Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Halo, bagaimana kabar Bapak/Ibu? Apakah di tempat Bapak/Ibu juga sering hujan akhir-akhir ini? Mau seperti apapun kondisi cuaca, semoga Bapak/Ibu tetap diberi kesehatan dan keselamatan.

Tugas seorang guru di zaman dahulu dan sekarang tidaklah berbeda karena tugas utamanya memberikan bimbingan ilmu dan akhlak pada peserta didik. Namun, tantangan menjadi guru di zaman sekarang, tentu berbeda dengan zaman dahulu. 

Di zaman sekarang, para peserta didik sudah dihadapkan dengan berbagai kemajuan teknologi. Oleh karena itu, guru dituntut untuk selalu berinovasi, kreatif, dan kompeten. Agar terbentuk guru-guru berkualitas, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah merumuskan standar pendidik dan tenaga kependidikan. 

Untuk informasi lebih lanjut, inilah ulasannya.

Daftar Isi Sembunyikan
Komponen Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria profesional yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik dan tenaga kependidikan, baik prajabatan maupun dalam masa jabatan. 

Standar ini dibuat sebagai mekanisme seleksi agar dihasilkan pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas, profesional, dan berkompeten di bidangnya. Standar pendidikan yang baik akan menjadi sangat baik jika didukung SDM yang baik pula. Dengan demikian, akan tercapai tujuan pendidikan nasional.

Tujuan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Tujuan standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah untuk mengatur kualifikasi seorang PTK agar diperoleh SDM yang unggul di bidang pendidikan dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Fungsi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Adapun fungsi standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah sebagai berikut.

  1. Menjadi acuan bagi unit satuan pendidikan dalam menyeleksi calon PTK.
  2. Memudahkan unit satuan pendidikan dalam menetapkan kriteria pemilihan calon PTK.
  3. Pedoman untuk evaluasi kinerja PTK.

Manfaat Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Manfaat yang bisa dirasakan dengan adanya standar ini adalah pihak unit satuan pendidikan bisa lebih mudah dalam mengambil kebijakan terkait kinerja PTK.

Komponen Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Standar pendidik dan tenaga kependidikan terdiri dari dua komponen, yaitu pendidik dan tenaga kependidikan. Lalu apa perbedaan antara keduanya?

  • Pendidik adalah seseorang yang bertugas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan sebagainya pada para peserta didik.
  • Tenaga kependidikan adalah seseorang yang ikut berperan dalam kesuksesan pendidikan di suatu instansi pendidikan, meskipun tidak berinteraksi langsung dengan peserta didik di kelas. Misalnya, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pengawas, tenaga perpustakaan, tata usaha, laboran, dan sebagainya.

Kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah dirumuskan dalam beberapa Permendikbud, yaitu sebagai berikut.

1. Standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pasal 1 ayat 1 menyatakan setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasional. 

Adapun kualifikasi akademik guru sesuai Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 adalah sebagai berikut.

a. Kualifikasi guru melalui pendidikan formal

  • Kualifikasi akademik guru PAUD/TK/RA

Adapun kualifikasi akademik guru PAUD/TK/RA adalah sebagai berikut.

    • Pendidikan minimum D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana).
    • Lulusan dari Pendidikan Anak Usia Dini atau Psikologi.
    • Jurusan tempat menempuh studi sudah terakreditasi.
  • Kualifikasi akademik guru SD/MI

Adapun kualifikasi yang harus dipenuhi untuk menjadi guru SD/MI adalah sebagai berikut.

    • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana).
    • Lulusan dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) atau Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
    • Jurusan tempat menempuh studi harus sudah terakreditasi.
  • Kualifikasi akademik guru SMP/MTs

Adapun kualifikasi yang harus dipenuhi untuk menjadi guru SMP/MTs adalah sebagai berikut.

    • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana).
    • Berasal dari jurusan pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, misal mengampu pelajaran Matematika maka jurusannya harus Pendidikan Matematika.
    • Jurusan tempat menempuh studi harus sudah terakreditasi.
  • Kualifikasi akademik guru SMA/MA

Kualifikasi akademik untuk guru SMA/MA sama adalah sebagai berikut.

    • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana).
    • Berasal dari jurusan pendidikan yang linear dengan mata pelajaran yang diampu.
    • Jurusan tempat menempuh studi harus terakreditasi.
  • Kualifikasi akademik guru SDLB/SMPLB/SMALB

Untuk kualifikasi guru SDLB/SMPLB/SMALB adalah sebagai berikut.

    • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana).
    • Berasal dari jurusan Pendidikan Luar Biasa atau khusus atau pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
    • Jurusan tempat menempuh studi harus terakreditasi.
  • Kualifikasi akademik guru SMK/MAK

Adapun kualifikasi akademik guru SMK/MAK untuk kelompok mata pelajaran normatif dan adaptif adalah sebagai berikut.

    • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana).
    • Berasal dari jurusan pendidikan yang linear dengan mata pelajaran yang diampu.
    • Jurusan tempat menempuh studi harus terakreditasi.

b. Kualifikasi akademik guru melalui uji kelayakan dan kesetaraan

Uji kelayakan dan kesetaraan ini ditujukan untuk bidang khusus yang memang belum diajarkan di Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, bagi guru yang mengampu bidang tersebut harus memiliki keahlian khusus yang sesuai dan nantinya akan diuji oleh Perguruan Tinggi yang telah diberi wewenang.

2. Standar Kepala Sekolah/Madrasah

Jabatan kepala sekolah tidak bisa diisi oleh orang sembarangan karena dibutuhkan kualifikasi khusus layaknya seorang guru. Standar kepala sekolah/madrasah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 yang mencakup kualifikasi umum dan kualifikasi khusus. 

Lalu, apa kualifikasi umum dan khususnya?

a. Kualifikasi umum

Adapun kualifikasi umum kepala sekolah adalah sebagai berikut.

  • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana) dari jurusan kependidikan maupun nonkependidikan.
  • Jurusan tempat menempuh studi sudah terakreditasi.
  • Berusia maksimal 56 tahun saat diangkat menjadi kepala sekolah.
  • Pengalaman mengajar minimal 5 tahun berdasarkan jenjang sekolah masing-masing, kecuali kepala sekolah TK/RA.
  • Pangkat terendah III/c untuk PNS, sedangkan untuk nonPNS pangkat disesuaikan dengan kepangkatan yayasan.

b. Kualifikasi khusus

Kualifikasi khusus berlaku untuk setiap jenjang unit satuan pendidikan, seperti berikut ini.

  • Kepala Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Anfal (TK/RA)
    • Berstatus sebagai guru TK/RA.
    • Sudah memiliki sertifikat pendidik guru TK/RA.
    • Sudah memiliki sertifikat kepala TK/RA yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah.
  • Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI)
    • Berstatus sebagai guru SD/MI.
    • Sudah bersertifikat pendidik sebagai guru SD/MI.
    • Sudah bersertifikat kepala SD/MI yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah.
  • Kepala Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs)
    • Berstatus sebagai guru SMP/MTs.
    • Bersertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs.
    • Bersertifikat Kepala SMP/MTs yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah.
  • Kepala Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA)
    • Berstatus sebagai guru SMA/MA.
    • Sudah memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMA/MA.
    • Sudah memiliki sertifikat Kepala SMA/MA yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah.
  • Kepala Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK)
    • Berstatus sebagai guru SMK/MAK.
    • Sudah memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK.
    • Sudah memiliki sertifikat Kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah.
  • Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SDLB/SMPLB/SMALB)
    • Berstatus sebagai guru SDLB/SMPLB/SMALB.
    • Sudah memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SDLB/SMPLB/SMALB.
    • Sudah memiliki sertifikat Kepala SLB/SDLB yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah.
  • Kepala Sekolah Indonesia Luar Negeri
    • Pengalaman minimal 3 tahun sebagai kepala sekolah.
    • Sudah memiliki sertifikat pendidik sebagai guru di dalah satu unit satuan pendidikan.
    • Sudah memiliki sertifikat kepala sekolah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah.

3. Standar Pengawas Sekolah/Madrasah

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007, seorang pengawas sekolah/madrasah harus memiliki kualifikasi sebagai berikut.

a. Kualifikasi Pengawas Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI)

  • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana) jurusan kependidikan dari perguruan tinggi yang sudah terakreditasi.
  • Bagi guru TK/RA harus memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TK/RA dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun atau Kepala Sekolah TK/RA dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun.
  • Bagi guru SD/MI, harus memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun atau Kepala Sekolah SD/MI dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun.
  • Pangkat minimal penata (golongan ruang III/c).
  • Berusia maksimal 50 tahun sejak menjabat sebagai pengawas unit satuan pendidikan.
  • Sudah memenuhi kompetensi sebagai pengawas.
  • Lulus seleksi pengawas di satuan pendidikan.

b. Kualifikasi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Kejuruan (SMK/MAK)

