{"id":279131,"date":"2020-01-23T11:29:02","date_gmt":"2020-01-23T04:29:02","guid":{"rendered":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?p=279131"},"modified":"2021-11-03T18:11:51","modified_gmt":"2021-11-03T11:11:51","slug":"utbk-bahasa-indonesia-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/","title":{"rendered":"Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-279133\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"534\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017-768x513.png 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017-585x390.png?crop=1 585w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017-263x175.png?crop=1 263w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017-300x200.png 300w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hai Quipperian, sudah siapkah kamu menyambut seleksi akbar, SBMPTN? Atau justru kamu masih bingung mencari soal-soal SBMPTN? Bagi kamu yang saat ini masih bingung mencari soal-soal SBMPTN, tampaknya kamu berada di artikel yang tepat, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">nih<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini, Quipper Blog akan membahas latihan soal SBMPTN Bahasa Indonesia TKPA 2017. Kabar baiknya, latihan soal yang disediakan Quipper Blog, lengkap dengan jawaban beserta pembahasannya, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Semakin penasaran? Yuk, segera kerjakan soalnya!<\/span><\/p>\n<h2><strong>Latihan Soal 1<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Setiap tanggal 12 Oktober, rakyat Amerika Serikat merayakan Hari Kolumbus. (2) Namun, tak semuanya mau memperingati perayaan berdasarkan sejarah palsu dan berdarah itu. (3) Pasalnya, Kolumbus yang dicatat dalam sejarah sebagai penemu Benua Amerika ternyata tak pernah menginjakkan kakinya di Amerika Utara. (4) Bahkan, menurut para sejarawan termasuk\u00a0<\/span><strong>Laurence Bergreen<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0yang menulis buku\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kolumbus: The Four Voyages<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, ada fakta bahwa Kolumbus bersikap kejam terhadap orang-orang lokal di wilayah yang ia taklukkan. (5) Kolumbus menerapkan sistem\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">encomienda<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu program memperbudak pihak yang terjajah dan telah dilaksanakan sejak Eropa abad pertengahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah inti kalimat (3)?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolumbus dicatat sebagai penemu Benua Amerika.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolumbus tak pernah menginjakkan kaki.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolumbus tercatat tak pernah menginjakkan kaki.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolumbus terkenal dalam sejarah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolumbus penemu Benua Amerika.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inti kalimat merujuk pada struktur inti dalam kalimat. Fungsi kalimat yang termasuk ke dalam inti kalimat adalah fungsi subjek dan predikat tanpa menggunakan perluasan. Fungsi lainnya, yaitu objek, harus ditambahkan jika predikatnya berjenis verba aktif transitif. Untuk menemukan inti kalimat, kita cukup mencari fungsi inti (S dan P) dengan membuang perluasannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatikanlah analisis struktur kalimat berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(3)\u00a0<\/span><strong>Pasalnya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(K),\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kolumbus\u00a0<\/span><strong>yang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0dicatat dalam sejarah sebagai penemu Benua Amerika<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(S)\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ternyata tak pernah menginjakkan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(P)\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kakinya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(O)\u00a0<\/span><strong>ke<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Amerika Utara<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(K).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan struktur di atas, kita temukan pola dasarnya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kolumbus (S)\u00a0<\/span><strong>ternyata<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0tak pernah menginjakkan (P) kakinya (O).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat tersebut sama dengan opsi: Kolumbus tak pernah menginjakkan kaki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, inti kalimat (3) adalah Kolumbus tak pernah menginjakkan kaki.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Latihan Soal 2<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis buku\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Mastermind: How to Think Like Sherlock Holmes,<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><strong>Maria Konnikova<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, menjelaskan bahwa tak sembarang orang bisa menjadi penipu. (2) Semua orang bisa berbohong, tetapi tak semua bisa menipu. (3) Peraih penghargaan Robert P. Balles Prize tahun 2016 ini menyebut tiga hal yang dibutuhkan orang untuk menipu: psikopatik, narsisisme, dan Machiavellianisme. (4) Sifat psikopat dibutuhkan penipu untuk menghilangkan rasa bersalah ketika menipu orang lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">5) Narsisisme dibutuhkan untuk menumbuhkan sikap percaya diri bahwa dirinya lebih hebat dibandingkan orang lain. (6) Sementara itu, Machiavellianisme adalah bentuk paling purna dari seorang penipu karena orang yang berada pada titik ini adalah orang yang bisa &#8220;merayu\u201d, melakukan muslihat, dan meyakinkan orang lain. (7) Tidak semua penipu harus memiliki ketiga hal di atas, tetapi satu saja bisa membuat seseorang menjadi penipu yang cukup baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan mana yang\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">TIDAK<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0sesuai dengan isi teks tersebut?