{"id":314368,"date":"2023-03-14T10:49:00","date_gmt":"2023-03-14T03:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?p=314368"},"modified":"2023-03-15T07:35:19","modified_gmt":"2023-03-15T00:35:19","slug":"kesetimbangan-kimia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/","title":{"rendered":"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-314371\" width=\"780\" height=\"520\" srcset=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155.webp 626w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155-585x390.webp?crop=1 585w, https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155-263x175.webp?crop=1 263w\" sizes=\"(max-width: 780px) 100vw, 780px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quipperian, apakah kamu pernah menyelam di lautan? Kalau pernah, tentu ada banyak sekali terumbu karang yang bisa dilihat, bukan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahukah kamu, pembentukan terumbu karang di lautan tersebut merupakan salah satu contoh dari reaksi kesetimbangan kimia, <em>lho<\/em>. Kesetimbangan kimia sendiri merupakan suatu keadaan dalam reaksi kimia ketika konsentrasi produk dan reaktan tidak berubah dari waktu ke waktu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk informasi lebih jelas mengenai kesetimbangan kimia, mulai dari pengertian, jenis, rumus, hingga contoh soalnya, kamu bisa menyimaknya dalam ulasan berikut ini, ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Kesetimbangan Kimia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada berbagai macam reaksi dalam ilmu Kimia. Salah satunya adalah reaksi kesetimbangan kimia atau juga dikenal dengan kesetimbangan dinamis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reaksi kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan dalam reaksi kimia ketika konsentrasi produk dan reaktan tidak berubah dari waktu ke waktu. Kesetimbangan ini tercapai ketika laju reaksi ke kanan (reaksi maju) sama dengan laju reaksi ke kiri (reaksi balik) dalam waktu bersamaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, kita ibaratkan dengan perpindahan penduduk suatu desa ke desa lain. Kesetimbangan tercapai jika pada waktu bersamaan, jumlah penduduk yang pindah dari desa A ke desa B sama dengan jumlah penduduk yang pindah dari desa B ke desa A. Dengan begitu, jumlah penduduk di kedua desa tersebut tidak berubah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persamaan reaksi kesetimbangan kimia ini dapat ditulis dengan mencantumkan panah bolak-balik (\u21cb). Panah tersebut menyatakan bahwa reaksi berlangsung dua arah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reaksi ke arah kanan disebut reaksi maju, sedangkan reaksi ke arah kiri disebut reaksi balik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ciri-ciri Kesetimbangan Kimia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun ciri-ciri dari kesetimbangan kimia adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Reaksi berlangsung terus-menerus dengan arah yang berlawanan.<\/li>\n\n\n\n<li>Reaksi terjadi pada ruangan tertutup, suhu, dan tekanan tetap.<\/li>\n\n\n\n<li>Laju reaksi ke arah hasil reaksi (disebut juga produk dan terletak di sebelah kanan dari persamaan reaksi) dan ke arah pereaksi (disebut juga reaktan dan terletak di sebelah kiri dari persamaan reaksi) adalah sama.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak terjadi perubahan makroskopis, yaitu perubahan yang dapat diukur atau dilihat.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Perubahan mikroskopis (perubahan tingkat partikel) tetap berlangsung.<\/li>\n\n\n\n<li>Semua komponen tetap ada.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<div class=\"baca\">\n<p><span class=\"head_baca\">Baca Juga: <\/span> <a href=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/ikatan-ion\/\">Pengertian Ikatan ION lengkap dengan Contoh<\/a><\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Faktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut prinsip Le Chatelier, jika terjadi perubahan pada suatu kesetimbangan, maka akan terjadi reaksi yang melawan perubahan tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesetimbangan kimia adalah volume, tekanan, suhu, dan konsentrasi. Seperti apa perubahan yang terjadi pada reaksi kesetimbangan kimia jika dipengaruhi faktor-faktor tersebut? Berikut penjelasannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Pengaruh volume terhadap kesetimbangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk reaksi kesetimbangan yang melibatkan gas, pengurangan volume akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah yang jumlah molekulnya lebih sedikit. Sebaliknya, penambahan volume akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah yang jumlah molekulnya lebih besar agar kesetimbangan bisa tercapai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Pengaruh tekanan terhadap kesetimbangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tekanan juga dapat mempengaruhi kesetimbangan kimia. Ketika tekanan dinaikan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah molekulnya lebih kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, ketika tekanan diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah molekulnya lebih besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pengaruh suhu terhadap kesetimbangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut prinsip Le Chatelier, jika suhu kesetimbangan dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergerak ke arah reaksi endoterm, yaitu reaksi kimia yang menyerap kalor (panas).