{"id":285524,"date":"2020-10-17T08:08:04","date_gmt":"2020-10-17T01:08:04","guid":{"rendered":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?p=285524"},"modified":"2022-10-17T08:19:44","modified_gmt":"2022-10-17T01:19:44","slug":"sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/","title":{"rendered":"Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-306174\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1277\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp 1920w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash-768x511.webp 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash-1536x1022.webp 1536w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash-1200x798.webp 1200w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash-1170x778.webp 1170w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash-585x390.webp?crop=1 585w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash-263x175.webp?crop=1 263w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halo Quipperrian!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana nih selama masih belajar di rumah? Masih semangat kan belajarnya? Kali ini Quipper blog mau membahas sesuatu yang tentunya tetap seru, ya. Kalau membahas soal sejarah, banyak banget peristiwa yang terjadi seiring perkembangan dunia. Baik itu soal sosial budaya, sistem pemerintahan, maupun ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitupun dengan Indonesia, di mana sistem ekonomi kita juga ikut berkembang seiring dengan perkembangan sistem pemerintahan. Buat kamu yang sedang duduk di kelas XII, materi pembahasan kali ini pas banget untukmu karena berkaitan dengan sistem ekonomi liberal, perkembangan ekonomi Indonesia. Oke, biar enggak makin penasaran, langsung saja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kuy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> simak pembahasannya di bawah ini!<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Sistem Ekonomi Liberal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem ekonomi liberal merupakan teori ekonomi yang dikembangkan oleh Adam Smith atau French Physiocrats. Sistem ini diterapkan ketika sistem pemerintahan Indonesia masih berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Tentu, tiap perubahan dari sistem ekonomi akan memengaruhi berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem ekonomi ini memberikan kebebasan pada masing-masing individu untuk melakukan kegiatan ekonomi demi mendapatkan keuntungan. Tapi, seiring pelaksanaannya sistem ini tidak berjalan dengan mulus karena beberapa hal yang memengaruhi. Berikut adalah beberapa faktor tersebut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan Keputusan Meja Bundar (KMB) Indonesia harus menanggung beban utang luar negeri sebesar 1,5 triliun rupiah dan utang dalam negeri sebesar 2,8 triliun rupiah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadi pemberontakan di beberapa daerah di Indonesia, sehingga pengeluaran negara banyak digunakan untuk operasi militer.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia belum memiliki pengalaman untuk menata perekonomian secara baik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspor Indonesia hanya dilakukan di sektor pertanian dan perkebunan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pergantian kabinet yang menyebabkan sulit melaksanakan program secara maksimal.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Kebijakan-Kebijakan di Masa Sistem Ekonomi Liberal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun banyak kerikil tajam yang menghambat perkembangan sistem ekonomi liberal, pemerintah kita enggak tinggal diam,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ada beberapa kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah guna memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia di masa sistem ekonomi liberal. Lalu, apa saja sih usaha-usaha yang dilakukan? Yuk, langsung simak ulasannya berikut ini.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Sistem Ekonomi Liberal: Program Gunting Syarifudin<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merupakan kebijakan pemotongan nilai uang (sanering) yang ditetapkan Menteri Keuangan kala itu yaitu Syafruddin Prawiranegara. Tujuan program ini adalah menanggulangi defisit anggaran sebesar Rp5,1 miliar. Jadi, uang yang bernilai Rp2,50 ke atas dipotong nilainya sampai setengahnya. Sebab, kala itu hanya kalangan atas saja yang memiliki uang senilai Rp2,50.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Gerakan Banteng<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diusulkan oleh Sumitro Joyohadikusumo, gerakan ini bertujuan agar kelas pengusaha di Indonesia bisa bersaing dengan pengusaha asing dengan memberi bimbingan serta bantuan kredit bagi pengusaha yang bermodal lemah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi sayangnya, gerakan ini gagal mencapai tujuannya disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor terbesarnya karena para pengusaha di Indonesia justru jadi kurang mandiri dan terlalu mengandalkan bantuan.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Nasionalisasi De Javasche Bank di Masa Sistem Ekonomi Liberal<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">De Javasche Bank yang didirikan tahun 1828 merupakan bank semi pemerintah dan bank sentral di masa ekonomi liberal. Kalau saat ini mungkin kamu lebih mengenalnya dengan nama Bank Indonesia (BI). Tapi karena masih terpengaruh dengan kepentingan kolonial, pemerintah berusaha untuk menasionalisasikannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, dibentuklah Panitia Nasionalisasi De Javasche Bank pada masa Kabinet Sukiman. Atas saran Panitia Nasionalisasi, tanggal 3 Agustus 1951 pemerintah mengumumkan bersedia membeli saham dari De Javasche Bank sebesar 120%. Nah, di tanggal 15 Desember 1951 barulah De Javasche Bank dinasionalisasikan menjadi Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral dan sirkulasi.