{"id":311447,"date":"2023-01-25T09:01:48","date_gmt":"2023-01-25T02:01:48","guid":{"rendered":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?p=311447"},"modified":"2023-02-06T10:14:48","modified_gmt":"2023-02-06T03:14:48","slug":"tata-nama-senyawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/","title":{"rendered":"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya!"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1500\" height=\"1001\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-311449\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education.webp 1500w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education-768x513.webp 768w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education-1200x801.webp 1200w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education-1170x781.webp 1170w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education-585x390.webp?crop=1 585w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education-263x175.webp?crop=1 263w\" sizes=\"(max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quipperian, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa senyawa Na<sub>2<\/sub>CO<sub>3<\/sub> disebut natrium karbonat atau NaCl yang disebut natrium klorida? Padahal, senyawa Na<sub>2<\/sub>CO<sub>3<\/sub> tersusun atas unsur natrium, karbon, dan oksigen, mengapa bukan dinamakan demikian saja?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini dikarenakan penamaan setiap senyawa dalam kimia sudah diatur dalam tata nama senyawa sehingga setiap senyawa memiliki nama khusus untuk membedakannya dengan senyawa yang lain. Selain itu, adanya tata nama senyawa ini juga memudahkan peneliti untuk memberikan nama dari senyawa yang ditemukan atau diteliti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kamu ingin tahu lebih jauh mengenai tata nama senyawa kimia? Kalau begitu, simak ulasan berikut ini sampai habis, ya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Tata Nama Senyawa?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tata nama senyawa adalah proses penamaan senyawa kimia dengan nama yang berbeda sehingga dapat dengan mudah diidentifikasi sebagai bahan kimia yang terpisah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Awalnya, penamaan senyawa dalam kimia ini didasari pada warna senyawa, sifat fisiknya, bahasa kuno, nama penemu, ataupun cara menemukannya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, senyawa kimia yang ditemukan semakin banyak sehingga diterapkanlah aturan tata nama senyawa, yaitu nama trivial dan IUPAC (<em>International Union of Pure and Applied Chemistry<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama trivial atau nama umum biasanya digunakan pada senyawa organik yang namanya belum dibakukan oleh IUPAC. Nama trivial ini digunakan untuk memudahkan penyebutan zat secara umum dan lebih mudah diingat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, penamaan senyawa kimia dengan nama trivial ini tidak efektif dan dan dapat menimbulkan permasalahan. Hal inilah yang kemudian membuat para ahli kimia membuat peraturan tata nama senyawa melalui perkumpulan IUPAC sehingga diperoleh tata nama senyawa kimia IUPAC yang digunakan hingga saat ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tata Nama Senyawa Kimia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tata nama senyawa kimia ini dibagi menjadi dua, yaitu tata nama senyawa anorganik dan organik. Berikut ulasan selengkapnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tata Nama Senyawa Anorganik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senyawa anorganik adalah golongan senyawa yang tersusun dari unsur-unsur yang tidak mengandung atom karbon organik. Umumnya, senyawa anorganik lebih sederhana dibandingkan senyawa organik dan dikelompokkan ke dalam senyawa biner dan senyawa poliatom.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Tata Nama Senyawa Biner<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua unsur kimia, seperti HCl, H<sub>2<\/sub>S, BaO, dan Na<sub>2<\/sub>O. Penamaan senyawa biner dibedakan berdasarkan unsur pembentuknya, yaitu senyawa biner yang terbentuk dari atom logam dan non logam (senyawa ionik), serta dua atom non logam (senyawa kovalen).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tata nama senyawa biner dari atom logam dan non logam<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logam-logam yang berasal dari golongan IA, IIA, dan IIIA, umumnya hanya memiliki satu jenis bilangan oksidasi sehingga penulisan tata nama senyawa yang terbentuk dari atom logam dan non-logam adalah :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, NaCl (natrium klorida) di mana natrium termasuk golongan IA, sementara klorin termasuk atom non logam yang berwujud gas, lalu pada akhiran nama non logam ditambahkan &#8211;<em>ida<\/em> sehingga senyawa NaCl disebut natrium klorida.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam beberapa kasus, kamu mungkin akan menemukan logam-logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu, seperti logam Fe pada Fe<sub>2<\/sub>O<sub>3<\/sub> dan FeO<sub>3<\/sub> yang memiliki bilangan oksidasi berbeda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada senyawa Fe<sub>2<\/sub>O<sub>3<\/sub>, Fe memiliki bilangan oksidasi +3, sedangkan pada senyawa FeO<sub>3<\/sub> bilangan oksidasi Fe adalah +2. Untuk membedakan dua senyawa tersebut, maka bilangan oksidasi dari logam ditulis menggunakan angka romawi setelah nama logamnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh: FeCL<sub>2<\/sub>&nbsp; = Besi (II) klorida, FeCL<sub>3 <\/sub>=&nbsp; Besi (III) klorida<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, senyawa biner dari logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu jenis juga bisa dinamai dengan memberikan akhiran &#8211;<em>o<\/em> bila biloks logam tersebut lebih kecil dan diberi &#8211;<em>i<\/em> untuk biloks yang lebih besar. Contohnya, CrCl<sub>2<\/sub> disebut kromo klorida, sedangkan CrCl<sub>3<\/sub> disebut kromi klorida.