{"id":275583,"date":"2019-09-26T11:10:33","date_gmt":"2019-09-26T04:10:33","guid":{"rendered":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?p=275583"},"modified":"2023-02-07T15:22:06","modified_gmt":"2023-02-07T08:22:06","slug":"kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/","title":{"rendered":"Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan &#8211; Kimia Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" class=\"alignnone size-full wp-image-275587\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png\" alt=\" Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat ya! Siapa di antara Quipperian yang jago memasak? Agar masakan menjadi lezat, apa sih bumbu utama yang harus digunakan? Tentu garam dan gula, kan? Selengkap apapun rempah-rempah yang digunakan dalam masakan jika lupa tidak diberi garam pasti tidak akan enak. Setuju?&nbsp; Mengapa garam menyatu dengan masakan sedemikian sempurna? Hal itu karena garam mudah sekali untuk larut. Berbeda halnya jika Quipperian melarutkan tanah liat ke dalam air. Di artikel kali ini, Quipperian akan diajak untuk mempelajari kelarutan suatu senyawa, mulai dari senyawa larut sampai terjadinya endapan. Kelarutan Garam Saat Quipperian melarutkan garam dalam air, akan terbentuk larutan elektrolit. Apa itu elektrolit? Elektrolit adalah zat yang mampu terurai menjadi ion positif dan negatif. Nilai kelarutan garam di dalam air bervariasi, mulai dari kelarutan terbatas sampai tak terhingga. Contoh garam yang memiliki kelarutan tak terhingga di dalam air adalah garam dapur atau NaCl.&nbsp; Artinya, sebanyak apapun NaCl yang dimasukkan di dalam air, seluruhnya akan larut tanpa terjadi endapan. Itulah mengapa NaCl sering digunakan untuk memasak. Bayangkan saja jika NaCl tidak bisa larut sempurna. Pasti Quipperian akan merasakan butiran halusnya saat makan.&nbsp; Ternyata, ada juga lho garam yang kadar kelarutannya di dalam air terbatas. Artinya, garam akan membentuk endapan jika mencapai konsentrasi tertentu. Untuk lebih jelasnya, simak tabel berikut. Pengertian Kelarutan (s) Kelarutan adalah jumlah maksimum suatu senyawa atau zat yang bisa larut dalam sejumlah pelarut. Satuan kelarutan adalah mol\/L. Oleh karena satuan kelarutan sama dengan molaritas, maka kelarutan juga bisa didefinisikan sebagai konsentrasi zat yang masih bisa larut dalam suatu pelarut. Berdasarkan sifat kelarutannya kondisi garam dibedakan menjadi tiga kondisi, yaitu sebagai berikut. Kondisi tidak jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam belum melampaui kelarutannya, sehingga masih bisa larut. Kondisi tepat jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam sama dengan kelarutannya, sehingga zat tepat mengendap. Kondisi lewat jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata garam melampaui kelarutannya, sehingga zat yang mengendap lebih banyak daripada yang larut. Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp) Jika suatu garam mengalami kondisi tepat jenuh, garam tersebut akan membentuk kesetimbangan. Terjadinya kesetimbangan dipengaruhi oleh zat padat yang tidak larut dan ion-ion zat terlarut. Bagaimana tetapan kesetimbangannya? Perhatikan reaksi berikut. &nbsp; Berdasarkan aturan penulisan rumus kesetimbangan, hanya zat dalam bentuk larutan (aq) dan gas (s) yang dituliskan di dalam rumus, sehingga diperoleh: &nbsp; Tetapan kesetimbangan untuk garam yang sukar larut disebut tetapan hasil kesetimbangan (Ksp). Hubungan antara Kelarutan dan Tetapan Hasil Kelarutan Kelarutan ditinjau dari konsentrasi jenuh suatu garam (elektrolit), sedangkan tetapan hasil kelarutan mengacu pada garam-garam yang tepat mengendap. Lalu apa hubungan antara keduanya? Perhatikan contoh berikut. Contoh soal 1 Terdapat larutan AgCl, Ag2S, dan Ag3PO4. Tentukan hubungan antara kelarutan dan tetapan hasil kelarutannya! Pembahasan: 1. AgCl Pada keadaan tepat jenuh, ionisasi AgCl berlangsung sebagai berikut.&nbsp; Oleh karena konsentrasi jenuh AgCl sama dengan kelarutannya, maka diperoleh persamaan berikut. Dengan demikian, diperoleh: &nbsp; Jadi, hubungan antara Ksp dan s untuk garam yang terdiri dari dua ion dirumuskan sebagai Ksp = s2. 2. Ag2S Pada Ag2S, hubungan antara Ksp dan s dirumuskan sebagai berikut. &nbsp; Dengan demikian, diperoleh: Jadi, hubungan antara Ksp dan s untuk garam yang terdiri dari tiga ion adalah Ksp = 4s3. 3. Ag3PO4 Pada Ag3PO4, hubungan antara Ksp dan s dirumuskan sebagai berikut.&nbsp; Dengan demikian, diperoleh: Jadi, hubungan antara Ksp dan s untuk garam yang terdiri dari empat ion adalah Ksp = 27s4. Dari ketiga contoh di atas, tentu Quipperian tahu kan hubungan antara Ksp dan s? Hubungan antara Ksp dan s dinyatakan sebagai berikut. &nbsp; Pengaruh Ion Senama pada Kelarutan Konsentrasi ion senama sangat berpengaruh pada sifat kelarutan suatu zat. Penambahan ion senama bisa mengurangi kelarutan suatu zat. Artinya, semakin banyak ion senama di dalam larutan, zat-zat terlarut semakin sulit untuk larut. Jika demikian, pasti akan muncul banyak endapan. Mengapa demikian? Berdasarkan asas Le Chatelier, kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang ditambahkan. Dengan demikian, penambahan ion senama akan memicu banyaknya endapan. Perlu Quipperian pahami bahwa penambahan ion senama tidak akan mengubah tetapan hasil kelarutan (Ksp) selama tidak ada perubahan suhu. Hubungan antara Ksp dan pH Larutan Nilai pH larutan basa dapat digunakan untuk menentukan nilai tetapan kelarutannya (Ksp). Hal itu berlaku untuk senyawa basa yang sulit larut di dalam air. Perhatikan reaksi berikut. &nbsp; Semakin besarnya nilai pH menunjukkan semakin banyak konsentrasi ion OH- di dalam larutan tersebut. Asas Le Chatelier menyatakan bahwa kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang ditambahkan. Semakin besar nilai pH, semakin sulit larutan basa untuk larut karena endapan yang terbentuk semakin banyak. Dengan demikian, semakin besar pH, semakin kecil kelarutannya. Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat Konsep dasar kelarutan dan hasil kali kelarutan elektrolit ini ternyata bisa dimanfaatkan untuk memisahkan larutan yang sudah tercampur, lho. Bagaimana bisa? Pemisahan dilakukan dengan cara menambahkan larutan elektrolit lain yang mampu berikatan dengan ion-ion dalam larutan yang sudah tercampur tadi. Quipperian harus ingat bahwa kelarutan setiap zat berbeda-beda. Artinya, ada zat yang cepat mengendap dan ada pula yang tidak. Nah, endapan itulah yang nantinya dipisahkan dari pelarut. Di awal pembelajaran Quipperian sudah dikenalkan dengan kondisi zat saat dilarutkan ke dalam pelarut, yaitu kondisi tepat jenuh, tidak jenuh, dan lewat jenuh. Kondisi ketiganya bisa ditentukan dari hubungan antara Qc dan Ksp. Jika Qc < Ksp, larutan berada pada kondisi tidak jenuh (tidak ada endapan). Jika Qc = Ksp, larutan berada pada kondisi tepat jenuh (tidak ada endapan). Jika Qc srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2-768x512.png 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2-585x390.png?crop=1 585w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2-263x175.png?crop=1 263w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2-300x200.png 300w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/> Ksp, larutan berada pada kondisi lewat jenuh (ada endapan). Untuk meningkatkan pemahaman Quipperian tentang materi kelarutan dan hasil kali kelarutan, simak contoh soal berikut. Contoh soal 2 Kelarutan Ag2CrO4 dalam air adalah 10-4 M. Tentukan kelarutan Ag2CrO4&nbsp;dalam larutan K2CrO4 0,01 M! Pembahasan: Reaksi kesetimbangan larutan Ag2CrO4&nbsp;adalah sebagai berikut. &nbsp; Dengan demikian, diperoleh: &nbsp; Berdasarkan perbandingan koefisien reaksinya, diperoleh: &nbsp; Jadi, kelarutan Ag2CrO4&nbsp;dalam larutan K2CrO4 0,01 M adalah 10-5 M. Contoh soal 3 Jika dalam suatu larutan terkandung Pb(NO3)2 0,05 M dan HCl 0,05 M, apakah akan terjadi endapan PbCl2? Pembahasan: Diketahui: &nbsp; Dengan demikian, nilai Qc dari larutan PbCl2 dapat ditentukan sebagai berikut. &nbsp; Oleh karena nilai Qc > Ksp PbCl2, maka PbCl2 akan mengendap. Jadi, jika dalam suatu larutan terkandung Pb(NO3)2 0,05 M dan HCl 0,05 M, maka akan terjadi endapan PbCl2. Itulah pembahasan tentang kelarutan dan hasil kali kelarutan. Untuk meningkatkan pemahaman tentang materi ini, Quipperian bisa sering-sering mengerjakan latihan soal ya. Jika bingung mendapatkan latihan soalnya, silahkan gabung bersama Quipper Video. Tidak hanya latihan soal yang kamu dapatkan, melainkan juga penjelasan tutor-tutor kece Quipper Video. Salam Quipper! [spoiler title=SUMBER] <a href=\"https:\/\/www.urip.info\/2015\/03\/pengaruh-ion-senama-terhadap-kelarutan.html\" rel=\"nofollow\">https:\/\/www.urip.info\/2015\/03\/pengaruh-ion-senama-terhadap-kelarutan.html<\/a> <a href=\"https:\/\/sites.google.com\/site\/dewitatrianiputri\/materi-pembelajaran\/kelas-xi\/bab-15\/c-pengaruh-penambahan-ion-senama\" rel=\"nofollow\">https:\/\/sites.google.com\/site\/dewitatrianiputri\/materi-pembelajaran\/kelas-xi\/bab-15\/c-pengaruh-penambahan-ion-senama<\/a> <a href=\"https:\/\/d14fikpiqfsi71.cloudfront.net\/media\/W1siZiIsIjIwMTYvMTEvMjQvMDkvMTgvMDEvZjU0Mzg5YzAtMWJjYy00ZDA4LWE5M2MtZTAwYzllYzM3OWY3L0ZpeF9LaW1LMTFTMjQucGRmIl1d.pdf?sha=589ed97be47de1a6%5B\/spoiler%5D\" rel=\"nofollow\">https:\/\/d14fikpiqfsi71.cloudfront.net\/media\/W1siZiIsIjIwMTYvMTEvMjQvMDkvMTgvMDEvZjU0Mzg5YzAtMWJjYy00ZDA4LWE5M2MtZTAwYzllYzM3OWY3L0ZpeF9LaW1LMTFTMjQucGRmIl1d.pdf?sha=589ed97be47de1a6%5B\/spoiler%5D<\/a> Penulis: Eka Viandari&#8221; width=&#8221;800&#8243; height=&#8221;533&#8243;><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa di antara Quipperian yang jago memasak? Agar masakan menjadi lezat, apa sih bumbu utama yang harus digunakan? Tentu garam dan gula, kan? Selengkap apapun rempah-rempah yang digunakan dalam masakan jika lupa tidak diberi garam pasti tidak akan enak. Setuju?&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa garam menyatu dengan masakan sedemikian sempurna? Hal itu karena garam mudah sekali untuk larut. Berbeda halnya jika Quipperian melarutkan tanah liat ke dalam air. Di artikel kali ini, Quipperian akan diajak untuk mempelajari kelarutan suatu senyawa, mulai dari senyawa larut sampai terjadinya endapan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kelarutan Garam<\/strong><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275588\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-1.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-1.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-1-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-1-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Quipperian melarutkan garam dalam air, akan terbentuk larutan elektrolit. Apa itu elektrolit? Elektrolit adalah zat yang mampu terurai menjadi ion positif dan negatif. Nilai kelarutan garam di dalam air bervariasi, mulai dari kelarutan terbatas sampai tak terhingga. Contoh garam yang memiliki kelarutan tak terhingga di dalam air adalah garam dapur atau NaCl.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, sebanyak apapun NaCl yang dimasukkan di dalam air, seluruhnya akan larut tanpa terjadi endapan. Itulah mengapa NaCl sering digunakan untuk memasak. Bayangkan saja jika NaCl tidak bisa larut sempurna. Pasti Quipperian akan merasakan butiran halusnya saat makan.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, ada juga <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> garam yang kadar kelarutannya di dalam air terbatas. Artinya, garam akan membentuk endapan jika mencapai konsentrasi tertentu. Untuk lebih jelasnya, simak tabel berikut.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275607\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-a.png\" alt=\"\" width=\"547\" height=\"267\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-a.png 547w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-a-300x146.png 300w\" sizes=\"(max-width: 547px) 100vw, 547px\" \/><\/p>\n<h2><strong>Pengertian Kelarutan (<\/strong><strong><em>s<\/em><\/strong><strong>)<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275586\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-3.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-3.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-3-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-3-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelarutan adalah jumlah maksimum suatu senyawa atau zat yang bisa larut dalam sejumlah pelarut. Satuan kelarutan adalah mol\/L. Oleh karena satuan kelarutan sama dengan molaritas, maka kelarutan juga bisa didefinisikan sebagai konsentrasi zat yang masih bisa larut dalam suatu pelarut. Berdasarkan sifat kelarutannya kondisi garam dibedakan menjadi tiga kondisi, yaitu sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tidak jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam belum melampaui kelarutannya, sehingga masih bisa larut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tepat jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam sama dengan kelarutannya, sehingga zat tepat mengendap.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi lewat jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata garam melampaui kelarutannya, sehingga zat yang mengendap lebih banyak daripada yang larut.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><strong>Tetapan Hasil Kali Kelarutan (<\/strong><strong><em>K<\/em><\/strong><sub><strong><em>sp<\/em><\/strong><\/sub><strong>)<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275547\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/contoh-resensi-buku.png\" alt=\"contoh resensi buku\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/contoh-resensi-buku.