Pembahasan Pertumbuhan Primer dan Sekunder pada Tumbuhan

Apa yang dimaksud pertumbuhan primer dan sekunder? Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi pada ujung akar dan batang, sementara pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan pada kambium.

Pada pembahasan kali ini kita akan belajar tentang pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan yang masih termasuk dalam materi pertumbuhan dan perkembangan, mulai dari pengertian, fungsi, hingga tahap pertumbuhan. Yuk, langsung simak artikel berikut!

Pertumbuhan pada tumbuhan

Pertumbuhan adalah sebuah proses di mana volume atau ukuran pada makhluk hidup bertambah dan sifatnya irreversible (tidak dapat balik). Pertumbuhan bisa terjadi karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel. Pertumbuhan dinyatakan secara kuantitatif yang artinya dapat diukur, misalnya batang tumbuhan yang semakin besar.

Pada tumbuhan sendiri, pertumbuhan terjadi mulai dari biji yang berkecambah yang kemudian tumbuh menjadi tumbuhan yang lebih besar dan utuh.

Macam-macam pertumbuhan pada tumbuhan

Pertumbuhan pada tumbuhan ada dua macam, yaitu pertumbuhan primer dan sekunder.

Apa itu pertumbuhan primer?

Apa sih pertumbuhan primer itu, bagaimana tahapannya, dan kenapa tumbuhan mengalami pertumbuhan primer? Di bawah ini akan dijelaskan secara detail tentang pertumbuhan primer yang terjadi pada tumbuhan.

Pengertian pertumbuhan primer

Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan pada tumbuhan yang terjadi di ujung akar dan batang. Disebut pertumbuhan primer karena terjadi pembelahan pada sel-sel meristem primer atau disebut juga jaringan apikal yang ada di ujung batang dan akar. Sel-sel meristem inilah yang membuat batang dan akar tumbuh memanjang.

Fungsi pertumbuhan primer

Pertumbuhan primer bertujuan agar akar dan batang tumbuhan bertambah panjang yang berguna untuk proses fotosintesis. Pada akar yang semakin panjang, akan lebih mudah menjangkau unsur hara di dalam tanah, sementara itu apabila batang bertambah panjang maka daun lebih mudah mendapatkan sinar matahari.

Contoh pertumbuhan primer

Contoh pertumbuhan primer pada tumbuhan adalah pembelahan di ujung akar dan ujung batang, proses pemanjangan dan pembesaran pada tumbuhan, serta perubahan fungsi pada jaringan yang lebih kompleks.

Tahap pertumbuhan primer

Pertumbuhan primer terjadi pada ujung akar dan ujung batang. Berikut ini adalah tahap pertumbuhan primer pada akar dan batang.

Pertumbuhan primer pada akar

Akar muda yang keluar dari biji akan menembus tanah dan kemudian membentuk sistem perakaran tumbuhan. Titik tumbuh akar dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Pembelahan yang tersusun oleh sel-sel meristem (berada di ujung akar, tepatnya di belakang tudung akar)
  • Pemanjangan yang tersusun sel-sel dengan kemampuan memanjang dan membesar sehingga akar dapat menembus tanah.
  • Diferensiasi tersusun atas sel yang akan membentuk struktur dan fungsi khusus.

Pertumbuhan primer pada batang

Pertumbuhan primer di batang meliputi daerah pertumbuhan atau titik tumbuh, pemanjangan, dan diferensiasi. Meristem apikal di batang disusun dari sel-sel yang membelah pada ujung tunas. Sementara, pertumbuhan, pembelahan, dan pemanjangan sel di batang terjadi di dalam antar ruasnya atau disebut dengan internodus.

Hasil Pertumbuhan primer

Tiga sistem primer yang terbentuk pada pertumbuhan primer adalah protoderm, meristem dasar, dan prokambium.

  • Protoderm adalah lapisan terluar yang akan membentuk jaringan epidermis.
  • Meristem dasar akan membentuk jaringan dasar yang berisi lapisan korteks pada akar di antara epidermis dan style.
  • Prokambium adalah lapisan dalam yang berkembang menjadi floem dan xilem.

Pola pertumbuhan primer

Pola pertumbuhan primer tergantung pada letak meristemnya. Secara umum pertumbuhan primer pada tumbuhan dibagi menjadi tiga daerah, yaitu pembelahan, perpanjangan, diferensiasi.

  • Pada daerah pembelahan yang berada di ujung tumbuhan, sel akan aktif membelah dan sifatnya tetap meristematis.
  • Kemudian, di daerah perpanjangan yang letaknya di belakang daerah pembelahan sel akan membesar dan memanjang.
  • Daerah terakhir disebut diferensiasi, pada proses ini sel akan berubah menjadi struktur dan fungsi yang lebih kompleks, menjadi epidermis, korteks, floem, dan xilem. Juga ada yang membentuk kolenkim, parenkim, dan skelerenkim.