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, penurunan suhu akan menggeser kesetimbangan ke arah reaksi eksoterm, yaitu reaksi kimia yang menghasilkan kalor (panas).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pengaruh konsentrasi terhadap kesetimbangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika konsentrasi salah satu reaktan atau produk dalam reaksi kesetimbangan diubah, maka komposisi campuran kesetimbangan juga akan berubah untuk meminimalkan efek perubahan konsentrasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, jika konsentrasi reaktan ditambahkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah produk. Sementara itu, jika konsentrasi produk ditambahkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis-jenis Kesetimbangan Kimia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan wujudnya, kesetimbangan kimia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kesetimbagnan homogen dan heterogen. Apakah perbedaan antara dua jenis kesetimbangan kimia tersebut?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Kesetimbangan homogen<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesetimbangan homogen adalah reaksi kesetimbangan kimia di mana zat-zat yang terlibat di dalamnya memiliki wujud yang sama. Contoh:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kesetimbangan antara larutan dengan larutan<\/strong><br>Contoh: Fe<sup>3+<\/sup> <sub>(aq)<\/sub> + SCN<sup>&#8211;<\/sup><sub> (aq)<\/sub> \u21cb [Fe(SCN)]<sup>2+<\/sup> <sub>(aq)<\/sub><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kesetimbangan antara gas dengan gas<\/strong><br>Contoh: N<sub>2 (g)<\/sub> + O<sub>2 (g)<\/sub> \u21cb <sub>2<\/sub>NO<sub> (g)<\/sub><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Kesetimbangan heterogen<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebalikan dari kesetimbagnan homogen, kesetimbangan heterogen adalah reaksi kesetimbangan kimia di mana zat-zat yang terlibat di dalamnya memiliki wujud yang berbeda. Contoh:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kesetimbangan antara zat padat dengan gas<\/strong><br>Contoh: CaCO<sub>3<\/sub> <sub>(s)<\/sub> \u21cb CaO <sub>(s)<\/sub> + CO<sub>2 (g)<\/sub><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kesetimbangan antara gas dengan zat cair<\/strong><br>Contoh: CO<sub>2 (g)<\/sub> + H<sub>2 (g)<\/sub> \u21cb CO<sub> (g) <\/sub>+ H<sub>2<\/sub>O <sub>(l)<\/sub><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kesetimbangan antara zat padat dengan larutan<\/strong><br>Contoh: BaSO<sub>4 (s) <\/sub>\u21cb Ba<sup>2+<\/sup> <sub>(aq)<\/sub> + SO<sup>2-<\/sup><sub>4 (aq)<\/sub><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kesetimbangan antara gas, zat padat, dan zat cair<\/strong><br>Contoh: NaHCO<sub>3 (s)<\/sub> \u21cb Na<sub>2<\/sub>CO<sub>3 (s) <\/sub>+ H<sub>2<\/sub>O<sub>(l)<\/sub> + CO<sub>2 (g)<\/sub><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rumus Kesetimbangan Kimia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam reaksi kesetimbangan kimia homogen, berlaku rumus sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">mA <sub>(g)<\/sub> + nB<sub> (g)<\/sub> \u21cb pC <sub>(g)<\/sub> + qD <sub>(g)<\/sub><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara dalam reaksi kesetimbangan kimia heterogen, berlaku rumus:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">mA <sub>(g)<\/sub> + nB<sub> (s)<\/sub> \u21cb pC <sub>(g)<\/sub> + qD <sub>(g)<\/sub><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari rumus diatas, maka diperoleh sejumlah rumus dalam kesetimbangan kimia, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Tetapan kesetimbangan konsentrasi (Kc)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun rumus tetapan kesetimbangan (Kc) adalah:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/6HGf0yWGJHmA0LiRQpW4pwTNVixH9kDIwmh9N4bxmD1PqynFziyIWKFlXbfUbhWqFbfbsAiOudJHZH0CEeCpDae5XlNHbGMMKTGlC-NDN1OhtrHgKaRwUqPX1hk152-82h4-cJQyOZDNpBz9n_6PtUg\" alt=\"Rumus tetapan kesetimbangan konsentrasi\" title=\"Rumus Kc\/Foto: Buku CMS Kimia\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi zat (Kc) hanya berlaku untuk zat-zat berwujud larutan (aq) dan gas (g). Sementara zat berwujud padat (s) dan cair (<em>liquid<\/em>) tidak disertakan dalam