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/contoh-resensi-buku-768x512.png 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/contoh-resensi-buku-585x390.png?crop=1 585w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/contoh-resensi-buku-263x175.png?crop=1 263w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/contoh-resensi-buku-300x200.png 300w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika suatu garam mengalami kondisi tepat jenuh, garam tersebut akan membentuk kesetimbangan. Terjadinya kesetimbangan dipengaruhi oleh zat padat yang tidak larut dan ion-ion zat terlarut. Bagaimana tetapan kesetimbangannya? Perhatikan reaksi berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275606\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-b.png\" alt=\"\" width=\"266\" height=\"60\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan aturan penulisan rumus kesetimbangan, hanya zat dalam bentuk larutan (aq) dan gas (s) yang dituliskan di dalam rumus, sehingga diperoleh:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275605\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-c.png\" alt=\"\" width=\"176\" height=\"63\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapan kesetimbangan untuk garam yang sukar larut disebut tetapan hasil kesetimbangan (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<h2><strong>Hubungan antara Kelarutan dan Tetapan Hasil Kelarutan<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275161\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Template-Image-Blog-white-16.png\" alt=\"\" width=\"796\" height=\"527\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Template-Image-Blog-white-16.png 796w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Template-Image-Blog-white-16-300x199.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Template-Image-Blog-white-16-768x508.png 768w\" sizes=\"(max-width: 796px) 100vw, 796px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelarutan ditinjau dari konsentrasi jenuh suatu garam (elektrolit), sedangkan tetapan hasil kelarutan mengacu pada garam-garam yang tepat mengendap. Lalu apa hubungan antara keduanya? Perhatikan contoh berikut.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Contoh soal 1<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat larutan AgCl, Ag<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">S, dan Ag<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">PO<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">. Tentukan hubungan antara kelarutan dan tetapan hasil kelarutannya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembahasan:<\/span><\/p>\n<p><strong>1. AgCl<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada keadaan tepat jenuh, ionisasi AgCl berlangsung sebagai berikut.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275604\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-d.png\" alt=\"\" width=\"192\" height=\"50\"><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena konsentrasi jenuh AgCl sama dengan kelarutannya, maka diperoleh persamaan berikut.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275603\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-e.png\" alt=\"\" width=\"191\" height=\"61\"><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, diperoleh:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275602\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-f.png\" alt=\"\" width=\"179\" height=\"67\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, hubungan antara <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk garam yang terdiri dari dua ion dirumuskan sebagai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp <\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/em><sup><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><strong>2. Ag<sub>2<\/sub>S<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada Ag<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">S, hubungan antara <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> dirumuskan sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275601\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-g.png\" alt=\"\" width=\"234\" height=\"76\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, diperoleh:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275600\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-h.png\" alt=\"\" width=\"191\" height=\"76\"><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, hubungan antara <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk garam yang terdiri dari tiga ion adalah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp <\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= 4<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/em><sup><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><strong>3. Ag<sub>3<\/sub>PO<sub>4<\/sub><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada Ag<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">PO<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">, hubungan antara <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> dirumuskan sebagai berikut.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275599\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-i.png\" alt=\"\" width=\"238\" height=\"75\"><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, diperoleh:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275598\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-j.png\" alt=\"\" width=\"217\" height=\"80\"><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, hubungan antara <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk garam yang terdiri dari empat ion adalah <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp <\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= 27<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/em><sup><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ketiga contoh di atas, tentu Quipperian tahu kan hubungan antara <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">? Hubungan antara <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">s<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> dinyatakan sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275597\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-k.png\" alt=\"\" width=\"247\" height=\"112\">&nbsp;<\/span><\/p>\n<h2><strong>Pengaruh Ion Senama pada Kelarutan<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-269191\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Buat-yang-Kelas-10-Yuk-Mengenal-Ikatan-ikatan-Kimia-Dalam-Atom4.