{"id":313207,"date":"2023-02-15T16:39:00","date_gmt":"2023-02-15T09:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?p=313207"},"modified":"2023-02-15T11:48:20","modified_gmt":"2023-02-15T04:48:20","slug":"kriteria-ketuntasan-minimal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/","title":{"rendered":"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1028\" height=\"728\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp\" alt=\"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka Fungsi, Prinsip dan Contoh\" class=\"wp-image-313228\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp 1028w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh-768x544.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1028px) 100vw, 1028px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) digunakan untuk melihat kemampuan peserta didik apakah sudah menguasai materi yang diberikan atau belum. Di artikel ini akan dibagikan penjelasan lengkap tentang KKM di K13 dan Kurikulum Merdeka. Jadi, simak hingga habis, ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM ini mengacu pada standar kompetensi lulusan. Saat menentukan KKM, satuan pendidikan harus merumuskan bersama kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada tiga aspek yang harus diperhatikan saat menentukan KKM, yaitu karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada Kurikulum 2013, KKM cukup penting untuk menentukan apakah peserta didik dinyatakan naik atau tidak. Sedangkan, di Kurikulum Merdeka, KKM tidak lagi digunakan sebagai tolok ukur pencapaian hasil belajar. Hal ini mengingat pada Kurikulum Merdeka menekankan penggunaan penilaian formatif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi dan tujuan dari Kriteria Ketuntasan Minimal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini adalah beberapa tujuan dan fungsi dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM):<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sebagai acuan guru dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai acuan peserta didik apakah materai yang dipelajari sudah dikuasai atau belum.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran sekolah.<\/li>\n\n\n\n<li>Kontak pedagogi antara guru dan peserta didik serta satuan pendidikan dan masyarakat.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai target satuan pendidikan dalam mencapai kompetensi setiap mata pelajaran yang diajarkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div class=\"baca\">\n<p><span class=\"head_baca\">Baca Juga: <\/span> <a href=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/info-guru\/indikator-pencapaian-kompetensi\/\">Indikator Pencapaian Kompetensi dalam Pembelajaran di Sekolah\n<\/a><\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prinsip penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada perbedaan dalam prinsip penetapan KKM untuk K13 dan Kurikulum Merdeka. Di bawah ini adalah beberapa prinsip dalam menetapkan KKM di K13:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan, baik secara kualitatif atau kuantitatif.<\/li>\n\n\n\n<li>KKM setiap Kompetensi Dasar adalah rata-rata dari indikator pada KD tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li>KKM mata pelajaran adalah rata-rata semua KKM KD dalam satu semester dan dicantumkan dalam rapor peserta didik.<\/li>\n\n\n\n<li>Indikator adalah acuan pembuatan instrumen penilaian, sehingga tiap indikator memiliki perbedaan nilai KKM.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan, pada Kurikulum Merdeka, KKM disebut dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang memiliki prinsip sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Setiap satuan pendidikan dan pendidik menggunakan Alur Tujuan Pembelajaran dan Modul Ajar yang berbeda, sehingga KKTP setiap pendidik berbeda-beda sesuai dengan karakteristik tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan asesmen yang dilaksanakan.<\/li>\n\n\n\n<li>KKTP diturunkan dari indikator asesmen suatu tujuan pembelajaran untuk melihat ketercapaian kompetensi dalam sebuah pembelajaran.<\/li>\n\n\n\n<li>KKTP memiliki fungsi sebagai refleksi proses pembelajaran dan diagnosis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik supaya mereka bisa memperbaiki cara belajar.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komponen Kriteria Ketuntasan Minimal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KKM dibuat berdasarkan tiga aspek, yaitu karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan. Berikut ini penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Karakteristik peserta didik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakteristik peserta didik bisa dilihat dari kualitas peserta didik yang diidentifikasi dari tes awal, nilai ujian sebelumnya, dan nilai rapor sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Karakteristik mata pelajaran<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakteristik mata pelajaran dipakai untuk melihat tingkat kesulitan tiap mata pelajaran yang dijelaskan. Kesulitan mata pelajaran ini ditetapkan lewat expert judgment guru mata pelajaran tersebut lewat forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tiap tingkat sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam menetapkan tingkat kesulitan mata pelajaran ini harus memperhatikan hasil analisis jumlah KD, kedalaman KD, dan keluasan KD. Serta perlu tidaknya pengetahuan prasyarat pada mata pelajaran tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kondisi Satuan Pendidikan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi satuan pendidikan ini meliputi, kompetensi pendidik, jumlah peserta didik dalam satu kelas, predikat akreditasi sekolah, dan kelayakan sarana prasarana sekolah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Model penetapan KKM<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam K13, ada dua model untuk menentukan KKM, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lebih dari satu KKM, artinya setiap mata pelajaran memiliki nilai KKM yang berbeda-beda.<\/li>\n\n\n\n<li>Satu KKM, artinya semua mata pelajaran dalam satuan pendidikan memiliki nilai KKM yang seragam.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan dalam Kurikulum Merdeka, model menentukan KKTP ada tiga, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menggunakan deskripsi kriteria dalam menentukan ketuntasan belajar.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan rubrik dalam menentukan ketuntasan belajar.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan interval nilai dalam menentukan ketuntasan belajar.