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang penipu pasti memiliki sifat psikopat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang pandai merayu dan melakukan muslihat bisa menjadi penipu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tak sembarang orang bisa menjadi penipu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua penipu pasti bisa berbohong.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Psikopatik dibutuhkan dalam menipu.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan yang tidak sesuai terdapat pada pernyataan bahwa seorang penipu pasti memiliki sifat psikopat karena hal ini dapat dibandingkan dengan informasi di kalimat (7) bahwa\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">tidak<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0semua penipu harus memiliki ketiga hal yang dibutuhkan. Sementara itu, psikopatik hanyalah satu dari ketiga hal tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Latihan Soal 3<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Media arus utama ataupun sosial berpotensi dijadikan senjata terorisme guna menyebarluaskan ketakutan di tengah-tengah masyarakat. (2) Ketakutan dapat mudah muncul karena sebagian besar publik pengguna media masih belum bisa menilai keabsahan suatu informasi. (3) Selain itu, media sosial juga menjadi wadah yang sangat efektif untuk menanamkan ide radikalisme. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(4) Dengan propaganda tertentu, media sosial dapat mencuci otak para generasi muda dengan memberikan pemahaman-pemahaman yang salah mengenai suatu hal. (5) Untuk itu, literasi perlu ditingkatkan untuk menangkal ideologi sesat yang bisa jadi dibawa oleh media-media tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pesan tersirat di balik teks yang ingin disampaikan penulis?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wadah yang paling efektif dalam menyebarkan radikalisme adalah media.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketakutan dapat disebarkan melalui media.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mewaspadai konten media yang dapat memicu radikalisme.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Generasi muda mudah mengalami pencucian otak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan literasi untuk menangkal ideologi sesat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan tersirat adalah pesan\/informasi yang tidak tertulis secara langsung di dalam teks, tetapi tetap menjadi tujuan dibuatnya sebuah teks. Pesan tersirat dapat kita pahami dengan menyimpulkan apa yang diinginkan oleh penulis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan tersirat yang disampaikan penulis dalam teks di atas adalah mewaspadai konten media yang dapat memicu radikalisme. Hal ini dapat dibuktikan melalui informasi yang terdapat di dalam gagasan utama, yaitu perlunya peningkatan literasi untuk menangkal konten negatif media.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi mengenai konten negatif pada media diperkuat oleh informasi yang terdapat di dalam gagasan penjelas, seperti\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Media arus utama ataupun sosial berpotensi dijadikan senjata terorisme<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(kalimat 1). Informasi ini menjelaskan kepada pembaca bahwa selain sebagai pemberi informasi, media dapat menjadi penyebar ideologi sesat dan radikalisme sehingga harus diwaspadai.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Latihan Soal 4<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(1) Korea Utara adalah satu-satunya negara komunis paling awet yang dikuasai oleh dinasti keluarga. (2) Dinasti ini dimulai oleh Kim II-sung yang mendirikan negara ini sejak 1949 setelah Jepang melepas kontrol atas Semenanjung Korea pada 1945. (3) Presiden abadi ini mengembangkan seperangkat tradisi pengkultusan diri yang dirumuskan dalam filsuf negara bernama\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">juche<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, idealisme yang kemudian diwariskan kepada anaknya, Kim Jong-il, dan cucunya, Kim Jong-un.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(4) Kim II-sung merancang\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">juche<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0sebagai turunan dari ideologi Marxisme-Leninisme, namun khas Korea. (5)\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Juche<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0diadopsi sebagai prinsip utama yang dianut pemerintahan Korea Utara sejak 1950-an. (6) Secara teori, prinsip tersebut dijalankan untuk memajukan Korut dalam mewujudkan\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">jaju<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0atau \u2018kebebasan\u2019 melalui pembangunan\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">jarip<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0atau \u2018ekonomi nasional\u2019 dan dalam penekanan konsep\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">jawi<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0atau \u2018bela diri\u2019 sehingga tercipta masyarakat sosialis ala Korut sepenuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat yang menggunakan kata nonformal dalam paragraf di atas adalah kalimat&#8230;<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(5)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(2)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(4)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(3)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(1)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Jawaban:\u00a0 D<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata nonformal adalah bentukan kata yang tidak baku, baik dari segi morfologi maupun ejaan. Kata nonformal yang dimaksud dalam soal terdapat di kalimat (3), yaitu\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">pengkultusan<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Kata\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">pengkultusan<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0merupakan kata turunan yang dibentuk dengan kata dasar\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">kultus<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Kata-kata yang berhuruf awal\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">k<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0mengalami asimilasi sehingga berdasarkan morfologi, bentukan kata yang tepat seharusnya adalah\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">pengultusan.