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Buat-yang-Kelas-10-Yuk-Mengenal-Ikatan-ikatan-Kimia-Dalam-Atom4.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Buat-yang-Kelas-10-Yuk-Mengenal-Ikatan-ikatan-Kimia-Dalam-Atom4-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Buat-yang-Kelas-10-Yuk-Mengenal-Ikatan-ikatan-Kimia-Dalam-Atom4-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsentrasi ion senama sangat berpengaruh pada sifat kelarutan suatu zat. Penambahan ion senama bisa mengurangi kelarutan suatu zat. Artinya, semakin banyak ion senama di dalam larutan, zat-zat terlarut semakin sulit untuk larut. Jika demikian, pasti akan muncul banyak endapan. Mengapa demikian? Berdasarkan asas Le Chatelier, kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang ditambahkan. Dengan demikian, penambahan ion senama akan memicu banyaknya endapan. Perlu Quipperian pahami bahwa penambahan ion senama tidak akan mengubah tetapan hasil kelarutan (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">) selama tidak ada perubahan suhu.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Hubungan antara <\/strong><strong><em>K<\/em><\/strong><sub><strong><em>sp<\/em><\/strong><\/sub><strong> dan pH Larutan<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275585\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-4.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-4.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-4-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-4-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai pH larutan basa dapat digunakan untuk menentukan nilai tetapan kelarutannya (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">). Hal itu berlaku untuk senyawa basa yang sulit larut di dalam air. Perhatikan reaksi berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275596\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-l-.png\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"52\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin besarnya nilai pH menunjukkan semakin banyak konsentrasi ion OH<\/span><sup><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\"> di dalam larutan tersebut. Asas Le Chatelier menyatakan bahwa kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang ditambahkan. Semakin besar nilai pH, semakin sulit larutan basa untuk larut karena endapan yang terbentuk semakin banyak. Dengan demikian, semakin besar pH, semakin kecil kelarutannya.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Konsep <\/strong><strong><em>K<\/em><\/strong><sub><strong><em>sp<\/em><\/strong><\/sub><strong> dalam Pemisahan Zat<\/strong><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275584\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-5.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-5.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-5-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-5-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep dasar kelarutan dan hasil kali kelarutan elektrolit ini ternyata bisa dimanfaatkan untuk memisahkan larutan yang sudah tercampur, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Bagaimana bisa? Pemisahan dilakukan dengan cara menambahkan larutan elektrolit lain yang mampu berikatan dengan ion-ion dalam larutan yang sudah tercampur tadi. Quipperian harus ingat bahwa kelarutan setiap zat berbeda-beda. Artinya, ada zat yang cepat mengendap dan ada pula yang tidak. Nah, endapan itulah yang nantinya dipisahkan dari pelarut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di awal pembelajaran Quipperian sudah dikenalkan dengan kondisi zat saat dilarutkan ke dalam pelarut, yaitu kondisi tepat jenuh, tidak jenuh, dan lewat jenuh. Kondisi ketiganya bisa ditentukan dari hubungan antara <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Q<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">c<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Q<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">c <\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">&lt; <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">, larutan berada pada kondisi tidak jenuh (tidak ada endapan).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Q<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">c <\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">= <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">, larutan berada pada kondisi tepat jenuh (tidak ada endapan).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Q<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">c <\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">&gt; <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">, larutan berada pada kondisi lewat jenuh (ada endapan).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk meningkatkan pemahaman Quipperian tentang materi kelarutan dan hasil kali kelarutan, simak contoh soal berikut.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Contoh soal 2<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelarutan Ag<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">CrO<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam air adalah 10<\/span><sup><span style=\"font-weight: 400;\">-4<\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\"> M. Tentukan kelarutan Ag<sub>2<\/sub>CrO<sub>4<\/sub><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;dalam larutan K<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">CrO<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> 0,01 M!<\/span><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reaksi kesetimbangan larutan Ag<sub>2<\/sub>CrO<sub>4<\/sub><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275595\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-m.png\" alt=\"\" width=\"273\" height=\"78\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, diperoleh:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275594\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-n.png\" alt=\"\" width=\"347\" height=\"185\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-n.png 347w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-n-300x160.png 300w\" sizes=\"(max-width: 347px) 100vw, 347px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan perbandingan koefisien reaksinya, diperoleh:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275593\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-o.png\" alt=\"\" width=\"237\" height=\"91\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kelarutan Ag<sub>2<\/sub>CrO<sub>4<\/sub><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;dalam larutan K<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">CrO<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> 0,01 M adalah 10<\/span><sup><span style=\"font-weight: 400;\">-5<\/span><\/sup><span style=\"font-weight: 400;\"> M.