Ciri ciri Eubacteria – Materi Biologi Kelas 10

Quipperian, kamu tentu tahu apa itu bakteri, kan? Mereka adalah kumpulan mikroorganisme, yang sayangnya sering mendapat kesan negatif. Padahal, bakteri juga punya manfaat baik untuk kita, lho. Nah, bakteri ini berasal dari kata eubacteria.

Bakteri adalah organisme dengan sel tunggal yang bisa ditemui di mana saja di muka Bumi. Bahkan, tubuh kita juga penuh dengan bakteria dalam jumlah sel yang bahkan melebihi sel-sel manusia. 

Tidak semua bakteri berkaitan dengan hal negatif, kok. Bahkan, bakteri di dalam tubuh manusia tidak berbahaya dan malah bermanfaat bagi kita.

Eubacteria berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata ‘eu’ yang berarti sejati atau sebenarnya. Sementara itu, bakteri berasal dari kata ‘bakterion’ yang berarti batang kecil. Eubacteria disebut juga sebagai bakteri atau bacteria.

Ciri-Ciri Eubacteria

Ada sejumlah ciri yang dimiliki oleh bakteri secara umum, yaitu:

  • Merupakan organisme mikroskopik dengan panjang 1-20 mikron dan diameter 0,5-1 mikron.
  • Dinding selnya tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan.
  • Pada bakteri-bakteri tertentu, terutama yang bersifat patogen, terdapat kapsul yang melindungi bagian terluar tubuhnya. Kapsul ini terbentuk dari lendir yang disekresikan oleh bakteri itu sendiri.
  • Bersifat prokariotik, yaitu memiliki inti sel tanpa adanya membran inti.
  • Pada sitoplasmanya, tidak terdapat organel seperti halnya badan golgi, endoplasma, mitokondria, retikulum, atau vakuola. Namun, terdapat ribosom yang menjadi tempat sintesis protein.
  • DNA-nya berbentuk sirkuler yang disebut plasmid.
  • Dapat membentuk endospora untuk melindunginya dari panas ataupun gangguan lainnya pada saat berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
  • Ada yang memiliki alat gerak berupa flagela dan ada pula yang tidak.
  • Pada umumnya, berkembang biak dengan cara vegetatif.
  • Pada umumnya, tidak mengandung klorofil.

Struktur Sel Eubacteria

Terus, seperti apa ya, struktur sel dari bakteri? Apakah tersusun dari susunan sederhana atau kompleks, ya, mengingat ukurannya yang kecil ini?

Berikut pembahasan lengkap Quipper Blog!

1. Kapsul atau lapisan lendir

Bagian pertama adalah paling luar dari tubuh bakteri. 

Kapsul atau lapisan lendir yang disekresikan oleh bakteri ini berfungsi untuk melindungi dan menjaga sel dari kekeringan serta membantu pelekatan sel bakteri pada sel lainnya (substrat).

Lapisan pelindung yang tebal, biasa dimiliki oleh bakteri yang bersifat patogen, tersusun dari glikoprotein dan disebut kapsul.

Sementara itu, lapisan pelindung yang tipis, biasa dimiliki oleh bakteri yang bersifat saprofit, tersusun dari air serta polisakarida dan disebut lapisan lendir.

2. Dinding sel

Dinding sel juga merupakan pelindung bagi bakteri yang tersusun dari peptidoglikan, yakni gabungan dari protein dan polisakarida. 

Dengan peptidoglikan, maka bentuk sel bakteri dapat terjaga dan sel dapat terlindungi serta tidak mudah pecah pada lingkungan yang hipotonis.

Ada bakteri yang memiliki lapisan peptidoglikan tebal dan ada pula yang tipis.

3. Membran sel

Tersusun dari protein dan fosfolipid, membran sel juga berfungsi sebagai lapisan pelindung dengan sifatnya yang selektif permeabel. 

Sifat ini menjadikan membran sel hanya dapat dilewati oleh zat-zat tertentu saja.

Membran sel berfungsi untuk membungkus sitoplasma, membentuk mesosom, dan mengatur pertukaran zat di dalam maupun di luar sel.

4. Mesosom

Membran sel yang mengalami penonjolan ke arah sitoplasma akan menghasilkan mesosom. 

Mesosom berperan dalam menghasilkan energi, membentuk dinding sel baru pada saat pembelahan sel, dan menerima DNA pada saat konjugasi.

5. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan koloid dengan kandungan berupa molekul-molekul organik, garam-garam mineral, DNA, ribosom, dan klorosom. Sitoplasma berperan sebagai tempat berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme sel.

6. DNA

DNA adalah materi genetik yang terdapat dalam sel bakteri. Ada dua macam DNA, yaitu:

  • DNA kromosom yang menentukan sebagian sifat-sifat metabolisme bakteri.
  • DNA nonkromosom (plasmid) yang lebih kecil dari DNA kromosom yang menentukan sifat-sifat tertentu, seperti patogen, fertilitas, maupun kekebalan terhadap antibiotik.

7. Ribosom

Ribosom yang tersebar di dalam sitoplasma ini berperan sebagai tempat sintesis protein pada bakteri.

8. Granula cadangan makanan

Granula cadangan makanan adalah butiran-butiran dengan isi cadangan makanan ataupun senyawa-senyawa lainnya yang dihasilkan bakteri.

9. Vakuola gas

Vakuola gas yang hanya dijumpai pada bakteri fotosintetik ini berperan untuk membantu sel-sel bakteri mengapung di permukaan air.

10. Klorosom

Sama seperti vakuola gas, klorosom juga hanya dijumpai pada bakteri fotosintetik saja. Klorosom adalah struktur lipatan yang terdapat di bawah membran sel. Klorosom berisi klorofil dan juga pigmen fotosintetik lainnya.

11. Flagela

Seperti yang telah kita baca sebelumnya, flagela adalah alat gerak pada bakteri. Flagela tersusun atas senyawa protein dan terdapat pada dinding sel. Tidak semua bakteri memiliki flagela.

12. Pilus

Pilus pada bakteri adalah rambut-rambut dengan diameter yang lebih kecil, lebih pendek, dan lebih kaku daripada flagela. Fungsinya adalah untuk membantu bakteri menempel pada media tempat hidupnya serta melekatkan diri dengan sel bakteri lainnya.

Quipperian, itulah pembahasan Quipper Blog tentang eubacteria. Gimana, ternyata belajar Biologi bisa seru dan menyenangkan, ya?

Kalau kamu masih mau belajar materi lain dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti, yuk gabung di Quipper Video! Selain rangkuman materi, kamu bisa belajar lewat video dan latihan soal. Segera gabung, kuy!

Penulis: Evita

Lainya Untuk Anda

Contoh Perubahan Lingkungan beserta Dampaknya pada Makhluk Hidup

Materi Stoikiometri Rumus, Persamaan dan Contoh Soal

7 Penyimpangan Semu Hukum Mendel beserta Contohnya