<\/span><\/em><\/p>\n<h2><strong>Latihan Soal 5<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Di Indonesia, persentase anak yang mengalami obesitas merupakan yang tertinggi di ASEAN. (2) Hal ini berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada 2013. (3) Hampir 12 persen anak Indonesia mengalami obesitas. (4) Jika dirinci lagi, dari 17 juta anak yang mengalami obesitas di ASEAN, hampir 7 jutanya berasal dari Indonesia, tetapi angka ini baru mencakup balita. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(5) Jika data ditambah lagi dengan kisaran anak-anak berumur 5\u201410 tahun, angkanya mungkin semakin bertambah. (6) Angka 12 persen ini cukup mengejutkan karena naik berkali-kali lipat pada dekade 2000-an. (7) Menurut survei yang dilakukan tahun 2001, persentase obesitas pada anak Indonesia hanya 2 persen. (8) Namun, angka ini kemudian menaiki menjadi 5 persen pada 2004 dan melonjak tajam menjadi 11 persen pada 2007.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat manakah yang seharusnya mengakhiri teks di atas?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Angka obesitas yang terdapat di dunia sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan kemiskinan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada cara berpikir orang tua yang salah dan bahkan sesat ketika mengatakan bahwa bayi gemuk adalah bayi sehat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penanganan obesitas ini tak terkait dengan faktor ekonomi seperti kekurangan gizi atau kemiskinan suatu keluarga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu penyebab kenaikan obesitas ini adalah kemudahan akses makanan oleh berbagai kelas masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggi rendahnya tingkat pendidikan orang tua menyebabkan angka fluktuatif pada jumlah penderita obesitas.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengakhiri teks atau paragraf dibutuhkan kalimat yang koheren dengan gagasan utama. Kalimat ini bisa menjadi konklusi\/simpulan akhir atau bisa juga menambah pemerincian atau penjabaran suatu hal yang menjadi topik. Gagasan utama paragraf di atas adalah mengenai angka obesitas anak Indonesia yang tertinggi di ASEAN (kalimat 1). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan ini dibuktikan oleh gagasan penjelas hingga kalimat (8). Pernyataan yang dilengkapi oleh data ini akan menjadi lengkap jika kita menambahkan alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Informasi semacam ini terdapat pada kalimat yang menyatakan bahwa penyebab kenaikan obesitas ini adalah kemudahan akses makanan oleh berbagai kelas masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Latihan Soal 6<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Gaya humor kaum\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0berbeda dengan generasi zaman dahulu. (2) Anak-anak muda usia 17\u201421, yang tergolong\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0atau generasi Z dan orang dewasa usia 35\u201456 lebih menganggap lucu lawakan agresif atau yang menyerang sesuatu\/orang lain. (3) Sebaliknya, orang-orang lansia kisaran umur 64\u201484 tidak menyenangi lawakan macam itu, tetapi cenderung memilih lawakan afiliatif yang menekankan perasaan senasib. (4) Bagi generasi tua, lawakan agresif dianggap dapat menyinggung perasaan dan terkesan tidak cerdas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(5) Mencermati gaya humor yang disenangi\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0lebih lanjut, ada beberapa hal yang menjadi ciri lawakan yang mereka senangi. (6) Pertama, absurditas sebagaimana kerap tersirat dari\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">meme<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. (7) Seringkali gambar yang dipilih untuk\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">meme<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0digunakan untuk mengomunikasikan perasaan tanpa perlu tambahan penjelasan dari si pembuat. (8) Tentu saja kejenakaan konten yang absurd bergantung pada referensi khalayak yang melihatnya. (9) Karena itu, ciri kedua, yakni universalitas, menjadi penting dalam gaya humor\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(10) Ketika teks yang disertakan dalam\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">meme<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0menyatakan sesuatu yang normal lalu ditabrakkan dengan gambar yang sangat tidak berhubungan dengan teks tersebut, pada saat itulah komedi lahir. (11) Ciri ketiga gaya humor\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0adalah penghinaan diri sendiri atau\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">self-deprecation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. (12) Contoh-contoh\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">self-deprecation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0mudah ditemukan dalam pertunjukan-pertunjukan komedi tunggal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat manakah yang merupakan simpulan dari isi teks di atas?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga ciri humor yang disukai kaum <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu absurditas, universalitas, dan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">self<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">deprecation<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi generasi tua, lawakan agresif dianggap dapat menyinggung perasaan dan terkesan tidak cerdas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gaya humor kaum <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berbeda dengan generasi zaman dahulu memiliki tiga karakteristik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Humor lahir ketika teks ditabrakkan dengan gambar yang tidak berhubungan dengan konteksnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaum <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih menyukai lawakan agresif, sedangkan kaum lansia tidak menyenanginya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Simpulan adalah ringkasan informasi inti dalam sebuah teks. Di dalam teks yang terdiri atas dua paragraf atau lebih, simpulan biasanya dapat ditentukan berdasarkan gagasan utama. Gagasan utama kedua paragraf di atas terdapat di dalam kalimat (1) dan (5) yang berisi informasi sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan gaya humor kaum\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0dengan generasi zaman dahulu (kalimat 1).