{"id":283946,"date":"2020-08-14T20:58:25","date_gmt":"2020-08-14T13:58:25","guid":{"rendered":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?p=283946"},"modified":"2022-03-01T17:54:29","modified_gmt":"2022-03-01T10:54:29","slug":"ekonomi-syariah-kelas-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/","title":{"rendered":"Ekonomi Syariah &#8211; Ekonomi Kelas 10 K13"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-283948\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6-768x512.png 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6-585x390.png?crop=1 585w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6-263x175.png?crop=1 263w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6-300x200.png 300w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat belajar, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa di antara kamu yang pernah mendengar istilah syariah, baik itu bank syariah, asuransi syariah, deposito syariah, atau lainnya? Syariah merupakan dasar hukum yang mengatur kehidupan seorang Muslim.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hal itu diimplementasikan di bidang ekonomi, maka disebutlah ekonomi syariah. Lalu, apa sih bedanya ekonomi syariah dan nonsyariah? Ingin tahu selengkapnya tentang tujuan, ciri-ciri, manfaat, dan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Check this out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Ekonomi Syariah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-283953\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-1.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-1.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-1-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-1-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi merupakan salah satu aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Dalam Islam, banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang ekonomi. Rasulullah SAW juga telah mempraktikkan secara langsung bagaimana ekonomi yang sesuai dengan ajaran Islam. Ekonomi yang dijalankan berdasarkan ajaran atau syariat Islam biasa dikenal sebagai ekonomi syariah. Apa itu ekonomi syariah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah adalah cabang ilmu pengetahuan yang berupaya memandang, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan ekonomi sesuai dengan syariat Islam. Syariat itu sendiri adalah peraturan hidup bagi manusia sesuai ajaran dalam Al-Quran dan hadits.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nilai-Nilai Dasar Ekonomi Syariah<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-283952\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-2.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-2.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-2-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-2-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai yang mendasari ekonomi syariah adalah ajaran tauhid. Prinsip tauhid ini mengajarkan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan manusia, termasuk ekonomi, hanya ditujukan untuk mencari keridaan dan sesuai petunjuk Allah SWT.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip tauhid inilah yang menjadi pembeda antara ekonomi syariah dan konvensional. Adapun empat nilai dasar ekonomi syariah yang membedakannya dengan ekonomi konvensional.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Kepemilikan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hukum dasar Islam, pada hakikatnya segala sesuatu hanya milik Allah SWT (QS Yunus 10 : 55). Peran manusia di Bumi ini hanya sebagai khalifah atau pengelola. Hal itu sesuai dengan QS Al-Baqarah 2 : 195, yang artinya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, manusia masih memiliki hak pribadi atas usahanya, baik berupa tanah, harta, dan sebagainya. Pemindahan kepemilikan harus didasarkan pada transaksi ekonomi yang halal, hibah, atau warisan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Keadilan dalam berusaha<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adil menurut Islam bukan berarti sama rata, melainkan suatu keadaan di mana setiap insan manusia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan penghargaan, barang, jasa, atau perlakuan. Prinsip keadilan ini diatur dalam QS Al-Maidah 5 : 8, Allah berfirman:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Wahai orang-orang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kamu, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keadilan dalam ekonomi syariah dicerminkan dengan anjuran Islam untuk seimbang dalam bekerja, berusaha, dan berdoa. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ekonomi digunakan seperlunya saja. Sebagian bisa disedekahkan agar tercapai prinsip berkeadilan tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Kerja sama dalam kebaikan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan ekonomi syariah harus dilandasi semangat tolong menolong dalam kebaikan, berkompetisi untuk menebarkan kebaikan sesuai dengan QS Al-Baqarah 2 : 148, yang artinya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Pertumbuhan yang seimbang<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Islam, pertumbuhan ekonomi harus diibangi dengan terjaganya keseimbangan antara kesejahteraan spiritual dan kelestarian alam. Artinya, manusia tidak boleh mengeksploitasi alam secara berlebihan demi meningkatkan ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang mampu mengendalikan itu adalah kesejahteraan spiritual. Jika spiritualitasnya tinggi dan merasa selalu diawasi Allah SWT, tidak mungkin seseorang berbuat kerusakan di alam demi ekonomi semata. Pastilah mereka akan menjaga agar semua berjalan secara seimbang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Prinsip-Prinsip Ekonomi Syariah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip ekonomi syariah adalah suatu kaidah pokok yang membangun struktur atau kerangka ekonomi sesuai Al-Quran dan hadits. Fungsi utama prinsip ini adalah menjadi pedoman dasar bagi setiap individu untuk berperilaku di bidang ekonomi. Prinsip ekonomi syariah dirumuskan menjadi enam poin, yaitu sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-283960\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/ekonomi-syariah-prinsip2-ekonomi.png\" alt=\"\" width=\"471\" height=\"413\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/ekonomi-syariah-prinsip2-ekonomi.png 471w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/ekonomi-syariah-prinsip2-ekonomi-300x263.png 300w\" sizes=\"(max-width: 471px) 100vw, 471px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber: Bank Indonesia, 2017<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Pengendalian harta individu<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian harta individu harus berjalan secara produktif. Kendali ini berfungsi untuk mengalirkan harta secara produktif di bidang perekonomian. Aliran harta bisa berupa investasi produktif di sektor riil, seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Jika harta mengalir secara produktif, maka kegiatan ekonomi akan berjalan terus menerus.