punya pasangan yang disebut alel. Letaknya ada pada lokus yang bersesuaian pada kromosom homolognya dan memiliki tugas sama atau berlawanan untuk suatu sifat tertentu. Susunan gen dan alel pada kromosom homolog akan membentuk genotipe suatu individu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga kemungkinan genotipe yang dapat dimiliki oleh suatu individu, yaitu genotipe homozigot dominan, heterozigot, dan homozigot resesif. Alel dibedakan menjadi dua macam, yaitu alel tunggal dan alel ganda. Apa bedanya?<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alel tunggal adalah gen yang hanya memiliki satu gen sealel, sehingga hanya muncul satu sifat. Contohnya gen K untuk rambut keriting dan gen k untuk rambut lurus.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alel ganda adalah gen yang memiliki lebih dari dua pasangan gen yang sealel dan menempati seri lokus yang sama, sehingga muncul beberapa sifat. Contohnya adalah alel pada golongan darah sistem ABO dan warna bulu kelinci.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>3. DNA<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya ada yang disebut DNA, Quipperian. DNA atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">deoxyribonucleic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> acid adalah suatu asam nukleat yang merupakan penyusun gen di dalam inti sel. DNA menyimpan segala informasi biologis dari setiap makhluk hidup dan beberapa virus. DNA terdiri atas dua rantai polinukleotida yang tersusun dalam heliks ganda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap nukleotida terdiri atas tiga komponen, yaitu fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen. Ada dua macam basa nitrogen penyusun DNA, yaitu basa purin yang terdiri atas basa adenin (A) dan guanin (G) serta basa pirimidin yang terdiri atas basa timin (T) dan sitosin (S).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dua rantai DNA ini saling berikatan pada bagian basa nitrogen yang dihubungkan oleh ikatan hidrogen. Basa nitrogen A berikatan dengan T, sedangkan G berikatan dengan S. Antara A dan T dihubungkan oleh 2 ikatan hidrogen, sedangkan antara G dan S dihubungkan oleh 3 ikatan hidrogen.<\/span><\/p>\n<h3><strong>4. RNA<\/strong><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Next, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ada yang namanya RNA atau ribonucleic acid. Adalah makromolekul polinukleotida berupa rantai tunggal atau ganda yang tidak berpilin. Rantai pada RNA juga pendek-pendek, karena dibentuk melalui transkripsi fragmen-fragmen DNA. RNA banyak ditemukan di sitoplasma atau ribosom.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan DNA, keberadaan RNA di dalam sel tidak tetap karena mudah terurai dan harus dibentuk kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">RNA tersusun dari banyak ribonukleotida, di mana setiap ribonukleotida terdiri atas 3 komponen, yaitu fosfat, gula ribosa, dan basa nitrogen. Basa nitrogen RNA terdiri atas basa purin, yaitu adenin (A) dan guanin (G) serta basa pirimidin, yaitu urasil (U) dan sitosin (S). Keempat basa nitrogen tersebut akan membentuk pasangan A \u2013 U dan G \u2013 S. Adenin dan urasil\u00a0 dihubungkan oleh 2 ikatan hidrogen, sedangkan guanin dan sitosin dihubungkan oleh 3 ikatan hidrogen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">RNA dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu RNA genetik dan RNA nongenetik. RNA genetik adalah RNA yang berperan dalam pewarisan sifat. RNA ini hanya terdapat pada virus RNA. RNA nongenetik adalah RNA yang berperan dalam sintesis protein.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, RNA terbagi menjadi tiga macam, yaitu mRNA, tRNA, dan rRNA. Apa saja bedanya?<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">mRNA adalah RNA rantai tunggal dan panjang yang dibentuk oleh DNA melalui proses transkripsi di dalam inti sel. Basa-basa nitrogen di sepanjang rantai mRNA merupakan kode genetik yang disebut kodon. mRNA berfungsi sebagai pembawa kode genetik (kodon) dari inti sel ke sitoplasma.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">tRNA adalah RNA rantai tunggal dan pendek yang dibentuk oleh DNA di dalam inti sel dan diangkut ke sitoplasma. tRNA berfungsi sebagai penerjemah kodon. Caranya adalah dengan membawa asam-asam amino dari sitoplasma ke ribosom dan melekatkan asam-asam amino tersebut sesuai urutan kodon pada mRNA. tRNA memiliki dua ujung perlekatan yang penting, yaitu ujung untuk perlekatan kodon pada mRNA atau disebut antikodon dan ujung untuk perlekatan asam amino.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">rRNA adalah RNA yang terdapat di dalam ribosom, namun dibentuk oleh DNA di dalam inti sel. rRNA berfungsi sebagai mesin perakit polipeptida pada sintesis protein yang bergerak ke satu arah di sepanjang rantai mRNA.