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga karakteristik gaya humor kaum\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(kalimat 5).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan kedua informasi inti tersebut, didapatkan kesimpulan sesuai dengan gaya humor kaum\u00a0<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">milenial<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0yang berbeda dengan generasi zaman dahulu memiliki tiga karakteristik.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Latihan Soal 7<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(1) Izin operasi Travel OK dihentikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena diduga melakukan penipuan dengan menggunakan skema Ponzi. (2) Skema investasi palsu ini dicetuskan pertama kali oleh Charlez Ponzi pada 1920 ketika ia menjanjikan keuntungan 400% kepada para investor. (3) Melalui skema ini, keuntungan investasi dibayarkan bukan dari keuntungan operasi perusahaan menjalankan usaha, melainkan dari dana investor baru. (4) Skema ini memerlukan investasi berkesinambungan untuk membiayai keuntungan yang lebih besar sehingga ketika investasi ini melamban, skema ini akan mulai runtuh karena promotor kesulitan untuk membayar keuntungan yang dijanjikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(5) Dalam kasus Travel OK, pihak Travel OK menjanjikan calon jamaah untuk umrah dengan harga murah, yaitu 14,3 juta rupiah, padahal biaya normal umrah yang ditetapkan Kemenag adalah 21\u201422 juta rupiah. (6) Kekurangan biaya calon jamaah ini nantinya akan disubsidi menggunakan dana calon jamaah lain yang baru mendaftar belakangan. (7) Ketika tidak ada lagi calon baru jamaah haji, maka pihak Travel OK pun kesulitan memberangkatkan calon jamaah. (8) Pada akhirnya, banyak calon jamaah yang gagal berangkat dan mereka mengalami kerugian dengan total sekitar Rp848 miliar. (9) Jumlah itu merupakan kalkulasi dari total 72.682 calon jamaah promo yang mendaftar pada Desember 2016 sampai dengan Mei 2017.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok paragraf pertama adalah\u2026<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">keuntungan investasi bukan dari keuntungan operasi perusahaan menjalankan usaha<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">skema Ponzi memerlukan investasi yang berkesinambungan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">izin operasi Travel OK dihentikan oleh Otoritas Jasa Keuangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">skema Ponzi ini dicetuskan pertama kali oleh Charles Ponzi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">skema Ponzi akan runtuh apabila investasi mengalami kelembaman<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ide pokok adalah informasi utama yang dibahas di dalam paragraf. Ide pokok menjadi tujuan utama penulis dalam membentuk paragraf. Ide pokok paragraf pertama adalah mengenai penghentian izin operasi Travel OK karena dugaan penipuan. Hal ini terdapat di dalam kalimat (1) dan dibuktikan oleh kalimat-kalimat setelahnya sebagai gagasan penjelas yang menjabarkan cara penipuan yang dilakukan Travel OK menggunakan skema Ponzi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ide pokok paragraf pertama adalah izin operasi Travel OK dihentikan oleh Otoritas Jasa Keuangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana Quipperian, apakah kamu sudah mulai paham mengerjakan latihan soal SBMPTN Bahasa Indonesia TKPA 2017 di atas? Agar pemahamanmu semakin terasah, sering-seringlah mengerjakan latihan soal. Ingat, selangkah lagi kamu akan memasuki PTN impian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendukung kesuksesanmu masuk PTN, Quipper Video hadir dengan Paket Intensif UTBK SBMPTN 2020. Semua kebutuhan sudah tersedia di dalamnya, mulai dari materi persiapan, materi pemantapan, latihan soal, bank soal, hingga pembahasan lengkapnya. Jadi, tunggu apalagi. Yuk, gabung Quipper Video sekarang!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai Quipperian, sudah siapkah kamu menyambut seleksi akbar, SBMPTN? Atau justru kamu masih bingung mencari soal-soal SBMPTN? Bagi kamu yang saat ini masih bingung&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":99400369,"featured_media":279133,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[679385273,679385209],"tags":[],"ppma_author":[679386827],"class_list":["post-279131","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sbmptn","category-soal-sbmptn"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017 - Quipper Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, mantapkan materi SBMPTN kamu dengan mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia SBMPTN 2017 ini! Ada jawaban dan pembahasannya juga, lho.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017 - Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, mantapkan materi SBMPTN kamu dengan mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia SBMPTN 2017 ini! Ada jawaban dan pembahasannya juga, lho.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-23T04:29:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-11-03T11:11:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"534\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sereliciouz\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sereliciouz\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sereliciouz\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b\"},\"headline\":\"Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017\",\"datePublished\":\"2020-01-23T04:29:02+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-03T11:11:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/\"},\"wordCount\":1933,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/01\\\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png\",\"articleSection\":[\"SBMPTN\",\"Soal SBMPTN\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/\",\"name\":\"Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017 - Quipper Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/01\\\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png\",\"datePublished\":\"2020-01-23T04:29:02+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-03T11:11:51+00:00\",\"description\":\"Yuk, mantapkan materi SBMPTN kamu dengan mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia SBMPTN 2017 ini! Ada jawaban dan pembahasannya juga, lho.