Home » Mapel » Bahasa Indonesia » Fabel – Pengertian, Struktur, Jenis, dan Contoh

Fabel – Pengertian, Struktur, Jenis, dan Contoh

by sereliciouz

Fabel

Ayo, siapa yang masa kecilnya senang membaca dongeng tentang Si Kancil dan Gajah, Kelinci dan Kura-Kura, atau Singa dan Tikus? Pastinya, kisah-kisah ini sangat seru dan selalu mengandung pesan moral, guys. 

Tahukah kamu kalau ternyata dongeng bertema binatang ini disebut juga dengan nama fabel? Hmm, apa itu fabel, bagaimana ciri-ciri, unsur intrinsik, dan apa saja jenisnya?

Yuk, simak penjelasan selengkapnya bersama Quipper Blog di bawah ini!

Pengertian Fabel

Fabel adalah narasi yang biasanya menyampaikan moral dengan menampilkan hewan yang berbicara dan berperilaku seperti manusia. Kalau menurut Encyclopedia Britannica sendiri, kata fabel diambil dari bahasa Latin yaitu fabula di mana artinya mirip dengan mitos dalam bahasa Yunani.

Singkatnya, fabel adalah cerita bermoral yang menggambarkan budi dan watak manusia yang diperankan oleh binatang. Fabel sendiri masuk ke dalam cerita fiksi, yang artinya bukan kehidupan nyata. Tapi, enggak jarang juga tokoh manusia itu dihadirkan ke dalam cerita fabel untuk mendukung cerita.

Bagaimana Struktur Teks Fabel?

Seperti bentuk sastra lainnya, fabel juga punya strukturnya sendiri. Dimulai dari orientasi, lalu mengarah ke komplikasi dan berlanjut ke resolusi, dan berakhir di koda. Quipperian, berikut adalah beberapa struktur teksnya: 

  • Orientasi: Bagian pembuka dari cerita dimana biasanya bagian inilah yang mengenalkan para tokoh, latar tempat, dan waktu.
  • Komplikasi: Merupakan bagian masalah atau konflik yang terjadi dalam cerita. Biasanya, konflik ini terjadi karena kepribadian salah satu tokohnya.
  • Resolusi: Bisa dibilang ini adalah bagian penyelesaian dari masalah dalam cerita.
  • Koda: Berupa penjelasan perubahan yang terjadi pada tokoh setelah mengalami masalah tersebut dan amanat apa yang bisa dipetik pembaca dari cerita tersebut.

Apa Saja Ciri-Ciri Fabel?

Rupanya fabel juga memiliki keunikannya sendiri di mana kamu bisa membedakannya dengan sastra lainnya. Adapun ciri-ciri adalah sebagai berikut:

  • Bersifat fiksi atau tidak nyata.
  • Bagian pendahuluan biasanya singkat dan langsung.
  • Tokoh yang diperankan adalah para binatang yang bisa berbicara.
  • Watak para tokoh digambarkan seperti manusia ada yang baik dan jahat.
  • Biasanya menggunakan latar belakang alam seperti sungai, hutan, gunung, dsb.
  • Alur ceritanya tidak rumit.
  • Rangkaian peristiwa digambarkan dengan kejadian sebab akibat yang berurutan dari awal hingga akhir.
  • Bahasanya menggunakan kalimat naratif atau kalimat langsung yang berupa dialog para tokoh.