persamaan tetapan kesetimbangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/J21HH9FKDqgKvec8T04asOBRvoxa09gcHzF48Pd6Af8kxINgNFlZU1WOnWIKA4_ZKDEYaOasnkW7MgBJpvM2Y83ORqmbTCsGohbzkCELCI1lCg1WNvV4VBglBr3nUBKE6oasPUA5bxuKI7GfsMDUKWc\" alt=\"Contoh tetapan kesetimbangan konsentrasi\" title=\"Contoh tetapan kesetimbangan konsentrasi\/Foto: Buku CMS Kimia\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Tetapan kesetimbangan tekanan parsial (Kp)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapan kesetimbangan tekanan parsial hanya berlaku untuk zat-zat yang berwujud gas (g). Sementara zat-zat yang berwujud padat (s) dan cair (<em>liquid<\/em>) tidak disertakan dalam persamaan tetapan kesetimbangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut rumus tetapan kesetimbangan tekanan parsial (Kp).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/dFCmhML9MjCv27qOZi0YJoR8CQcit_AVmgByzGgfTpWfSOeTfInDakNzwgg_W6PIVV8EoIragJCt5p0woCgM66FIS82wjvY0c9F8ekT5CvyudrOJS3-r1GObejOxsIR7sAStDZYYBmY8UQHvJ7S9Cgk\" alt=\"Rumus tetapan kesetimbangan tekanan parsial\" title=\"Rumus Kp\/Foto: Buku CMS Kimia\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterangan:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>P<sub>A<\/sub> = tekanan parsial zat A<\/li>\n\n\n\n<li>P<sub>B<\/sub> = tekanan parsial zat B<\/li>\n\n\n\n<li>P<sub>C<\/sub> = tekanan parsial zat C<\/li>\n\n\n\n<li>P<sub>D<\/sub> = tekanan parsial zat D<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Kesetimbangan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa disadari, reaksi kesetimbangan kimia sebenarnya cukup sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja itu? Yuk, simak contoh kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari-hari berikut ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Derajat keasaman (pH) darah dan jaringan tubuh<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam darah dan jaringan tubuh terjadi reaksi kesetimbangan antara asam karbonat dalam darah dengan ion hidrogen karbonat dan ion hidrogen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">H<sub>2<\/sub>O <sub>(<\/sub><sub>l<\/sub><sub>)<\/sub> + CO<sub>2 (g)<\/sub> \u21cb H<sub>2<\/sub>CO<sub>3 (aq)<\/sub> \u21cb HCO<sub>3<\/sub><sup>&#8211;<\/sup> <sub>(aq)<\/sub> + H<sup>+<\/sup> <sub>(aq)<\/sub><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika darah bersifat asam, jumlah ion H<sup>+<\/sup> bertambah sehingga reaksi kesetimbangan bergeser ke sebelah kiri. Sebaliknya, ketika bersifat basa, jumlah ion H<sup>+<\/sup> berkurang sehingga reaksi kesetimbangan bergeser ke sebelah kanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Kesetimbangan dalam mulut<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain dalam darah dan jaringan tubuh, kesetimbangan juga terjadi dalam mulut. Sebab, lapisan email gigi mengandung mengandung senyawa kalsium hidroksiapatit (Ca<sub>5<\/sub>(PO<sub>4<\/sub>)<sub>3<\/sub>OH).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ca<sub>5<\/sub>(PO<sub>4<\/sub>)<sub>3<\/sub>OH \u21cb 5 Ca<sub>2<\/sub><sup>+<\/sup> <sub>(aq)<\/sub> + 3PO<sub>4<\/sub><sup>3-<\/sup> <sub>(aq)<\/sub> + OH<sup>&#8211;<\/sup> <sub>(aq)<\/sub><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kamu memakan makanan yang mengandung asam, ion H<sup>+<\/sup> dalam makanan akan mengikat OH<sup>&#8211;<\/sup> dan PO<sub>4<\/sub><sup>3-<\/sup>. Pengikatan tersebut menyebabkan konsentrasi OH<sup>&#8211;<\/sup> dan PO<sub>4<\/sub><sup>3-<\/sup> &nbsp; berkurang sehingga reaksi bergeser ke kanan dan konsentrasi Ca<sub>5<\/sub>(PO<sub>4<\/sub>)<sub>3<\/sub>OH berkurang. Hal inilah yang menyebabkan lapisan email gigi rusak sehingga menimbulkan sakit gigi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Peredaran oksigen dalam tubuh<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari-hari lainnya adalah peredaran oksigen di dalam tubuh manusia. Oksigen yang masuk ke dalam darah diikat oleh hemoglobin (Hb) sesuai dengan persamaan reaksi kesetimbangan, yakni:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hb + O<sub>2<\/sub> \u21cb HbO<sub>2<\/sub><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, reaksi kesetimbangan akan terjadi di dalam paru-paru di mana reaksi berlangsung ke arah kanan, yakni oksigen di udara diikat menjadi HbO<sub>2<\/sub>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Perubahan wujud air<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kamu tentu pernah mendidihkan air dalam wadah tertutup, bukan? Ini juga termasuk salah satu contoh reaksi kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari-hari, <em>lho<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika mendidihkan air dalam wadah tertutup, terjadi perubahan wujud air dari cair menjadi uap. Selain itu, kamu juga bisa mengamati adanya proses pengembunan uap air yang terbentuk sehingga air yang berwujud uap kembali berubah menjadi cair.