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/01\\\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/01\\\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png\",\"width\":800,\"height\":534},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/utbk-bahasa-indonesia-2017\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"MASUK PTN\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/masuk-ptn\\\/amp\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"SBMPTN\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/amp\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Soal SBMPTN\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/masuk-ptn\\\/sbmptn\\\/soal-sbmptn\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"name\":\"Quipper Blog\",\"description\":\"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"width\":146,\"height\":40,\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/QuipperVideoID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/quipper_id\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/quipper_id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b\",\"name\":\"sereliciouz\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=gdc25c3abc1bedfa09a01ed68c15b905f\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"sereliciouz\"},\"description\":\"just another random person.\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/sereliciouz.wordpress.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/author\\\/sereliciouz\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017 - Quipper Blog","description":"Yuk, mantapkan materi SBMPTN kamu dengan mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia SBMPTN 2017 ini! Ada jawaban dan pembahasannya juga, lho.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017 - Quipper Blog","og_description":"Yuk, mantapkan materi SBMPTN kamu dengan mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia SBMPTN 2017 ini! Ada jawaban dan pembahasannya juga, lho.","og_url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/","og_site_name":"Quipper Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","article_published_time":"2020-01-23T04:29:02+00:00","article_modified_time":"2021-11-03T11:11:51+00:00","og_image":[{"width":800,"height":534,"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png","type":"image\/png"}],"author":"sereliciouz","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@quipper_id","twitter_site":"@quipper_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sereliciouz","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/"},"author":{"name":"sereliciouz","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b"},"headline":"Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017","datePublished":"2020-01-23T04:29:02+00:00","dateModified":"2021-11-03T11:11:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/"},"wordCount":1933,"publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png","articleSection":["SBMPTN","Soal SBMPTN"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/","url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/","name":"Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017 - Quipper Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png","datePublished":"2020-01-23T04:29:02+00:00","dateModified":"2021-11-03T11:11:51+00:00","description":"Yuk, mantapkan materi SBMPTN kamu dengan mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia SBMPTN 2017 ini! Ada jawaban dan pembahasannya juga, lho.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/#primaryimage","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png","width":800,"height":534},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/utbk-bahasa-indonesia-2017\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"MASUK PTN","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/masuk-ptn\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"SBMPTN","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/masuk-ptn\/sbmptn\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Soal SBMPTN","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/masuk-ptn\/sbmptn\/soal-sbmptn\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Soal UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2017"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","name":"Quipper Blog","description":"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru","publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization","name":"Quipper Indonesia","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","width":146,"height":40,"caption":"Quipper Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","https:\/\/x.com\/quipper_id","https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b","name":"sereliciouz","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=gdc25c3abc1bedfa09a01ed68c15b905f","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","caption":"sereliciouz"},"description":"just another random person.","sameAs":["http:\/\/sereliciouz.wordpress.com"],"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/sereliciouz\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Soal-UTBK-SBMPTN-Bahasa-Indonesia-2017.png","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paV35H-1aC7","jetpack_sharing_enabled":true,"authors":[{"term_id":679386827,"user_id":99400369,"is_guest":0,"slug":"sereliciouz","display_name":"sereliciouz","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","author_category":"","user_url":"http:\/\/sereliciouz.wordpress.com","last_name":"Kedang","first_name":"Serenata","job_title":"","description":"just another random person."}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/99400369"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=279131"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279131\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":279134,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/279131\/revisions\/279134"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/279133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=279131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=279131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=279131"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=279131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}