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><strong>5. Sintesis Protein<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, ada yang disebut dengan sintesis protein. Sintesis protein ialah proses pembentukan protein yang dikode oleh DNA dan dilaksanakan oleh RNA. Proses tersebut sebagian berlangsung di dua tempat, tahap pertama berlangsung di dalam inti sel dan tahap selanjutnya berlangsung di ribosom. Proses sintesis protein terdiri atas dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Transkripsi adalah proses pencetakan RNA yang terdiri atas mRNA, tRNA, dan rRNA oleh DNA yang berlangsung di dalam inti sel. Dari ketiga macam RNA tersebut, yang berperan dalam menentukan urutan asam amino penyusun protein adalah mRNA.<br \/>\n<\/span>Transkripsi terdiri atas 3 tahap, yaitu inisiasi (permulaan) transkripsi, elongasi (pemanjangan) rantai RNA, dan terminasi (pengakhiran) transkripsi. Setelah tahap terminasi, mRNA akan menuju ke ribosom untuk masuk ke dalam tahap translasi.<\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Translasi adalah proses sintesis polipeptida sesuai dengan kode genetik pada mRNA (kodon) oleh tRNA dan ribosom. tRNA akan membawa asam amino sesuai dengan kodon dan melekatkan asam amino tersebut pada mRNA.<br \/>\n<\/span>Translasi juga terdiri atas 3 tahap, yaitu inisiasi (permulaan) translasi, elongasi (pemanjangan) translasi, dan terminasi (pengakhiran) translasi. Setelah tahap terminasi translasi berakhir, terbentuklah polipeptida.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><strong>Pembelahan Sel<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membahas panjang lebar tentang faktor hereditas, sekarang yuk Quipper Blog mau ajak kamu membahas tentang pembelahan sel. Pembelahan sel ialah proses perbanyakan sel untuk tujuan regenerasi sel yang rusak, pertumbuhan organisme, maupun reproduksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua macam pembelahan sel, yaitu pembelahan langsung (amitosis) dan pembelahan tidak langsung. Pembelahan tidak langsung terdiri atas pembelahan mitosis dan meiosis. Seperti apa perbedaannya?<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Pembelahan Amitosis<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelahan amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melalui tahapan yang rumit. Pembelahan ini terjadi pada organisme uniseluler untuk tujuan reproduksi aseksual. Contohnya pada bakteri, Protozoa, serta alga dan jamur uniseluler.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Pembelahan Mitosis<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelahan mitosis adalah pembelahan yang terjadi pada sel tubuh dan sel gamet organisme multiseluler. Pembelahan ini bertujuan untuk menambah jumlah sel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pembelahan mitosis, 1 induk sel akan menghasilkan 2 sel anakan yang identik dengan induknya. Pembelahan mitosis terdiri dari dua tahap, yaitu interfase dan mitosis.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Interfase merupakan fase persiapan untuk membelah. Interfase terdiri atas tiga subfase, yaitu G1, S, dan G2.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mitosis merupakan fase pembelahan sel yang terdiri atas lima tahap, yaitu\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">profase, prometafase, metafase, anafase, dan telofase. Tahap profase\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">hingga anafase disebut fase kariokinesis atau pembagian inti sel. Sementara tahap telofase disebut fase sitokinesis atau pembagian sitoplasma.<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Pembelahan Meiosis<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelahan meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak, dengan jumlah kromosom pada setiap sel anak hanya setengah dari sel induknya. Pembelahan meiosis terjadi pada sel gamet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari pembelahan ini adalah untuk mengurangi jumlah kromosom, sehingga jumlah kromosom sel anak adalah setengah dari jumlah kromosom sel induknya, Quipperian. Pembelahan meiosis terdiri atas meiosis I dan meiosis II. Sama halnya dengan mitosis, sebelum terjadi pembelahan meiosis juga didahului oleh tahap interfase.<\/span><\/p>\n<h2>Gametogenesis pada Manusia, Hewan, dan Tumbuhan<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelahan mitosis dan meiosis terjadi pada proses gametogenesis pada manusia, hewan,\u00a0 dan tumbuhan.<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Gametogenesis pada Manusia dan Hewan<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gametogenesis pada manusia dan hewan meliputi spermatogenesis dan oogenesis. Berikut definisinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">a. Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma yang terjadi di dalam testis. Tahapan pada proses tersebut adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture2.png\" data-rel=\"penci-gallery-image-content\" ><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-279530 aligncenter\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture2.png\" alt=\"Hereditas Proses Spermatogenesis -Capture2\" width=\"159\" height=\"539\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">b. Oogenesis adalah proses pembentukan ovum yang sebagian terjadi di dalam ovarium dan oviduk. Tahapan pada proses tersebut adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture3.png\" data-rel=\"penci-gallery-image-content\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-279537 aligncenter\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture3.png\" alt=\"Hereditas Oogenesis adalah Capture3\" width=\"450\" height=\"546\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture3.png 351w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture3-248x300.png 248w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><\/a><\/p>\n<h3><strong>2. Gametogenesis pada Tumbuhan<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gametogenesis pada tumbuhan meliputi mikrosporogenesis dan makrosporogenesis. Mikrosporogenesis adalah proses pembentukan mikrospora atau serbuk sari yang berlangsung di dalam kepala sari (antera). Sedangkan makrosporogenesis adalah proses pembentukan makrospora atau bakal biji yang berlangsung di dalam bakal buah (ovarium).<\/span><\/p>\n<h2><b>Variasi Sifat Manusia dan Peta Silsilah Keluarga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai makhluk yang paling sempurna, manusia memiliki sifat-sifat tertentu yang berbeda satu dengan lainnya, baik sifat fisik, sifat fisiologis, maupun sifat sosial. Mengapa sifat itu bisa spesifik untuk setiap manusia? Hal itu karena sifat pada manusia sepenuhnya dikendalikan oleh gen yang diturunkan oleh orang tua dan faktor lingkungan. Ingin tahu sifat apa saja yang dikendalikan oleh gen dominan maupun resesif pada manusia?<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>No.<\/b><\/td>\n<td><b>Sifat yang dikendalikan oleh gen dominan<\/b><\/td>\n<td><b>Sifat yang dikendalikan oleh gen resesif<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>1.<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rambut hitam<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rambut pirang<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>2.<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mata sipit<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mata lebar<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>3.<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rambut keriting<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rambut lurus<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>4.<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Lidah dapat menggulung<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Lidah tidak dapat menggulung<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>5.<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bibir tebal<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bibir tipis<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>6.<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tangan kidal<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tangan tidak kidal<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>7.<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bulu mata panjang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bulu mata pendek<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena penelitian hereditas pada manusia sulit dilakukan, maka dibentuklah peta silsilah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pedigree<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) untuk mengetahui karakter tertentu di dalam silsilah keluarga. Ingin tahu apa saja sih manfaat dibentuknya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pedigree<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mutu genetik keluarga bisa diperbaiki.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghindari munculnya kelainan genetik yang mungkin dibawa anggota keluarga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mempertahankan sifat unggul dalam keluarga.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pedigree <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang berhasil dibuat, yaitu berasal dari Kerajaan Inggris. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pedigree <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut bertujuan untuk mengetahui silsilah penyakit hemofilia di keluarga kerajaan. Adapun contoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pedigree-nya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture4.png\" data-rel=\"penci-gallery-image-content\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-279540 aligncenter\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture4.png\" alt=\"Hereditas contoh pedigree - Capture4\" width=\"685\" height=\"479\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture4.png 412w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture4-300x210.png 300w\" sizes=\"(max-width: 685px) 100vw, 685px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pedigree tersebut<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, terlihat bahwa Ratu Victoria merupakan pembawa gen hemofilia. Ia mewariskan penyakit tersebut pada tiga anaknya, di mana dua anak hanya bersifat pembawa, sedangkan satu anak merupakan penderita. Nah, bagaimana cara untuk menghentikan agar gen hemofilia tidak terwariskan pada keluarga selanjutnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, ada tiga cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi penyakit menurun seperti di keluarga Kerajaan Inggris tadi, yaitu eugenetika, eutenika, dan eufenika.