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Distribusi pendapatan yang inklusif<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Distribusi pendapatan dan kesempatan bertujuan untuk menjamin inklusivitas perekonomian bagi seluruh masyarakat. Itulah mengapa distribusi dari masyarakat dengan harta melebihi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nisab<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa disalurkan dalam bentuk zakat untuk delapan golongan, seperti fakir, miskin, amil, mualaf, hamba sahaya, ghorim, fisabilillah, dan ibnus sabil.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Optimalisasi bisnis (jual beli) dan berbagi risiko<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap bisnis yang dijalankan berdasarkan ekonomi syariah selalu menekankan sistem bagi hasil dan risiko.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Transaksi keuangan terkait erat sektor riil<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap transaksi keuangan yang berdasarkan ekonomi syariah harus dijalankan pada sektor riil. Dalam perspektif Islam, aktivitas ekonomi harus mampu mendorong berkembangnya sektor riil seperti perdagangan, pertanian, industri, dan jasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang ditekankan pada ekonomi syariah adalah tidak adanya tolerir untuk aktivitas ekonomi nonriil, seperti perdagangan uang, perbankan sistem riba, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Partisipasi sosial untuk kepentingan publik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Islam, seseorang yang memiliki harta harus ikut berpartisipasi membangun kepentingan bersama. Misalnya saja mewakafkan tanah untuk rumah sakit, membeli sukuk untuk pembangunan jalan, dan sebagainya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam QS Al-Hadid 57 : 7, yang artinya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dikelola secara optimal, prinsip ini bisa menambah sumber daya publik dalam kegiatan aktif perekonomian.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Transaksi muamalat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transaksi muamalat mencerminkan kegiatan ekonomi khususnya perdagangan yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW saat berdagang di Madinah. Nilai yang terkandung dalam transaksi muamalat adalah menjunjung tinggi keadlian serta kerja sama dan keseimbangan. Setiap transaksi haruslah mematuhi aturan yang ditetapkan oleh syariat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ciri-Ciri Ekonomi Syariah<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-283950\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-4.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-4.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-4-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-4-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun ciri-ciri ekonomi syariah adalah adil, tumbuh sepadan, bermoral, dan beradab.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Adil<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adil dalam Islam tidak bisa dimaknai sebagai hasil kesepakatan sosial. Esensi adil dalam Islam adalah keseimbangan atau proporsional di antara penyusun sistem perekonomian dan perlakukan terhadap individu di semua lini kehidupan.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Tumbuh sepadan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tumbuh sepadan mengacu pada pertumbuhan ekonomi yang seimbang antara sektor keuangan dan sektor riil. Hal itu tentu harus sesuai dengan kemampuan produksi dan daya beli masyarakat.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Bermoral<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bermoral artinya segala hal yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi harus bersumber dari Al-Quran dan hadits. Selain itu, setiap anggota masyarakat harus memiliki kesadaran dan pemahaman terhadap kepentingan bersama jangka panjang serta mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan individu.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><b> Beradab<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah menjunjung tinggi nilai luhur bangsa seperti tradisi dan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang, selama tradisi tersebut tidak melanggar syariat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tujuan Ekonomi Syariah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan yang hendak dicapai melalui ekonomi syariah tidak bisa dilepaskan dengan tujuan dari syariat Islam (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">maqashid al-syari\u2019ah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat melalui kehidupan yang baik dan terhormat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hayyatan toyyibah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Syariat Islam merupakan aturan yang bisa mewujudkan terpeliharanya 5 kemaslahatan dasar, yaitu agama, jiwa, intelektualitas, keturunan, dan harta kekayaan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaat Ekonomi Syariah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehadiran ekonomi syariah ternyata mampu memberikan kontribusi yang signifikan di dunia perekonomian. Adapun manfaat yang dirasakan melalui ekonomi syariah adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Islam mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat melalui dua cara, yaitu pengharaman riba dan kegiatan sektor riil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mampu menciptakan anggaran negara yang memihak pada rakyat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendorong pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendorong penyediaan pelayanan publik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadi pemerataan dalam distribusi pendapatan yang memihak rakyat, melalui wakaf, zakat, sedekah, dan sebagainya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Perbedaan antara Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konvensional<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-283949\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-5.