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Ekonomi Ali-Baba<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program selanjutnya di masa sistem ekonomi liberal melibatkan pengusaha pribumi (Ali) dengan pengusaha nonpribumi (Baba). Saat itu, pengusaha nonpribumi wajib melatih tenaga pribumi dan sebagai imbalannya mereka mendapatkan imbalan kredit dan lisensi dari pemerintah. Sistem ini bertujuan untuk mendorong para pengusaha pribumi supaya bisa berkembang. Kalau sudah berkembang, mereka akan bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, lagi-lagi program ini mengalami kegagalan karena pengusaha-pengusaha lokal tidak memanfaatkannya dengan baik dan justru digunakan untuk kegiatan yang konsumtif. Selain itu, pengusaha nonpribumi juga hanya \u201cmeminjam nama\u201d pengusaha pribumi supaya bisa dapat kredit.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Persetujuan Finansial Ekonomi (Finek)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Finek dibentuk untuk menyelesaikan masalah ekonomi antara Belanda dengan Indonesia di masa Kabinet Burhanuddin Harahap dengan mengirim delegasi ke Swiss. Delegasi itu mencapai kesepakatan Finek di mana hubungan Finek Indonesia dan Belanda hanya berlandaskan hubungan bilateral dan persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, karena pemerintah Belanda enggak mau menandatanganinya akhirnya Indonesia mengambil keputusan sepihak dengan melakukan pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Aksi sepihak ini dilakukan tanggal 13 Februari 1959 yang bertujuan supaya Indonesia tidak memiliki keterkaitan ekonomi dengan Belanda.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disusun oleh Biro Perancangan Negara pada masa Kabinet Ali Sastroamijoyo II, RPLT berisikan program-program jangka panjang yang nilainya mencapai 12,5 milyar Rupiah. Adapun rencana tersebut berisikan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangan pengembalian Irian Barat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya daerah-daerah otonom.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mempercepat pembentukan anggota DPRD.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbaikan nasib buruh dan pegawai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional yang berdasarkan kepentingan rakyat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi program ini tidak dapat terlaksana dengan baik karena ekspor dan pendapatan Indonesia merosot drastis. Selain itu, ketegangan antara pemerintah pusat dan daerah juga semakin menjadi yang menimbulkan pemberontakan dimana banyak daerah akhirnya melaksanakan kebijakannya masing-masing.<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketegangan antara pemerintah pusat dengan daerah sedikit bisa reda nih ketika adanya Munap. Saat itu, Ir. Djuanda sebagai Perdana Menteri bahkan memberi kesempatan supaya Munap diteruskan agar menghasilkan rencana pembangunan secara menyeluruh untuk jangka waktu yang panjang. Namun, tetap saja program yang satu ini tidak bisa berjalan karena sulit menentukan bagaimana skala prioritas yang tepat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Quipperian, tentu enggak ada sistem yang sempurna, termasuk juga dengan sistem ekonomi. Kalau ada kelebihan, pasti ada kekurangan juga dalam setiap sistem yang dijalankan. Berikut ini adalah kelebihan sistem ekonomi liberal selama dilaksanakan di Indonesia:<\/span><\/p>\n<p><b>Kelebihan:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekuasaannya lebih terbatas sehingga lebih mudah diawasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan pandangan yang kerap kali terjadi di bagian akar bisa teratasi karena semua bisa membentuk partainya masing-masing.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daya kreatifitas meningkat karena masyarakat bisa mengatur kegiatan ekonominya sendiri.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Kekurangan:<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Potensi terjadinya persaingan yang enggak sehat sangatlah besar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Timbulnya kesenjangan sosial karena adanya gap besar antara yang kaya dan yang miskin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadinya penyalahgunaan kebebasan seperti eksploitasi SDA dan SDM secara berlebihan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah sekilas pembahasan Quipper Blog tentang sistem ekonomi liberal, ya. Semoga cukup membantu kamu untuk bisa belajar di rumah. Kalau kamu mau tahu materi mata pelajaran lainnya, yuk gabung bersama <\/span><a href=\"https:\/\/subscribe.quipper.com\/signup\/id\"><b>Quipper Video<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Langsung klik link-nya untuk tahu informasi selengkapnya, ya!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo Quipperrian! Gimana nih selama masih belajar di rumah? Masih semangat kan belajarnya? Kali ini Quipper blog mau membahas sesuatu yang tentunya tetap seru,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":156447303,"featured_media":306174,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[679384888,679384881],"tags":[679384527],"ppma_author":[679386823],"class_list":["post-285524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mapel","category-sejarah","tag-materi-sejarah-kelas-12"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia - Quipper Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pembahasan sistem ekonomi liberal pada masa awal kemerdekaan Indonesia, mulai dari pengertian, kebijakan-kebijakan sampai kekurangan &amp; kelebihannya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia - Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pembahasan sistem ekonomi liberal pada masa awal kemerdekaan Indonesia, mulai dari pengertian, kebijakan-kebijakan sampai kekurangan &amp; kelebihannya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-17T01:08:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-17T01:19:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1277\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wilman Juniardi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wilman Juniardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Wilman