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eugenetika merupakan usaha untuk memperbaiki generasi mendatang dengan hukum hereditas, misalnya saja menghindari perkawinan antarsaudara dekat, menghindari pernikahan dengan penderita gangguan mental.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eutenika merupakan usaha untuk memperbaiki generasi mendatang melalui mutu lingkungan, misalnya makanan harus bergizi, mengenyam pendidikan dengan baik, dan lainnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eufenika merupakan usaha untuk memperbaiki keturunan dengan cara menyembuhkan gejala penyakit menurun.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Penentuan Jenis Kelamin pada Manusia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis kelamin merupakan bagian terpenting dalam sistem reproduksi manusia. Perbedaan kelamin akan berpengaruh pada jenis organ reproduksinya. Jenis kelamin itu ditentukan oleh sepasang kromosom kelamin, yaitu X dan Y. Jika kromosom kelaminnya XX, maka jenis kelaminnya wanita. Jika kromosom kelaminnya XY, maka jenis kelaminnya pria. XX atau XY terbentuk saat proses pembuahan. Untuk memperjelas pemahaman Quipperian tentang penentuan jenis kelamin, perhatikan tabel berikut.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Induk<\/b><\/td>\n<td><b>X<\/b><\/td>\n<td><b>Y<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>X<\/b><\/td>\n<td><b>XX (Wanita)<\/b><\/td>\n<td><b>XY (Pria)<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tabel di atas menunjukkan bahwa peluang untuk mendapatkan anak perempuan maupun laki-laki adalah sama, yaitu 50%. Lantas, bagaimana cara untuk menentukan peluang mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu? Gunakan Teori Binomium berikut.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture5.png\" data-rel=\"penci-gallery-image-content\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-279542\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture5.png\" alt=\"Hereditas Teori Binomium - Capture5\" width=\"173\" height=\"79\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture6.png\" data-rel=\"penci-gallery-image-content\" ><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-279543\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Capture6.png\" alt=\"Hereditas Teori Binomium - Capture6\" width=\"333\" height=\"174\" \/><\/a><\/p>\n<h2><b>Sistem Golongan Darah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem golongan darah dibedakan menjadi tiga, yaitu golongan darah ABO, darah MN, dan sistem rhesus. Ingin tahu penjelasan selengkapnya?<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Sistem Golongan Darah ABO<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan darah ABO pertama kali diteliti oleh Karl Landsteiner pada tahun 1901. Golongan darah ini didasarkan pada kandungan aglutinogen (antigen) dan aglutinin (antibodi). Aglutinogen merupakan jenis glikopreotein yang ada di permukaan sel darah merah, sedangkan aglutinin merupakan protein yang dihasilkan oleh sel limfosit B di dalam plasma darah. Ada empat macam golongan darah ABO, yaitu sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan darah A, yaitu golongan darah yang memiliki aglutinogen A dan aglutinin \u03b2.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan darah B, yaitu golongan darah yang memiliki aglutinogen B dan aglutinin \u03b1.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan darah AB, yaitu golongan darah yang memiliki aglutinogen A dan B, tetapi tidak memiliki aglutinin \u03b1 dan \u03b2.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan darah O, yaitu golongan darah yang tidak memiliki aglutinogen A dan B, tetapi memiliki aglutinin \u03b1 dan \u03b2.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan darah ABO merupakan golongan darah yang sudah umum kamu kenal. Ternyata, golongan darah ini juga bersifat menurun, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kok bisa? Golongan darah ABO, dikendalikan oleh alel ganda I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dan I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">O<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Maksud alel ganda di sini adalah, keberadaan golongan darah ABO disusun oleh dua alel sekaligus, misalnya seperti berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Genotipe dari golongan darah A = I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">untuk homozigot dan I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">O<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">untuk heterozigot.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Genotipe dari golongan darah B = I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">untuk homozigot dan I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">O<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">untuk heterozigot.