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tata nama senyawa biner dari dua unsur non logam<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tata nama senyawa biner yang tersusun dari dua unsur non logam disebut senyawa kovalen. Untuk menamai senyawa ini, awalan \u201cmono\u201d tidak digunakan pada atom non logam pertama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, awalan juga dapat menunjukkan jumlah atom non logam yang berikatan. Berikut awalan yang digunakan dalam penulisan tata nama senyawa kovalen.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1 = mono<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2 = di<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3 = tri<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4 = tetra<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5 = penta<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">6 = heksa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">7 = hepta<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">8 = okta<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">9 = nona<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">10 = deka<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan begitu, tata nama senyawa kovalen bisa dituliskan seperti berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, BCl<sub>3<\/sub> disebut Boron triklorida karena unsur klorin terdiri dari tiga atom non logam yang berikatan, atau N<sub>2<\/sub>O yang disebut Dinitrogen monoksida karena unsur nitrogen terdiri dari dua atom non logam yang berikatan, dan unsur oksigen terdiri dari satu atom non logam yang berikatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diketahui, ada beberapa senyawa yang sudah dikenal dengan nama umum, seperti NH<sub>3<\/sub> yang disebut amoniak bukan Nitrogen trihidrida dan H<sub>2<\/sub>O yang disebut air, bukan dihidrogen monoksida.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Tata Nama Senyawa Poliatom<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senyawa poliatom adalah senyawa yang dibentuk oleh lebih dari dua unsur yang berbeda. Umumnya, senyawa poliatom terbentuk dari ion kation (ion bermuatan positif) dan ion anion (ion bermuatan negatif).&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun penulisan tata nama senyawa poliatom adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NaClO = Natrium hipoklorit<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Na<sub>2<\/sub>C<sub>2<\/sub>O<sub>4<\/sub> = Natrium oksalat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(NH<sub>4<\/sub>)<sub>2<\/sub>SO<sub>4<\/sub> = Amonium sulfat<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Tata Nama Senyawa Asam dan Basa<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulisan tata nama senyawa anorganik berikutnya adalah senyawa asam dan basa. Berikut penulisan tata nama senyawanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Senyawa asam<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arrhenius mendefinisikan senyawa asam sebagai senyawa yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H<sup>+<\/sup>. Penulisan tata nama senyawa ini dimulai dengan menuliskan unsur asam terlebih dahulu, lalu diikuti dengan nama anion. Contohnya, H<sub>2<\/sub>SO<sub>4<\/sub> disebut asam sulfat dan HCl disebut asam klorida.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Senyawa basa<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara senyawa basa, Arrhenius mendefinisikannya sebagai senyawa yang apabila dilarutkan dalam air akan&nbsp; ion OH<sup>&#8211;<\/sup>. Penulisan tata nama senyawa ini dimulai dengan menuliskan nama kation terlebih dahulu, lalu diikuti dengan hidroksida. Contohnya, KOH disebut kalium hidroksida dan Al(OH)<sub>3<\/sub> disebut alumunium hidroksida.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tata Nama Senyawa Organik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senyawa organik adalah senyawa yang mengandung atom karbon, kecuali CO, CO<sub>2<\/sub>, CN, dan ion CO<sub>3<\/sub><sup>2-<\/sup>&nbsp; yang termasuk dalam senyawa anorganik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Sederhana<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang hanya terdiri dari atom hidrogen dan karbon. Berdasarkan ikatan kovalennya, senyawa hidrokarbon digolongkan ke dalam alkana, alkena, dan alkuna.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Alkana adalah senyawa hidrokarbon jenuh dengan ikatan tunggal. Alkana memiliki rumus umum C<sub>n<\/sub>H<sub>2n+2<\/sub>, dengan n = 1, 2, 3, dan seterusnya.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun penulisan tata nama senyawa alkana berdasarkan aturan IUPAC adalah dengan menambahkan akhiran &#8211;<em>ana<\/em>. Contoh, C<sub>5<\/sub>H<sub>12<\/sub> dinamakan pentana (penta = lima), C<sub>6<\/sub>H<sub>12<\/sub> dinamakan heksana (heksa = enam), dan seterusnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Alkena adalah senyawa hidrokarbon tak jenuh dengan ikatan rangkap dua. Alkena memiliki rumus umum C<sub>n<\/sub>H<sub>2n<\/sub>, dengan n = 1, 2, 3, dan seterusnya.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulisan tata nama senyawa alkena berdasarkan aturan IUPAC sama saja dengan tata nama senyawa alkana. Hanya saja akhiran &#8211;<em>ana<\/em> diganti menjadi &#8211;<em>ena<\/em>. Contoh, C<sub>2<\/sub>H<sub>4<\/sub> dinamakan etena, C<sub>3<\/sub>H<sub>6<\/sub> dinamakan propena.