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dituliskan persamaan kesetimbangan perubahan wujud air ini, akan terlihat seperti berikut ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">H<sub>2<\/sub>O<sub>(<\/sub><sub>l<\/sub><sub>)<\/sub> \u21cb H<sub>2<\/sub>O <sub>(g)<\/sub><\/p>\n\n\n\n<div class=\"baca\">\n<p><span class=\"head_baca\">Baca Juga: <\/span> <a href=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/mapel\/kimia\/isomer\/\">Pengertian Isomer, Jenis dan Cara Menghitungnya<\/a><\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Soal dan Pembahasan Kesetimbangan Kimia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yuk, simak beberapa contoh soal dan pembahasan mengenai kesetimbangan kimia berikut ini supaya kamu semakin paham dengan materi pelajaran Kimia ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh 1&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam ruangan 2 L terjadi reaksi kesetimbangan:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2SO<sub>3 (g)<\/sub> \u21cb 2SO<sub>2 (g)<\/sub> + O<sub>2 (g)<\/sub><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Keadaan Zat<\/td><td>SO<sub>3 <\/sub>(mol)<\/td><td>SO<sub>2 <\/sub>(mol)<\/td><td>O<sub>2 <\/sub>(mol)<\/td><\/tr><tr><td>Setimbang<\/td><td>0,2<\/td><td>0,2<\/td><td>0,1<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentukan harga tetapan kesetimbangan (Kc) dari data tersebut!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembahasan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2SO<sub>3 (g)<\/sub> \u21cb 2SO<sub>2 (g)<\/sub> + O<sub>2 (g)<\/sub><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/IDo9spWy1QCn3QEfW54k1fgHOD_u6YwI5jgiMEsFwbrDboJQ1vGRSC1b2B0fx_Zuo9PgNkH_CJvMAN_0YhBRlUgsx2KVBC90E0N5fmjecZvyJ1gzzOz62ydjV4fLkr-4EGdIQ00-vjw0RthI_rh-Le0\" alt=\"Contoh soal ketimbangan kimia\" title=\"Contoh soal ketimbangan kimia\/Foto: canva\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, harga tetapan kesetimbangan (Kc) dari reaksi tersebut adalah 5 x 10<sup>-2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh 2<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada reaksi kesetimbangan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4NH<sub>3(g) <\/sub>+ 5O<sub>2(g)<\/sub> \u21cb 4NO<sub>(g)<\/sub> + 6N<sub>2<\/sub>O \u0394H = -904 kJ<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika pada suhu tetap ditambahkan amonia, maka kemanakah arah kesetimbangan akan bergeser?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembahasan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4NH<sub>3(g) <\/sub>+ 5O<sub>2(g)<\/sub> \u21cb 4NO<sub>(g)<\/sub> + 6N<sub>2<\/sub>O \u0394H = -904 kJ<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika konsentrasi amonia (NH<sub>3<\/sub>) ditambahkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah kanan karena reaksi berlangsung pada suhu yang tetap, maka harga Kc tetap.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh 3<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reaksi kesetimbangan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2H<sub>2<\/sub>S<sub>(g) <\/sub>+ 3O<sub>2(g)<\/sub> \u21cb 2H<sub>2<\/sub>O<sub>(g)<\/sub> + 2SO<sub>2(g)<\/sub><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tekanan diperbesar, maka kemanakah arah kesetimbangan akan bergeser?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembahasan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tekanan diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke zat yang jumlah molekulnya lebih kecil, yaitu ke arah kanan dan gas SO<sub>2 <\/sub>dan gas H<sub>2<\/sub>O bertambah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian pembahasan mengenai kesetimbangan kimia. Semoga bisa meningkatkan pemahaman kamu mengenai materi pelajaran Kimia ini, ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Quipperian, apakah kamu pernah menyelam di lautan? Kalau pernah, tentu ada banyak sekali terumbu karang yang bisa dilihat, bukan? Tahukah kamu, pembentukan terumbu karang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":156447303,"featured_media":314371,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[679384879],"tags":[],"ppma_author":[679386823,679386839],"class_list":["post-314368","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya - Quipper Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan ketika konsentrasi produk dan reaktan dalam reaksi kimia tidak berubah dari waktu ke waktu. Simak informasi selengkapnya di artikel ini, ya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya - Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan ketika konsentrasi produk dan reaktan dalam reaksi kimia tidak berubah dari waktu ke waktu. Simak informasi selengkapnya di artikel ini, ya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Quipper Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-14T03:49:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-15T00:35:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"626\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"417\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wilman Juniardi, Andjar Tyassih, S.Si.