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Genotipe dari golongan darah AB = I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">A<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Genotipe dari golongan darah O = I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">O<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">I<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">O<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, Quipperian bisa melihat kan, bahwa penentuan golongan darah, tidak hanya ditentukan oleh satu alel saja, tetapi ada dua alel yang saling berkaitan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Sistem Rhesus<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem rhesus merupakan pengelompokan golongan darah yang didasarkan pada ada tidaknya antigen di permukaan membran plasma. Ada dua jenis rhesus yang dalam sistem ini, yaitu rhesus positif (Rh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">+<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">) dan rhesus negatif (Rh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">). Keberadaan rhesus dikendalikan oleh gen Rh dan rh. Jika di dalam darah seseorang mengandung rhesus positif, maka genotipenya RhRh atau Rhrh. Jika mengandung rhesus negatif, genotipenya rhrh.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Golongan darah Sistem MN<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan darah sistem MN didasarkan pada ada tidaknya glikoforin A, yaitu glikoprotein yang terdapat dalam membran sel darah merah. Terdapat dua jenis glikoforin, yaitu glikoforin-N dan glikoforin-M. Jika disuntikkan ke dalam golongan darah lainnya, antegin ini tidak akan membentuk antibodi. Reaksi baru akan muncul saat antigen disuntikkan ke dalam tubuh kelinci karena tubuh kelinci akan membentuk anti-M dan anti-N. Golongan darah MN ini, dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan darah M, yaitu golongan darah yang akan membentuk penggumpalan jika disuntik serum anti-M.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan darah N, yaitu golongan darah yang akan membentuk penggumpalan jika disuntik serum anti-N.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan darah MN, yaitu golongan darah yang akan membentuk penggumpalan jika disuntik serum anti-M dan anti-N.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><strong>Contoh Soal Hereditas<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melatih pemahaman kamu tentang materi hereditas ini, coba kerjakan contoh soal di bawah, yuk.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh Soal<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siswa kelas XII diminta pak guru untuk mengamati fase-fase pembelahan sel-sel ujung akar bawang merah. Dita dan Rudi kemudian diminta oleh pak guru untuk menuliskan ciri-ciri pembelahan sel yang diamatinya pada tabel yang tersedia di papan tulis. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh Dita dan Rudi adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 664px; height: 163px;\" border=\"1\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 15px;\">\n<td style=\"width: 4.10893%; text-align: center; height: 30px;\" rowspan=\"2\"><strong>No<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 95.8909%; text-align: center; height: 15px;\" colspan=\"2\"><strong>Hasil Pengamatan<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 15px;\">\n<td style=\"width: 45.6601%; text-align: center; height: 15px;\"><strong>Dita\u00a0<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 50.2308%; text-align: center; height: 15px;\"><strong>Rudi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 15px;\">\n<td style=\"width: 4.10893%; text-align: center; height: 15px;\">1.<\/td>\n<td style=\"width: 45.6601%; height: 15px;\">Kromosom terdiri atas sepasang kromatid<\/td>\n<td style=\"width: 50.2308%; height: 15px;\">Kromatid pada setiap kromosom memisah<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 33px;\">\n<td style=\"width: 4.10893%; text-align: center; height: 33px;\">2.<\/td>\n<td style=\"width: 45.6601%; height: 33px;\">Letak kromosom tidak beraturan<\/td>\n<td style=\"width: 50.2308%; height: 33px;\">Masing-masing kromatid berpegang pada benang spindel<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 15px;\">\n<td style=\"width: 4.10893%; text-align: center; height: 15px;\">3.<\/td>\n<td style=\"width: 45.6601%; height: 15px;\">Membran inti dan anak inti lenyap<\/td>\n<td style=\"width: 50.2308%; height: 15px;\">Kromatid menjauhi bidang pembelahan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Pernyataan yang benar tentang hasil pengamatan yang dilakukan oleh Dita dan Rudi adalah&#8230;<br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">A. Fase pembelahan yang diamati oleh Rudi terjadi lebih dulu daripada fase pembelahan yang diamati oleh Dita<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">B. Fase pembelahan yang diamati oleh Dita terjadi lebih dulu daripada fase pembelahan yang diamati oleh Rudi<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">C. Fase pembelahan yang diamati oleh Rudi merupakan fase terlama dalam pembelahan\u00a0 mitosis<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">D. Fase pembelahan yang diamati oleh Dita merupakan fase terpendek dalam pembelahan sel<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">E. Fase pembelahan yang diamati oleh Dita dan Rudi merupakan fase yang berlangsung secara berurutan<\/span><\/p>\n<p><b>Jawaban: B<\/b><\/p>\n<p><b>Pembahasan:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, buat kamu yang mau tahu pembahasan lengkap dari soal ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cuss <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nonton <\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=h8m-25P0KT8\"><span style=\"font-weight: 400;\">video ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ya. Ada contoh soal lain dan pembahasannya, langsung dari tutor kece Quipper Video!