Apa itu pertumbuhan sekunder?

Setelah proses diferensiasi pada proses pertumbuhan primer tumbuhan, dilanjutkan proses pertumbuhan sekunder. Berikut ini penjelasannya:

Pengertian pertumbuhan sekunder

Pertumbuhan sekunder adalah aktivitas sel meristem sekunder (lebih tepatnya meristem lateral), yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan sekunder hanya bisa dijumpai pada tumbuhan dikotil. Pertumbuhan sekunder ditandai dengan bertambah besarnya kambium pada tumbuhan.

Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh aktivitas jaringan meristem lateral, misalnya pada jaringan kambium batang dikotil. Semakin tua umur tumbuhan dikotil, maka batang akan semakin besar.

Fungsi pertumbuhan sekunder

Salah satu ciri pertumbuhan sekunder adalah menebalnya batang atau batang yang semakin lebar. Fungsi pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil adalah agar batang dan akar tumbuhan jadi lebih lebar, sehingga ketika bertambah panjang maka tumbuhan akan kokoh.

Contoh pertumbuhan sekunder

Di bawah ini adalah contoh-contoh pertumbuhan sekunder pada tumbuhan:

  • Pada tumbuhan dikotil tepatnya di jaringan meristem, yaitu di kambium. Misalnya adalah batang pohon mangga, karet, dan alpukat yang semakin lebar.
  • Sebelumnya disebutkan jika hanya tumbuhan dikotil saja yang mengalami proses pertumbuhan sekunder. Sebenarnya pada tumbuhan monokotil ada yang mengalami proses ini, namun hanya sebagian saja. Contoh tumbuhan monokotil yang mengalami proses pertumbuhan sekunder adalah tumbuhan palem.

Tahap pertumbuhan sekunder

Berikut ini adalah tahapan pertumbuhan sekunder pada akar dan batang:

  • Sel-sel kambium vaskuler yang terletak di antara xilem dan floem melakukan pembelahan ke dalam membentuk jaringan xilem sekunder. Sementara itu, sel-sel kambium vaskuler yang melakukan pembelahan ke luar membentuk jaringan floem sekunder.
  • Terjadi pembelahan sel kambium vaskuler yang membuat diameter batang bertambah, sehingga epidermis terkelupas atau mati. Pembelahan pada kambium gabus akan menggantikan fungsi epidermis yang rusak.

Hasil pertumbuhan sekunder

Seperti yang sudah banyak disebutkan sebelumnya, hasil pertumbuhan sekunder ini bisa dilihat dengan ukuran diameter batang tumbuhan yang semakin besar, pembentukan lingkaran tahun, dan jari-jari empulur. Kemudian, pertumbuhan sekunder juga menghasilkan jaringan sekunder seperti xilem dan floem sekunder.

Pola pertumbuhan sekunder

Hasil diferensiasi pada jaringan meristem dari proses pertumbuhan primer akan membentuk jaringan dewasa atau permanen serta jaringan kambium yang sifatnya tetap meristematis.

Jaringan kambium ini akan membelah ke dalam (menjadi xilem) dan membelah ke luar (menjadi floem). Xilem dan floem yang terbentuk akan menjadi xilem dan floem sekunder. Pertambahan jumlah sel xilem dan floem sekunder ini yang membuat diameter batang bertambah besar.

Perbedaan pertumbuhan primer dan sekunder

Setelah membaca pembahasan di atas tentang pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan, bisa disimpulkan beberapa perbedaan pertumbuhan primer dan sekunder di bawah ini:

1. Hasil

Pada pertumbuhan primer, tumbuhan akan bertambah panjang. Sementara, pada pertumbuhan sekunder, tumbuhan akan bertambah lebar.

2. Jenis jaringan

Pertumbuhan primer terjadi karena aktivitas meristem apikal. Sementara, pertumbuhan sekunder terjadi karena aktivitas meristem lateral.

3. Waktu terjadinya

Pertumbuhan primer dimulai sejak awal tumbuhan tumbuh (mulai berkecambah) hingga selesainya diferensiasi jaringan. Sementara pertumbuhan sekunder terjadi saat pertumbuhan primer selesai dan hanya pada bagian yang matang atau yang benar-benar dikembangkan.

Itulah penjelasan tentang pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan. Apabila kamu ingin mendapatkan pemahaman lebih tentang materi Biologi ini atau pelajaran lainnya, bisa bergabung dengan Bimbel Online Quipper Video.

Lainya Untuk Anda

Contoh Perubahan Lingkungan beserta Dampaknya pada Makhluk Hidup

7 Penyimpangan Semu Hukum Mendel beserta Contohnya

Pengertian Kemosintesis beserta Fungsi, Peran, Reaksi, Proses, dan Contohnya