  • Pendidikan minimal S2 (magister) jurusan kependidikan dan S1 (sarjana) berasal dari rumpun jurusan yang sama pada perguruan tinggi terakreditasi.
  • Sudah memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs (untuk pengawas SMP/MTs), SMA/MA (untuk pengawas SMA/MA), SMK/MAK (untuk pengawas SMK/MAK) dengan:
    • pengalaman kerja minimal 8 tahun sebagai guru di SMP/MTs (untuk pengawas SMP/MTs), SMA/MA (untuk pengawas SMA/MA), SMK/MAK (untuk pengawas SMK/MAK); atau
    • pengalaman kerja minimal 4 tahun sebagai Kepala SMP/MTs (untuk pengawas SMP/MTs), SMA/MA (untuk pengawas SMA/MA), dan SMK/MAK (untuk pengawas SMK/MAK) sesuai mata pelajaran yang diampunya.
  • Pangkat minimal penata (golongan ruang III/c).
  • Berusia maksimal 50 tahun sejak menjabat sebagai pengawas di satuan pendidikan.
  • Memenuhi kompetensi sebagai pengawas.
  • Lulus seleksi pengawas.

4. Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah

Tenaga administrasi sekolah harus diisi oleh individu yang memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan. Tenaga administrasi sekolah/madrasah terdiri dari kepala tenaga administrasi, pelaksana urusan, dan petugas layanan khusus. 

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008, tenaga administrasi harus memenuhi kualifikasi berikut.

a. Kepala Tenaga Administrasi SD/MI/SDLB

Jabatan kepala tenaga administrasi di SD/MI/SDLB dibutuhkan jika suatu unit satuan pendidikan memiliki lebih dari 6 rombongan belajar (rombel). Untuk kualifikasinya adalah sebagai berikut.

  • Pendidikan minimal SML atau sederajat dan program studinya relevan.
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun sebagai tenaga administrasi di SD/MI/SDLB.
  • Sudah memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi dari lembaga pemerintah.

b. Kepala Tenaga Administrasi SMP/MTs/SMPLB

Kualifikasi kepala tenaga administrasi SMP/MTs/SMPLB adalah sebagai berikut.

  • Pendidikan minimal D3 (diploma tiga) atau sederajat dan program studi relevan.
  • Pengalaman kerja minimal 4 tahun sebagai tenaga administrasi di SMP/MTs/SMPLB.
  • Sudah memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah dari lembaga pemerintah.

c. Kepala Tenaga Administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB

Kualifikasi kepala tenaga administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB adalah sebagai berikut.

  • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana) atau D-III dari program studi yang relevan.
  • Pengalaman minimal 4 tahun sebagai tenaga administrasi di sekolah/madrasah untuk lulusan S1 dan pengalaman minimal 8 tahun sebagai tenaga administrasi di sekolah/madrasah untuk lulusan D-III.
  • Sudah memiliki sertifikat pendidik sebagai kepala tenaga administrasi dari lembaga pemerintah.

d. Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian

Jabatan pelaksana urusan administrasi kepegawaian ini berlaku jika di unit satuan pendidikan memiliki PTK minimal 50 orang. Kualifikasi untuk jabatan ini adalah pendidikan minimal SMA/MA/SMK/MAK atau sederajat.

e. Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan

Kualifikasi untuk pelaksana urusan administrasi keuangan adalah memiliki pendidikan minimal SMK/MAK dengan program studi relevan atau SMA/MA dengan sertifikat relevan.

f. Pelaksana Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana

Kualifikasi untuk jabatan ini adalah pendidikan minimal SMA/MA/SMK/MAK atau sederajat.

g. Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Kualifikasi untuk jabatan ini adalah berpendidikan minimal SMA/MA/SMK/MAK atau sederajat. Namun, pelaksana urusan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat ini berlaku jika suatu sekolah/madrasah minimal memiliki 9 rombongan belajar.

h. Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan

Kualifikasi yang memenuhi adalah pendidikan minimal SMA/MA/SMK/MAK atau sederajat.

i. Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan

Kualifikasi yang memenuhi adalah pendidikan minimal SMA/MA/SMK/MAK atau sederajat.

j. Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum

Jabatan ini berlaku apabila suatu sekolah/madrasah memiliki jumlah minimal 12 rombel. Kualifikasinya adalah pendidikan minimal SMA/MA/SMK/MAK atau sederajat.

k. Pelaksana Urusan Administrasi Umum untuk SD/MI/SDLB

Kualifikasinya adalah pendidikan minimal SMK/MAK/SMA/MA atau sederajat.

l. Petugas Layanan Khusus

Petugas layanan khusus meliputi tukang kebun, penjaga sekolah, tenaga pengemudi, dan pesuruh. Kualifikasinya adalah pendidikan minimal SMP/MTs atau sederajat.

5. Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah

Standar tenaga perpustakaan sekolah/madrasah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008. Berdasarkan Permendiknas tersebut, seorang tenaga perpustakaan sekolah/madrasah harus memenuhi kualifikasi sebagai berikut.

a. Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah melalui Jalur Pendidik

  • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana).
  • Sudah memiliki sertifikat pengelolaan perpustakaan dari lembaga pemerintah.
  • Memiliki masa kerja minimal 3 tahun.

b. Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah melalui Jalur Tenaga Kependidikan harus memenuhi salah satu kualifikasi berikut.

  • Pendidikan D-II (diploma dua) dari Ilmu Perpustakaan dan Informasi bagi Pustakawan yang masa kerja minimalnya 4 tahun.
  • Pendidikan D-II (diploma dua) dari non Ilmu Perpustakaan dan Informasi dengan sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan dari lembaga pemerintah dan sudah bekerja minimal 4 tahun di perpustakaan sekolah/madrasah.

c. Tenaga Perpustakaan

Kualifikasi untuk tenaga perpustakaan ini adalah pendidikan minimal SMA atau sederajat yang sudah memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah.

6. Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor

Konselor adalah seorang tenaga pendidik profesional yang sudah selesai dalam menempuh pendidikan akademik S1 pada jurusan Bimbingan dan Konseling dan Program Pendidikan Profesi Konselor dari perguruan tinggi kependidikan yang sudah terakreditasi. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008, kualifikasi seorang konselor adalah sebagai berikut.

  1. Lulusan S1 (sarjana) dari Program Studi Bimbingan dan Konseling.
  2. Sudah menempuh Pendidikan Profesi Konselor.

7. Standar Penguji pada Kursus dan Pelatihan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2009, seorang penguji kursus dan pelatihan harus memenuhi kualifikasi berikut.

a. Kualifikasi Penguji pada Kursus dan Pelatihan Berbasis Keilmuan

  • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana) dari perguruan tinggi terakreditasi.
  • Memiliki sertifikat kompetensi keahlian di bidang yang relevan.
  • Memiliki sertifikat penguji.

b. Kualifikasi Penguji pada Kursus dan Pelatihan Bersifat Teknis-Praktis

  • Pendidikan minimal SMA/SMK/MA/Paket C.
  • Pengalaman kerja minimal 3 tahun sebagai pendidik di bidangnya.
  • Memiliki sertifikat penguji.

8. Standar Kualifikasi Pembimbing pada Kursus dan Pelatihan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor Nomor 41 Tahun 2009, kualifikasi untuk pembimbing kursus dan pelatihan adalah sebagai berikut.

a. Kursus dan Pelatihan untuk Peningkatan Penguasaan Keilmuan

  • Pendidikan minimal D-IV (diploma empat) atau S1 (sarjana) dari perguruan tinggi terakreditasi.
  • Memiliki sertifikat kompetensi pembimbing.
  • Sudah memiliki pengalaman kerja sebagai instruktur di bidang keahlian yang relevan.

b. Kursus dan Pelatihan untuk Peningkatan Keterampilan Praktis

  • Pendidikan minimal SMA/SMK/MA/Paket C.
  • Memiliki sertifikat kompetensi sebagai pembimbing.
  • Memiliki pengalaman minimal 3 tahun di bidangnya.

9. Standar Pengelola Kursus dan Pelatihan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 42 Tahun 2009, kualifikasi untuk seorang pengelola kursus dan pelatihan adalah sebagai berikut.

  1. Pendidikan minimal SMA/MA/SMK atau sederajat.
  2. Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun di lembaga kursus dan pelatihan.
  3. Memiliki sertifikat pengelola kursus dan pelatihan dari lembaga pemerintah.

10. Standar Tenaga Administrasi Pendidikan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 43 Tahun 2009, kualifikasi untuk tenaga administrasi pendidikan pada program Paket A, Paket B, dan Paket C adalah pendidikan minimal SMA/SMK/MA/MAK/Paket C dan memiliki sertifikat tenaga administrasi pendidikan kesetaraan dari lembaga pemerintah.

11. Standar Pengelola Pendidikan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 44 Tahun 2009, pengelola pendidikan pada program kesetaraan harus memiliki kualifikasi sebagai berikut.

  1. Pendidikan minimal SMA/SMK/MA/Paket C.
  2. Memiliki sertifikat pelatihan sebagai pengelola pendidikan pada program Paket A, paket B, dan paket C.

Itulah pembahasan Quipper Blog tentang standar pendidik dan tenaga kependidikan. Semoga bisa memberikan inspirasi buat Bapak/Ibu. 

Jika Bapak Ibu ingin mendapatkan informasi lain tentang pendidikan, silahkan stay tune bareng Quipper Blog. Atas perhatiannya, disampaikan terima kasih. Salam Quipper!

[spoiler title=SUMBER]

  • bsnp-indonesia.org/
  • luk.staff.ugm.ac.id/[/spoiler]

Penulis: Eka Viandari