\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@quipper_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wilman Juniardi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Wilman Juniardi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e\"},\"headline\":\"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya\",\"datePublished\":\"2023-03-14T03:49:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-15T00:35:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/\"},\"wordCount\":1424,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/researching-laboratory_1384-155.webp\",\"articleSection\":[\"Kimia\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/\",\"name\":\"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya - Quipper Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/researching-laboratory_1384-155.webp\",\"datePublished\":\"2023-03-14T03:49:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-15T00:35:19+00:00\",\"description\":\"Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan ketika konsentrasi produk dan reaktan dalam reaksi kimia tidak berubah dari waktu ke waktu. Simak informasi selengkapnya di artikel ini, ya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/researching-laboratory_1384-155.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/researching-laboratory_1384-155.webp\",\"width\":626,\"height\":417,\"caption\":\"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/mapel\\\/kimia\\\/kesetimbangan-kimia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mapel\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/amp\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kimia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/category\\\/mapel\\\/kimia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"name\":\"Quipper Blog\",\"description\":\"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#organization\",\"name\":\"Quipper Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/quipper-main-logo.png\",\"width\":146,\"height\":40,\"caption\":\"Quipper Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/QuipperVideoID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/quipper_id\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/quipper_id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e\",\"name\":\"Wilman Juniardi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g47d3f59ef50f58e7db6da1f73bb514ec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Wilman Juniardi\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/quipperhome.wpcomstaging.com\\\/author\\\/wilmanjuniardi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya - Quipper Blog","description":"Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan ketika konsentrasi produk dan reaktan dalam reaksi kimia tidak berubah dari waktu ke waktu. Simak informasi selengkapnya di artikel ini, ya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya - Quipper Blog","og_description":"Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan ketika konsentrasi produk dan reaktan dalam reaksi kimia tidak berubah dari waktu ke waktu. Simak informasi selengkapnya di artikel ini, ya!","og_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/","og_site_name":"Quipper Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","article_published_time":"2023-03-14T03:49:00+00:00","article_modified_time":"2023-03-15T00:35:19+00:00","og_image":[{"width":626,"height":417,"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Wilman Juniardi, Andjar Tyassih, S.Si.","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@quipper_id","twitter_site":"@quipper_id","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Wilman Juniardi","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/"},"author":{"name":"Wilman Juniardi","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e"},"headline":"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya","datePublished":"2023-03-14T03:49:00+00:00","dateModified":"2023-03-15T00:35:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/"},"wordCount":1424,"publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155.webp","articleSection":["Kimia"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/","name":"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya - Quipper Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155.webp","datePublished":"2023-03-14T03:49:00+00:00","dateModified":"2023-03-15T00:35:19+00:00","description":"Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan ketika konsentrasi produk dan reaktan dalam reaksi kimia tidak berubah dari waktu ke waktu. Simak informasi selengkapnya di artikel