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Contoh soal 3<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dalam suatu larutan terkandung Pb(NO<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> 0,05 M dan HCl 0,05 M, apakah akan terjadi endapan PbCl<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diketahui:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275592\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-p.png\" alt=\"\" width=\"138\" height=\"93\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, nilai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Q<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">c <\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">dari larutan PbCl<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat ditentukan sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-275591\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-q.png\" alt=\"\" width=\"154\" height=\"106\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena nilai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Q<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">c <\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">&gt; <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">K<\/span><\/em><sub><em><span style=\"font-weight: 400;\">sp <\/span><\/em><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">PbCl<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">, maka PbCl<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\"> akan mengendap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jika dalam suatu larutan terkandung Pb(NO<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> 0,05 M dan HCl 0,05 M, maka akan terjadi endapan PbCl<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan tentang kelarutan dan hasil kali kelarutan. Untuk meningkatkan pemahaman tentang materi ini, Quipperian bisa sering-sering mengerjakan latihan soal ya. Jika bingung mendapatkan latihan soalnya, silahkan gabung bersama <a href=\"https:\/\/learn.quipper.com\"><strong>Quipper Video<\/strong><\/a>. Tidak hanya latihan soal yang kamu dapatkan, melainkan juga penjelasan tutor-tutor kece Quipper Video. Salam Quipper!<\/span><\/p>\n<p><strong>Penulis: Eka Viandari<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":99400369,"featured_media":275587,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[679384879,679384888],"tags":[],"ppma_author":[679386827,679386839],"class_list":["post-275583","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-mapel"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan - Kimia Kelas 11 - Quipper Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam artikel ini akan dibahas lengkap mengenai materi Kimia, Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan mulai dari pengertian, hubungan, dan contoh soal.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan - Kimia Kelas 11 - Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam artikel ini akan dibahas lengkap mengenai materi Kimia, Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan mulai dari pengertian, hubungan, dan contoh soal.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-09-26T04:10:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-02-07T08:22:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sereliciouz, Andjar Tyassih, S.Si.\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sereliciouz\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sereliciouz\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b\"},\"headline\":\"Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan &#8211; Kimia Kelas 11\",\"datePublished\":\"2019-09-26T04:10:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-07T08:22:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/\"},\"wordCount\":1104,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/09\\\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png\",\"articleSection\":[\"Kimia\",\"Mapel\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/\",\"name\":\"Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan - Kimia Kelas 11 - Quipper Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/09\\\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png\",\"datePublished\":\"2019-09-26T04:10:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-07T08:22:06+00:00\",\"description\":\"Dalam artikel ini akan dibahas lengkap mengenai materi Kimia, Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan mulai dari pengertian, hubungan, dan contoh soal.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/09\\\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/09\\\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png\",\"width\":800,\"height\":533,\"caption\":\"Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat ya! Siapa di antara Quipperian yang jago memasak? Agar masakan menjadi lezat, apa sih bumbu utama yang harus digunakan? Tentu garam dan gula, kan? Selengkap apapun rempah-rempah yang digunakan dalam masakan jika lupa tidak diberi garam pasti tidak akan enak. Setuju?\u00a0 Mengapa garam menyatu dengan masakan sedemikian sempurna? Hal itu karena garam mudah sekali untuk larut. Berbeda halnya jika Quipperian melarutkan tanah liat ke dalam air. Di artikel kali ini, Quipperian akan diajak untuk mempelajari kelarutan suatu senyawa, mulai dari senyawa larut sampai terjadinya endapan. Kelarutan Garam Saat Quipperian melarutkan garam dalam air, akan terbentuk larutan elektrolit. Apa itu elektrolit? Elektrolit adalah zat yang mampu terurai menjadi ion positif dan negatif. Nilai kelarutan garam di dalam air bervariasi, mulai dari kelarutan terbatas sampai tak terhingga. Contoh garam yang memiliki kelarutan tak terhingga di dalam air adalah garam dapur atau NaCl.\u00a0 Artinya, sebanyak apapun NaCl yang dimasukkan di dalam air, seluruhnya akan larut tanpa terjadi endapan. Itulah mengapa NaCl sering digunakan untuk memasak. Bayangkan saja jika NaCl tidak bisa larut sempurna. Pasti Quipperian akan merasakan butiran halusnya saat makan.\u00a0 Ternyata, ada juga lho garam yang kadar kelarutannya di dalam air terbatas. Artinya, garam akan membentuk endapan jika mencapai konsentrasi tertentu. Untuk lebih jelasnya, simak tabel berikut. Pengertian Kelarutan (s) Kelarutan adalah jumlah maksimum suatu senyawa atau zat yang bisa larut dalam sejumlah pelarut. Satuan kelarutan adalah mol\\\/L. Oleh karena satuan kelarutan sama dengan molaritas, maka kelarutan juga bisa didefinisikan sebagai konsentrasi zat yang masih bisa larut dalam suatu pelarut. Berdasarkan sifat kelarutannya kondisi garam dibedakan menjadi tiga kondisi, yaitu sebagai berikut. Kondisi tidak jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam belum melampaui kelarutannya, sehingga masih bisa larut. Kondisi tepat jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam sama dengan kelarutannya, sehingga zat tepat mengendap. Kondisi lewat jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata garam melampaui kelarutannya, sehingga zat yang mengendap lebih banyak daripada yang larut. Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp) Jika suatu garam mengalami kondisi tepat jenuh, garam tersebut akan membentuk kesetimbangan. Terjadinya kesetimbangan dipengaruhi oleh zat padat yang tidak larut dan ion-ion zat terlarut. Bagaimana tetapan kesetimbangannya? Perhatikan reaksi berikut. \u00a0 Berdasarkan aturan penulisan rumus kesetimbangan, hanya zat dalam bentuk larutan (aq) dan gas (s) yang dituliskan di dalam rumus, sehingga diperoleh: \u00a0 Tetapan kesetimbangan untuk garam yang sukar larut disebut tetapan hasil kesetimbangan (Ksp). Hubungan antara Kelarutan dan Tetapan Hasil Kelarutan Kelarutan ditinjau dari konsentrasi jenuh suatu garam (elektrolit), sedangkan tetapan hasil kelarutan mengacu pada garam-garam yang tepat mengendap. Lalu apa hubungan antara keduanya? Perhatikan contoh berikut. Contoh soal 1 Terdapat larutan AgCl, Ag2S, dan Ag3PO4. Tentukan hubungan antara kelarutan dan tetapan hasil kelarutannya! Pembahasan: 1. AgCl Pada keadaan tepat jenuh, ionisasi AgCl berlangsung sebagai berikut.\u00a0 Oleh karena konsentrasi jenuh AgCl sama dengan kelarutannya, maka diperoleh persamaan berikut. Dengan demikian, diperoleh: \u00a0 Jadi, hubungan antara Ksp dan s untuk garam yang terdiri dari dua ion dirumuskan sebagai Ksp = s2. 2. Ag2S Pada Ag2S, hubungan antara Ksp dan s dirumuskan sebagai berikut. \u00a0 Dengan demikian, diperoleh: Jadi, hubungan antara Ksp dan s untuk garam yang terdiri dari tiga ion adalah Ksp = 4s3. 3. Ag3PO4 Pada Ag3PO4, hubungan antara Ksp dan s dirumuskan sebagai berikut.\u00a0 Dengan demikian, diperoleh: Jadi, hubungan antara Ksp dan s untuk garam yang terdiri dari empat ion adalah Ksp = 27s4. Dari ketiga contoh di atas, tentu Quipperian tahu kan hubungan antara Ksp dan s? Hubungan antara Ksp dan s dinyatakan sebagai berikut. \u00a0 Pengaruh Ion Senama pada Kelarutan Konsentrasi ion senama sangat berpengaruh pada sifat kelarutan suatu zat. Penambahan ion senama bisa mengurangi kelarutan suatu zat. Artinya, semakin banyak ion senama di dalam larutan, zat-zat terlarut semakin sulit untuk larut. Jika demikian, pasti akan muncul banyak endapan. Mengapa demikian? Berdasarkan asas Le Chatelier, kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang ditambahkan. Dengan demikian, penambahan ion senama akan memicu banyaknya endapan. Perlu Quipperian pahami bahwa penambahan ion senama tidak akan mengubah tetapan hasil kelarutan (Ksp) selama tidak ada perubahan suhu. Hubungan antara Ksp dan pH Larutan Nilai pH larutan basa dapat digunakan untuk menentukan nilai tetapan kelarutannya (Ksp). Hal itu berlaku untuk senyawa basa yang sulit larut di dalam air. Perhatikan reaksi berikut. \u00a0 Semakin besarnya nilai pH menunjukkan semakin banyak konsentrasi ion OH- di dalam larutan tersebut. Asas Le Chatelier menyatakan bahwa kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang ditambahkan. Semakin besar nilai pH, semakin sulit larutan basa untuk larut karena endapan yang terbentuk semakin banyak. Dengan demikian, semakin besar pH, semakin kecil kelarutannya. Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat Konsep dasar kelarutan dan hasil kali kelarutan elektrolit ini ternyata bisa dimanfaatkan untuk memisahkan larutan yang sudah tercampur, lho. Bagaimana bisa? Pemisahan dilakukan dengan cara menambahkan larutan elektrolit lain yang mampu berikatan dengan ion-ion dalam larutan yang sudah tercampur tadi. Quipperian harus ingat bahwa kelarutan setiap zat berbeda-beda. Artinya, ada zat yang cepat mengendap dan ada pula yang tidak. Nah, endapan itulah yang nantinya dipisahkan dari pelarut. Di awal pembelajaran Quipperian sudah dikenalkan dengan kondisi zat saat dilarutkan ke dalam pelarut, yaitu kondisi tepat jenuh, tidak jenuh, dan lewat jenuh. Kondisi ketiganya bisa ditentukan dari hubungan antara Qc dan Ksp. Jika Qc < Ksp, larutan berada pada kondisi tidak jenuh (tidak ada endapan). Jika Qc = Ksp, larutan berada pada kondisi tepat jenuh (tidak ada endapan). Jika Qc > Ksp, larutan berada pada kondisi lewat jenuh (ada endapan). Untuk meningkatkan pemahaman Quipperian tentang materi kelarutan dan hasil kali kelarutan, simak contoh soal berikut. Contoh soal 2 Kelarutan Ag2CrO4 dalam air adalah 10-4 M. Tentukan kelarutan Ag2CrO4\u00a0dalam larutan K2CrO4 0,01 M! Pembahasan: Reaksi kesetimbangan larutan Ag2CrO4\u00a0adalah sebagai berikut. \u00a0 Dengan demikian, diperoleh: \u00a0 Berdasarkan perbandingan koefisien reaksinya, diperoleh: \u00a0 Jadi, kelarutan Ag2CrO4\u00a0dalam larutan K2CrO4 0,01 M adalah 10-5 M. Contoh soal 3 Jika dalam suatu larutan terkandung Pb(NO3)2 0,05 M dan HCl 0,05 M, apakah akan terjadi endapan PbCl2? Pembahasan: Diketahui: \u00a0 Dengan demikian, nilai Qc dari larutan PbCl2 dapat ditentukan sebagai berikut. \u00a0 Oleh karena nilai Qc > Ksp PbCl2, maka PbCl2 akan mengendap. Jadi, jika dalam suatu larutan terkandung Pb(NO3)2 0,05 M dan HCl 0,05 M, maka akan terjadi endapan PbCl2. Itulah pembahasan tentang kelarutan dan hasil kali kelarutan. Untuk meningkatkan pemahaman tentang materi ini, Quipperian bisa sering-sering mengerjakan latihan soal ya. Jika bingung mendapatkan latihan soalnya, silahkan gabung bersama Quipper Video. Tidak hanya latihan soal yang kamu dapatkan, melainkan juga penjelasan tutor-tutor kece Quipper Video. Salam Quipper! [spoiler title=SUMBER] https:\\\/\\\/www.urip.info\\\/2015\\\/03\\\/pengaruh-ion-senama-terhadap-kelarutan.html https:\\\/\\\/sites.google.com\\\/site\\\/dewitatrianiputri\\\/materi-pembelajaran\\\/kelas-xi\\\/bab-15\\\/c-pengaruh-penambahan-ion-senama https:\\\/\\\/d14fikpiqfsi71.cloudfront.net\\\/media\\\/W1siZiIsIjIwMTYvMTEvMjQvMDkvMTgvMDEvZjU0Mzg5YzAtMWJjYy00ZDA4LWE5M2MtZTAwYzllYzM3OWY3L0ZpeF9LaW1LMTFTMjQucGRmIl1d.pdf?sha=589ed97be47de1a6[\\\/spoiler] Penulis: Eka Viandari\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/kimia\\\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mapel\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/amp\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kimia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/kimia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan &#8211; Kimia Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"name\":\"Quipper Blog\",\"description\":\"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"width\":146,\"height\":40,\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/QuipperVideoID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/quipper_id\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/quipper_id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b\",\"name\":\"sereliciouz\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=gdc25c3abc1bedfa09a01ed68c15b905f\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"sereliciouz\"},\"description\":\"just another random person.