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Kriteria Ketuntasan Minimal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini adalah contoh Kriteria Ketuntasan Minimal berdasarkan model-model yang disebutkan pada pembahasan sebelumnya. Yang pertama akan dibahas KKM pada K13, di mana memiliki dua model, yaitu lebih dari satu KKM dan satu KKM saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Lebih dari satu KKM<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Mata Pelajaran<\/th><th>KKM<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Agama dan Budi Pekerti<\/td><td>70<\/td><\/tr><tr><td>PPKn<\/td><td>70<\/td><\/tr><tr><td>Matematika<\/td><td>65<\/td><\/tr><tr><td>Bahasa Indonesia<\/td><td>75<\/td><\/tr><tr><td>SBDP<\/td><td>70<\/td><\/tr><tr><td>PJOK<\/td><td>75<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Satu KKM<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Mata Pelajaran<\/th><th>Kelas 1<\/th><th>Kelas 2<\/th><th>Kelas 3<\/th><th>Kelas 4<\/th><th>Kelas 5<\/th><th>Kelas 6<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Agama dan Budi Pekerti<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><\/tr><tr><td>PPkn<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><\/tr><tr><td>Bahasa Indonesia<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><\/tr><tr><td>Matematika<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><\/tr><tr><td>IPA<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><td>70<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian, berikut ini adalah contoh KKTP pada Kurikulum Merdeka sesuai dengan model yang sudah disebutkan sebelumnya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menggunakan deskripsi kriteria<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Kriteria<\/th><th>Tidak Tercapai<\/th><th>Tercapai<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Mengidentifikasi sifat-sifat magnet<\/td><td><\/td><td>v<\/td><\/tr><tr><td>Menjelaskan prinsip induksi elektromagnetik<\/td><td><\/td><td>v<\/td><\/tr><tr><td>Menjelaskan kemagnetan bumi<\/td><td>v<\/td><td><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menggunakan rubrik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bawah ini adalah contoh rubrik yang dipakai dalam menentukan KKTP sebuah mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th><\/th><th>Baru berkembang<\/th><th>Layak<\/th><th>Cakap<\/th><th>Mahir<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kesesuaian produk dengan materi<\/td><td>Desain produk tidak sesuai dengan materi<\/td><td>Desain produk kurang dari 50% sesuai dengan materi<\/td><td>Desain produk 50% &#8211; 74% sesuai dengan materi<\/td><td>Desain produk 75% &#8211; 100% sesuai dengan materi<\/td><\/tr><tr><td>Kreativitas<\/td><td>Kreativitas kurang baik<\/td><td>Kreativitas cukup baik<\/td><td>Kreativitas baik<\/td><td>Kreativitas sangat baik<\/td><\/tr><tr><td>Keaslian karya<\/td><td>Hasil produk plagiat<\/td><td>Keaslian kurang dari 50%<\/td><td>50 \u2013 74% asli<\/td><td>75 -100% asli<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menggunakan interval nilai<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Kriteria Ketercapaian<\/th><th>Kurang<\/th><th>Cukup<\/th><th>Baik<\/th><th>Sangat Baik<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kesesuaian dengan materi<\/td><td><\/td><td>v<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Kreativitas<\/td><td><\/td><td><\/td><td>v<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Keaslian<\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td>v<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini adalah cara menentukan KKM pada K13:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghitung jumlah KD setiap mata pelajaran masing-masing jenjang dalam satu tahun.<\/li>\n\n\n\n<li>Menentukan nilai aspek karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menentukan KKM KD dasar untuk mendapatkan KKM mata pelajaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Menentukan KKM setiap mata pelajaran.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara, cara menentukan KKTP Kurikulum Merdeka adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dari Tujuan Pembelajaran langsung dibuat Rubrik Penilaian yang berisi empat sampai lima kriteria.<\/li>\n\n\n\n<li>Dari Tujuan Pembelajaran diturunkan lebih rinci menjadi Indikator Asesmen.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penerapan Kriteria Ketuntasan Minimal<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam penerapan Kriteria Ketuntasan Minimal pada K13 yang dibuat guru atau kelompok guru mempertimbangkan tiga aspek, karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan. Setelah itu, hasil tersebut akan disahkan kepala sekolah sebagai patokan guru dalam melakukan penilaian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KKM yang sudah disahkan akan dialokasikan kepada pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan. KKM pun dicantumkan dalam LBH saat pembagian rapor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan, KKM dalam Kurikulum Merdeka sudah dihapus dan diganti dengan KKTP karena di Kurikulum Merdeka menggunakan penilaian formatif. Agar penilaian formatif ini efektif dan menjadi kriteria pencapaian hasil belajar, maka KKTP digunakan untuk melihat siswa yang perlu pengayaan tambahan atau perlu remedial.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menganalisis KKM<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara menganalisis KKM dan KKTP secara umum sama, setelah nilai KKM dan kriteria KKTP ditentukan, selanjutnya proses pembelajaran hingga ujian dilakukan kepada peserta didik. Dari hasil kegiatan tersebut, akan terlihat peserta didik yang nilainya di bawah KKM atau peserta didik yang tidak memenuhi kriteria KKTP. Peserta didik tersebut akan diberi remedial untuk memperbaiki nilai mereka sebelum ditulis dalam rapor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian penjelasan KKM di Kurikulum 2013 dan KKTP di Kurikulum Merdeka. Semoga artikel ini bermanfaat!