ini, ya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/#primaryimage","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155.webp","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155.webp","width":626,"height":417,"caption":"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/mapel\/kimia\/kesetimbangan-kimia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mapel","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/amp\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kimia","item":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/category\/mapel\/kimia\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Pengertian Kesetimbangan Kimia, Ciri, Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#website","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","name":"Quipper Blog","description":"Blog Pendidikan - Referensi untuk Siswa &amp; Guru","publisher":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#organization","name":"Quipper Indonesia","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","contentUrl":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/quipper-main-logo.png","width":146,"height":40,"caption":"Quipper Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/QuipperVideoID\/","https:\/\/x.com\/quipper_id","https:\/\/instagram.com\/quipper_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/#\/schema\/person\/35cf1cd343f3f32e71dd12a58241fc4e","name":"Wilman Juniardi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g47d3f59ef50f58e7db6da1f73bb514ec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Wilman Juniardi"},"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/author\/wilmanjuniardi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/researching-laboratory_1384-155.webp","jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paV35H-1jMs","jetpack_sharing_enabled":true,"authors":[{"term_id":679386823,"user_id":156447303,"is_guest":0,"slug":"wilmanjuniardi","display_name":"Wilman Juniardi","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd17fca70a31023a257817d2bebd64c15c1dd8adbc2f7530803c6dd7ea9148c2?s=96&d=identicon&r=g","author_category":"","user_url":"","last_name":"Juniardi","first_name":"Wilman","job_title":"","description":""},{"term_id":679386839,"user_id":0,"is_guest":1,"slug":"andjar-tyassih","display_name":"Andjar Tyassih, S.Si.","avatar_url":{"url":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Andjar-Tyassih.webp","url2x":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Andjar-Tyassih.webp"},"author_category":"","user_url":"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/kadek-andjar-tyassih-5a36a710a","last_name":"Tyassih","first_name":"Andjar","job_title":"","description":"<span><strong>Kimia<\/strong><\/span>\r\n<p>Andjar Tyassih mulai mengajar saat masih menjadi mahasiswa di Jurusan Kimia FMIPA UGM. Saat itu saya mengajar siswa\/siswa SMA kelas 12 untuk persiapan SBMPTN. Setelah lulus, saya mulai mengajar untuk siswa kelas 10-12 baik untuk kurikulum nasional maupun internasional, dan memutuskan untuk fokus di bidang pendidikan kimia. Walaupun saya tidak memiliki latar belakang di bidang pendidikan atau memiliki sertifikasi khusus untuk dapat mengajar, saya tetap menikmati profesi mengajar itu sendiri. Menurut saya, mengajar adalah hal yang justru mendorong saya untuk terus belajar.<\/p>\r\n\r\n<div class=\"super-guru\">\r\n        <div class=\"guru-univ\">\r\n                <div class=\"guru-univ-icon\">\r\n                        <img src=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/super-campus.webp\" alt=\"super universitas\" \/>\r\n                <\/div>\r\n                <div>\r\n                        <span>Universitas Gadjah Mada<\/span>\r\n                <\/div>\r\n        <\/div>\r\n        <div class=\"guru-major\">\r\n                <div class=\"guru-major-icon\">\r\n                        <img src=\"https:\/\/www.quipper.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/super-majors.webp\" alt=\"super jurusan\" \/>\r\n                <\/div>\r\n                <div>\r\n                        <span>Kimia<\/span>\r\n                <\/div>\r\n        <\/div>\r\n<\/div>"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/314368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/156447303"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=314368"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/314368\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":314375,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/314368\/revisions\/314375"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/314371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=314368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=314368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=314368"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/quipperhome.wpcomstaging.com\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=314368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}