Unsur-Unsur Intrinsik Fabel

Unsur intrinsik merupakan beberapa unsur yang menyusun suatu karya sastra dari dalam sehingga membangun inti ceritanya. Kalau dalam fabel sendiri, terdapat beberapa unsur-unsur intrinsiknya yaitu:

  • Tema: gagasan utama atau ide cerita dalam sebuah cerita.
  • Tokoh: pelaku dalam cerita yang dihadirkan dalam bentuk hewan sebagai personifikasi manusia.
  • Alur atau plot: jalan cerita yang berurutan dan biasanya tiap kejadian dihubungkan karena peristiwa sebab akibat.
  • Latar atau setting yang merupakan waktu dan tempat dari kejadian serta penggambaran suasana dalam cerita. Untuk latar sendiri biasanya terbagi menjadi 3, yaitu latar waktu, latar tempat, dan latar suasana.
  • Sudut pandang: teknik yang digunakan penulis dalam menyampaikan cerita. 
  • Ceritanya mengandung amanat atau moral yang bisa juga sudah tertulis di dalam cerita.
  • Amanat: pesan moral yang disampaikan penulis kepada pembaca. Amanat ini bisa terungkap lewat tulisan langsung di cerita atau tersirat.

Jenis-Jenis Fabel

Quipperian, fabel juga ternyata terbagi menjadi beberapa jenisnya yang dikategorikan berdasarkan kemunculan waktunya dan berdasarkan alur dan watak. Nah, dari kedua kategori terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Apa saja penjelasannya?

1. Berdasarkan Kemunculan Waktunya

a. Fabel Klasik

Adalah cerita yang sudah muncul dari sejak dahulu kala. Biasanya cerita ini sudah diwariskan oleh nenek moyang kita secara turun-temurun. Cerita ini diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi selanjutnya. 

Nah, di Indonesia sendiri kamu bisa menemukan fabel klasik seperti cerita Si Kancil yang berasal dari Jawa Tengah. Lalu, ada juga tokoh Kera Hantu yang berasal dari Toraja. Pokoknya, banyak deh cerita fabel yang bisa kamu temukan di Indonesia. 

Agar kamu bisa langsung mengenal sebuah cerita adalah fabel klasik, berikut adalah ciri-cirinya:

  • Biasanya cerita sangatlah pendek.
  • Tema yang diangkat klasik tergolong sangat sederhana.
  • Banyak amanat atau pesan moral yang disampaikan di dalam cerita.
  • Tokoh hewan dalam cerita biasanya masih memiliki sifat hewani.

b. Fabel Modern

Ceritanya merupakan bentuk ekspresi sastra dari si penulis dan kemunculan ceritanya itu belum terlalu lama. Jadi, enggak heran jika ceritanya menggambarkan situasi yang saat ini sedang terjadi. 

Fabel modern lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang klasik. Lalu, tokoh binatang yang diceritakan di dalam cerita ini biasanya lebih beragam. Berikut adalah ciri-cirinya:

  • Cerita lebih variatif dimana bentuknya bisa lebih panjang atau pendek.
  • Tema yang diangkat biasanya rumit
  • Terkadang bisa berupa epik atau saga. Ini merupakan cerita turun temurun dari nenek moyang.
  • Karakter setiap tokohnya unik.

2. Berdasarkan Alur dan Watak

a. Fabel Alami

Adalah fabel yang menceritakan para binatang dengan menggunakan sifat alami dari para binatang itu di kehidupan nyata. Misalnya saja, si singa yang berwatak buas dan ganas, kura-kura yang lambat, dsb. 

b. Fabel Adaptasi

Adalah fabel yang memberikan watak tokoh para binatang dengan mengubah dari watak asli mereka di dunia nyata. Fabel ini juga biasanya menggunakan latar di tempat-tempat lain atau bukan berlatar alam bebas. Misalnya seperti latar di jalan raya, di halaman rumah, atau rumah makan.

3. Berdasarkan Kemunculan Pesannya

a. Fabel Koda

Merupakan fabel yang menuliskan amanat atau pesan moral secara langsung atau eksplisit. Biasanya si penulis akan memunculkan pesannya di akhir cerita.

b. Fabel tanpa Koda

Adalah fabel yang dimana penulisnya enggak menuliskan amanat secara eksplisit atau langsung pada bagian akhir cerita. Jadi, kamu perlu membacanya secara sungguh-sungguh untuk bisa menyimpulkan pesan apa yang disampaikan oleh penulis.