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-5.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-5-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-5-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah jelas berbeda dengan ekonomi konvensional yang banyak dikenal sekarang ini. Lantas, apa perbedaannya?<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Tujuan<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah bertujuan untuk mencapai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">falah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di dunia dan akhirat serta kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi konvensional bertujuan untuk mengejar kesejahteraan duniawi semata dan kesejahteraan individu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>2. Sumber utama<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah bersumber pada Al-Quran dan hadits.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi konvensional bersumber pada hal-hal yang bersifat positivistic.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>3. Pengambilan keuntungan<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah menerapkan sistem bagi hasil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi konvensional menerapkan bunga atau sistem riba.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-283951\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-3.png\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-3.png 800w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-3-300x200.png 300w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-3-768x512.png 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonomi syariah di Indonesia diawali dengan munculnya Bank Muamalat Indonesia oada tahun 1992. Berdirinya Bank Muamalat melatarbelakangi terbentuknya lembaga-lembaga keuangan lainnya. Pola bagi hasil yang diterapkan oleh Bank Muamalat menandakan dimulainya sistem perbankan ganda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selang waktu 1992 \u2013 1998 hanya ada satu bank syariah dan beberapa BPR syariah. Barulah pada tahun 1998 dikeluarkan UU No.10\/1998 sebagai amandemen UU N.7\/1992 tentang perbankan yang memberikan landasan hukum lebih kuat bagi kehadiran perbankan syariah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era tahun 1990an, pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia tergolong lambat. Hal itu berbanding terbalik dengan perkembangan ekonomi syariah di era 2000an di mana ekonomi syariah berkembang cukup pesat. Saat ini, sudah ada 600 miliar USD aset yang dikelola oleh perbankan syariah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya itu, respon baik kehadiran ekonomi syariah di Indonesia juga dibuktikan dengan semakin banyak dibukanya lembaga pendidikan tinggi yang berbasis ekonomi syariah di Indonesia. Contohnya STEI SEBI, STIE Syariah Yogyakarta, D3 Manajemen Bank Syariah di IAIN Sumut Medan, dan masih banyak lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan Quipper Blog tentang ekonomi syariah. Semoga bermanfaat buat Quipperian, ya. Jangan lupa untuk selalu belajar meskipun di rumah saja. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pantengin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terus Quipper Blog agar kamu tidak ketinggalan artikel terbaru dari kami. Oh ya, bagi kamu yang belum gabung bersama <\/span><a href=\"https:\/\/www.quipper.com\/ph\/video\"><span style=\"font-weight: 400;\">Quipper Video<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buruan gih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Banyak promo menanti, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Salam Quipper!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Penulis: Eka Viandari<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat belajar, ya. Siapa di antara kamu yang pernah mendengar istilah syariah, baik itu bank&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":99400369,"featured_media":283948,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[679384876,679384888],"tags":[],"ppma_author":[679386827],"class_list":["post-283946","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-mapel"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ekonomi Syariah - Ekonomi Kelas 10 K13 - Quipper Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Quipperian, kamu mau belajar materi Ekonomi Syariah? Yuk, simak informasi selengkapnya lewat artikel berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ekonomi Syariah - Ekonomi Kelas 10 K13 - Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Quipperian, kamu mau belajar materi Ekonomi Syariah? Yuk, simak informasi selengkapnya lewat artikel berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-08-14T13:58:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-01T10:54:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sereliciouz\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sereliciouz\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sereliciouz\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b\"},\"headline\":\"Ekonomi Syariah &#8211; Ekonomi Kelas 10 K13\",\"datePublished\":\"2020-08-14T13:58:25+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-01T10:54:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/\"},\"wordCount\":1471,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/08\\\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png\",\"articleSection\":[\"Ekonomi\",\"Mapel\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/\",\"name\":\"Ekonomi Syariah - Ekonomi Kelas 10 K13 - Quipper Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/08\\\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png\",\"datePublished\":\"2020-08-14T13:58:25+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-01T10:54:29+00:00\",\"description\":\"Quipperian, kamu mau belajar materi Ekonomi Syariah? Yuk, simak informasi selengkapnya lewat artikel berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/08\\\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/08\\\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png\",\"width\":800,\"height\":533},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.quipper.com\\\/id\\\/blog\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/ekonomi-syariah-kelas-10\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mapel\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/amp\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Ekonomi\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/ekonomi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Ekonomi Syariah &#8211; Ekonomi Kelas 10 K13\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"name\":\"Quipper Blog\",\"description\":\"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"width\":146,\"height\":40,\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/QuipperVideoID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/quipper_id\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/quipper_id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b\",\"name\":\"sereliciouz\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=gdc25c3abc1bedfa09a01ed68c15b905f\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"sereliciouz\"},\"description\":\"just another random person.\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/sereliciouz.wordpress.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/author\\\/sereliciouz\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ekonomi Syariah - Ekonomi Kelas 10 K13 - Quipper Blog","description":"Quipperian, kamu mau belajar materi Ekonomi Syariah? Yuk, simak informasi selengkapnya lewat artikel berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ekonomi Syariah - Ekonomi Kelas 10 K13 - Quipper Blog","og_description":"Quipperian, kamu mau belajar materi Ekonomi Syariah? Yuk, simak informasi selengkapnya lewat artikel berikut ini!","og_url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/","og_site_name":"Quipper Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","article_published_time":"2020-08-14T13:58:25+00:00","article_modified_time":"2022-03-01T10:54:29+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png","type":"image\/png"}],"author":"sereliciouz","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@quipper_id","twitter_site":"@quipper_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sereliciouz","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/"},"author":{"name":"sereliciouz","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b"},"headline":"Ekonomi Syariah &#8211; Ekonomi Kelas 10 K13","datePublished":"2020-08-14T13:58:25+00:00","dateModified":"2022-03-01T10:54:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/"},"wordCount":1471,"publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png","articleSection":["Ekonomi","Mapel"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/","url":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/","name":"Ekonomi Syariah - Ekonomi Kelas 10 K13 - Quipper Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png","datePublished":"2020-08-14T13:58:25+00:00","dateModified":"2022-03-01T10:54:29+00:00","description":"Quipperian, kamu mau belajar materi Ekonomi Syariah? Yuk, simak informasi selengkapnya lewat artikel berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/#primaryimage","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png","width":800,"height":533},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/ekonomi\/ekonomi-syariah-kelas-10\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mapel","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Ekonomi","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/ekonomi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Ekonomi Syariah &#8211; Ekonomi Kelas 10 K13"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","name":"Quipper Blog","description":"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru","publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization","name":"Quipper Indonesia","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","width":146,"height":40,"caption":"Quipper Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","https:\/\/x.com\/quipper_id","https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/b08224c7b72a87b156db30c3b032083b","name":"sereliciouz","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=gdc25c3abc1bedfa09a01ed68c15b905f","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","caption":"sereliciouz"},"description":"just another random person.","sameAs":["http:\/\/sereliciouz.wordpress.com"],"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/sereliciouz\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Ekonomi-Syariah-Ekonomi-Kelas-10-K13-6.png","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paV35H-1bRM","jetpack_sharing_enabled":true,"authors":[{"term_id":679386827,"user_id":99400369,"is_guest":0,"slug":"sereliciouz","display_name":"sereliciouz","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cdcfef2aeafd7da12ba6905491ca51000871ffb5ab6f3b8dd2822116a5fe9434?s=96&d=identicon&r=g","0":null,"1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/283946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/99400369"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=283946"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/283946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":299444,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/283946\/revisions\/299444"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/283948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=283946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=283946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=283946"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=283946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}