Jaringan Hewan dan Fungsinya – Biologi Kelas 7

Apakah kamu animal lover? Hewan memang lucu dan menggemaskan, ya! Apa yang ingin kamu ketahui lebih tentang hewan—cara perkembangbiakannya, cara merawatnya, atau cara menyembuhkannya saat sakit? Semua ini bisa kamu temukan jawabannya jika kamu menguasai materi jaringan hewan.

Kali ini, Quipper Blog punya informasi lengkap tentang jaringan yang menyusun hewan sekaligus fungsi dan jenis-jenis yang ada pada tiap jaringannya. Selamat membaca!

Jaringan Epitelium

Jaringan epitelium atau epitel adalah jaringan yang melapisi permukaan luar tubuh (epidermis) ataupun membatasi permukaan yang terdapat pada suatu rongga tubuh (mesotelium) atau membatasi organ dalam (endothelium).

Seluruh jaringan hewan epitelium berada di suatu lamina basalis, lapisan membran basal yang memisahkan jaringan ini dengan jaringan-jaringan yang ada di bawahnya.

Fungsi jaringan epitelium:

  • Absorpsi, misalnya usus halus yang menyerap sari-sari makanan.
  • Sekresi, menghasilkan zat atau enzim dari epitelium membran ataupun kelenjar.
  • Ekskresi, membuang sisa-sisa metabolisme air, karbon dioksida, dan lainnya.
  • Eksteroreseptor, menerima rangsangan dari lingkungan.
  • Mengangkut zat-zat antarjaringan atau rongga yang terpisah.
  • Melindungi jaringan-jaringan di bawahnya.

Jenis-jenis jaringan epitelium berdasarkan bentuknya:

1. Epitelium pipih

Tersusun dari sel-sel berbentuk seperti lembaran dengan inti sel menyerupai bentuk cakram.

2. Epitelium kubus atau kuboid

Tersusun dari sel-sel berbentuk kubus dengan inti sel berbentuk bulat di tengahnya.

3. Epitelium silindris

Tersusun dari sel-sel berbentuk heksagonal memanjang dengan inti sel pipih memanjang yang berderet pada ketinggian sama di dekat permukaan basal. 

4. Epitelium transisional

Tersusun dari sel-sel dengan bentuk yang bisa berubah-ubah.

5. Epitelium kelenjar

Tersusun dari sel-sel epitelium yang berkhususkan pada sekresi zat yang dibutuhkan pada proses fisiologi tubuh.

Jaringan otot

Jaringan otot berasal dari lapisan mesoderm yang terdiri dari sel-sel yang memanjang ataupun berbentuk serabut yang bisa berkontraksi.

Fungsi jaringan otot adalah sebagai alat gerak aktif hewan yang memungkinkannya untuk bergerak dan berpindah-pindah sesuai dengan kebutuhannya.

Jenis-jenis jaringan otot:

1. Jaringan otot polos

Jaringan yang bersifat tidak sadar, yang berarti tidak dikendalikan oleh hewan itu. Pergerakannya lambat, tetapi tidak mudah lelah. 

Contohnya ialah otot polos yang menyusun dinding organ dalam seperti lambung, uterus, pembuluh darah, dan lainnya.

2. Jaringan otot rangka

Jaringan yang melekat pada rangka hewan ini bekerja dengan dipengaruhi otak, artinya berada di bawah kesadaran dan dapat dikendalikan oleh hewan itu. 

Pergerakannya cepat, namun mudah lelah. Contohnya ialah otot rangka pada lidah dan bibir.

3. Jaringan otot jantung

Jaringan yang berbentuk serupa dengan otot rangka, namun cara kerjanya serupa dengan otot polos. 

Otot jantung bergerak tanpa henti selama hewan hidup. Otot jantung hanya terdapat pada jantung.

Jaringan Ikat

Sesuai dengan namanya, jaringan ikat atau jaringan penyambung memiliki fungsi untuk mengikat atau menyokong jaringan lain. 

Jaringan hewan ini berkembang dari jaringan mesenkim dari lapisan embrional mesoderm.

Fungsi jaringan ikat:

  • Mengikat dan menyambungkan jaringan satu dengan jaringan lainnya, misalnya tendon.
  • Menyokong dan membentuk struktur tubuh, misalnya jaringan ikat tulang.
  • Melindungi suatu organ, misalnya pleura yang membungkus paru-paru.
  • Menyimpan energi, misalnya jaringan ikat lemak.
  • Mengangkut zat-zat dalam tubuh, misalnya jaringan ikat limfa.
  • Membantu pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit, misalnya jaringan ikat darah dengan sel-sel darah putihnya.

Jenis-jenis jaringan ikat:

1. Jaringan ikat sejati

Dilihat berdasarkan susunan serat-seratnya, terbagi menjadi jaringan ikat longgar dan jaringan ikat padat.

2. Jaringan ikat cair

Jaringan ikat dengan sel-sel penyusun yang berada dalam suatu matriks yang cair atau larutan.

3. Jaringan ikat penyokong

Jaringan ikat yang berfungsi untuk menyokong tubuh.

Jaringan Saraf

Jaringan hewan ini terletak di seluruh tubuh, berfungsi sebagai jaringan komunikasi yang saling berintegrasi.

Fungsi jaringan saraf:

  • Menghantarkan impuls dari alat-alat indera ke pusat saraf, yaitu otak dan sumsum tulang belakang.
  • Menghantarkan impuls dari pusat saraf ke organ lainnya.

Jaringan saraf tersusun atas dua sel:

1. Neuron (sel saraf)

Setiap neuron terdiri dari badan sel, dendrit, akson atau neurit, selubung mielin, sel Schwann, dan nodus Ranvier.

Berdasarkan percabangan pada badan selnya, terbagi menjadi tiga: unipolar, bipolar, dan multipolar.

Berdasarkan fungsinya, terbagi menjadi tiga: sensorik, motorik, dan konektor.

2. Neuroglia (sel penyokong)

Sel-sel yang berperan dalam mendukung kerja sel saraf agar dapat berfungsi dengan baik.

Ada empat macam neuroglia pada sistem saraf pusat: mikroglia, oligodendrosit, astrosit, dan sel ependim.

Ada satu macam neuroglia pada sistem saraf tepi: sel Schwann yang berfungsi sebagai pembentuk selubung mielin saraf.

Wow! Ternyata susunan jaringan hewan cukup rumit, ya! Apakah lebih rumit dari jaringan tumbuhan? Quipper Video punya informasi lengkapnya, dong. Yuk, segera bergabung!

Penulis: Evita

Lainya Untuk Anda

Contoh Perubahan Lingkungan beserta Dampaknya pada Makhluk Hidup

Materi Stoikiometri Rumus, Persamaan dan Contoh Soal

7 Penyimpangan Semu Hukum Mendel beserta Contohnya