\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/sereliciouz.wordpress.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/author\\\/sereliciouz\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan - Kimia Kelas 11 - Quipper Blog","description":"Dalam artikel ini akan dibahas lengkap mengenai materi Kimia, Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan mulai dari pengertian, hubungan, dan contoh soal.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan - Kimia Kelas 11 - Quipper Blog","og_description":"Dalam artikel ini akan dibahas lengkap mengenai materi Kimia, Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan mulai dari pengertian, hubungan, dan contoh soal.","og_url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/","og_site_name":"Quipper Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","article_published_time":"2019-09-26T04:10:33+00:00","article_modified_time":"2023-02-07T08:22:06+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png","type":"image\/png"}],"author":"sereliciouz, Andjar Tyassih, S.Si.","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@quipper_id","twitter_site":"@quipper_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sereliciouz","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/"},"author":{"name":"sereliciouz","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b"},"headline":"Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan &#8211; Kimia Kelas 11","datePublished":"2019-09-26T04:10:33+00:00","dateModified":"2023-02-07T08:22:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/"},"wordCount":1104,"publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png","articleSection":["Kimia","Mapel"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/","url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/","name":"Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan - Kimia Kelas 11 - Quipper Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png","datePublished":"2019-09-26T04:10:33+00:00","dateModified":"2023-02-07T08:22:06+00:00","description":"Dalam artikel ini akan dibahas lengkap mengenai materi Kimia, Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan mulai dari pengertian, hubungan, dan contoh soal.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/#primaryimage","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png","width":800,"height":533,"caption":"Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat ya! Siapa di antara Quipperian yang jago memasak? Agar masakan menjadi lezat, apa sih bumbu utama yang harus digunakan? Tentu garam dan gula, kan? Selengkap apapun rempah-rempah yang digunakan dalam masakan jika lupa tidak diberi garam pasti tidak akan enak. Setuju?\u00a0 Mengapa garam menyatu dengan masakan sedemikian sempurna? Hal itu karena garam mudah sekali untuk larut. Berbeda halnya jika Quipperian melarutkan tanah liat ke dalam air. Di artikel kali ini, Quipperian akan diajak untuk mempelajari kelarutan suatu senyawa, mulai dari senyawa larut sampai terjadinya endapan. Kelarutan Garam Saat Quipperian melarutkan garam dalam air, akan terbentuk larutan elektrolit. Apa itu elektrolit? Elektrolit adalah zat yang mampu terurai menjadi ion positif dan negatif. Nilai kelarutan garam di dalam air bervariasi, mulai dari kelarutan terbatas sampai tak terhingga. Contoh garam yang memiliki kelarutan tak terhingga di dalam air adalah garam dapur atau NaCl.\u00a0 Artinya, sebanyak apapun NaCl yang dimasukkan di dalam air, seluruhnya akan larut tanpa terjadi endapan. Itulah mengapa NaCl sering digunakan untuk memasak. Bayangkan saja jika NaCl tidak bisa larut sempurna. Pasti Quipperian akan merasakan butiran halusnya saat makan.\u00a0 Ternyata, ada juga lho garam yang kadar kelarutannya di dalam air terbatas. Artinya, garam akan membentuk endapan jika mencapai konsentrasi tertentu. Untuk lebih jelasnya, simak tabel berikut. Pengertian Kelarutan (s) Kelarutan adalah jumlah maksimum suatu senyawa atau zat yang bisa larut dalam sejumlah pelarut. Satuan kelarutan adalah mol\/L. Oleh karena satuan kelarutan sama dengan molaritas, maka kelarutan juga bisa didefinisikan sebagai konsentrasi zat yang masih bisa larut dalam suatu pelarut. Berdasarkan sifat kelarutannya kondisi garam dibedakan menjadi tiga kondisi, yaitu sebagai berikut. Kondisi tidak jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam belum melampaui kelarutannya, sehingga masih bisa larut. Kondisi tepat jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam sama dengan kelarutannya, sehingga zat tepat mengendap. Kondisi lewat jenuh, artinya kondisi saat konsentrasi nyata garam melampaui kelarutannya, sehingga zat yang mengendap lebih banyak daripada yang larut. Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp) Jika suatu garam mengalami kondisi tepat jenuh, garam tersebut akan membentuk kesetimbangan. Terjadinya kesetimbangan dipengaruhi oleh zat padat yang tidak larut dan ion-ion zat terlarut. Bagaimana tetapan kesetimbangannya? Perhatikan reaksi berikut. \u00a0 Berdasarkan aturan penulisan rumus kesetimbangan, hanya zat dalam bentuk larutan (aq) dan gas (s) yang dituliskan di dalam rumus, sehingga diperoleh: \u00a0 Tetapan kesetimbangan untuk garam yang sukar larut disebut tetapan hasil kesetimbangan (Ksp). Hubungan antara Kelarutan dan Tetapan Hasil Kelarutan Kelarutan ditinjau dari konsentrasi jenuh suatu garam (elektrolit), sedangkan tetapan hasil kelarutan mengacu pada garam-garam yang tepat mengendap. Lalu apa hubungan antara keduanya? Perhatikan contoh berikut. Contoh soal 1 Terdapat larutan AgCl, Ag2S, dan Ag3PO4. Tentukan hubungan antara kelarutan dan tetapan hasil kelarutannya! Pembahasan: 1. AgCl Pada keadaan tepat jenuh, ionisasi AgCl berlangsung sebagai berikut.\u00a0 Oleh karena konsentrasi jenuh AgCl sama dengan kelarutannya, maka diperoleh persamaan berikut. Dengan demikian, diperoleh: \u00a0 Jadi, hubungan antara Ksp dan s untuk garam yang terdiri dari dua ion dirumuskan sebagai Ksp = s2. 2. Ag2S Pada Ag2S, hubungan antara Ksp dan s dirumuskan sebagai berikut. \u00a0 Dengan demikian, diperoleh: Jadi, hubungan antara Ksp dan s untuk garam yang terdiri dari tiga ion adalah Ksp = 4s3. 3. Ag3PO4 Pada Ag3PO4, hubungan antara Ksp dan s dirumuskan sebagai berikut.