Juniardi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e\"},\"headline\":\"Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia\",\"datePublished\":\"2020-10-17T01:08:04+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-17T01:19:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":977,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp\",\"keywords\":[\"Materi Sejarah kelas 12\"],\"articleSection\":[\"Mapel\",\"Sejarah\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/\",\"name\":\"Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia - Quipper Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp\",\"datePublished\":\"2020-10-17T01:08:04+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-17T01:19:44+00:00\",\"description\":\"Pembahasan sistem ekonomi liberal pada masa awal kemerdekaan Indonesia, mulai dari pengertian, kebijakan-kebijakan sampai kekurangan & kelebihannya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp\",\"width\":1920,\"height\":1277},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/sejarah\\\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mapel\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/amp\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Sejarah\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/sejarah\\\/amp\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"name\":\"Quipper Blog\",\"description\":\"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"width\":146,\"height\":40,\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/QuipperVideoID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/quipper_id\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/quipper_id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e\",\"name\":\"Wilman Juniardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g47d3f59ef50f58e7db6da1f73bb514ec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Wilman Juniardi\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/author\\\/wilmanjuniardi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia - Quipper Blog","description":"Pembahasan sistem ekonomi liberal pada masa awal kemerdekaan Indonesia, mulai dari pengertian, kebijakan-kebijakan sampai kekurangan & kelebihannya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia - Quipper Blog","og_description":"Pembahasan sistem ekonomi liberal pada masa awal kemerdekaan Indonesia, mulai dari pengertian, kebijakan-kebijakan sampai kekurangan & kelebihannya","og_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/","og_site_name":"Quipper Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","article_published_time":"2020-10-17T01:08:04+00:00","article_modified_time":"2022-10-17T01:19:44+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1277,"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Wilman Juniardi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@quipper_id","twitter_site":"@quipper_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Wilman Juniardi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/"},"author":{"name":"Wilman Juniardi","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e"},"headline":"Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia","datePublished":"2020-10-17T01:08:04+00:00","dateModified":"2022-10-17T01:19:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/"},"wordCount":977,"publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp","keywords":["Materi Sejarah kelas 12"],"articleSection":["Mapel","Sejarah"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/","name":"Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia - Quipper Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp","datePublished":"2020-10-17T01:08:04+00:00","dateModified":"2022-10-17T01:19:44+00:00","description":"Pembahasan sistem ekonomi liberal pada masa awal kemerdekaan Indonesia, mulai dari pengertian, kebijakan-kebijakan sampai kekurangan & kelebihannya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp","width":1920,"height":1277},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/sejarah\/sistem-ekonomi-liberal-awal-kemerdekaan-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mapel","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Sejarah","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/sejarah\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Sistem Ekonomi Liberal pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","name":"Quipper Blog","description":"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru","publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization","name":"Quipper Indonesia","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","width":146,"height":40,"caption":"Quipper Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","https:\/\/x.com\/quipper_id","https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e","name":"Wilman Juniardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g47d3f59ef50f58e7db6da1f73bb514ec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Wilman Juniardi"},"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/wilmanjuniardi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/aldo-amando-IllZUlKYzso-unsplash.webp","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paV35H-1che","jetpack_sharing_enabled":true,"authors":[{"term_id":679386823,"user_id":156447303,"is_guest":0,"slug":"wilmanjuniardi","display_name":"Wilman Juniardi","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g","author_category":"","user_url":"","last_name":"Juniardi","first_name":"Wilman","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/285524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/156447303"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=285524"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/285524\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":306175,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/285524\/revisions\/306175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/306174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=285524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=285524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=285524"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=285524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}