<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"Biologi Kelas 12 - Hereditas | Pembahasan Soal HOTS UTBK\" width=\"1170\" height=\"658\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/h8m-25P0KT8?feature=oembed&#038;enablejsapi=1&#038;origin=https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana Quipperian, sudah paham kan dengan penjelasan Quipper Blog tentang materi hereditas. Ternyata, hereditas itu luas ya, tidak hanya terbatas pada warna rambut, bentuk hidung, warna kulit, atau bentuk rambut? Jika Quipperian masih ingin mendalami materi hereditas ini, silahkan gabung dengan <\/span><a href=\"https:\/\/learn.quipper.com\/signup\"><b>Quipper Video<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan Quipper Video, belajar akan jauh lebih seru karena kalian bisa belajar kapan pun dan di mana pun. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya!<\/span><\/p>\n<p><b>Penulis: Eka Viandari &amp; Serenata<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai Quipperian, pada suka Biologi enggak, nih? Menurut sebagian besar siswa yang mengambil jurusan IPA, Biologi itu mengasyikkan, lho. Dengan belajar Biologi, setidaknya kamu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":99400369,"featured_media":279518,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_crdt_document":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[679384870,679384888],"tags":[679384545],"ppma_author":[679386827,679386837],"class_list":["post-259621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi","category-mapel","tag-materi-biologi-kelas-12"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penasaran Belajar Materi Hereditas Kelas 12? Yuk, Cari Tahu di Sini!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mau tahu materi hereditas kelas 12 lebih dalam? Yuk, simak artikel Quipper Blog yang satu ini! Dijamin, nilai Biologi kamu makin meningkat, deh!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penasaran Belajar Materi Hereditas Kelas 12? Yuk, Cari Tahu di Sini!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mau tahu materi hereditas kelas 12 lebih dalam? Yuk, simak artikel Quipper Blog yang satu ini! Dijamin, nilai Biologi kamu makin meningkat, deh!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-31T08:06:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-02-07T08:06:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sereliciouz, Pratita Atinirmala, B.Sc.\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sereliciouz\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sereliciouz\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b\"},\"headline\":\"Hereditas &#8211; Biologi Kelas 12\",\"datePublished\":\"2020-01-31T08:06:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-07T08:06:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/\"},\"wordCount\":2841,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/06\\\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png\",\"keywords\":[\"Materi Biologi Kelas 12\"],\"articleSection\":[\"Biologi\",\"Mapel\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/\",\"name\":\"Penasaran Belajar Materi Hereditas Kelas 12? Yuk, Cari Tahu di Sini!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/06\\\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png\",\"datePublished\":\"2020-01-31T08:06:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-07T08:06:36+00:00\",\"description\":\"Mau tahu materi hereditas kelas 12 lebih dalam? Yuk, simak artikel Quipper Blog yang satu ini! Dijamin, nilai Biologi kamu makin meningkat, deh!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/06\\\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/06\\\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png\",\"width\":800,\"height\":533,\"caption\":\"Hereditas - Biologi Kelas 12\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/biologi\\\/hereditas\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mapel\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/amp\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Biologi\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/biologi\\\/amp\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Hereditas &#8211; Biologi Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"name\":\"Quipper Blog\",\"description\":\"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"width\":146,\"height\":40,\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/QuipperVideoID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/quipper_id\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/quipper_id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b\",\"name\":\"sereliciouz\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=gdc25c3abc1bedfa09a01ed68c15b905f\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"sereliciouz\"},\"description\":\"just another random person.