Contoh-Contoh Fabel

Quipperian, cerita hewan ini sebenarnya sangatlah banyak karena jenis-jenisnya pun juga beragam. Nah, di antara banyaknya cerita fabel yang populer di kalangan masyarakat, nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya bisa kamu jadikan nasihat dan pelajaran. Agar lebih jelas, yuk disimak dulu beberapa contoh berikut dengan struktur yang sudah dijelaskan sebelumnya.

1. Rusa dan Si Pemburu

(Bagian orientasi) Suatu hari, ada seekor rusa yang sedang berkaca di tepi sungai. Ia sangat bangga sekali dengan dirinya karena memiliki tanduk yang sangat gagah dan megah. Namun, ia merasa kecewa karena memiliki kaki yang kecil dan ramping, tidak seperti tanduknya. Tapi ternyata, tanpa sadar saat itu ia sedang diincar oleh seorang pemburu (bagian konflik)

(Bagian resolusi) Saat pemburu melepaskan tembakan, si rusa pun segera jauh berlari dengan gesitnya. (Bagian koda) Sejak saat itu, rusa akhirnya menyadari bahwa kakinya yang ramping justru bisa membuatnya lari secepat kilat. Kakinya yang ramping, bisa membuatnya lari dengan lincah dan bisa menghindari tembakan si pemburu. Dari cerita ini dapat dipetik, kalau kelemahan yang kita miliki itu justru bisa jadi kekuatan terbesar kita yang justru dapat membawa ke keberhasilan.

Baca Juga: Kumpulan Cerita Fabel Singkat Beserta Pesan Moralnya

2. Perjalanan Dua Ekor Kambing

Suatu saat dua ekor kambing sedang berjalan dari arah yang berlawanan di sebuah pegunungan curam (bagian orientasi). Secara kebetulan, saat itu mereka secara bersama tiba di tepi jurang di mana bawahnya mengalir air sungai yang deras. 

Lalu, ada sebuah pohon yang jatuh dan sudah dijadikan sebagai jembatan untuk menyebrangi jurang tersebut. Namun, pohon yang dijadikan jembatan itu sangat kecil sehingga sangat mustahil untuk dilewati dua ekor tupai pun dengan selamat, apalagi jika untuk dua ekor kambing.

Tetapi, kedua kambing itu tidaklah merasa takut. (Bagian konflik) Rasa sombong di diri mereka tidak membiarkan mereka kalah dan memberi jalan terlebih dahulu untuk kambing lainnya. 

Saat salah satu kambing tersebut menapakkan kaki di jembatan, kambing yang satu pun tidak mau kalah. Ia juga menapakkan kaki di jembatan tersebut. 

Pada akhirnya keduanya bertemu di tengah-tengah jembatan. Salah satu di antara keduanya tak ada yang mau mengalah dan justru mendorong satu sama lain dengan tanduk mereka (bagian resolusi). Hal ini menyebabkan kedua kambing tersebut akhirnya jatuh ke jurang dan tersapu aliran air yang sangat deras (bagian koda).

Baca Juga: Kumpulan Cerita Fabel Panjang Beserta Pesan Moralnya

Itulah tadi penjelasan tentang pengertian fabel, struktur, ciri-ciri, unsur intrinsik, jenis, dan contoh fabel. Semoga kamu sekarang jadi memahami apa itu fabel dan terinspirasi untuk membuatnya dengan cerita lebih menarik dan pesan yang mendalam.

Untuk mengetahui pembahasan menarik lainnya seputar pelajaran Bahasa Indonesia, kamu juga bisa lho gabung Quipper Video secara gratis. Pembelajaran jadi enggak membosankan dan jadi terasa lebih menyenangkan. Buruan subscribe!

[spoiler title=SUMBER]

  • id.m.wikipedia.org/
  • id.berita.yahoo.com/
  • ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/[/spoiler]

Lainya untuk Anda