\u00a0 Dengan demikian, diperoleh: Jadi, hubungan antara Ksp dan s untuk garam yang terdiri dari empat ion adalah Ksp = 27s4. Dari ketiga contoh di atas, tentu Quipperian tahu kan hubungan antara Ksp dan s? Hubungan antara Ksp dan s dinyatakan sebagai berikut. \u00a0 Pengaruh Ion Senama pada Kelarutan Konsentrasi ion senama sangat berpengaruh pada sifat kelarutan suatu zat. Penambahan ion senama bisa mengurangi kelarutan suatu zat. Artinya, semakin banyak ion senama di dalam larutan, zat-zat terlarut semakin sulit untuk larut. Jika demikian, pasti akan muncul banyak endapan. Mengapa demikian? Berdasarkan asas Le Chatelier, kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang ditambahkan. Dengan demikian, penambahan ion senama akan memicu banyaknya endapan. Perlu Quipperian pahami bahwa penambahan ion senama tidak akan mengubah tetapan hasil kelarutan (Ksp) selama tidak ada perubahan suhu. Hubungan antara Ksp dan pH Larutan Nilai pH larutan basa dapat digunakan untuk menentukan nilai tetapan kelarutannya (Ksp). Hal itu berlaku untuk senyawa basa yang sulit larut di dalam air. Perhatikan reaksi berikut. \u00a0 Semakin besarnya nilai pH menunjukkan semakin banyak konsentrasi ion OH- di dalam larutan tersebut. Asas Le Chatelier menyatakan bahwa kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang ditambahkan. Semakin besar nilai pH, semakin sulit larutan basa untuk larut karena endapan yang terbentuk semakin banyak. Dengan demikian, semakin besar pH, semakin kecil kelarutannya. Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat Konsep dasar kelarutan dan hasil kali kelarutan elektrolit ini ternyata bisa dimanfaatkan untuk memisahkan larutan yang sudah tercampur, lho. Bagaimana bisa? Pemisahan dilakukan dengan cara menambahkan larutan elektrolit lain yang mampu berikatan dengan ion-ion dalam larutan yang sudah tercampur tadi. Quipperian harus ingat bahwa kelarutan setiap zat berbeda-beda. Artinya, ada zat yang cepat mengendap dan ada pula yang tidak. Nah, endapan itulah yang nantinya dipisahkan dari pelarut. Di awal pembelajaran Quipperian sudah dikenalkan dengan kondisi zat saat dilarutkan ke dalam pelarut, yaitu kondisi tepat jenuh, tidak jenuh, dan lewat jenuh. Kondisi ketiganya bisa ditentukan dari hubungan antara Qc dan Ksp. Jika Qc < Ksp, larutan berada pada kondisi tidak jenuh (tidak ada endapan). Jika Qc = Ksp, larutan berada pada kondisi tepat jenuh (tidak ada endapan). Jika Qc > Ksp, larutan berada pada kondisi lewat jenuh (ada endapan). Untuk meningkatkan pemahaman Quipperian tentang materi kelarutan dan hasil kali kelarutan, simak contoh soal berikut. Contoh soal 2 Kelarutan Ag2CrO4 dalam air adalah 10-4 M. Tentukan kelarutan Ag2CrO4\u00a0dalam larutan K2CrO4 0,01 M! Pembahasan: Reaksi kesetimbangan larutan Ag2CrO4\u00a0adalah sebagai berikut. \u00a0 Dengan demikian, diperoleh: \u00a0 Berdasarkan perbandingan koefisien reaksinya, diperoleh: \u00a0 Jadi, kelarutan Ag2CrO4\u00a0dalam larutan K2CrO4 0,01 M adalah 10-5 M. Contoh soal 3 Jika dalam suatu larutan terkandung Pb(NO3)2 0,05 M dan HCl 0,05 M, apakah akan terjadi endapan PbCl2? Pembahasan: Diketahui: \u00a0 Dengan demikian, nilai Qc dari larutan PbCl2 dapat ditentukan sebagai berikut. \u00a0 Oleh karena nilai Qc > Ksp PbCl2, maka PbCl2 akan mengendap. Jadi, jika dalam suatu larutan terkandung Pb(NO3)2 0,05 M dan HCl 0,05 M, maka akan terjadi endapan PbCl2. Itulah pembahasan tentang kelarutan dan hasil kali kelarutan. Untuk meningkatkan pemahaman tentang materi ini, Quipperian bisa sering-sering mengerjakan latihan soal ya. Jika bingung mendapatkan latihan soalnya, silahkan gabung bersama Quipper Video. Tidak hanya latihan soal yang kamu dapatkan, melainkan juga penjelasan tutor-tutor kece Quipper Video. Salam Quipper! [spoiler title=SUMBER] https:\/\/www.urip.info\/2015\/03\/pengaruh-ion-senama-terhadap-kelarutan.html https:\/\/sites.google.com\/site\/dewitatrianiputri\/materi-pembelajaran\/kelas-xi\/bab-15\/c-pengaruh-penambahan-ion-senama https:\/\/d14fikpiqfsi71.cloudfront.net\/media\/W1siZiIsIjIwMTYvMTEvMjQvMDkvMTgvMDEvZjU0Mzg5YzAtMWJjYy00ZDA4LWE5M2MtZTAwYzllYzM3OWY3L0ZpeF9LaW1LMTFTMjQucGRmIl1d.pdf?sha=589ed97be47de1a6[\/spoiler] Penulis: Eka Viandari"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/kelarutan-dan-hasil-kali-kelarutan-kimia-kelas-11\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mapel","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kimia","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/kimia\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan &#8211; Kimia Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","name":"Quipper Blog","description":"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru","publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization","name":"Quipper Indonesia","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","width":146,"height":40,"caption":"Quipper Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","https:\/\/x.com\/quipper_id","https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b","name":"sereliciouz","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=gdc25c3abc1bedfa09a01ed68c15b905f","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","caption":"sereliciouz"},"description":"just another random person.","sameAs":["http:\/\/sereliciouz.wordpress.com"],"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/sereliciouz\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Kelarutan-dan-Hasil-Kali-Kelarutan-Kimia-Kelas-11-2.png","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paV35H-19GT","jetpack_sharing_enabled":true,"authors":[{"term_id":679386827,"user_id":99400369,"is_guest":0,"slug":"sereliciouz","display_name":"sereliciouz","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","0":null,"1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""},{"term_id":679386839,"user_id":0,"is_guest":1,"slug":"andjar-tyassih","display_name":"Andjar Tyassih, S.Si.","avatar_url":{"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Andjar-Tyassih.webp","url2x":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Andjar-Tyassih.webp"},"0":null,"1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/99400369"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=275583"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275583\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":312243,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275583\/revisions\/312243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275587"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=275583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=275583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=275583"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=275583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}