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) digunakan untuk melihat kemampuan peserta didik apakah sudah menguasai materi yang diberikan atau belum. Di artikel ini akan dibagikan penjelasan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":156742495,"featured_media":313228,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_crdt_document":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[679386207],"tags":[],"ppma_author":[679386821],"class_list":["post-313207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-guru"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh - Quipper Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM ini mengacu pada standar kompetensi lulusan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh - Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM ini mengacu pada standar kompetensi lulusan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-15T09:39:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1028\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"728\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ahmad Nurhakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ahmad Nurhakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ahmad Hakim\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8949d86562428c8aa73a14c68a5963f\"},\"headline\":\"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh\",\"datePublished\":\"2023-02-15T09:39:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/\"},\"wordCount\":1070,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp\",\"articleSection\":[\"UNTUK GURU\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/\",\"name\":\"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh - Quipper Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp\",\"datePublished\":\"2023-02-15T09:39:00+00:00\",\"description\":\"Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM ini mengacu pada standar kompetensi lulusan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/02\\\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp\",\"width\":1028,\"height\":728},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/info-guru\\\/kriteria-ketuntasan-minimal\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"UNTUK GURU\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/info-guru\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"name\":\"Quipper Blog\",\"description\":\"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"width\":146,\"height\":40,\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/QuipperVideoID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/quipper_id\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/quipper_id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e8949d86562428c8aa73a14c68a5963f\",\"name\":\"Ahmad Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/42acf413dbddaf763550fac2c46fd194f5d79adafd00556d942a136c9b3cbd1f?s=96&d=identicon&r=g11ec3d09a4ec315783b2bafa0f429acb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/42acf413dbddaf763550fac2c46fd194f5d79adafd00556d942a136c9b3cbd1f?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/42acf413dbddaf763550fac2c46fd194f5d79adafd00556d942a136c9b3cbd1f?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Ahmad Hakim\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/author\\\/ahmadnurhakim6875\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh - Quipper Blog","description":"Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM ini mengacu pada standar kompetensi lulusan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh - Quipper Blog","og_description":"Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM ini mengacu pada standar kompetensi lulusan.","og_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/","og_site_name":"Quipper Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","article_published_time":"2023-02-15T09:39:00+00:00","og_image":[{"width":1028,"height":728,"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Ahmad Nurhakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@quipper_id","twitter_site":"@quipper_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ahmad Nurhakim","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/"},"author":{"name":"Ahmad Hakim","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/e8949d86562428c8aa73a14c68a5963f"},"headline":"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh","datePublished":"2023-02-15T09:39:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/"},"wordCount":1070,"publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp","articleSection":["UNTUK GURU"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/","name":"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh - Quipper Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp","datePublished":"2023-02-15T09:39:00+00:00","description":"Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM ini mengacu pada standar kompetensi lulusan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/#primaryimage","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp","width":1028,"height":728},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/info-guru\/kriteria-ketuntasan-minimal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"UNTUK GURU","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/info-guru\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kriteria Ketuntasan Minimal pada Kurikulum Merdeka: Fungsi, Prinsip dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","name":"Quipper Blog","description":"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru","publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization","name":"Quipper Indonesia","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","width":146,"height":40,"caption":"Quipper Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","https:\/\/x.com\/quipper_id","https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/e8949d86562428c8aa73a14c68a5963f","name":"Ahmad Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42acf413dbddaf763550fac2c46fd194f5d79adafd00556d942a136c9b3cbd1f?s=96&d=identicon&r=g11ec3d09a4ec315783b2bafa0f429acb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42acf413dbddaf763550fac2c46fd194f5d79adafd00556d942a136c9b3cbd1f?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42acf413dbddaf763550fac2c46fd194f5d79adafd00556d942a136c9b3cbd1f?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Ahmad Hakim"},"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/ahmadnurhakim6875\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Kriteria-Ketuntasan-Minimal-pada-Kurikulum-Merdeka-Fungsi-Prinsip-dan-Contoh.webp","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paV35H-1jtJ","jetpack_sharing_enabled":true,"authors":[{"term_id":679386821,"user_id":156742495,"is_guest":0,"slug":"ahmadnurhakim6875","display_name":"Ahmad Nurhakim","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42acf413dbddaf763550fac2c46fd194f5d79adafd00556d942a136c9b3cbd1f?s=96&d=identicon&r=g","0":null,"1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/313207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/156742495"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=313207"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/313207\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":313229,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/313207\/revisions\/313229"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/313228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=313207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=313207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=313207"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=313207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}