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Alkuna adalah senyawa hidrokarbon tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga. Alkena memiliki rumus umum C<sub>n<\/sub>H<sub>2n-2 <\/sub>dengan n = 1, 2, 3, dan seterusnya.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulisan tata nama senyawa alkena berdasarkan aturan IUPAC adalah dengan menambahkan akhiran &#8211;<em>una<\/em>. Contoh, C<sub>2<\/sub>H<sub>2<\/sub> dinamakan etuna, C<sub>3<\/sub>H<sub>4<\/sub> dinamakan propuna.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Tata Nama Senyawa Alkohol Sederhana<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tata nama senyawa alkohol hampir sama dengan tata nama senyawa hidrokarbon sederhana. Caranya adalah dengan mengganti huruf akhir nama alkana, yaitu &#8211;<em>a<\/em> menjadi &#8211;<em>ol<\/em>. Contoh:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>CH<sub>3<\/sub>OH : metanol<\/li>\n\n\n\n<li>C<sub>2<\/sub>H<sub>5<\/sub>OH : etanol<\/li>\n\n\n\n<li>C<sub>3<\/sub>H<sub>7<\/sub>OH : propanol<\/li>\n\n\n\n<li>C<sub>4<\/sub>H<sub>9<\/sub>OH : butanol<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Tata Nama Senyawa Asam Organik<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan IUPAC, asam organik atau asam karboksilat dinamakan asam alkanoat dengan rumum umumnya R-COOH. Adapun penulisan tata nama senyawa asam organik ini dimulai dengan menuliskan asam, lalu ditambahkan nama alkana dari R dan ditambahkan akhiran &#8211;<em>oat<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>HCOOH : asam metanoat<\/li>\n\n\n\n<li>CH<sub>3<\/sub>COOH : asam etanoat<\/li>\n\n\n\n<li>C<sub>2<\/sub>H<sub>5<\/sub>COOH : asam propanoat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Soal<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quipperian, supaya kamu semakin paham dengan penulisan tata nama senyawa kimia ini, yuk perhatikan contoh soal berikut ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tuliskan nama senyawa-senyawa berikut ini berdasarkan aturan IUPAC!<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>HBr<\/li>\n\n\n\n<li>Fe(ClO<sub>4<\/sub>)<sub>3<\/sub><\/li>\n\n\n\n<li>Fosfor pentaklorida<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Berdasarkan unsur penyusun senyawa HBr, baik hidrogen (H) maupun bromin (Br) keduanya termasuk unsur non logam. Artinya, penulisan tata nama senyawa yang digunakan adalah senyawa biner yang terdiri dari dua unsur non logam. Jadi, nama senyawa HBr adalah hidrogen bromida.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Senyawa Fe(ClO<sub>4<\/sub>)<sub>3 <\/sub>&nbsp;adalah senyawa yang tersusun dari unsur logam dan non logam. Selain itu, unsur Fe memiliki biloks +3 sehingga penulisan tata nama senyawanya adalah Besi (III) perklorat.<\/li>\n\n\n\n<li>Ingat, penta = lima. Jadi, rumus kimia dari senyawa fosfor pentaklorida adalah PCl<sub>5<\/sub>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quipperian, demikian pembahasan mengenai tata nama senyawa kimia. Untuk meningkatkan pemahaman kamu mengenai penulisan tata nama senyawa ini, cobalah untuk sering-sering mengerjakan latihan soalnya, ya. Semoga bermanfaat!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Quipperian, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa senyawa Na2CO3 disebut natrium karbonat atau NaCl yang disebut natrium klorida? Padahal, senyawa Na2CO3 tersusun atas unsur natrium, karbon,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":156447303,"featured_media":311449,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[679384879],"tags":[],"ppma_author":[679386823,679386839],"class_list":["post-311447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya! - Quipper Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tata nama senyawa adalah proses penamaan senyawa kimia dengan nama yang berbeda. Bagaimana penulisannya? Pembahasan selengkapnya dalam artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya! - Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tata nama senyawa adalah proses penamaan senyawa kimia dengan nama yang berbeda. Bagaimana penulisannya? Pembahasan selengkapnya dalam artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-25T02:01:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-02-06T03:14:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1001\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wilman Juniardi, Andjar Tyassih, S.Si.\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wilman Juniardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Wilman Juniardi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e\"},\"headline\":\"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya!\",\"datePublished\":\"2023-01-25T02:01:48+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-06T03:14:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/\"},\"wordCount\":1328,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/education.webp\",\"articleSection\":[\"Kimia\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/\",\"name\":\"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya! - Quipper Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/education.webp\",\"datePublished\":\"2023-01-25T02:01:48+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-06T03:14:48+00:00\",\"description\":\"Tata nama senyawa adalah proses penamaan senyawa kimia dengan nama yang berbeda. Bagaimana penulisannya? Pembahasan selengkapnya dalam artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/education.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/education.webp\",\"width\":1500,\"height\":1001,\"caption\":\"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya!\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/tata-nama-senyawa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mapel\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/amp\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kimia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/kimia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"name\":\"Quipper Blog\",\"description\":\"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"width\":146,\"height\":40,\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/QuipperVideoID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/quipper_id\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/quipper_id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e\",\"name\":\"Wilman Juniardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g47d3f59ef50f58e7db6da1f73bb514ec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Wilman Juniardi\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/author\\\/wilmanjuniardi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya! - Quipper Blog","description":"Tata nama senyawa adalah proses penamaan senyawa kimia dengan nama yang berbeda. Bagaimana penulisannya? Pembahasan selengkapnya dalam artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya! - Quipper Blog","og_description":"Tata nama senyawa adalah proses penamaan senyawa kimia dengan nama yang berbeda. Bagaimana penulisannya? Pembahasan selengkapnya dalam artikel ini!","og_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/","og_site_name":"Quipper Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","article_published_time":"2023-01-25T02:01:48+00:00","article_modified_time":"2023-02-06T03:14:48+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":1001,"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Wilman Juniardi, Andjar Tyassih, S.Si.","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@quipper_id","twitter_site":"@quipper_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Wilman Juniardi","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/"},"author":{"name":"Wilman Juniardi","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e"},"headline":"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya!","datePublished":"2023-01-25T02:01:48+00:00","dateModified":"2023-02-06T03:14:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/"},"wordCount":1328,"publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education.webp","articleSection":["Kimia"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/","name":"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya! - Quipper Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education.webp","datePublished":"2023-01-25T02:01:48+00:00","dateModified":"2023-02-06T03:14:48+00:00","description":"Tata nama senyawa adalah proses penamaan senyawa kimia dengan nama yang berbeda. Bagaimana penulisannya? Pembahasan selengkapnya dalam artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/#primaryimage","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education.webp","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education.webp","width":1500,"height":1001,"caption":"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya!"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/tata-nama-senyawa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mapel","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kimia","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/kimia\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Bagaimana Penulisan Tata Nama Senyawa Kimia? Berikut Penjelasannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","name":"Quipper Blog","description":"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru","publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization","name":"Quipper Indonesia","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","width":146,"height":40,"caption":"Quipper Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","https:\/\/x.com\/quipper_id","https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e","name":"Wilman Juniardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g47d3f59ef50f58e7db6da1f73bb514ec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Wilman Juniardi"},"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/wilmanjuniardi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/education.webp","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paV35H-1j1l","jetpack_sharing_enabled":true,"authors":[{"term_id":679386823,"user_id":156447303,"is_guest":0,"slug":"wilmanjuniardi","display_name":"Wilman Juniardi","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g","0":null,"1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""},{"term_id":679386839,"user_id":0,"is_guest":1,"slug":"andjar-tyassih","display_name":"Andjar Tyassih, S.Si.","avatar_url":{"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Andjar-Tyassih.webp","url2x":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Andjar-Tyassih.webp"},"0":null,"1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/156447303"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=311447"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311447\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":311450,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/311447\/revisions\/311450"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/311449"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=311447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=311447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=311447"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=311447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}