\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/sereliciouz.wordpress.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/author\\\/sereliciouz\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penasaran Belajar Materi Hereditas Kelas 12? Yuk, Cari Tahu di Sini!","description":"Mau tahu materi hereditas kelas 12 lebih dalam? Yuk, simak artikel Quipper Blog yang satu ini! Dijamin, nilai Biologi kamu makin meningkat, deh!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penasaran Belajar Materi Hereditas Kelas 12? Yuk, Cari Tahu di Sini!","og_description":"Mau tahu materi hereditas kelas 12 lebih dalam? Yuk, simak artikel Quipper Blog yang satu ini! Dijamin, nilai Biologi kamu makin meningkat, deh!","og_url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/","og_site_name":"Quipper Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","article_published_time":"2020-01-31T08:06:39+00:00","article_modified_time":"2023-02-07T08:06:36+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png","type":"image\/png"}],"author":"sereliciouz, Pratita Atinirmala, B.Sc.","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@quipper_id","twitter_site":"@quipper_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sereliciouz","Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/biologi\/hereditas\/"},"author":{"name":"sereliciouz","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b"},"headline":"Hereditas &#8211; Biologi Kelas 12","datePublished":"2020-01-31T08:06:39+00:00","dateModified":"2023-02-07T08:06:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/biologi\/hereditas\/"},"wordCount":2841,"publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png","keywords":["Materi Biologi Kelas 12"],"articleSection":["Biologi","Mapel"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/biologi\/hereditas\/","url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/","name":"Penasaran Belajar Materi Hereditas Kelas 12? Yuk, Cari Tahu di Sini!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png","datePublished":"2020-01-31T08:06:39+00:00","dateModified":"2023-02-07T08:06:36+00:00","description":"Mau tahu materi hereditas kelas 12 lebih dalam? Yuk, simak artikel Quipper Blog yang satu ini! Dijamin, nilai Biologi kamu makin meningkat, deh!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/#primaryimage","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png","width":800,"height":533,"caption":"Hereditas - Biologi Kelas 12"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/biologi\/hereditas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mapel","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Biologi","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/biologi\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Hereditas &#8211; Biologi Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","name":"Quipper Blog","description":"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru","publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization","name":"Quipper Indonesia","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","width":146,"height":40,"caption":"Quipper Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","https:\/\/x.com\/quipper_id","https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b","name":"sereliciouz","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=gdc25c3abc1bedfa09a01ed68c15b905f","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","caption":"sereliciouz"},"description":"just another random person.","sameAs":["http:\/\/sereliciouz.wordpress.com"],"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/sereliciouz\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/Hereditas-Biologi-Kelas-12.png","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paV35H-15xr","jetpack_sharing_enabled":true,"authors":[{"term_id":679386827,"user_id":99400369,"is_guest":0,"slug":"sereliciouz","display_name":"sereliciouz","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","0":null,"1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""},{"term_id":679386837,"user_id":0,"is_guest":1,"slug":"pratita-atinirmala","display_name":"Pratita Atinirmala, B.Sc.","avatar_url":{"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Pratita-Atinirmala.webp","url2x":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Pratita-Atinirmala.webp"},"0":null,"1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/99400369"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259621"}],"version-history":[{"count":28,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":279547,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259621\/revisions\/279547"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279518"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259621"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=259621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}